Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, December 28, 2013

Selama-lamanya Kasih Setia Tuhan (Mazmur 118: 1-9)

Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 118: 1-9
Akhir tahun 2013 ini, Firman Tuhan menyapa kita akan nyanyian pujian dari kitab Mazmur yang berisi pesan akan suatu pengakuan iman kepada Tuhan “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” maka yang dapat dilakukan oleh umat yang percaya adalah “bersyukur”. Bagaimanapun hari-hari yang telah kita lalui tetaplah pada pengakuan akan iman kita bahwa kasih Tuhan adalah untuk selamanya, tidak hanya tahun lalu, bulan lalu, minggu lalu, kemarin ataupun sekarang namun sampai selama-lamanya. Sebab kita memiliki Allah yang kekal dengan kasihNya yang ‘tak berkesudahan. 

Saturday, December 21, 2013

Firman Menerangi Hidup Manusia (Yohanes 1: 1-14)


Dalam prolog Injil Yohanes ini dengan jelas dinyatakan bahwa perbuatan Allah itu tidak dibatasi oleh waktu, bagaimana Firman itu menjadikan alam semesta dan Firman itu juga telah menjadi daging dan diam diantara manusia. Firman itu adalah Yesus Kristus yang telah ada dan yang kekal sampai selama-lamanya. 

Thursday, December 19, 2013

Seruan Pertobatan (Matius 3: 1-12)

Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 1-12
Kehadiran Yohanes Pembaptis menjadi titik awal penampakan pekerjaan Tuhan Yesus yang mana Yohanes menyuarakan pertobatan dengan baptisan yang dilakukannya dan itu adalah “Sebagai tanda pertobatan” sebab akan datang yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus dan Api (Mat. 3: 11). Hal ini juga

Thursday, December 12, 2013

Jesus Is The Way (Yesaya 35:1-10)

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 35:1-10
Dalam khotbah minggu lalu (Zakaria 9:9-10) bahwa keselamatan dari Tuhan telah hadir ditengah-tengah kita melalui Yesus Kristus dan keselamatan yang dibawa oleh Allah bukanlah seperti rancangan dan jalan pikiran manusia namun Allah telah menyediakan jalan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan hari depan yang penuh sukacita (Yes. 55:8-9) dan ini hanya

Thursday, December 5, 2013

Lihat! Rajamu Datang (Zakharia 9:9-10)

Bacaan Firman Tuhan: Zakharia 9:9-10
Nubuatan yang disampaikan dalam kitab Zakharia ini mengarahkan kita tentang Yesus yang dielu-elukan di Yerusalem. Nubuatan akan kedatangan Yesus yang pertama telah terjadi, dan kita juga percaya bahwa pengharapan akan penantian akan kedatangan Yesus kembali juga pasti akan digenapi. 

Wednesday, November 27, 2013

Pengharapan Membawa Keselamatan (Yesaya 2:1-5)

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 2: 1-5
"Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Thursday, November 21, 2013

KPK: Berani Jujur Hebat! dan ALKITAB Katakan...


Bacaan: Amsal 11: 3-7,11
Berani jujur hebat! Merupakan jargon yang saat ini terus dikampanyekan sebagai wujud dukungan akan pemberantasan korupsi di Indonesia sekaligus untuk mendidik generasi muda menjadi generasi anti korupsi. Krisis kejujuran memang sedang melanda Indonesia, dan merupakan salah satu biang kerok terjadinya krisis ekonomi dan permasalahan sosial pada masyarakat saat ini.

Wednesday, November 20, 2013

Pengharapan Hidup Yang Kekal (1 Tesalonika 4:13-18)

Bacaan Firman Tuhan: 1 Tesalonika 4:13-18
Pengharapan jemaat mula-mula akan kedatangan kristus yang akan segera tiba membuat mereka tegar dan kuat di dalam iman yang walaupun menghadapi berbagai penganiayaan dan tekanan. Namun demikian mereka mempertanyakan tentang saudara-saudara mereka yang telah meninggal sementara kedatangan Kristus juga belum kunjung tiba. Paulus memberi jawab atas pertanyaan tersebut bahwa orang yang meninggal akan bersama dengan Tuhan karena ketika Kristus datang dengan kemuliaanNya maka orang yang masih hidup akan diangkat bersama-sama dengan mereka yang telah meninggal untuk hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Saturday, November 16, 2013

Pokok Anggur Yang Benar (Yohanes 15:1-8; Galatia 2:19-21)

Yohannes 15: 1-8 Pokok Anggur yang Benar
Yesus mengidentifikasi diriNya dengan gambaran “Pokok anggur yang benar”. Secara umum kita dapat melihat bahwa Yesus ingin memperlihatkan diriNya adalah pokok anggur sebagai sumber kehidupan bagi “rating-rantingnya” dan mustahil ranting akan berbuah jika tidak melekat pada batang pohon itu, karena ranting itu akan kering karena tidak menyatu dengan pokoknya. Maka pokok anggur memperlihatkan sumber kehidupan yang akan menghasilkan buah, dan lebih tegas lagi dinyatakan Tuhan Yesus bahwa

Wednesday, September 25, 2013

Kasih Allah, Mengasihi Sesama (Matius 25: 34-40)

Renungan kita kali ini merupakan bagian dari pemberitaan Tuhan Yesus mengenai akhir zaman (pasal 24-25). Sebelumnya Tuhan Yesus telah mengingatkan agar senantiasa waspada sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak di duga. Baik melalui perumpamaan maupun nasehat dan kewaspadaan akan mesias-mesias palsu yang menyesatkan. 

Dalam renungan kita saat ini mengarahkan pandangan kita ketika Anak Manusia itu datang dalam kemulianNya untuk melaksanakan penghakiman terakhir, semua bangsa akan dikumpulkan dan akan dilakukan pemisahan kesebelah kiri dan kananNya. Ada beberapa hal

Thursday, September 12, 2013

1 Timotius 1: 12-17 | Ambang Pintu Keselamatan

Surat penggembalaan Paulus ini menguatkan Timotius dalam pelayanannya di Efesus sekaligus mengingatkan kembali dalam mempertahankan kemurnian Injil dari begitu banyaknya ajaran-ajaran sesat dengan tetap mempertahankan pelayanan yang memberitakan kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas (ay.5). sehingga pelayanan Timotius tetap diperjuangkan dalam iman dan hati nurani yang murni (ay.18). Sebab Timotius adalah generasi penerus untuk menjadi pelayan di tengah-tengah jemaat tetap dapat bertahan dalam pemberitaan keselamatan Allah di dalam iman yang murni.

Tuesday, September 3, 2013

Menuai Untuk Kemuliaan Allah (Yohanes 4: 31-42)

Yohanes 4: 31-42; Matius 7: 15-23; Menuai Untuk Kemuliaan Allah 
Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama murid-muridNya ke Galilea dengan melintasi daerah Samaria dan sesampainya di sebuah kota di Samaria yaitu Sikhar. Keletihan dalam perjalanan Yesus berhenti di sebuah sumur yaitu Sumur Yakub, sementara murid-murid Tuhan Yesus pergi ke kota untuk membeli makakanan. Disinilah terjadi percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. 
Dalam percakapan itu dapat kita baca bahwa perempuan Samaria itu menjadi percaya kepada Yesus dan mengucapkan pengakuan yang begitu indah yaitu “...Sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, Dialah benar-benar Juruselamat Dunia” (ay. 42). Dari kesaksian perempuan Samaria itu banyak juga dari orang-orang yang Samaria yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Friday, August 30, 2013

Iman Yang Kokoh (Daniel 3: 13-18)

Daniel 3: 13-18; Kis. 17: 22-28
Dalam sejarah gereja pada segala abad kita dapat mengetahui bahwa begitu banyaknya tokoh-tokoh yang memperlihatkan semangat penginjilan bahkan harus martir dalam pelayanannya. Dalam hal ini kita sangat mengapresiasi bagaimana mereka mampu untuk mempertahankan iman dan juga memiliki semangat yang kuat dalam kondisi dunia yang belum mengenal Yesus dan juga di dalam penolakan kepada orang-orang yang percaya ketika itu.
Pada pembahasan nats kita kali ini dari Daniel 3: 13-18, bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego (SMA) dicampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala karena

Thursday, August 22, 2013

Ibadah yang Sejati (Yesaya 58: 9-14)

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 58: 9-14; Lukas 13:10-17
Dalam konteks nats ini dapat dilihat bahwa nubuat akan kedatangan Mesias dalam hal penghiburan kepada umat akan segera dihadirkan. Keselamatan itu hanya bagi umat yang mau meninggalkan kemunafikan dan bagi umat yang menjalankan ibadah yang benar. Praktek peribadahan yang mereka lakukan telah merusak kekudusan ibadah itu sendiri, mereka melakukan puasa namun sambil berbantah dan berkelahi dan menghina hukum sabat dengan melakukan urusan pada hari itu sehingga menghilangkan makna ibadah dan puasa yang sesungguhnya. 

Dalam Lukas 13:10-17 Tuhan Yesus telah menentang kekakuan pelaksanaan hari sabat namun sabat itu adalah menghormati kekudusan Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan dengan melakukan pelepasan. Martin Luther mengatakan bahwa Firman Tuhan adalah harta yang menguduskan segala sesuatu, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan baik perkataan maupun perbuatan yang di dasarkan pada Firman Allah adalah hal kudus di hadapan Allah.

Thursday, August 1, 2013

Anugerah Allah Dalam Persekutuan ( 1 Petrus 3: 8-12)

Bacaan Firman Tuhan: 1 Petrus 3: 8-12; Mazmur 34: 12-23
Sifat egois yang hanya memikirkan diri sendiri dan tidak mau menaruh hati kepada orang lain adalah sifat yang dapat merusak persekutuan. Ketika memasuki suatu persekutuan maka kita menjadi bahagian dari orang lain yang lebih di tonjolkan bukan lagi “aku” melainkan “kita”. 

Pengembangan rohani secara egois yang hanya mementingkan hubungan dengan Allah namun mengabaikan hubungan dengan Allah melalui sesama akan menjadi jemaat yang hanya mengharapkan berkat dan tidak lagi pemberi berkat. Dalam hal ini Petrus mengingatkan kita bahwa dalam persekutuan itu ada timpal balik yang tidak terlepas antara memberkati dan memperoleh berkat itulah persekutuan yang berdampak baik bagi diri kita sendiri, sesama dan kepada orang lain yang ada di sekitar persekutuan kita. Namun kenyataan yang terjadi bahwa persekutuan kita hanya disibukkan dengan permasalahan internal di dalam persekutuan itu bahkan persekutuan itu sendiri tidak menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya malah sebaliknya menjadi persekutuan yang membawa ketidaknyamanan linkungan. Hal ini menjadi perhatian kita terlebih ketika persekutuan itu adalah minoritas di tengah-tengah lingkungan.  

Wednesday, July 24, 2013

Siapakah Sesamaku Manusia? (Lukas 10:25-37)

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 10:25-37; Imamat 19: 9-18
Jika kita merenungkan dan semakin mendalami pertanyaan dari ahli Taurat kepada Yesus “Siapakah sesamaku manusia?”. Seandainya pertanyaan itu ditujukan kepada kita kira-kira apa yang akan kita jawab. Mungkin Tuhan Yesus menjawab pertanyaan itu dengan sebuah perumpamaan adalah supaya jawaban Yesus tidak kasar kepada ahli Taurat itu. Dapat kita bayangkan jika seorang “manusia” bertanya “Siapakah sesamaku manusia?” seorang manusia tidak lagi dapat mengenal sesamanya manusia. Apakah dia telah menganggap orang lain “binatang” ataupun benda mati? Ataukah saat ini orang hanya mengenal sesamanya manusia hanya yang satu golongan, ras, agama, bangsa ataupun yang hanya satu ide dengan dia baru dapat dikatakan sesamanya manusia.

Thursday, July 11, 2013

Kristus Menjadi Hikmat Bagi Kita ( 1 Raja-raja 3: 4-14)

Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 3: 4-14; 1 Korintus 2: 6-16
Dalam hal ini Salomo yang adalah raja yang dipilih untuk memimpin bangsa Israel sepertinya persis mengetahui apa sebenarnya yang dia butuhkan sebagai raja ketika Tuhan bertanya dalam mimpinya “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” dan sangatlah tepat jika dia meminta hikmat dan kebijaksanaan untuk menimbang suatu perkara untuk dapat menimbang antara yang baik dan yang jahat. Sebab Salomo sebagai raja harus mampu untuk memutuskan berbagai perkara yang dia hadapi untuk memimpin bangsa Israel yang begitu besar. Adalah sangat baik jika pertanyaan Tuhan tersebut kita refleksikan dalam hidup kita jika Tuhan juga bertanya kepada kita “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” maka apakah yang akan kita jawab?

Thursday, July 4, 2013

Hidup yang penuh Hikmat (Kolose 4: 1-6)

Kolose 4: 1-6; Yakobus 1: 2-8
Interaksi dengan orang lain adalah hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan kita shari-hari, baik kepada keluarga, lingkungan sekitar rumah, sesama jemaat ataupun rekan kerja. Namun tanpa kita sadari bahwa ternyata interaksi tersebut mempunyai dampak yang besar dalam kehidupan kita terlebih kepada pemberitaan Injil tergantung bagaimana kita untuk menempatkan diri kita dalam interaksi kepada orang lain, bisa membawa dampak yang positif dan dapat juga membawa dampak yang negatif. Dalam Kolose 3: 23 dikatakan: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. 

Nasehat Paulus ini sangat jelas memberikan kepada kita pengertian akan hubungan kita dengan orang lain bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dalam interaksi dengan orang lain itu adalah melakukan segenap hati untuk Tuhan dan bukan unuk manusia.

Tuesday, June 25, 2013

Mengikut Yesus! Ikut Aturan Allah! (Matius 8:18-22)


Matius 8:18-22; 1 Raja-raja 19:19-21
Allah beserta kita! Itulah kabar sukacita yang dibawa oleh Tuhan Yesus di tengah-tengah kehidupan kita. Di dalam kabar sukacita yang dibawa oleh Allah seruan yang disampaikan kepada kita adalah “ikutlah Aku!”. Jika Tuhan Yesus menyerukan untuk mengikut Dia maka akan timbul pertanyaan: “Mau kemana Tuhan bawa kita?”. Pertanyaan ini perlu untuk kita pergumulkan bersama, sehingga ketika kita memutuskan ingin mengikut Yesus sudah memiliki motivasi dan tujuan yang jelas, sehingga ketika kita mengatakan saya pengikut Yesus memang benar-benar Yesus yang kita ikuti atau sebaliknya kita katakana kita pengikut Yesus, namun ternyata bukan Yesus yang kita ikuti tetapi roh-roh duniawi. Bisa kita ibaratkan dengan orang yang sekolah, jika motivasi

Tuesday, June 18, 2013

CERDIK seperti Ular dan TULUS seperti Merpati (Matius 10: 16-22)

Matius 10: 16-22; Galatia 4:4-9
Tanpa kita sadari bahwa kehidupan kita sehari-hari sangat sering berhadapan dengan serigala-serigala buas yang siap untuk menerkam dan menjadi santapan yang enak. Hal ini diingatkan oleh Tuhan Yesus “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Serigala yang dimaksud oleh Tuhan Yesus tidak lain adalah iblis yang hendak mencoba dengan segala upayanya membawa kita kepada maut. Dari nats renungan kita saat ini, kita telah diperingatkan oleh Tuhan Yesus bahwa serigala itu ada dimana-mana mulai dari hal keagamaan, pemerintahan, keluarga sampai kepada hubungan kepada semua orang.

Segala hal dapat dimanfaatkan oleh iblis untuk menjauhkan kita dari Allah. Ini adalah konsekuensi yang harus kita terima sebagai pengikut Kristus, sebab iblis tidak menyukai kita hidup menurut kehendak Bapa yang di sorga. Mengikut Yesus adalah “memikul salib” dan siap menderita. Sehingga jangan pernah

Wednesday, June 12, 2013

Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa (Lukas 7:40-50)


Lukas 7:40-50; 2 Samuel 12:10-14 Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tiga kelompok pemimpin spiritual mendapatkan kecaman yaitu orang Saduki, Farisi dan Ahli Taurat yang selalu berasa lebih baik dan lebih benar, dan itulah sebabnya Yesus mengecam mereka dengan mengatakan “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para pelacur akan mendahuluimu masuk dalam kerajaan sorga” (Mat.21:31). Hal inilah yang terjadi dalam nats kita ini ketika seorang perempuan yang dikenal umum berprofesi sebagai perempuan sundal dianggap berdosa dan sangat tidak layak berada di tengah-tengah orang Farisi. Bahkan orang Farisi tersebut menginginkan agar Yesus memiliki pandangan yang sama. Respon Yesus justru sebaliknya kepada perempuan berdosa yang menghampiri dan meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi yang mahal dan menyeka dengan rambutnya. Yesus melihat bahwa dari sikap dan kesungguhan hatinya, terpancar cinta kasihnya kepada Tuhan dan keinginan untuk meninggalkan dosa-dosanya, bertobat dari kehidupan lamanya.

Wednesday, June 5, 2013

Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17)


Yesus membangkitkan anak muda di Nain Lukas 7: 11-17; 1 Raja-raja 17:17-24
Saudara yang terkasih, setelah kita membaca kisah mengenai mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain, maka hal yang pertama yag harus kita sadari bahwa Tuhan Yesus telah memperlihatkan diriNya adalah Mesias sebab Dia telah memperlihatka diriNya adalah penguasa kehidupan. Tuhan Yesus telah memperlihatkan Sisi lain dari penderitaan yang paling ditakuti oleh manusia yaitu kematian bahkan dalam kisah itu diberitakan bahwa anak muda itu adalah satu-satunya anak janda tersebut. Kita diingatkan melalui mujizat ini bahwa ternyata walaupun dalam pandangan manusia terdapat batasan kebahagiaan, namun di dalam Tuhan kebahagiaan itu tidak akan pernah berakhir. Karya keselamatan tidak akan pernah dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, dan walaupun kita harus menghadapi yang namanya kematian namun karya keselamatan Allah masih akan terus berlanjut sampai selama-lamanya bagi orang-orang yang berkenan kepada Allah.

Thursday, May 30, 2013

Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26)


Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26; 2 Korintus 10:12-18)
Apakah kita merasa ditegur oleh Firman ini? Dan jika kita merasakannya berarti itu adalah indikasi bahwa kita belum mengenal Allah. Dalam nats ini Nabi Yeremia sangat bersedih melihat keadaan umat Israel yang kehidupannya sudah sangat jauh dari ciri-ciri umat yang mengenal Allah, bagaimana tidak bahwa mereka telah membanggakan kebijaksanaannya, kekayaannya dan kekuatannya sehingga melupakan kasih Allah kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka. Hal inilah yang hendak diluruskan oleh Yeremia, bahwa sikap meninggikan diri bukanlah sikap yang bijak malah itu adalah sikap yang akan membawa kepada penghukuman Allah. Dalam Hosea 4:6 dikatakan “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”.

Thursday, May 23, 2013

TRINITATIS: ALLAH YANG SELALU BERFIRMAN UNTUK MEMPERBAHARUI (Yohanes 16: 12-15)

TRINITATIS: ALLAH YANG SELALU BERFIRMAN UNTUK MEMPERBAHARUI
Yohanes 16: 12-15; Roma 5:1-5
Kita akan mulai memasuki minggu-minggu trinitatis yaitu kemuliaan Allah yang Esa yang dinyatakan sebagai Bapa Anak dan Roh Kudus (Tritunggal). Bila berbicara mengenal trinitatis, maka tidak dapat kita pungkiri bahwa pengenalan orang Kristen mengenai Allah Tritunggal telah dipergunakan oleh orang-orang yang bukan Kristen sebagai alat mempertanyakan dan menyangkal orang-orang Kristen sebagai agama yang meyakini Allah yang Esa. Namun hal itu sah-sah saja dan bukan sesuatu yang harus perlu untuk ditanggapi serius karena memang itulah kenyataan pandangan jika hanya melihat dari luar. Kebenaran Firman itu hanya bisa di mengerti jika kita masuk kedalamnya. 

Dalam nats bacaan kita ini menyatakan bahwa penerimaan akan Yesus Kristus sebagai Tuhan akan menghantarkan kita pada kondisi hidup yang dipimpin oleh Roh Kebenaran dan itulah yang akan memimpin kita memasuki kebenaran Firman Allah (ayat 13).

Monday, May 13, 2013

Tunduk Di Bawah Tuntunan Roh Kudus (Yohanes 14: 15-26)

Pada peringatan hari Pentakosta atau turunnya Roh Kudus (Kis. 2:1-13) saat ini kita akan membahas nats dari Yohanes 14:15-26 bahwa Yesus menjanjikan Penghibur yaitu Roh Kudus ataupun Roh Kebenaran yang dikaruniakan kepada orang yang mengasihiNya.

Dalam nats kotbah kita sebelumnya yaitu pada minggu Exaudi (Yohanes 17: 20-26) kita diteguhkan melalui doa Tuhan Yesus bahwa kepada setiap orang percaya akan dikaruniakan kemuliaan seperti yang ada pada Yesus bahwa Dia satu dengan Bapa yang di Sorga, demikian juga halnya dengan orang percaya akan diberikan kemuliaan itu bahwa kita orang percaya menjadi satu dengan Yesus dan Bapa di Sorga. Kesatuan itu berujuan tidak lain adalah agar melalui diri/hidup kita dunia dapat mengenal kasih Allah melalui Yesus Kristus adalah Tuhan dan juruselamat manusia.

Wednesday, May 8, 2013

Yohanes 17: 20-26 (1#)


Yohanes 17: 20-26 (1#)
Tujuan dari doa Tuhan Yesus pada pasal 17 ini adalah agar setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus “menjadi satu”, dan di dalam kesatuan itulah terdapat kemuliaan dan kasih Allah. Tujuan dari umat percaya itu perlu bersatu adalah agar “dunia percaya”:
1.      Engkaulah yang mengutus Aku
2.      Engkau mengasihi mereka
Tuhan menginginkan kesatuan dalam jemaat agar kasih dan kemuliaan Allah itu nyata dalam hidup orang yang percaya. Sehingga jika konsep hidup keimanan kita mempunyai semangat kesatuan dan kasih, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu jauh; Tuhan itu tidak mendengar doa kita; Tuhan itu tidak perduli. Tuhan sangat menginginkan supaya kita itu satu dengan Dia sama seperti Bapa satu dengan Tuhan Yesus, namun yang sungguh sangat disayangkan adalah kita yang tidak mau bersatu dengan Allah karena kita menolak kemuliaan Allah masuk dalam hidup kita.

Saturday, May 4, 2013

Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14)


Kisah Para Rasul 1: 6-14 Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pengenalan kita akan kuasa Yesus bahwa Ia telah menguasai langit dan bumi; kematian dan kehidupan. Kenaikan Tuhan Yesus semakin meneguhkan iman kepercayaan kita akan kebangkitanNya dari antara orang mati bahwa Yesus hidup untuk selama-lamanya, Yesus adalah Allah yang hidup.
Babak pertama dari karya kesematan Tuhan Yesus telah berakhir bahwa Yesus harus kembali kepada Bapa yang di sorga. Namun demikian itu bukanlah akhir dari karya penyelamatan Tuhan Yesus, sebab sekarang kita memasuki babak kedua yaitu bahwa Tuhan Yesus tetap bekerja melalui Roh Kudus (Kis. 1:1-2). Dan sambil kita menantikan babak ketiga yaitu ketika Yesus kembali lagi nantinya sebagai Hakim yang adil (ayat 11).

Friday, May 3, 2013

Matius 7: 7-10 Kuasa Doa


Matius 7: 7-10 Kuasa Doa
Doa adalah komunikasi dengan Bapa yang disorga, seperti yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus dan sebagaimana diperlihatkan dalam pengajaran-pengajaran para Nabi dan Rasul begitu juga dengan kehidupan orang-orang percaya dalam huhungannya dengan Allah, bahwa doa mengandung peranan penting dalam kehidupan mereka. Dalam kenyataan hidup saat ini banyak yang menyalah artikan doa, ada yang berdoa karena sedang mengalami kesulitan saja dan ada juga yang menggunakan doa seperti “mantra-mantra” bahkan ada yang sampai hilang kepercayaannya kepada Tuhan dan menganggap Tuhan itu tidak ada karena doanya tidak membawa perubahan dalam hidupnya. Inilah yang hendak kita bahas saat ini, bagaimana makna dan kuasa doa dalam hidup kita. 

Jika dalam nats bacaan kita saat ini Tuhan Yesus mengatakan tentang hal pengabulan doa “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat” apakah kita mempercayai dan meyakininya?

Tuesday, April 30, 2013

Doa Memampukan Kita Melakukan Kehendak Allah (Roma 12:9-12)


Khotbah Minggu Rogate Roma 12: 9-12; Matius 7:7-10
Doa Memampukan Kita Melakukan Kehendak Allah
Saya akan memulai pembahasan ayat 9-12 ini dari ayat 1-2 pada pasal 12 kitab Roma ini. Pada permulaan pasal 12 ini jelas telah ditegaskan “Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan berkenen kepada Allah”; “janganlah kamu serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu”. Perlu digaris bawahi ‘mempersembahkan tubuh’ dan ‘janganlah kamu serupa’, hidup di dalam Kristus adalah mempersembahkan hidup untuk Tuhan sehingga kita juga harus siap untuk “berbeda” dengan dunia ini, sebab Tuhan telah memberikan ciri khas yang khusus bagi kita sebagai pengikut Kristus. 
Mampukah kita melakukan kasih (Agape dan filostorgai) kepada semua orang? Ada orang yang banyak mengatakan bahwa saya belum sanggup untuk mengasihi orang yang menyakiti saya atau yang membenci saya. Maka jawaban untuk orang yang mengatakan seperti itu adalah karena hidupnya belum sepenuhnya dipersembahkan kepada Allah. Nats bacaan kita saat ini menegaskan

Thursday, April 25, 2013

Membuka Diri Diperbaharui Allah (Kisah Rasul 11: 15-18)


Minggu Kantate: Kisah Rasul 11:15-18; Bacaan Mazmur 148: 1-14   
Membuka diri diperbaharui Allah
Jika kita sering menyaksikan pertandingan bola kaki, mungkin tulisan “NO TO RACISM” sudah tidak asing lagi. Kita juga sudah mengetahui bagaimana perjuangan Martin Luther King Jr mengenai diskriminasi kulit hitam di Amerika dan juga Nelson Mandela yang berjuang melawan system apartheid di Afrika. Bahkan di negeri kita Indonesia yang tercinta ini masih banyak yang belum siap menerima perbedaan. Bahwa memang hingga saat ini masih banyak yang belum memahami dengan baik perbedaan yang terjadi ditengah-tengah kehidupan kita. Masih banyak dari kita dengan sinis menutup diri kepada golongan di luar diri kita. Maka yang terjadi adalah kebencian dan permusuhan. Dalam nats pembahasan kita saat ini, Tuhan ingin mengubah cara pandang kita bahwa Firman Allah terbuka untuk semua orang dan berhak mendapatkan keselamatan dari Tuhan.
Sebelum kita memasuki Kisah Rasul 11: 15-18, ada baiknya

Saturday, April 13, 2013

Memuliakan Tuhan dengan Kata dan Perbuatan (Mazmur 66:1-7)


Mazmur 66:1-7; Efesus 5:15-21
Memuliakan Tuhan dengan kata dan perbuatan
Iman orang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus mempunyai keunikan tersendiri, bahwa hidup didalam Tuhan itu adalah hidup dalam sukacita yang mengajak kita untuk selalu bersyukur, baik itu dalam suka maupun duka, karena sukacita dari Tuhan tidak akan pernah hilang. Itulah iman di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kepastian kepada kita melalui kebangkitanNya.
Dalam Mazmur ini kita diajak untuk menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan bahwa begitu besar perbuatanNya kepada seluruh bumi. Sehingga kita harus memazmurkan kemuliaanNya dan memuliakan dengan puji-pujian. Inilah yang ingin dipertegas pemazmur pada saat ini, bagaimana kita untuk memuliakan dan memuji kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Thursday, April 11, 2013

Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38)


Belas kasihan yang berbuat; 
Minggu Miserikordias Domini 
Matius 9: 35-38; Bacaan Yeheskiel 34:11-16
Dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus banyak dilihat manusia itu hidup tanpa gembala, orang-orang sakit bertebaran dijalan tanpa ada pengharapan, orang-orang yang haus akan Firman Tuhan dan banyak yang akan mati karena kejahatannya. Melihat semuanya itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan Yesus merasakan penderitaan yang mereka alami dan mengalami sengsara manusia itu sebagai sengsaraNya sendiri dan belas kasihanNya akan kesengsaraan umat manusia yang membawanya di kayu salib untuk membawa sukacita yang dari Tuhan. Yesus memandang belas kasihanNya kepada orang bayak itu adalah sebagai “pekerjaan menuai”. 

Yesus telah menjadi benih yang mati di tanah supaya hidup dan menghasilkan tuaian yang banyak. Memang tuaian banyak namun pekerja sedikit, untuk itulah Yesus memanggil ke-12 muridNya yang pertama sebagai pekerja untuk tuaian itu dan Tuhan juga membutuhkan lebih banyak lagi pekerja yaitu semua yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dilibatkan menjadi pekerja untuk tuaian yang banyak itu.

Tuesday, April 9, 2013

Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16)


Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. 

Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya

Thursday, April 4, 2013

Wahyu 1:4-8 Aku adalah Alfa dan Omega


Wahyu 1: 4-8 Aku adalah Alfa dan Omega
Banyak kenyataan yang harus kita hadapi ditengah-tengah kehidupan kita mulai dari susahnya mendirikan rumah ibadah, Gereja yang di segel dan dirobohkan, tindak kejahatan dan nilai moral yang menurun ditengah-tengah masyarakat sampai pada sakit penyakit yang harus kita rasakan ditengah-tengah kehidupan kita. Bagaimana sikap kita menghadapi semuanya ini?

Tuesday, April 2, 2013

Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani (Kisah Para Rasul 5: 27-32)


Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani (Kisah Para Rasul 5: 27-32; Bacaan: Wahyu 1: 4-8)
Ketika kita meletakkan dasar iman kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya dan memasuki hidup baru bersama Tuhan, maka kita di utus oleh Allah ketengah-tengah dunia ini menjadi saksiNya. Menjadi saksi Kristus bukanlah hal yang mudah, Tuhan Yesus memperingatkan kepada kita bahwa kita akan dibenci dan teraniaya karena nama Yesus (Luk. 21:17), namun Tuhan memberikan kepastian dan kekuatan kepada kita: “dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16: 33); “Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21: 18-19). 

Sumber kekuatan kita adalah Tuhan dan tiada yang lain, jika kita tanggung-tanggung menjadi pengikut Yesus tentulah sangat menyakitkan menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini. Ada kalimat dalam sebuah iklan yang mengatakan “Kamu bilang itu Rintangan, aku bilang hanya Tantangan”. Jika dikatakan “Rintangan” berarti sesuatu yang menyurutkan niat kita untuk bertindak karena sesuatu yang merintangi; namun jika dikatakan “Tantangan” adalah kesulitan akan semakin meningkatkan kita berusaha mencapai kesuksesan. Kita bisa ambil contoh sederhananya,

Sunday, March 24, 2013

Siapa yang menolak Kasih dan Pengampunan Tuhan Yesus? (Matius 23:33-39)

Bacaan Firman Tuhan: MATIUS 23:33-39 (Jumat Agung) 
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tidak jarang pelayananNya bersinggungan dengan praktek praktek keagamaan yang dilakukan orang Yahudi pada saat itu dan begitu juga halnya dengan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus mengikuti pelaksanaan Taurat itu dengan mengunjungi rumah sembahyang yang walaupun bukan dengan alas an formal, melainkan mencari peluang untuk melanjutkan misiNya. 

Ada banyak pelayanan Tuhan Yesus yang sering berseberangan dengan pemahaman ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ketika itu, yang mana Tuhan Yesus mengharapkan penghargaan yang lebih tinggi dari Taurat Tuhan yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Namun yang terjadi ahli taurat dan orang Farisi telah menambahkan Hukum Taurat melalui tradisi lisan yaitu melakukan Hukum Taurat agar dilihat orang

Friday, March 22, 2013

Menyangkal Diri Dengan Minyak Narwastu (Yohanes 12:1-8)

Menyangkal diri Dengan Minyak Narwastu. Yohanes 12:1-8
Kali ini kita akan belajar dari dua tokoh yang diantara Tuhan Yesus, yaitu Maria dan Yudas Iskariot. Dalam nas ini Yohanes menceritakan bahwa cerita ini terjadi enam hari sebelum Paskah bahwa kejadian ini adalah tanda penderitaan dan kematian Tuhan Yesus sudah dekat.
Kita mungkin sudah mengetahui bagaimana kisah Maria dan Marta (Lukas 10: 38-42) yang mana Maria terus mendengarkan Yesus sementara Marta sibuk untuk melayani. Hal ini juga terjadi dalam perjamuan di Betania di tempat Lazarus bahwa Maria meminyaki kaki Yesus sementara Marta sibuk juga untuk melayani. Menjadi pertanyaan adalah mengapa Maria meminyaki kaki Yesus? Apakah dia sudah mengetahui bahwa Yesus akan menderita? Atau dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu adalah persiapan untuk kematian Tuhan Yesus?

Saturday, March 16, 2013

Kuasa Allah Dalam Kerendahan (Filipi 2:5-11)


Minggu Palmarum, Filipi 2: 5-11; Bacaan: Yohanes 12:1-8,12-13
Kuasa Allah dalam kerendahan
Sebelum kita memasuki masa-masa penderitaan dan kematian Tuhan Yesus, kita di ajak untuk lebih memahami kembali bagaimana kasih Allah dalam kehidupan manusia. Sehingga kita juga dapat melihat diri kita kembali sebagai pengikut Kristus yang hanya sekedar pengagum perbuatan besar Allah ataukah kita meniru kasih Allah yang besar itu? Dengan demikian peringatan akan kasih Allah melalui kayu salib bukan hanya sebuah kisah yang mengharukan tetapi kisah yang membangkitkan semangat kita untuk melakukan Allah.
“Mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba” merupakan ungkapan yang sangat menonjol dalam nas ini, mari kita memandang kalimat ini sebagai suatu pengajaran etis terhadap dampak pengajaran

Wednesday, March 13, 2013

Dimanakah Keadilan Tuhan? Yesaya 35: 5-10

Bacaan: Yesaya 35: 5-10

Banyak orang yang masih sering mempertanyakan: mengapa orang yang melakukan banyak kejahatan dan perbuatan tidak baik  hidupnya senang-senang, sementara orang yang selalu taat dan baik hidpnya ada yang selalu susah, bahkan ada yang mencoba untuk menghakimi Tuhan dengan mengatakan “dimanakah keadilan Tuhan itu?. Pertanyaan ini sesungguhnya timbul karena ada yang menilai kehidupannya dengan tolak ukur dari segi kebahagiaan duniawi. 

Berbahagialah orang yang dipuaskan oleh Roti hidup dan Air hidup dan bukan dipuasakan roti dan air yang dapat musnah. Apakah masih ada orang yang lebih berbahagia dari orang yang tidak mempunyai apa-apa di dunia ini, namun dia dapat hidup dengan bersukacita tanpa beban? Tuhan tidak berikan kepada kita harta yang bisa lenyap dan fisik yang kembali lagi menjadi tanah, tetapi Tuhan akan berikan kepada kita “sukacita yang abadi” dan disinilah keadilan Tuhan bahwa yang

Monday, March 11, 2013

Sabar Adalah Kepercayaan Akan Kepastian (Yakobus 5: 7-11)


Sabar adalah kepercayaan akan kepastian Yakobus 5: 7-11; Bacaan: Mazmur 126:1-6
Bagaimanapun liku-liku aliran sungai, namun tetap bermuara ke laut. Bagaimana pun tingkah perilaku manusia apakah itu karena kesombongannya, keangkuhannya, kejahatannya, ketamakannya, kebaikannya, kesalehannya, kemunafikannya tetap saja manusia akan meninggal dan masuk dalam penghakiman Tuhan. Hanya penghakiman Tuhanlah yang adil.
Dalam pembahasan nas Firman Tuhan saat ini Yakobus menyebut yang berbahagia itu adalah mereka yang bertekun, karena mereka yang bertekunlah yang akan mendapatkan keselamatan dari penghakiman Tuhan. Sesulit apapun perjalanan kehidupan yang kita lalui namun jika kita senantiasa bertekun dalam Firman Tuhan, maka kita akan mendapatkan upah pada waktunya.
Yakobus mengarahkan kita mengenai konsep bertekun itu dengan bersabar. Mereka yang bersabar adalah

Thursday, March 7, 2013

Tuhan Memulihankan UmatNya (Mazmur 126:1-6)

Bacaan: Mazmur 126:1-8; Yakobus 5:7-11
Kita pasti sudah mengetahui perumpamaan Tuhan Yesus mengenai anak yang hilang (Lukas 15:11-32) yang mengingatkan kepada kita begitu besarnya kasih setia Allah kepada umatNya, bahwa kasih Allah seperti kerinduan seorang bapa akan kepulangan anak yang dikasihinya, walaupun anaknya tersebut telah banyak berbuat kesalahan dan dosa, namun sang bapa menerima kembali anak yang hilang tersebut. Dalam pembahasan Mazmur 126:1-6 ini, tidak terlepas dari kisah tentang anak yang hilang tersebut, lebih tepatnya kelanjutan dari segi pengajarannya, bahwa setelah Allah mengangkat kita kembali dari kuasa dosa, maka Tuhan akan melakukan pemulihan dalam hidup kita, mungkin kata yang cocok menurut saya adalah bahwa Allah melakukan “rekonstruksi pasca bencana”. 

Kita ingat bagaimana ketika Tsunami melanda Aceh, bahwa setelah bencana menghancurkan segala sesuatunya maka lekas dilakukan rekonstruksi kembali di segala bidang kehidupan.
Sungguh Tuhan memperingatkan kita bahwa dosa itu sungguh menghancurkan kehidupan disegala bidang kehidupan. Kita bisa baca bagaimana bangsa Israel yang telah hancur karena dosa yang mereka perbuat, namun

Tuesday, March 5, 2013

Mazmur 63: 1-8


Mazmur 63:1-8 Kasih Setia Tuhan lebih baik dari hidup
Mazmur 63 ini mungkin menjadi renungan kita bersama dan melihat persekutuan kita dengan Tuhan. Masihkah ada jiwa yang haus mencari Tuhan dan merindukan bersekutu dengan Tuhan ataukah persekutuan yang kita jalani hanyalah rutinitas. Bagaimana dengan persembahan dan puji-pujian itu kita sampaikan? Mungkin sejenak kita bisa mengingat kembali keadaan di gereja kita masing-masing.
Pemazmur disini ingin menegaskan

Monday, March 4, 2013

Perumpamaan "Anak Yang Hilang" (Lukas 15:11-32)

Lukas 15:11-32; Bacaan Mazmur 63:1-8
Adalah suatu kebahagiaan tersendiri jika ada suatu benda yang sudah lama hilang dan akhirnya kita temukan kembali. Terlebih lagi jika ada keluarga atau saudara kita yang hilang beberapa lama, terlebih lagi jika ada dari keluarga kita itu hilang karena perbuatan dosanya namun ia kembali lagi dengan pertobatan menyesali perbuatannya yang salah adalah sungguh merupakan sukacita tersendiri yang tidak ternilai dalam kehidupan kita. Ilustrasi seperti itulah yang ingin ditegaskan oleh Tuhan Yesus ketika Ia mengilustrasikan mengenai domba, dirham dan anak yang hilang. Tuhan Yesus ingin memperlihatkan bahwa betapa bersukacitanya Allah ketika manusia itu berbalik dari dosa-dosanya.
Hal ini disampaikan oleh Tuhan Yesus ketika orang-orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka” (15:1). Dalam perumpamaan Tuhan Yesus

Monday, February 25, 2013

Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13)


Manakah yang lebih kita kasihi, apakah Allah sang pemberi atau pemberianNya? Yang member atau pemberianNya. Dan hal ini di uji dari Abraham apakah dia benar mengasihi Allah daripada mengasihi pemberian Allah tersebut. Sudah begitu lama Abraham menantikan keturunan yang dijanjikan oleh Allah dan Allah ingin memintanya kembali. Dari bacaan Firman Tuhan kali ini kita dapat melihat sikap Abraham akan permintaan Tuhan kepadanya:

Tuhan Hidup dan siap menolong (Yohanes 21:1-14)

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 21:1-14
Jangan andalkan pikiran tetapi lakukanlah perintah Tuhan dalam setiap pekerjaan, maka Tuhan akan mendatangkan sukacita. Itulah yang ingin diperlihatkan Tuhan Yesus dalam nas bacaan kita kali ini. Bahwa Simon Petrus memutuskan untuk menangkap ikan bersama temannya yag lain. Yang mana ketika itu murid-murid Yesus masih dirundung dukacita dan juga kekecewaan sebab Yesus telah tidak ada lagi bersama-sama dengan mereka, mungkin dalam pikiran mereka “buat apa mengharapkan Yesus yang telah mati tersalib itu?. Bahwa sejauh mereka bersama-sama dengan Yesus, mereka masih mempunyai pola pemikiran seperti orang-orang Yahudi yang lain bahwa Yesus nantinya menjadi tokoh pembebas bangsa Israel.
Orang Kristen pada saat ini juga mungkin masih banyak yang seperti murid-murid Tuhan Yesus, bahwa selama mereka mengikuti

Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4)

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 26: 1-4
Terima kasih. Adalah ucapan yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari, bahkan anak-anak dari kecilpun telah diajari mengucapkannya. Saya juga yakin bahwa anda ketika menerima gaji bulanan ataupun hasil usaha yang pertama sekali adalah mengingat Tuhan untuk mengucapkan terima kasih, nah jika belum, saya ingatkan mulai bulan depan mari kita katakana terima kasih buat Tuhan. Itu masih soal yang enaknya, bagaimana jika kesusahan yang datang, apakah kita akan ucapkan terima kasih? Rasul Paulus mengingatkan kita “Bersyukurlah dalam segala hal”.
Renungan kita kali ini mengajak kita untuk mensyukuri pemberian Tuhan. Siapa dari kita yang tidak perlu uang?

Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21)

Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 5: 17-21
Jika kita menyimak keadaan yang ada di Negara kita tercinta ini, banyak hal-hal yang membuat kita tercengang. Demontrasi yang berakhir dengan kericuhan dan pengerusakan, tawuran antar sekolah dan antar kampong, konser music berakhir dengan kericuhan bahkan sepak bola yang adalah ajang sportivitas berujung pada perkelahian pemain maupun supporter. Jika kita juga melihat lebih luas ke seluruh dunia tidak pernah habisnya kerusuhan dan peperangan. Seakan-akan kedamaian itu menjadi barang langka yang begitu susahnya dicari. Sedikit ada perbedaan selalu berujung pada kerusuhan. Inilah realita hidup yang dialami oleh dunia ini akibat dari dosa. Dosa sebagai bentuk pemberontakan kepada Allah, sehingga dosa telah memisahkan manusia dari Allah sebagai sumber damai.

Mujizat Tuhan Yesus (Markus 1: 40-45)

Bacaan Firman Tuhan: Markus 1: 40-45
Zaman yang serba cepat dan instan itulah kenyataan hidup kita saat ini. Dan ternyata itulah mungkin yang mempengaruhi kehidupan orang Kristen saat ini. Tuhan juga dipaksa melakukan yang instan dalam hidupnya. Ada banyak yang mengharapkan Tuhan melakukan mujizat seperti yang dilakukan oleh Yesus. Bukan tidak percaya kepada mujizat, saya juga percaya mujizat Tuhan sampai saat ini masih ada dan akan terus ada. Namun kita juga harus menyadari bahwa Yesus datang bukan mau jadi dokter spesialis mata, tulang, kulit. Jika Yesus datang ke dunia ini hanya ingin melakukan penyembuhan itu bukan Tuhan namanya.

Katakan TIDAK Untuk Iblis (Yakobus 1:12-18)


Yakobus 1: 12-18 Katakan TIDAK untuk iblis
Singa siap menerkam siapa yang dapat di telannya. Iblis dengan kecerdikannya akan selalu  mengawasi kita dengan memperhatikan setiap titik kelemahan kita. Maka berhati-hatilah supaya kita jangan jatuh dalam jebakannya. Pencobaan itu adalah ketika iman berada dalam suatu titik tengah antara terkaman iblis dan takut akan Tuhan. Selama kita hidup dalam dunia yang fana ini, pencobaan akan selalu membayang-bayangi kehidupan kita dari semua segi kehidupan sebab dosa telah masuk dalam kehidupan manusia. 
Rasul Paulus mengatakan “Pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis” (Ef. 6:11). Maka sebelum berperang dan memakai semua perlengkapan rohani siapkan strategi perang yaitu kenali diri kita untuk mengetahui kelemahan kita dan kelemahan lawan kita. Sebab berperang tanpa

Thursday, February 21, 2013

1 Korintus 10: 1-13 | Pencobaan Mendatangkan Kebaikan


 Bacaan: 1 Korintus 10: 1-13; Yakobus 1: 12-18
“Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.”
O..... KORINTUS..... mempunyai orang-orang yang berintelektual tinggi namun juga mempunyai banyak orang-orang penyembah berhala
O......KORINTUS..... yang katanya berlimpah dengan kekayaan, namun penuh dengan perbuatan dosa, percabulan dan hawa nafsu.

Monday, February 18, 2013

Bagaimana menjadi pengikut Yesus (LUKAS 14:25-33)

Bacaan Firman Tuhan: LUKAS 14:25-33
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Dalam mengambil suatu tindakan ataupun keputusan yang bijak, pastinya kita sudah melakukan perhitungan akan kesanggupan ataupun resiko yang akan terjadi. Demikian halnya dengan orang yang berkendaraan, jika salah perhitungan ataupun memaksakan melaju kendaraan sementara dia tidak mempunyai perhitungan yang pasti, akibatnya adalah kecelakaan.

Friday, February 15, 2013

Perbuatan Baik Sebagai Ungkapan Syukur Kepada Allah (Galatia 3: 6-14)


Jika kita memperhatikan permulaan pasal 3 bahwa Paulus mengatakan “Hai orang-orang Galatia yang bodoh” bahwa Paulus hendak mengadakan dengan penuh semangat dengan nada yang tajam dalam menghadapi persoalan yang terjadi di Galatia. Di pasa 1 juga dapat kita lihat lagi bagaimana pembelaan akan ajarannya yang mengatakan “jikalau ada orang yang memberitakan injil yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia” (1:9).

Wednesday, February 13, 2013

Iman Abraham (Kejadian 15:1-6)

Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 15: 1-6
“Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”
Adalah sungguh benar dan tepat jika sosok Abraham menjadi contoh dan panutan orang-orang yang percaya kepada Allah. Jika kita melihat bagaimana Abraham senantiasa pecaya akan janji Tuhan yang telah disampaikan kepadanya, walaupun terkadang dia akan bertanya dalam hatinya akan janji Tuhan itu untuk menjadi bangsa yag besar, sementara dia yang sudah semakin berumur masih juga belum diberikan keturunan. 

Thursday, February 7, 2013

Memenangkan Pencobaan (Matius 4: 1-11)

Matius 4: 1-11 Bacaan: Ulangan 6: 10-19
Firman Tuhan dalam nas ini ingin mengajarkan kepada kita bahwa begitu indahnya dan nikmatnya hidup bersama-sama dengan Allah, bahwa tiada hidup yang lebih indah yang dapat melebihi hidup di dalam Firman Allah. Ketika manusia berhadapan pada kondisi kehidupan dunia ini iblis akan memakainya agar kita menjauh dari Allah. Ketika Yesus dicobai di padang gurun dalam konteks kehidupan di dunia ini yaitu ketika

Wednesday, January 30, 2013

2 Korintus 3:12-4:2



Minggu Estomihi (10 Februari 2013) Kotbah: 2 Korintus 3: 12-4:2 Bacaan: Keluaran 34: 29-35 Surat 2 Korintus di kirim adalah untuk mempertahankan wibawa kerasulan Paulus untuk menentang para rasul-rasul palsu yang mencoba untuk menolak ajaran Paulus ayat 5 dikatakan "Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" dalam nas ini Paulus ingin memperlihatkan bahwa pelayanan yang dilakukannya adalah pekerjaan Roh Tuhan dan bukan pekerjaan manusia.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Selama-lamanya Kasih Setia Tuhan (Mazmur 118: 1-9)

Selama-lamanya Kasih Setia Tuhan (Mazmur 118: 1-9)

Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 118: 1-9
Akhir tahun 2013 ini, Firman Tuhan menyapa kita akan nyanyian pujian dari kitab Mazmur yang berisi pesan akan suatu pengakuan iman kepada Tuhan “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” maka yang dapat dilakukan oleh umat yang percaya adalah “bersyukur”. Bagaimanapun hari-hari yang telah kita lalui tetaplah pada pengakuan akan iman kita bahwa kasih Tuhan adalah untuk selamanya, tidak hanya tahun lalu, bulan lalu, minggu lalu, kemarin ataupun sekarang namun sampai selama-lamanya. Sebab kita memiliki Allah yang kekal dengan kasihNya yang ‘tak berkesudahan. 

Firman Menerangi Hidup Manusia (Yohanes 1: 1-14)


Dalam prolog Injil Yohanes ini dengan jelas dinyatakan bahwa perbuatan Allah itu tidak dibatasi oleh waktu, bagaimana Firman itu menjadikan alam semesta dan Firman itu juga telah menjadi daging dan diam diantara manusia. Firman itu adalah Yesus Kristus yang telah ada dan yang kekal sampai selama-lamanya. 

Seruan Pertobatan (Matius 3: 1-12)

Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 1-12
Kehadiran Yohanes Pembaptis menjadi titik awal penampakan pekerjaan Tuhan Yesus yang mana Yohanes menyuarakan pertobatan dengan baptisan yang dilakukannya dan itu adalah “Sebagai tanda pertobatan” sebab akan datang yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus dan Api (Mat. 3: 11). Hal ini juga

Jesus Is The Way (Yesaya 35:1-10)

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 35:1-10
Dalam khotbah minggu lalu (Zakaria 9:9-10) bahwa keselamatan dari Tuhan telah hadir ditengah-tengah kita melalui Yesus Kristus dan keselamatan yang dibawa oleh Allah bukanlah seperti rancangan dan jalan pikiran manusia namun Allah telah menyediakan jalan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan hari depan yang penuh sukacita (Yes. 55:8-9) dan ini hanya

Lihat! Rajamu Datang (Zakharia 9:9-10)

Bacaan Firman Tuhan: Zakharia 9:9-10
Nubuatan yang disampaikan dalam kitab Zakharia ini mengarahkan kita tentang Yesus yang dielu-elukan di Yerusalem. Nubuatan akan kedatangan Yesus yang pertama telah terjadi, dan kita juga percaya bahwa pengharapan akan penantian akan kedatangan Yesus kembali juga pasti akan digenapi. 

Pengharapan Membawa Keselamatan (Yesaya 2:1-5)

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 2: 1-5
"Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

KPK: Berani Jujur Hebat! dan ALKITAB Katakan...


Bacaan: Amsal 11: 3-7,11
Berani jujur hebat! Merupakan jargon yang saat ini terus dikampanyekan sebagai wujud dukungan akan pemberantasan korupsi di Indonesia sekaligus untuk mendidik generasi muda menjadi generasi anti korupsi. Krisis kejujuran memang sedang melanda Indonesia, dan merupakan salah satu biang kerok terjadinya krisis ekonomi dan permasalahan sosial pada masyarakat saat ini.

Pengharapan Hidup Yang Kekal (1 Tesalonika 4:13-18)

Bacaan Firman Tuhan: 1 Tesalonika 4:13-18
Pengharapan jemaat mula-mula akan kedatangan kristus yang akan segera tiba membuat mereka tegar dan kuat di dalam iman yang walaupun menghadapi berbagai penganiayaan dan tekanan. Namun demikian mereka mempertanyakan tentang saudara-saudara mereka yang telah meninggal sementara kedatangan Kristus juga belum kunjung tiba. Paulus memberi jawab atas pertanyaan tersebut bahwa orang yang meninggal akan bersama dengan Tuhan karena ketika Kristus datang dengan kemuliaanNya maka orang yang masih hidup akan diangkat bersama-sama dengan mereka yang telah meninggal untuk hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Pokok Anggur Yang Benar (Yohanes 15:1-8; Galatia 2:19-21)

Yohannes 15: 1-8 Pokok Anggur yang Benar
Yesus mengidentifikasi diriNya dengan gambaran “Pokok anggur yang benar”. Secara umum kita dapat melihat bahwa Yesus ingin memperlihatkan diriNya adalah pokok anggur sebagai sumber kehidupan bagi “rating-rantingnya” dan mustahil ranting akan berbuah jika tidak melekat pada batang pohon itu, karena ranting itu akan kering karena tidak menyatu dengan pokoknya. Maka pokok anggur memperlihatkan sumber kehidupan yang akan menghasilkan buah, dan lebih tegas lagi dinyatakan Tuhan Yesus bahwa

Kasih Allah, Mengasihi Sesama (Matius 25: 34-40)

Renungan kita kali ini merupakan bagian dari pemberitaan Tuhan Yesus mengenai akhir zaman (pasal 24-25). Sebelumnya Tuhan Yesus telah mengingatkan agar senantiasa waspada sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak di duga. Baik melalui perumpamaan maupun nasehat dan kewaspadaan akan mesias-mesias palsu yang menyesatkan. 

Dalam renungan kita saat ini mengarahkan pandangan kita ketika Anak Manusia itu datang dalam kemulianNya untuk melaksanakan penghakiman terakhir, semua bangsa akan dikumpulkan dan akan dilakukan pemisahan kesebelah kiri dan kananNya. Ada beberapa hal

1 Timotius 1: 12-17 | Ambang Pintu Keselamatan

Surat penggembalaan Paulus ini menguatkan Timotius dalam pelayanannya di Efesus sekaligus mengingatkan kembali dalam mempertahankan kemurnian Injil dari begitu banyaknya ajaran-ajaran sesat dengan tetap mempertahankan pelayanan yang memberitakan kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas (ay.5). sehingga pelayanan Timotius tetap diperjuangkan dalam iman dan hati nurani yang murni (ay.18). Sebab Timotius adalah generasi penerus untuk menjadi pelayan di tengah-tengah jemaat tetap dapat bertahan dalam pemberitaan keselamatan Allah di dalam iman yang murni.

Menuai Untuk Kemuliaan Allah (Yohanes 4: 31-42)

Yohanes 4: 31-42; Matius 7: 15-23; Menuai Untuk Kemuliaan Allah 
Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama murid-muridNya ke Galilea dengan melintasi daerah Samaria dan sesampainya di sebuah kota di Samaria yaitu Sikhar. Keletihan dalam perjalanan Yesus berhenti di sebuah sumur yaitu Sumur Yakub, sementara murid-murid Tuhan Yesus pergi ke kota untuk membeli makakanan. Disinilah terjadi percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. 
Dalam percakapan itu dapat kita baca bahwa perempuan Samaria itu menjadi percaya kepada Yesus dan mengucapkan pengakuan yang begitu indah yaitu “...Sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, Dialah benar-benar Juruselamat Dunia” (ay. 42). Dari kesaksian perempuan Samaria itu banyak juga dari orang-orang yang Samaria yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Iman Yang Kokoh (Daniel 3: 13-18)

Daniel 3: 13-18; Kis. 17: 22-28
Dalam sejarah gereja pada segala abad kita dapat mengetahui bahwa begitu banyaknya tokoh-tokoh yang memperlihatkan semangat penginjilan bahkan harus martir dalam pelayanannya. Dalam hal ini kita sangat mengapresiasi bagaimana mereka mampu untuk mempertahankan iman dan juga memiliki semangat yang kuat dalam kondisi dunia yang belum mengenal Yesus dan juga di dalam penolakan kepada orang-orang yang percaya ketika itu.
Pada pembahasan nats kita kali ini dari Daniel 3: 13-18, bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego (SMA) dicampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala karena

Ibadah yang Sejati (Yesaya 58: 9-14)

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 58: 9-14; Lukas 13:10-17
Dalam konteks nats ini dapat dilihat bahwa nubuat akan kedatangan Mesias dalam hal penghiburan kepada umat akan segera dihadirkan. Keselamatan itu hanya bagi umat yang mau meninggalkan kemunafikan dan bagi umat yang menjalankan ibadah yang benar. Praktek peribadahan yang mereka lakukan telah merusak kekudusan ibadah itu sendiri, mereka melakukan puasa namun sambil berbantah dan berkelahi dan menghina hukum sabat dengan melakukan urusan pada hari itu sehingga menghilangkan makna ibadah dan puasa yang sesungguhnya. 

Dalam Lukas 13:10-17 Tuhan Yesus telah menentang kekakuan pelaksanaan hari sabat namun sabat itu adalah menghormati kekudusan Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan dengan melakukan pelepasan. Martin Luther mengatakan bahwa Firman Tuhan adalah harta yang menguduskan segala sesuatu, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan baik perkataan maupun perbuatan yang di dasarkan pada Firman Allah adalah hal kudus di hadapan Allah.
Anugerah Allah Dalam Persekutuan ( 1 Petrus 3: 8-12)

Anugerah Allah Dalam Persekutuan ( 1 Petrus 3: 8-12)

Bacaan Firman Tuhan: 1 Petrus 3: 8-12; Mazmur 34: 12-23
Sifat egois yang hanya memikirkan diri sendiri dan tidak mau menaruh hati kepada orang lain adalah sifat yang dapat merusak persekutuan. Ketika memasuki suatu persekutuan maka kita menjadi bahagian dari orang lain yang lebih di tonjolkan bukan lagi “aku” melainkan “kita”. 

Pengembangan rohani secara egois yang hanya mementingkan hubungan dengan Allah namun mengabaikan hubungan dengan Allah melalui sesama akan menjadi jemaat yang hanya mengharapkan berkat dan tidak lagi pemberi berkat. Dalam hal ini Petrus mengingatkan kita bahwa dalam persekutuan itu ada timpal balik yang tidak terlepas antara memberkati dan memperoleh berkat itulah persekutuan yang berdampak baik bagi diri kita sendiri, sesama dan kepada orang lain yang ada di sekitar persekutuan kita. Namun kenyataan yang terjadi bahwa persekutuan kita hanya disibukkan dengan permasalahan internal di dalam persekutuan itu bahkan persekutuan itu sendiri tidak menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya malah sebaliknya menjadi persekutuan yang membawa ketidaknyamanan linkungan. Hal ini menjadi perhatian kita terlebih ketika persekutuan itu adalah minoritas di tengah-tengah lingkungan.  

Siapakah Sesamaku Manusia? (Lukas 10:25-37)

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 10:25-37; Imamat 19: 9-18
Jika kita merenungkan dan semakin mendalami pertanyaan dari ahli Taurat kepada Yesus “Siapakah sesamaku manusia?”. Seandainya pertanyaan itu ditujukan kepada kita kira-kira apa yang akan kita jawab. Mungkin Tuhan Yesus menjawab pertanyaan itu dengan sebuah perumpamaan adalah supaya jawaban Yesus tidak kasar kepada ahli Taurat itu. Dapat kita bayangkan jika seorang “manusia” bertanya “Siapakah sesamaku manusia?” seorang manusia tidak lagi dapat mengenal sesamanya manusia. Apakah dia telah menganggap orang lain “binatang” ataupun benda mati? Ataukah saat ini orang hanya mengenal sesamanya manusia hanya yang satu golongan, ras, agama, bangsa ataupun yang hanya satu ide dengan dia baru dapat dikatakan sesamanya manusia.
Kristus Menjadi Hikmat Bagi Kita ( 1 Raja-raja 3: 4-14)

Kristus Menjadi Hikmat Bagi Kita ( 1 Raja-raja 3: 4-14)

Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 3: 4-14; 1 Korintus 2: 6-16
Dalam hal ini Salomo yang adalah raja yang dipilih untuk memimpin bangsa Israel sepertinya persis mengetahui apa sebenarnya yang dia butuhkan sebagai raja ketika Tuhan bertanya dalam mimpinya “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” dan sangatlah tepat jika dia meminta hikmat dan kebijaksanaan untuk menimbang suatu perkara untuk dapat menimbang antara yang baik dan yang jahat. Sebab Salomo sebagai raja harus mampu untuk memutuskan berbagai perkara yang dia hadapi untuk memimpin bangsa Israel yang begitu besar. Adalah sangat baik jika pertanyaan Tuhan tersebut kita refleksikan dalam hidup kita jika Tuhan juga bertanya kepada kita “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu” maka apakah yang akan kita jawab?

Hidup yang penuh Hikmat (Kolose 4: 1-6)

Kolose 4: 1-6; Yakobus 1: 2-8
Interaksi dengan orang lain adalah hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan kita shari-hari, baik kepada keluarga, lingkungan sekitar rumah, sesama jemaat ataupun rekan kerja. Namun tanpa kita sadari bahwa ternyata interaksi tersebut mempunyai dampak yang besar dalam kehidupan kita terlebih kepada pemberitaan Injil tergantung bagaimana kita untuk menempatkan diri kita dalam interaksi kepada orang lain, bisa membawa dampak yang positif dan dapat juga membawa dampak yang negatif. Dalam Kolose 3: 23 dikatakan: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. 

Nasehat Paulus ini sangat jelas memberikan kepada kita pengertian akan hubungan kita dengan orang lain bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dalam interaksi dengan orang lain itu adalah melakukan segenap hati untuk Tuhan dan bukan unuk manusia.

Mengikut Yesus! Ikut Aturan Allah! (Matius 8:18-22)


Matius 8:18-22; 1 Raja-raja 19:19-21
Allah beserta kita! Itulah kabar sukacita yang dibawa oleh Tuhan Yesus di tengah-tengah kehidupan kita. Di dalam kabar sukacita yang dibawa oleh Allah seruan yang disampaikan kepada kita adalah “ikutlah Aku!”. Jika Tuhan Yesus menyerukan untuk mengikut Dia maka akan timbul pertanyaan: “Mau kemana Tuhan bawa kita?”. Pertanyaan ini perlu untuk kita pergumulkan bersama, sehingga ketika kita memutuskan ingin mengikut Yesus sudah memiliki motivasi dan tujuan yang jelas, sehingga ketika kita mengatakan saya pengikut Yesus memang benar-benar Yesus yang kita ikuti atau sebaliknya kita katakana kita pengikut Yesus, namun ternyata bukan Yesus yang kita ikuti tetapi roh-roh duniawi. Bisa kita ibaratkan dengan orang yang sekolah, jika motivasi
CERDIK seperti Ular dan TULUS seperti Merpati (Matius 10: 16-22)

CERDIK seperti Ular dan TULUS seperti Merpati (Matius 10: 16-22)

Matius 10: 16-22; Galatia 4:4-9
Tanpa kita sadari bahwa kehidupan kita sehari-hari sangat sering berhadapan dengan serigala-serigala buas yang siap untuk menerkam dan menjadi santapan yang enak. Hal ini diingatkan oleh Tuhan Yesus “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala”. Serigala yang dimaksud oleh Tuhan Yesus tidak lain adalah iblis yang hendak mencoba dengan segala upayanya membawa kita kepada maut. Dari nats renungan kita saat ini, kita telah diperingatkan oleh Tuhan Yesus bahwa serigala itu ada dimana-mana mulai dari hal keagamaan, pemerintahan, keluarga sampai kepada hubungan kepada semua orang.

Segala hal dapat dimanfaatkan oleh iblis untuk menjauhkan kita dari Allah. Ini adalah konsekuensi yang harus kita terima sebagai pengikut Kristus, sebab iblis tidak menyukai kita hidup menurut kehendak Bapa yang di sorga. Mengikut Yesus adalah “memikul salib” dan siap menderita. Sehingga jangan pernah

Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa (Lukas 7:40-50)


Lukas 7:40-50; 2 Samuel 12:10-14 Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tiga kelompok pemimpin spiritual mendapatkan kecaman yaitu orang Saduki, Farisi dan Ahli Taurat yang selalu berasa lebih baik dan lebih benar, dan itulah sebabnya Yesus mengecam mereka dengan mengatakan “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para pelacur akan mendahuluimu masuk dalam kerajaan sorga” (Mat.21:31). Hal inilah yang terjadi dalam nats kita ini ketika seorang perempuan yang dikenal umum berprofesi sebagai perempuan sundal dianggap berdosa dan sangat tidak layak berada di tengah-tengah orang Farisi. Bahkan orang Farisi tersebut menginginkan agar Yesus memiliki pandangan yang sama. Respon Yesus justru sebaliknya kepada perempuan berdosa yang menghampiri dan meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi yang mahal dan menyeka dengan rambutnya. Yesus melihat bahwa dari sikap dan kesungguhan hatinya, terpancar cinta kasihnya kepada Tuhan dan keinginan untuk meninggalkan dosa-dosanya, bertobat dari kehidupan lamanya.
Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17)

Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17)


Yesus membangkitkan anak muda di Nain Lukas 7: 11-17; 1 Raja-raja 17:17-24
Saudara yang terkasih, setelah kita membaca kisah mengenai mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain, maka hal yang pertama yag harus kita sadari bahwa Tuhan Yesus telah memperlihatkan diriNya adalah Mesias sebab Dia telah memperlihatka diriNya adalah penguasa kehidupan. Tuhan Yesus telah memperlihatkan Sisi lain dari penderitaan yang paling ditakuti oleh manusia yaitu kematian bahkan dalam kisah itu diberitakan bahwa anak muda itu adalah satu-satunya anak janda tersebut. Kita diingatkan melalui mujizat ini bahwa ternyata walaupun dalam pandangan manusia terdapat batasan kebahagiaan, namun di dalam Tuhan kebahagiaan itu tidak akan pernah berakhir. Karya keselamatan tidak akan pernah dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, dan walaupun kita harus menghadapi yang namanya kematian namun karya keselamatan Allah masih akan terus berlanjut sampai selama-lamanya bagi orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26)

Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26)


Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26; 2 Korintus 10:12-18)
Apakah kita merasa ditegur oleh Firman ini? Dan jika kita merasakannya berarti itu adalah indikasi bahwa kita belum mengenal Allah. Dalam nats ini Nabi Yeremia sangat bersedih melihat keadaan umat Israel yang kehidupannya sudah sangat jauh dari ciri-ciri umat yang mengenal Allah, bagaimana tidak bahwa mereka telah membanggakan kebijaksanaannya, kekayaannya dan kekuatannya sehingga melupakan kasih Allah kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka. Hal inilah yang hendak diluruskan oleh Yeremia, bahwa sikap meninggikan diri bukanlah sikap yang bijak malah itu adalah sikap yang akan membawa kepada penghukuman Allah. Dalam Hosea 4:6 dikatakan “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”.

TRINITATIS: ALLAH YANG SELALU BERFIRMAN UNTUK MEMPERBAHARUI (Yohanes 16: 12-15)

TRINITATIS: ALLAH YANG SELALU BERFIRMAN UNTUK MEMPERBAHARUI
Yohanes 16: 12-15; Roma 5:1-5
Kita akan mulai memasuki minggu-minggu trinitatis yaitu kemuliaan Allah yang Esa yang dinyatakan sebagai Bapa Anak dan Roh Kudus (Tritunggal). Bila berbicara mengenal trinitatis, maka tidak dapat kita pungkiri bahwa pengenalan orang Kristen mengenai Allah Tritunggal telah dipergunakan oleh orang-orang yang bukan Kristen sebagai alat mempertanyakan dan menyangkal orang-orang Kristen sebagai agama yang meyakini Allah yang Esa. Namun hal itu sah-sah saja dan bukan sesuatu yang harus perlu untuk ditanggapi serius karena memang itulah kenyataan pandangan jika hanya melihat dari luar. Kebenaran Firman itu hanya bisa di mengerti jika kita masuk kedalamnya. 

Dalam nats bacaan kita ini menyatakan bahwa penerimaan akan Yesus Kristus sebagai Tuhan akan menghantarkan kita pada kondisi hidup yang dipimpin oleh Roh Kebenaran dan itulah yang akan memimpin kita memasuki kebenaran Firman Allah (ayat 13).

Tunduk Di Bawah Tuntunan Roh Kudus (Yohanes 14: 15-26)

Pada peringatan hari Pentakosta atau turunnya Roh Kudus (Kis. 2:1-13) saat ini kita akan membahas nats dari Yohanes 14:15-26 bahwa Yesus menjanjikan Penghibur yaitu Roh Kudus ataupun Roh Kebenaran yang dikaruniakan kepada orang yang mengasihiNya.

Dalam nats kotbah kita sebelumnya yaitu pada minggu Exaudi (Yohanes 17: 20-26) kita diteguhkan melalui doa Tuhan Yesus bahwa kepada setiap orang percaya akan dikaruniakan kemuliaan seperti yang ada pada Yesus bahwa Dia satu dengan Bapa yang di Sorga, demikian juga halnya dengan orang percaya akan diberikan kemuliaan itu bahwa kita orang percaya menjadi satu dengan Yesus dan Bapa di Sorga. Kesatuan itu berujuan tidak lain adalah agar melalui diri/hidup kita dunia dapat mengenal kasih Allah melalui Yesus Kristus adalah Tuhan dan juruselamat manusia.

Yohanes 17: 20-26 (1#)


Yohanes 17: 20-26 (1#)
Tujuan dari doa Tuhan Yesus pada pasal 17 ini adalah agar setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus “menjadi satu”, dan di dalam kesatuan itulah terdapat kemuliaan dan kasih Allah. Tujuan dari umat percaya itu perlu bersatu adalah agar “dunia percaya”:
1.      Engkaulah yang mengutus Aku
2.      Engkau mengasihi mereka
Tuhan menginginkan kesatuan dalam jemaat agar kasih dan kemuliaan Allah itu nyata dalam hidup orang yang percaya. Sehingga jika konsep hidup keimanan kita mempunyai semangat kesatuan dan kasih, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu jauh; Tuhan itu tidak mendengar doa kita; Tuhan itu tidak perduli. Tuhan sangat menginginkan supaya kita itu satu dengan Dia sama seperti Bapa satu dengan Tuhan Yesus, namun yang sungguh sangat disayangkan adalah kita yang tidak mau bersatu dengan Allah karena kita menolak kemuliaan Allah masuk dalam hidup kita.
Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14)

Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14)


Kisah Para Rasul 1: 6-14 Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pengenalan kita akan kuasa Yesus bahwa Ia telah menguasai langit dan bumi; kematian dan kehidupan. Kenaikan Tuhan Yesus semakin meneguhkan iman kepercayaan kita akan kebangkitanNya dari antara orang mati bahwa Yesus hidup untuk selama-lamanya, Yesus adalah Allah yang hidup.
Babak pertama dari karya kesematan Tuhan Yesus telah berakhir bahwa Yesus harus kembali kepada Bapa yang di sorga. Namun demikian itu bukanlah akhir dari karya penyelamatan Tuhan Yesus, sebab sekarang kita memasuki babak kedua yaitu bahwa Tuhan Yesus tetap bekerja melalui Roh Kudus (Kis. 1:1-2). Dan sambil kita menantikan babak ketiga yaitu ketika Yesus kembali lagi nantinya sebagai Hakim yang adil (ayat 11).
Matius 7: 7-10 Kuasa Doa

Matius 7: 7-10 Kuasa Doa


Matius 7: 7-10 Kuasa Doa
Doa adalah komunikasi dengan Bapa yang disorga, seperti yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus dan sebagaimana diperlihatkan dalam pengajaran-pengajaran para Nabi dan Rasul begitu juga dengan kehidupan orang-orang percaya dalam huhungannya dengan Allah, bahwa doa mengandung peranan penting dalam kehidupan mereka. Dalam kenyataan hidup saat ini banyak yang menyalah artikan doa, ada yang berdoa karena sedang mengalami kesulitan saja dan ada juga yang menggunakan doa seperti “mantra-mantra” bahkan ada yang sampai hilang kepercayaannya kepada Tuhan dan menganggap Tuhan itu tidak ada karena doanya tidak membawa perubahan dalam hidupnya. Inilah yang hendak kita bahas saat ini, bagaimana makna dan kuasa doa dalam hidup kita. 

Jika dalam nats bacaan kita saat ini Tuhan Yesus mengatakan tentang hal pengabulan doa “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat” apakah kita mempercayai dan meyakininya?

Doa Memampukan Kita Melakukan Kehendak Allah (Roma 12:9-12)


Khotbah Minggu Rogate Roma 12: 9-12; Matius 7:7-10
Doa Memampukan Kita Melakukan Kehendak Allah
Saya akan memulai pembahasan ayat 9-12 ini dari ayat 1-2 pada pasal 12 kitab Roma ini. Pada permulaan pasal 12 ini jelas telah ditegaskan “Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan berkenen kepada Allah”; “janganlah kamu serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu”. Perlu digaris bawahi ‘mempersembahkan tubuh’ dan ‘janganlah kamu serupa’, hidup di dalam Kristus adalah mempersembahkan hidup untuk Tuhan sehingga kita juga harus siap untuk “berbeda” dengan dunia ini, sebab Tuhan telah memberikan ciri khas yang khusus bagi kita sebagai pengikut Kristus. 
Mampukah kita melakukan kasih (Agape dan filostorgai) kepada semua orang? Ada orang yang banyak mengatakan bahwa saya belum sanggup untuk mengasihi orang yang menyakiti saya atau yang membenci saya. Maka jawaban untuk orang yang mengatakan seperti itu adalah karena hidupnya belum sepenuhnya dipersembahkan kepada Allah. Nats bacaan kita saat ini menegaskan

Membuka Diri Diperbaharui Allah (Kisah Rasul 11: 15-18)


Minggu Kantate: Kisah Rasul 11:15-18; Bacaan Mazmur 148: 1-14   
Membuka diri diperbaharui Allah
Jika kita sering menyaksikan pertandingan bola kaki, mungkin tulisan “NO TO RACISM” sudah tidak asing lagi. Kita juga sudah mengetahui bagaimana perjuangan Martin Luther King Jr mengenai diskriminasi kulit hitam di Amerika dan juga Nelson Mandela yang berjuang melawan system apartheid di Afrika. Bahkan di negeri kita Indonesia yang tercinta ini masih banyak yang belum siap menerima perbedaan. Bahwa memang hingga saat ini masih banyak yang belum memahami dengan baik perbedaan yang terjadi ditengah-tengah kehidupan kita. Masih banyak dari kita dengan sinis menutup diri kepada golongan di luar diri kita. Maka yang terjadi adalah kebencian dan permusuhan. Dalam nats pembahasan kita saat ini, Tuhan ingin mengubah cara pandang kita bahwa Firman Allah terbuka untuk semua orang dan berhak mendapatkan keselamatan dari Tuhan.
Sebelum kita memasuki Kisah Rasul 11: 15-18, ada baiknya
Memuliakan Tuhan dengan Kata dan Perbuatan (Mazmur 66:1-7)

Memuliakan Tuhan dengan Kata dan Perbuatan (Mazmur 66:1-7)


Mazmur 66:1-7; Efesus 5:15-21
Memuliakan Tuhan dengan kata dan perbuatan
Iman orang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus mempunyai keunikan tersendiri, bahwa hidup didalam Tuhan itu adalah hidup dalam sukacita yang mengajak kita untuk selalu bersyukur, baik itu dalam suka maupun duka, karena sukacita dari Tuhan tidak akan pernah hilang. Itulah iman di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kepastian kepada kita melalui kebangkitanNya.
Dalam Mazmur ini kita diajak untuk menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan bahwa begitu besar perbuatanNya kepada seluruh bumi. Sehingga kita harus memazmurkan kemuliaanNya dan memuliakan dengan puji-pujian. Inilah yang ingin dipertegas pemazmur pada saat ini, bagaimana kita untuk memuliakan dan memuji kebesaran Tuhan dalam hidup kita.
Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38)

Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38)


Belas kasihan yang berbuat; 
Minggu Miserikordias Domini 
Matius 9: 35-38; Bacaan Yeheskiel 34:11-16
Dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus banyak dilihat manusia itu hidup tanpa gembala, orang-orang sakit bertebaran dijalan tanpa ada pengharapan, orang-orang yang haus akan Firman Tuhan dan banyak yang akan mati karena kejahatannya. Melihat semuanya itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan Yesus merasakan penderitaan yang mereka alami dan mengalami sengsara manusia itu sebagai sengsaraNya sendiri dan belas kasihanNya akan kesengsaraan umat manusia yang membawanya di kayu salib untuk membawa sukacita yang dari Tuhan. Yesus memandang belas kasihanNya kepada orang bayak itu adalah sebagai “pekerjaan menuai”. 

Yesus telah menjadi benih yang mati di tanah supaya hidup dan menghasilkan tuaian yang banyak. Memang tuaian banyak namun pekerja sedikit, untuk itulah Yesus memanggil ke-12 muridNya yang pertama sebagai pekerja untuk tuaian itu dan Tuhan juga membutuhkan lebih banyak lagi pekerja yaitu semua yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dilibatkan menjadi pekerja untuk tuaian yang banyak itu.
Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16)

Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16)


Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. 

Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya
Wahyu 1:4-8 Aku adalah Alfa dan Omega

Wahyu 1:4-8 Aku adalah Alfa dan Omega


Wahyu 1: 4-8 Aku adalah Alfa dan Omega
Banyak kenyataan yang harus kita hadapi ditengah-tengah kehidupan kita mulai dari susahnya mendirikan rumah ibadah, Gereja yang di segel dan dirobohkan, tindak kejahatan dan nilai moral yang menurun ditengah-tengah masyarakat sampai pada sakit penyakit yang harus kita rasakan ditengah-tengah kehidupan kita. Bagaimana sikap kita menghadapi semuanya ini?
Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani (Kisah Para Rasul 5: 27-32)

Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani (Kisah Para Rasul 5: 27-32)


Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani (Kisah Para Rasul 5: 27-32; Bacaan: Wahyu 1: 4-8)
Ketika kita meletakkan dasar iman kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya dan memasuki hidup baru bersama Tuhan, maka kita di utus oleh Allah ketengah-tengah dunia ini menjadi saksiNya. Menjadi saksi Kristus bukanlah hal yang mudah, Tuhan Yesus memperingatkan kepada kita bahwa kita akan dibenci dan teraniaya karena nama Yesus (Luk. 21:17), namun Tuhan memberikan kepastian dan kekuatan kepada kita: “dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16: 33); “Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21: 18-19). 

Sumber kekuatan kita adalah Tuhan dan tiada yang lain, jika kita tanggung-tanggung menjadi pengikut Yesus tentulah sangat menyakitkan menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini. Ada kalimat dalam sebuah iklan yang mengatakan “Kamu bilang itu Rintangan, aku bilang hanya Tantangan”. Jika dikatakan “Rintangan” berarti sesuatu yang menyurutkan niat kita untuk bertindak karena sesuatu yang merintangi; namun jika dikatakan “Tantangan” adalah kesulitan akan semakin meningkatkan kita berusaha mencapai kesuksesan. Kita bisa ambil contoh sederhananya,
Siapa yang menolak Kasih dan Pengampunan Tuhan Yesus? (Matius 23:33-39)

Siapa yang menolak Kasih dan Pengampunan Tuhan Yesus? (Matius 23:33-39)

Bacaan Firman Tuhan: MATIUS 23:33-39 (Jumat Agung) 
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tidak jarang pelayananNya bersinggungan dengan praktek praktek keagamaan yang dilakukan orang Yahudi pada saat itu dan begitu juga halnya dengan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus mengikuti pelaksanaan Taurat itu dengan mengunjungi rumah sembahyang yang walaupun bukan dengan alas an formal, melainkan mencari peluang untuk melanjutkan misiNya. 

Ada banyak pelayanan Tuhan Yesus yang sering berseberangan dengan pemahaman ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ketika itu, yang mana Tuhan Yesus mengharapkan penghargaan yang lebih tinggi dari Taurat Tuhan yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Namun yang terjadi ahli taurat dan orang Farisi telah menambahkan Hukum Taurat melalui tradisi lisan yaitu melakukan Hukum Taurat agar dilihat orang
Menyangkal Diri Dengan Minyak Narwastu (Yohanes 12:1-8)

Menyangkal Diri Dengan Minyak Narwastu (Yohanes 12:1-8)

Menyangkal diri Dengan Minyak Narwastu. Yohanes 12:1-8
Kali ini kita akan belajar dari dua tokoh yang diantara Tuhan Yesus, yaitu Maria dan Yudas Iskariot. Dalam nas ini Yohanes menceritakan bahwa cerita ini terjadi enam hari sebelum Paskah bahwa kejadian ini adalah tanda penderitaan dan kematian Tuhan Yesus sudah dekat.
Kita mungkin sudah mengetahui bagaimana kisah Maria dan Marta (Lukas 10: 38-42) yang mana Maria terus mendengarkan Yesus sementara Marta sibuk untuk melayani. Hal ini juga terjadi dalam perjamuan di Betania di tempat Lazarus bahwa Maria meminyaki kaki Yesus sementara Marta sibuk juga untuk melayani. Menjadi pertanyaan adalah mengapa Maria meminyaki kaki Yesus? Apakah dia sudah mengetahui bahwa Yesus akan menderita? Atau dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu adalah persiapan untuk kematian Tuhan Yesus?
Kuasa Allah Dalam Kerendahan (Filipi 2:5-11)

Kuasa Allah Dalam Kerendahan (Filipi 2:5-11)


Minggu Palmarum, Filipi 2: 5-11; Bacaan: Yohanes 12:1-8,12-13
Kuasa Allah dalam kerendahan
Sebelum kita memasuki masa-masa penderitaan dan kematian Tuhan Yesus, kita di ajak untuk lebih memahami kembali bagaimana kasih Allah dalam kehidupan manusia. Sehingga kita juga dapat melihat diri kita kembali sebagai pengikut Kristus yang hanya sekedar pengagum perbuatan besar Allah ataukah kita meniru kasih Allah yang besar itu? Dengan demikian peringatan akan kasih Allah melalui kayu salib bukan hanya sebuah kisah yang mengharukan tetapi kisah yang membangkitkan semangat kita untuk melakukan Allah.
“Mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba” merupakan ungkapan yang sangat menonjol dalam nas ini, mari kita memandang kalimat ini sebagai suatu pengajaran etis terhadap dampak pengajaran
Dimanakah Keadilan Tuhan? Yesaya 35: 5-10

Dimanakah Keadilan Tuhan? Yesaya 35: 5-10

Bacaan: Yesaya 35: 5-10

Banyak orang yang masih sering mempertanyakan: mengapa orang yang melakukan banyak kejahatan dan perbuatan tidak baik  hidupnya senang-senang, sementara orang yang selalu taat dan baik hidpnya ada yang selalu susah, bahkan ada yang mencoba untuk menghakimi Tuhan dengan mengatakan “dimanakah keadilan Tuhan itu?. Pertanyaan ini sesungguhnya timbul karena ada yang menilai kehidupannya dengan tolak ukur dari segi kebahagiaan duniawi. 

Berbahagialah orang yang dipuaskan oleh Roti hidup dan Air hidup dan bukan dipuasakan roti dan air yang dapat musnah. Apakah masih ada orang yang lebih berbahagia dari orang yang tidak mempunyai apa-apa di dunia ini, namun dia dapat hidup dengan bersukacita tanpa beban? Tuhan tidak berikan kepada kita harta yang bisa lenyap dan fisik yang kembali lagi menjadi tanah, tetapi Tuhan akan berikan kepada kita “sukacita yang abadi” dan disinilah keadilan Tuhan bahwa yang

Sabar Adalah Kepercayaan Akan Kepastian (Yakobus 5: 7-11)


Sabar adalah kepercayaan akan kepastian Yakobus 5: 7-11; Bacaan: Mazmur 126:1-6
Bagaimanapun liku-liku aliran sungai, namun tetap bermuara ke laut. Bagaimana pun tingkah perilaku manusia apakah itu karena kesombongannya, keangkuhannya, kejahatannya, ketamakannya, kebaikannya, kesalehannya, kemunafikannya tetap saja manusia akan meninggal dan masuk dalam penghakiman Tuhan. Hanya penghakiman Tuhanlah yang adil.
Dalam pembahasan nas Firman Tuhan saat ini Yakobus menyebut yang berbahagia itu adalah mereka yang bertekun, karena mereka yang bertekunlah yang akan mendapatkan keselamatan dari penghakiman Tuhan. Sesulit apapun perjalanan kehidupan yang kita lalui namun jika kita senantiasa bertekun dalam Firman Tuhan, maka kita akan mendapatkan upah pada waktunya.
Yakobus mengarahkan kita mengenai konsep bertekun itu dengan bersabar. Mereka yang bersabar adalah
Tuhan Memulihankan UmatNya (Mazmur 126:1-6)

Tuhan Memulihankan UmatNya (Mazmur 126:1-6)

Bacaan: Mazmur 126:1-8; Yakobus 5:7-11
Kita pasti sudah mengetahui perumpamaan Tuhan Yesus mengenai anak yang hilang (Lukas 15:11-32) yang mengingatkan kepada kita begitu besarnya kasih setia Allah kepada umatNya, bahwa kasih Allah seperti kerinduan seorang bapa akan kepulangan anak yang dikasihinya, walaupun anaknya tersebut telah banyak berbuat kesalahan dan dosa, namun sang bapa menerima kembali anak yang hilang tersebut. Dalam pembahasan Mazmur 126:1-6 ini, tidak terlepas dari kisah tentang anak yang hilang tersebut, lebih tepatnya kelanjutan dari segi pengajarannya, bahwa setelah Allah mengangkat kita kembali dari kuasa dosa, maka Tuhan akan melakukan pemulihan dalam hidup kita, mungkin kata yang cocok menurut saya adalah bahwa Allah melakukan “rekonstruksi pasca bencana”. 

Kita ingat bagaimana ketika Tsunami melanda Aceh, bahwa setelah bencana menghancurkan segala sesuatunya maka lekas dilakukan rekonstruksi kembali di segala bidang kehidupan.
Sungguh Tuhan memperingatkan kita bahwa dosa itu sungguh menghancurkan kehidupan disegala bidang kehidupan. Kita bisa baca bagaimana bangsa Israel yang telah hancur karena dosa yang mereka perbuat, namun

Mazmur 63: 1-8


Mazmur 63:1-8 Kasih Setia Tuhan lebih baik dari hidup
Mazmur 63 ini mungkin menjadi renungan kita bersama dan melihat persekutuan kita dengan Tuhan. Masihkah ada jiwa yang haus mencari Tuhan dan merindukan bersekutu dengan Tuhan ataukah persekutuan yang kita jalani hanyalah rutinitas. Bagaimana dengan persembahan dan puji-pujian itu kita sampaikan? Mungkin sejenak kita bisa mengingat kembali keadaan di gereja kita masing-masing.
Pemazmur disini ingin menegaskan
Perumpamaan "Anak Yang Hilang" (Lukas 15:11-32)

Perumpamaan "Anak Yang Hilang" (Lukas 15:11-32)

Lukas 15:11-32; Bacaan Mazmur 63:1-8
Adalah suatu kebahagiaan tersendiri jika ada suatu benda yang sudah lama hilang dan akhirnya kita temukan kembali. Terlebih lagi jika ada keluarga atau saudara kita yang hilang beberapa lama, terlebih lagi jika ada dari keluarga kita itu hilang karena perbuatan dosanya namun ia kembali lagi dengan pertobatan menyesali perbuatannya yang salah adalah sungguh merupakan sukacita tersendiri yang tidak ternilai dalam kehidupan kita. Ilustrasi seperti itulah yang ingin ditegaskan oleh Tuhan Yesus ketika Ia mengilustrasikan mengenai domba, dirham dan anak yang hilang. Tuhan Yesus ingin memperlihatkan bahwa betapa bersukacitanya Allah ketika manusia itu berbalik dari dosa-dosanya.
Hal ini disampaikan oleh Tuhan Yesus ketika orang-orang Farisi dan ahli Taurat bersungut-sungut: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka” (15:1). Dalam perumpamaan Tuhan Yesus
Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13)

Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13)


Manakah yang lebih kita kasihi, apakah Allah sang pemberi atau pemberianNya? Yang member atau pemberianNya. Dan hal ini di uji dari Abraham apakah dia benar mengasihi Allah daripada mengasihi pemberian Allah tersebut. Sudah begitu lama Abraham menantikan keturunan yang dijanjikan oleh Allah dan Allah ingin memintanya kembali. Dari bacaan Firman Tuhan kali ini kita dapat melihat sikap Abraham akan permintaan Tuhan kepadanya:
Tuhan Hidup dan siap menolong (Yohanes 21:1-14)

Tuhan Hidup dan siap menolong (Yohanes 21:1-14)

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 21:1-14
Jangan andalkan pikiran tetapi lakukanlah perintah Tuhan dalam setiap pekerjaan, maka Tuhan akan mendatangkan sukacita. Itulah yang ingin diperlihatkan Tuhan Yesus dalam nas bacaan kita kali ini. Bahwa Simon Petrus memutuskan untuk menangkap ikan bersama temannya yag lain. Yang mana ketika itu murid-murid Yesus masih dirundung dukacita dan juga kekecewaan sebab Yesus telah tidak ada lagi bersama-sama dengan mereka, mungkin dalam pikiran mereka “buat apa mengharapkan Yesus yang telah mati tersalib itu?. Bahwa sejauh mereka bersama-sama dengan Yesus, mereka masih mempunyai pola pemikiran seperti orang-orang Yahudi yang lain bahwa Yesus nantinya menjadi tokoh pembebas bangsa Israel.
Orang Kristen pada saat ini juga mungkin masih banyak yang seperti murid-murid Tuhan Yesus, bahwa selama mereka mengikuti
Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4)

Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4)

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 26: 1-4
Terima kasih. Adalah ucapan yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari, bahkan anak-anak dari kecilpun telah diajari mengucapkannya. Saya juga yakin bahwa anda ketika menerima gaji bulanan ataupun hasil usaha yang pertama sekali adalah mengingat Tuhan untuk mengucapkan terima kasih, nah jika belum, saya ingatkan mulai bulan depan mari kita katakana terima kasih buat Tuhan. Itu masih soal yang enaknya, bagaimana jika kesusahan yang datang, apakah kita akan ucapkan terima kasih? Rasul Paulus mengingatkan kita “Bersyukurlah dalam segala hal”.
Renungan kita kali ini mengajak kita untuk mensyukuri pemberian Tuhan. Siapa dari kita yang tidak perlu uang?
Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21)

Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21)

Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 5: 17-21
Jika kita menyimak keadaan yang ada di Negara kita tercinta ini, banyak hal-hal yang membuat kita tercengang. Demontrasi yang berakhir dengan kericuhan dan pengerusakan, tawuran antar sekolah dan antar kampong, konser music berakhir dengan kericuhan bahkan sepak bola yang adalah ajang sportivitas berujung pada perkelahian pemain maupun supporter. Jika kita juga melihat lebih luas ke seluruh dunia tidak pernah habisnya kerusuhan dan peperangan. Seakan-akan kedamaian itu menjadi barang langka yang begitu susahnya dicari. Sedikit ada perbedaan selalu berujung pada kerusuhan. Inilah realita hidup yang dialami oleh dunia ini akibat dari dosa. Dosa sebagai bentuk pemberontakan kepada Allah, sehingga dosa telah memisahkan manusia dari Allah sebagai sumber damai.
Mujizat Tuhan Yesus (Markus 1: 40-45)

Mujizat Tuhan Yesus (Markus 1: 40-45)

Bacaan Firman Tuhan: Markus 1: 40-45
Zaman yang serba cepat dan instan itulah kenyataan hidup kita saat ini. Dan ternyata itulah mungkin yang mempengaruhi kehidupan orang Kristen saat ini. Tuhan juga dipaksa melakukan yang instan dalam hidupnya. Ada banyak yang mengharapkan Tuhan melakukan mujizat seperti yang dilakukan oleh Yesus. Bukan tidak percaya kepada mujizat, saya juga percaya mujizat Tuhan sampai saat ini masih ada dan akan terus ada. Namun kita juga harus menyadari bahwa Yesus datang bukan mau jadi dokter spesialis mata, tulang, kulit. Jika Yesus datang ke dunia ini hanya ingin melakukan penyembuhan itu bukan Tuhan namanya.
Katakan TIDAK Untuk Iblis (Yakobus 1:12-18)

Katakan TIDAK Untuk Iblis (Yakobus 1:12-18)


Yakobus 1: 12-18 Katakan TIDAK untuk iblis
Singa siap menerkam siapa yang dapat di telannya. Iblis dengan kecerdikannya akan selalu  mengawasi kita dengan memperhatikan setiap titik kelemahan kita. Maka berhati-hatilah supaya kita jangan jatuh dalam jebakannya. Pencobaan itu adalah ketika iman berada dalam suatu titik tengah antara terkaman iblis dan takut akan Tuhan. Selama kita hidup dalam dunia yang fana ini, pencobaan akan selalu membayang-bayangi kehidupan kita dari semua segi kehidupan sebab dosa telah masuk dalam kehidupan manusia. 
Rasul Paulus mengatakan “Pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis” (Ef. 6:11). Maka sebelum berperang dan memakai semua perlengkapan rohani siapkan strategi perang yaitu kenali diri kita untuk mengetahui kelemahan kita dan kelemahan lawan kita. Sebab berperang tanpa
1 Korintus 10: 1-13 | Pencobaan Mendatangkan Kebaikan

1 Korintus 10: 1-13 | Pencobaan Mendatangkan Kebaikan


 Bacaan: 1 Korintus 10: 1-13; Yakobus 1: 12-18
“Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.”
O..... KORINTUS..... mempunyai orang-orang yang berintelektual tinggi namun juga mempunyai banyak orang-orang penyembah berhala
O......KORINTUS..... yang katanya berlimpah dengan kekayaan, namun penuh dengan perbuatan dosa, percabulan dan hawa nafsu.
Bagaimana menjadi pengikut Yesus (LUKAS 14:25-33)

Bagaimana menjadi pengikut Yesus (LUKAS 14:25-33)

Bacaan Firman Tuhan: LUKAS 14:25-33
"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Dalam mengambil suatu tindakan ataupun keputusan yang bijak, pastinya kita sudah melakukan perhitungan akan kesanggupan ataupun resiko yang akan terjadi. Demikian halnya dengan orang yang berkendaraan, jika salah perhitungan ataupun memaksakan melaju kendaraan sementara dia tidak mempunyai perhitungan yang pasti, akibatnya adalah kecelakaan.
Perbuatan Baik Sebagai Ungkapan Syukur Kepada Allah (Galatia 3: 6-14)

Perbuatan Baik Sebagai Ungkapan Syukur Kepada Allah (Galatia 3: 6-14)


Jika kita memperhatikan permulaan pasal 3 bahwa Paulus mengatakan “Hai orang-orang Galatia yang bodoh” bahwa Paulus hendak mengadakan dengan penuh semangat dengan nada yang tajam dalam menghadapi persoalan yang terjadi di Galatia. Di pasa 1 juga dapat kita lihat lagi bagaimana pembelaan akan ajarannya yang mengatakan “jikalau ada orang yang memberitakan injil yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia” (1:9).
Iman Abraham (Kejadian 15:1-6)

Iman Abraham (Kejadian 15:1-6)

Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 15: 1-6
“Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”
Adalah sungguh benar dan tepat jika sosok Abraham menjadi contoh dan panutan orang-orang yang percaya kepada Allah. Jika kita melihat bagaimana Abraham senantiasa pecaya akan janji Tuhan yang telah disampaikan kepadanya, walaupun terkadang dia akan bertanya dalam hatinya akan janji Tuhan itu untuk menjadi bangsa yag besar, sementara dia yang sudah semakin berumur masih juga belum diberikan keturunan. 
Memenangkan Pencobaan (Matius 4: 1-11)

Memenangkan Pencobaan (Matius 4: 1-11)

Matius 4: 1-11 Bacaan: Ulangan 6: 10-19
Firman Tuhan dalam nas ini ingin mengajarkan kepada kita bahwa begitu indahnya dan nikmatnya hidup bersama-sama dengan Allah, bahwa tiada hidup yang lebih indah yang dapat melebihi hidup di dalam Firman Allah. Ketika manusia berhadapan pada kondisi kehidupan dunia ini iblis akan memakainya agar kita menjauh dari Allah. Ketika Yesus dicobai di padang gurun dalam konteks kehidupan di dunia ini yaitu ketika
2 Korintus 3:12-4:2

2 Korintus 3:12-4:2



Minggu Estomihi (10 Februari 2013) Kotbah: 2 Korintus 3: 12-4:2 Bacaan: Keluaran 34: 29-35 Surat 2 Korintus di kirim adalah untuk mempertahankan wibawa kerasulan Paulus untuk menentang para rasul-rasul palsu yang mencoba untuk menolak ajaran Paulus ayat 5 dikatakan "Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" dalam nas ini Paulus ingin memperlihatkan bahwa pelayanan yang dilakukannya adalah pekerjaan Roh Tuhan dan bukan pekerjaan manusia.