Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, December 15, 2022

Matius 2: 12 Pesan Natal 2022 Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain

 Bacaan Firman Tuhan: Matius 2: 12

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Thursday, December 8, 2022

Yesaya 12: 1-6 Bersukacita Menantikan Tuhan

 bacaan Firman Tuhan: Yesaya 12: 1-6

Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyuarakan penghukuman dan pengharapan bagi Yerusalem (ps. 1-12). Yesaya diutus untuk menyuarakan firman Tuhan mengenai dosa umat Israel dan para pemimpin atas penyembahan berhala dan ketidakadilan. Akibat dari dosa itu, Allah akan mendatangkan hukuman yang akan datang dengan mengirim bangsa-bangsa untuk menaklukkan Israel. Penghakiman itu akan menjadi api pemurnian bagi bangsa Israel dan akan menyisahkan umat yang telah bertobat dan kembali kepada Allah. Selanjutnya nabi Yesaya juga mendapatkan penglihatan, yaitu nubuatan tentang pengharapan di masa yang akan datang, bahwa setelah penghukuman, Israel digambarkan seperti pohon yang ditebang dan tunggulnya habis terbakar, namun dari tunggul itu akan keluar tunas yang baru, yaitu Imanuel dari keturunan Daud. Dia adalah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (9:5). Dia akan memerintah atas Yerusalem yang baru dan semua bangsa akan datang kepadaNya.

Friday, November 18, 2022

1 Korintus 15: 50-58 Allah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus

Bacaan Firman Tuhan: 1 Korintus 15: 50-58

Pada zaman Paulus ada yang menentang kepercayaan Kristen tentang kehidupan setelah kematian, mereka yang menentang itu beranggapan bahwa kematian adalah akhir (ay. 12). Sama halnya pada zaman Yesus, ada sekte Yahudi yang disebut Saduki yang tidak percaya tentang kebangkitan dari kematian. Demikian juga hingga saat ini, ada juga yang tidak percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa kehidupan setelah kematian bukanlah sebuah dogeng, tetapi justru kepercayaan kita kepada kebangkitan setelah kematian adalah penopang iman percaya kepada Kristus, Paulus mengatakan “sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (ay.15) dan “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal” (ay.20).

Friday, September 9, 2022

Lukas 15: 1-10 Allah Menginginkan Pertobatan

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 15: 1-10

Lukas 15 mengisahkan tiga perumpamaan tentang "yang hilang", yaitu: Perumpamaan tentang domba yang hilang (ay. 4-7), Perumpamaan tentang dirham yang hilang (ay. 8-10), Perumpamaan tentang anak yang hilang (ay. 11-32). Perumpamaan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari Lukas 15:1-3 yang mengisahkan tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan  orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut melihat Yesus menerima orang-orang berdosa, bahkan Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan mereka. Kisah perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus ini dimaksudkan untuk menanggapi sungut-sungut orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tersebut, sekaligus untuk menunjukkan alasan tindakanNya. Yesus ingin menunjukkan misi kedatanganNya adalah untuk "mencari mereka yang hilang". Ungkapan "yang hilang" mengacu pada orang berdosa. Berbeda dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang cenderung menjauhi orang berdosa, Tuhan Yesus justru mencari mereka supaya bertobat.  

Monday, August 29, 2022

Lukas 14:25-33 Tuhan Mengetahui Motivasi Setiap Orang Yang MengikutiNya

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 14: 25-33

Sebagaimana dengan topik minggu kita “Semua nyata dihadapan Tuhan” maka demikianlah Yesus melihat orang banyak yang berduyun-duyun mengikutiNya dalam perjalananNya, bahwa Yesus mengetahui bagaimana motivasi orang banyak itu untuk mengikutiNya. Apakah mereka memiliki motivasi yang benar mengikut Yesus atau hanya karena mereka mengikut Yesus karena terhanyut dengan popularitas Yesus yang banyak dibicarakan orang-orang. Maka jika hanya mengikut Yesus dalam sekumpulan orang banyak yang hanya ikut-ikutan, itu belumlah bisa dikatakan sebagai pengikut Yesus yang sejati.

Wednesday, August 24, 2022

Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan

            Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan

Dalam nas ini, kita diperlihatkan tentang seorang (pemazmur) yang mengenal Allah secara akrab serta memiliki pengalaman bersama Allah yang menaikkan doa pribadinya. Dilihat dari sudut teologi Perjanjian Lama, ini adalah klimaks dari pemikiran dalam Mazmur mengenai hubungan pribadi dengan Allah. Bahwa Allah memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kita, dan bahwa semua gerakan dan tindakan kita, baik manusia batiniah maupun lahiriah kita telanjang dan terbuka seluruhnya di hadapan-Nya.

Monday, August 22, 2022

Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

 Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

Kita mungkin sering mendengar berita-berita di berbagai media bahwa kasus perselingkuhan, sakit hati masalah hubungan suami istri maupun antara pasangan yang berpacaran bisa sampai ke kasus pembunuhan. Bukan untuk membenarkan tindakan seperti ini, tetapi kasus seperti ini memberikan kita suatu gambaran bahwa betapa sakitnya ketika dikhianati oleh seseorang yang sangat dikasihi. Itu sebabnya sampai ada sebuah syair lagu yang mengatakan “dari pada sakit hati, lebih baik sakit gigi”

Thursday, August 11, 2022

Monday, July 25, 2022

Yakobus 3: 13-18 HIKMAT YANG DARI ATAS

 Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 3: 13-18 Hikmat yang dari atas

Sedikit berbeda dengan surat-surat kiriman yang lainnya dalam Perjanjian Baru, surat Yakobus lebih kepada pengajaran hikmat. Walaupun di awal surat Yakobus ini menyapa orang Israel yang ada diperantauan, namun penekanan pengajaran dalam surat Yakobus  ini bukan membahas masalah yang khusus dalam suatu jemaat seperti yang sering ditemui di surat-surat Paulus. Sehingga ketika kita membaca kitab Yakobus kita sedang membaca pengajaran hikmat yang dialamatkan kepada semua pengikut Yesus, yaitu tentang bagaimana kita menjalani kehidupan berdasarkan hikmat dari Tuhan. Pengajaran hikmat Yakobus dalam surat ini dipengaruhi oleh dua sumber utama, yaitu pengajaran Tuhan Yesus (khususnya khotbah di bukit – Matius 5-7) dan pengajaran hikmat dari kitab Amsal (khusunya Amsal 1-9).

Thursday, July 21, 2022

Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

 Bacaan Firman Tuhan: Hosea 1: 2-9

Di permulaan kitab Hosea (pasal 1-3) memperlihatkan kepada tema utama dari kitab ini, yaitu suatu gambaran tentang umat Allah yang memberontak dan akhirnya menerima konsekuensi dari pemberontakannya kepada Tuhan, namun kasih setia Tuhan jauh lebih besar dari dosa-dosa umatNya. Maka di awal kitab kita diperlihatkan gambaran yang nyata tentang hubungan Allah dengan umat Israel yang berdosa melalui pernikahan Hosea dengan seorang perempuan “sundal” yang bernama Gomer.

Tuesday, May 31, 2022

Yohanes 7: 37-39a Roh Kudus Adalah Aliran Air Hidup

 Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 7: 37-39a

"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Monday, May 23, 2022

Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda

 Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda

Pada hari sabat di Yerusalem di dekat pintu gerbang Domba disebuah kolam yang bernama Betesda, disitu Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun. Dalam kisah ini diberitakan bahwa banyak orang sakit seperti orang buta, orang timpang dan orang lumpuh. Mereka berkumpul di kolam Betesda mengharapkan mendapatkan kesembuhan dengan menanti-nantikan kolam itu berguncang. Disini dijelaskan bahwa kolam itu sewaktu-waktu dalam berguncang ketika malaikat Tuhan turun untuk menggerakkan airnya, dan siapa yang terlebih dahulu masuk ke dalam kolam itu saat airnya berguncang maka akan mendapatkan kesembuhan.

Tuesday, May 10, 2022

Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan

Penjelasan Teks:

Ayat 19. Setelah semua kuda, kereta dan pasukan berkuda Mesir masuk ke laut, Tuhan membuat airnya kembali dan menenggelamkan mereka, sementara orang Israel telah melewati pertengahan laut itu di dasar laut yang kering.

Wednesday, May 4, 2022

Kisah Para Rasul 9: 36-43 Kuasa Tuhan Yang Menghidupkan

 Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 36-43

Kuasa Tuhan Yang Menghidupkan

Ayat 36

"Yope" Sekarang kota ini dikenal sebagai Jaffa (Yafo). Itu adalah pelabuhan kuno untuk Yerusalem. Sekarang ini adalah bagian dari kota modern Tel Aviv-Yafo. "Murid" Istilah "murid" digunakan cukup sering di dalam Kisah Para Rasul. Secara harafiah berarti "pelajar" tetapi digunakan dalam pengertian orang percaya.

Tuesday, April 26, 2022

Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan

 Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan

Keterangan teks

Ayat 2

Pemazmur menyatakan suatu keyakinan imannya bahwa setiap doa akan mendapatkan jawaban. Ini adalah kesaksian iman pemazmur bahwa Tuhan selalu menolong dalam kesesakannya. Pemazmur hendak bersaksi bahwa jika Tuhan mendengarkan dan menjawab doa-doanya di masa lalu, maka sekarang juga Tuhan tetap akan mendengar dan menjawab doanya.

Datang kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan adalah jalan yang tepat untuk ditempuh seseorang. Dalam hidup ini tidak cukup dengan mengandalkan kekuatan dan pikiran, sebab kekuatan dan pikiran kita terbatas, kita membutuhkan belas kasihan Tuhan dalam hidup ini, dan inilah yang selalu kita mohonkan kepada Tuhan melalui doa, agar Dia selalu menyertai kita dengan kuasaNya yang tidak terbatas.   

Ayat 3

Pemazmur mengajak orang-orang yang melawan Allah untuk memikirkan ulang kebodohan mereka. Tidak ada gunanya mereka melawan orang yang dibenarkan oleh Tuhan, itu semua adalah usaha yang sia-sia. Niat jahat yang timbul dari keinginan nafsu dunia adalah usaha yang sia-sia. Segala usaha yang kita lakukan yang tidak berkenan dengan kehendak Tuhan akan berakhir dengan kesia-siaan.

Ayat 4

Selanjutnya pemazmur menjelaskan bagaimana kebahagiaan orang yang selalu berserah kepada Tuhan, dia adalah orang pilihan Tuhan yang dikasihiNya dan Tuhan akan mendengarkan doanya. Tuhan tidak akan membiarkan orang pilihanNya dijahati oleh pendosa, justru orang pilihan Tuhan itu akan dijagai dan mendengarkan doanya. Siapa yang menjahati orang yang dikasihi Tuhan, maka dia sedang berhadapan dengan Tuhan yang menjagai orang yang dikasihiNya.

Ayat 5

Disini pemazmur menasehatkan orang berdosa untuk memikirkan ulang niat jahatnya, sadarlah bahwa tidak ada yang baik yang akan di dapatkan dari perbuatan dosa. Pertimbangkanlah semuanya itu dalam hatimu di tempat pembaringan tidurmu.

Jangan kita terlalu cepat bertindak dan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan konsekuensinya. Jangan kita dikendalikan oleh emosi sesaat untuk berbuat sesuatu, tetapi tenangkanlah dirimu, perbuatan dosa tidak akan dapat menyelesaikan masalah.  Tetapi berdoalah kepada Tuhan memohon hikmat dan petunjuk Tuhan, berharaplah akan kasih setia Tuhan sehingga kita diberi ketenangan dan hikmat menghadapi segala persoalan yang kita hadapi.

Ayat 6-9

Korban persembahan orang fasik adalah kekejian dihadapan Tuhan (Yes. 1:11), pemazmur menasehatkan agar setiap orang mempersembahkan persembahan yang benar, yaitu hidup yang kudus dengan melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Apa gunanya persembahan yang mereka bawa kepada Tuhan jika sikap dan perbuatan mereka tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Pemazmur sangat bersyukur kepada Tuhan dan membuatnya dapat dengan tidur dengan tentram. Sekalipun banyak orang yang menghakiminya bahwa Tuhan tidak akan menolongnya, tetapi pemazmur yakin bahwa Tuhan sangat mengasihinya dan itu dapat dirasakannya melebihi orang yang kelimpahan gandum dan anggur. Iman yang benar kepada Tuhan akan melahirkan sukacita yang berlimpah melebihi apapun yang ada di dunia ini. Orang yang memiliki banyak harta belum tentu dapat menjalani hidup dengan tenang, tetapi orang benar akan diberikan Tuhan kedamaian dan ketentraman dalam hidupnya.

 

Penjelasan teks

Mazmur 4 memperlihatkan kepada kita bagaimana berat pergumulan yang dihadapinya, tetapi pemazmur tetap mampu untuk mengendalikan diri dalam situasi yang berat yang sedang dihadapinya. Pemazmur tetap percaya pada kasih setia Tuhan yang akan senantiasa menyertai orang yang selalu hidup dalam kebenaran Tuhan. Kita dapat belajar dari pemazmur bagaimana langkah-langkah yang harus kita perbuat untuk menghadapi persoalan dalam hidup:

      1.     Berdoa memohon belas kasihan Tuhan

      2.      Tetaplah bersyukur. Ingatlah jika di masa lalu Tuhan menjawab doamu, maka percayalah kapanpun Tuhan akan selalu mendengar dan menjawab doamu.

Renungan

Siapakah yang kita andalkan dalam pergumulan hidup kita? Kita belajar dari pemazmur untuk menyerahkan kekawatiran, kegelisahan dan kekecewaan kita hanya kepada Tuhan saja. Tidak ada penolong yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya selain yang berkuasa atas kehidupan. Menjadi perenungan bagi kita, bagaimana kita senantiasa menjadikan Tuhan tempat kita mencurahkan isi hati (“curhat”). Apapun yang kita hadapi dan apapun jawaban atas segala curahan isi hati kita kepada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan akan bertindak menyelamatkan kita. Kita selalu ingat seperti yang sering dikatakan oleh Tuhan Yesus: “Imanmu menyelamatkanmu”.

Tuesday, April 19, 2022

Kisah Para Rasul 9: 1-6 Berubah Oleh Perjumpaan Dengan Yesus

 Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 1-6

Berubah Oleh Perjumpaan Dengan Yesus

Keterangan Teks

Ayat 1-2

        Pertobatan Saulus dikisahkan di 22:4-16 dan 26:12-18. Saulus lahir dan dididik di kota Tarsus di tanah Kilikia yang bukan Yahudi (22:3), dia belajar di Yerusalem pada rabi Gamaliel, salah seorang rabi terkemuka zaman itu (5:43 dst.). Dia dikenal sebagai seorang murid yang cemerlang (Gal. 1:14) dam seorang Farisi yang bersemangat (Flp. 3:5).

Tuesday, April 12, 2022

Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita

Dalam nas ini diperlihatkan tentang jalan penderitaan yang harus ditanggung oleh Hamba yang diutus oleh Tuhan, hamba Allah ini harus direndahkan dan dihina sebelum ia ditinggikan dan dimuliakan. Hamba yang menderita ini adalah nubuatan yang telah digenapi oleh Yesus Kristus yang datang ke dunia ini, Dia melakukan apa yang diperintahkan oleh BapaNya sehingga dalam pelayananNya banyak orang yang menyanjungNya, tetapi setelah disanjung dan ditinggikan, hamba Tuhan itu menderita, tetapi setelah penderitaanNya Dia membuat banyak bangsa-bangsa yang tercengang, sebab apa yang tidak pernah didengar dan dilihat dapat dilakukan oleh hamba Tuhan yang menderita itu. Hal inilah yang dapat kita perhatikan dalam nas ini yang terdiri dari tiga bagian:

Tuesday, April 5, 2022

Mazmur 118: 19-29 Diberkatilah Dia Yang Datang Dalam Nama Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 118: 19-29 Diberkatilah Dia Yang Datang Dalam Nama Tuhan

Mazmur 118 dalam liturgi Palma ini merupakan nyanyian pujipujian. Mazmur ini dinyanyikan dalam arak-arakan kemenangan yang mengiringi raja, yang memuncak pada upacara kurban, dalam perjalanan menuju rumah Tuhan. Nyanyian Pujian ini pula yang dipakai oleh orang banyak ketika Tuhan Yesus memasuki Yérusalém. Optimisme mereka diungkapkan melalui pujian Mazmur ini.

Dalam Mazmur ini kita akan melihat ada kesaksian-kesaksian dalam tentang perbuatan-perbuatan Tuhan yang menyelamatkan orang yang berseru dan meminta tolong kepada Tuhan, sehingga melalui kesaksian ini umat semakin dikuatkan imannya, bahwaanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.

Ayat 19-21 di pintu gerbang sebelum masuk dalam pelataran bait suci, setiap orang yang hendak masuk akan mengungkapkan kesungguhannya dengan alasan untuk masuk ke bait suci. Yaitu orang-orang benar akan datang kepada Tuhan dengan ucapan syukur

Ayat 22-23 seperti batu yang dibuang oleh tukang bangunan karena dianggap sudah tidak berguna lagi, namun oleh Tuhan dipakai menjadi batu penjuru yang utama. Maka demikianlah keajaiban Tuhan dalam kehidupan umatNya. Hal ini mau menjelaskan bahwa umat yang menghadapi tekanan dan masalah yang berat bagaikan batu yang dibuang tukang bangunan, namun Tuhan membuatnya menjadi batu yang paling penting dan kuat. Sehingga umat Tuhan tidak memiliki alasan untuk berputus asa dalam pergumulannya, namun kita harus senantiasa bersyukur sebab Tuhan itu baik, sebab kasih setia Tuhan adalah untuk selama-lamanya. Hidup kita ada di tangan Tuhan yang kreatif yang menuntun kita dengan kasih setiaNya.

Ayat 24-25 di hari perayaan yang telah ditetapkan umat akan mengungkapkan sukacita menyambut keselamatan dari Tuhan, patutlah setiap orang yang percaya bersukacita atas segala kebaikan Tuhan.

Ayat 26-27 para imam menyambut umat yang datang ke bait suci untuk menyerahkan korban syukurnya kepada Tuhan

Ayat 28-29 penyerahan korban syukur itu disertai dengan ungkapan syukur umat, bahwa pemberian korban syukur itu adalah untuk meninggikan Tuhan sebab kasih setiaNya adalah untuk selama-lamanya.

Renungan:

      1.     Kebaikan dan keselamatan Tuhan itu semakin nyata lagi manakala kita mengetahui bahwa Mazmur ini adalah nubuatan tentang keselamatan yang Tuhan nyatakan di dalam Tuhan Yesus. Mazmur ini akan mengarahkan kita semakin memahami kasih dan keberadaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Sebagaimana Tuhan Yesus menyatakan diriNya melalui perumpamaan tentang penggarap-penggarap di kebun anggur (Markus 12: 1-12), Tuhan Yesus berkata: “Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."

    Tuhan menyatakan keselamatanNya bagi umatNya Israel, namun mereka menolak Tuhan Yesus seperti batu yang dibuang oleh tukang bangunan, mereka telah membuang batu yang paling berharga dalam hidupnya yaitu Yesus Kristus, batu yang yang dibuang itu telah menjadi batu penjuru.

    Sebuah bangunan dapat kokoh berdiri tentu karena memiliki penopang yang kuat yaitu pondasi dan tiang. Demikian halnya di dalam kehidupan ini Tuhan Yesus adalah batu penjurunya. Hidup ini tidak akan sempurna tanpa Tuhan Yesus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyatakan diriNya: Akulah gembala yang baik, Akulah pokok anggur yang benar, Akulah roti hidup, Akulah jalan kebenaran dan hidup.

      Jika kita hendak mendirikan suatu bangunan, tentu kita tidak asal membangunnya, perlu ada perencanaan bagaimana bangunan itu kokoh berdiri, indah dan setiap orang yang ada dalam bangunan itu aman dan nyaman. Demikian halnya dalam kehidupan ini, menjalani kehidupan ini tentu kita tidak asal hidup, tetapi kita perlu tahu cara hidup yang baik dan benar. Disinilah kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan kita, bahwa Dia adalah Batu Penjuru yang teguh. Kita membutuhkan Tuhan Yesus untuk menjalani hidup yang dipenuhi kedamaian, sukacita dan juga tujuan hidup yang jelas yaitu kehidupan yang kekal. Kita mengimani Tuhan Yesus adalah Batu Penjuru yang akan selalu menopang kita membangun kehidupan di dunia ini.

     2.     Ketika Yesus memasuki Yerusalem, orang-orang banyak menyanyikan Mazmur ini (ayat 25-26) untuk menyambut Yesus (Matius 21: 9). Walaupun optimisme orang-orang yang menyambut Yesus dengan nyanyian Mazmur ini berbeda dengan apa yang akan direncanakan oleh Tuhan, namun mau belajar dari Tuhan Yesus bahwa ketika kita menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini dalam nama Tuhan, maka kita percaya sekalipun kita berhadapan dengan pergumulan, tetapi kita percaya bahwa itu semua kita jalani untuk suatu proses menuju kebaikan yang akan Tuhan berikan kepada kita. Maka kita takut menghadapi pergumulan apapun jika kita tahu bahwa kita menghadapinya bersama dengan Tuhan.

Tuesday, March 22, 2022

Mazmur 32: 8-11 Bersukacita Dalam Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 32: 8-11

Bersukacita Dalam Tuhan

Jika kita memahami secara utuh pasal 32 ini, maka kita mendapati pemazmur yang sangat bersyukur karena Tuhan mengampuni dosanya. Sebelumnya pemazmur sangat menyimpan erat-erat dosa yang telah dilakukannya, namun semakin dia menyembunyikan dosanya justru hidupnya semakin susah, dosa menjadi beban berat yang membuatnya lemah dan lelah dan seperti seperti terik panas yang mengeringkan sampai ke tulang-tulang (ayat 3). Dari pengakuan pemazmur ini memperlihatkan bagaimana kecenderungan manusia untuk selalu menyimpan-nyimpan dosa dalam dirinya (ayat 3 “berdiam diri”) namun pemazmur menjelaskan, bahwa sikap yang seperti itu justru akan membuat seorang yang berdosa semakin menderita. Hal ini seperti yang digambarkan oleh Tuhan Yesus, bahwa dosa itu adalah seperti penyakit, seperti yang dikatakanNya “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9: 12). Dosa adalah penyakit yang mematikan yang segera harus ditangani dan penawarnya. Pemazmur melalui pengalaman hidupnya itu hendak mengingatkan semua orang bahwa Tuhan adalah Allah yang mau untuk ditemui dan Allah yang mau untuk mengampuni.

Monday, March 14, 2022

Lukas 13: 1-9 Bertobat Supaya Tidak Binasa

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 13: 1-9

“Jika Anda berbuat baik, maka Anda akan diberkati, tetapi jika Anda berdosa, maka Anda akan di hukum”. Pemahaman seperti ini sudah lama dipercayai oleh banyak agama-agama kuno, bahkan orang Yahudi sendiri pun memiliki pemahaman yang seperti ini, sebagaimana yang tertulis dalam Keluaran 20:5 bahwa Tuhan adalah pencemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya. Bahwa ada kutuk dan berkat Tuhan dalam kehidupan manusia. Namun apakah memang demikian? Maka kita akan belajar dari pengajaran Tuhan Yesus dalam nas ini:

Tuesday, March 1, 2022

Roma 10:8-13 Orang Yang Berseru Kepada Tuhan Akan Diselamatkan

 Bacaan Firman Tuhan: Roma 10: 8-13

Ayat 8-9 Paulus kagum pada kesungguhan orang Yahudi untuk menjalankan hukum taurat, namun arah ketaatan mereka telah salah, sebab Yesus Kristus adalah penggenapan hukum taurat. Sebab, manusia tidak akan pernah dapat menjangkau kekudusan Tuhan bagaimanapun hebat dan kemampuannya untuk taat pada Hukum Taurat. Namun, manusia itu dapat selamat karena Allah yang datang kepada manusia. itulah sebabnya dikatakan “hanya oleh anugerah Allah kita selamat”. Bagaimanapun kehebatan dan kekuatan seorang pelari, jika ia salah arah maka dia tidak akan kunjung sampai pada garis akhir yang benar. Namun karena kasih karunia Tuhan, yang walaupun kita itu lemah dan ‘tak berdaya, namun karena Tuhan mendatangi kita, maka Dia menuntun kita ke jalan yang benar.

Monday, February 21, 2022

Yesaya 55: 10-13 Firman Tuhan Tidak Akan Kembali Dengan Sia-Sia

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 55: 10-13

Tuhan mengundang umat Israel yang berada dalam pembuangan untuk turut serta menikmati kasih karunia Allah bahwa mereka akan dipulihkan oleh Tuhan melalui kasih karuniaNya. Kasih setia Tuhan adalah perjanjian yang abadi bagi umatNya, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan ataupun melupakan umatNya. Melalui kasih setia Tuhan yang kekal, Tuhan mengundang umatNya yang berada dalam pembuangan untuk menerima berkat rohani dari Tuhan yang akan memberikan kelegaan bagi hidup mereka. Maka Tuhan mengundang umatNya supaya mencari Tuhan dan meninggalkan dosanya sebab Tuhan memberi pengampunan dengan berkelimpahan.

Monday, February 7, 2022

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 17: 5-10

Yeremia menghadapi Yehuda yang sudah melakukan dosa di hadapan Allah. Sebagai peringatan kepadanya, Allah berfirman bahwa Yehuda akan menjadi budak di negeri yang tidak dikenal. Pelanggaran Yehuda sangat nyata di hadapan Allah. Mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri yang menjauhkan hati mereka dari Allah. Hidup mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara: tidak mengalami kebaikan, seperti tinggal di tanah tandus. Semua ini menjadi lambang kehancuran dan penderitaan. Namun, umat yang mengandalkan Allah akan diberkati. Hidup mereka seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (ay. 8).

Kondisi ini diserukan Yeremia kepada Yehuda agar mereka mengerti bahwa mereka harus lebih mengandalkan Allah daripada kekuatan mereka sendiri. Dengan mengandalkan Allah, tidak akan dijumpai adanya hati yang menjauh dari Allah dan penuh kelicikan. Sebaliknya hal itu akan menjadikan mereka memliki hati yang baik yang akan melahirkan kebaikan-kebaikan juga dalam hidup mereka, hati yang selalu melekat pada Allah, itulah yang dikendaki. Yehuda juga harus menjaga hati mereka agar tetap melekat pada Allah karena pada dasarnya Allah mengetahui setiap hal yang ada di dalam hati umat (ay. 10). Hati yang menjauh akan menimbulkan dosa dan kejahatan yang akan melahirkan murka Allah pada umat. 

Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan melalui nas ini:

Kutuk (ayat 5-6)

Dosa akan menjadi kutuk bagi setiap orang, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 6:23 “upah dosa adalah maut”. Bangsa Yehuda berdosa kepada Tuhan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri (manusia) daripada mengandalkan Tuhan. Mereka digambarkan seperti semak di padang belantara yang tinggal di tanah yang angus di padang gurun di padang asin yang tidak berpenduduk. Ini menggambarkan kehidupan orang mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Walaupun semak bulus itu memiliki kemampuan untuk bertumbuh sendiri, tetapi lingkungan tanah dan cuaca tidak akan mendukungnya dalam pertumbuhannya, sehingga akhirnya semak bulus itu akan mati.

Maka demikianlah orang yang mengandalkan dirinya sendiri, merasa dirinya mampu, pintar, kuat untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Apa yang dia rencanakan dan kerjakan tidak pernah dipertimbangkannya apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak, dan dia juga tidak pernah menyerahkan hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan. Maka orang yang tidak mengandalkan Tuhan berarti merendahkan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mengandalkan diri sendiri, maka akan banyak hal-hal dalam dunia ini yang akan menarik, kita akan diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan dan nafsu tanpa ada pengangan. Kita hanya akan semakin menyusahkan diri kita sendiri dan akhirnya menimbulkan berbagai dosa. Kita tidak lagi mempertimbangkan apa yang kita perbuat benar atau tidak yang penting kita hendak memuaskan keinginan daging yang justru akan menyesatkan kita.

Berkat (ayat 7-8)

Kebalikan dari orang yang berada dalam kutuk adalah orang yang berada dalam berkat Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, dalam cuaca apapun daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah. Hal ini terjadi karena pohon itu ditopang oleh sumber kehidupannya yaitu air yang terus mengalir. Tuhan kita Yesus Kristus adalah mata air kehidupan yang akan selalu memancar hingga hidup yang kekal (bnd. Yoh. 4: 14).

Orang yang diberkati oleh Tuhan bukan artinya hidupnya tidak akan menghadapi kesusahan dan penderitaan, tetapi orang yang diberkati oleh Tuhan adalah orang yang selalu disertai Tuhan untuk dapat melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Kekusasahan tidak membuatnya menjadi layu dan mati, justru tetap dapat kuat dan terus bertumbuh dan berbuah karena dia selalu mengandalkan Tuhan yang menjadi kekuatan dan pertolongannya. Maka jika dikatakan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan" artinya Tuhan memberikan kepada kita jaminan berkat penyertaanNya bagi kita untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup kita ini, sekalipun yang kita hadapi adalah situasi yang sulit, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, sehingga ada kekuatan dan pengharapan bagi kita bahwa dalam kelemahan kita ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang akan menopang kita.

Tuhan mengetahui isi hati (9-10)

Perenungan kita selanjutnya adalah apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan? Disini Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan mengetahui isi hati manusia, artinya Tuhan tahu kesungguhan kita mengandalkan Dia atau tidak, Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita untuk mau hidup dalam Tuhan. Jika kita membaca di ayat 1-4 Tuhan menjelaskan bahwa dosa-dosa bangsa Yehuda telah tertulis dalam loh hati mereka, maka mereka tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa mereka dari hadapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita di hadapan Tuhan, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan atau justru sebaliknya kita mengandalkan diri kita, sebab Tuhan mengetahui isi hati kita.

Tuesday, February 1, 2022

Markus 1: 16-20 Menjadi Pengikut Yesus

 Bacaan Firman Tuhan: Markus 1: 16-20

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Dia melihat dua orang nelayan yaitu Simon (Petrus) dan Andreas yang adalah bersaudara, Yesus berkata “mari ikutlah Aku”, kata “ikutlah” tidak hanya dipahami secara harafiah untuk mengikuti Yesus berjalan, tetapi juga mengajak mereka menjadi pengikutNya dan menjadi murid-muridNya. Yesus menjelaskan tujuan mereka untuk mengikutiNya adalah untuk menjadi penjala manusia. Panggilan Yesus itu direspon oleh Simon (Petrus) dan Andreas dengan langsung meninggalkan jalanya dan mengikut Yesus.

Monday, January 24, 2022

Yeremia 1: 4-10 Dipanggil Untuk Mengasihi

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 1: 4-10

Berita tentang pengutusan Yeremia menjadi nabi dinyatakan melalui dialog antara Tuhan yang mengutus dengan Yeremia yang diutus. Dari dialog tersebut kita akan melihat penekanan penting yang disampaikan oleh Tuhan dan juga respon Yeremia.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Matius 2: 12 Pesan Natal 2022 Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain

Matius 2: 12 Pesan Natal 2022 Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain

 Bacaan Firman Tuhan: Matius 2: 12

Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Yesaya 12: 1-6 Bersukacita Menantikan Tuhan

Yesaya 12: 1-6 Bersukacita Menantikan Tuhan

 bacaan Firman Tuhan: Yesaya 12: 1-6

Nabi Yesaya diutus Tuhan untuk menyuarakan penghukuman dan pengharapan bagi Yerusalem (ps. 1-12). Yesaya diutus untuk menyuarakan firman Tuhan mengenai dosa umat Israel dan para pemimpin atas penyembahan berhala dan ketidakadilan. Akibat dari dosa itu, Allah akan mendatangkan hukuman yang akan datang dengan mengirim bangsa-bangsa untuk menaklukkan Israel. Penghakiman itu akan menjadi api pemurnian bagi bangsa Israel dan akan menyisahkan umat yang telah bertobat dan kembali kepada Allah. Selanjutnya nabi Yesaya juga mendapatkan penglihatan, yaitu nubuatan tentang pengharapan di masa yang akan datang, bahwa setelah penghukuman, Israel digambarkan seperti pohon yang ditebang dan tunggulnya habis terbakar, namun dari tunggul itu akan keluar tunas yang baru, yaitu Imanuel dari keturunan Daud. Dia adalah Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (9:5). Dia akan memerintah atas Yerusalem yang baru dan semua bangsa akan datang kepadaNya.

1 Korintus 15: 50-58 Allah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus

1 Korintus 15: 50-58 Allah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus

Bacaan Firman Tuhan: 1 Korintus 15: 50-58

Pada zaman Paulus ada yang menentang kepercayaan Kristen tentang kehidupan setelah kematian, mereka yang menentang itu beranggapan bahwa kematian adalah akhir (ay. 12). Sama halnya pada zaman Yesus, ada sekte Yahudi yang disebut Saduki yang tidak percaya tentang kebangkitan dari kematian. Demikian juga hingga saat ini, ada juga yang tidak percaya akan adanya kehidupan setelah kematian. Rasul Paulus menjelaskan bahwa kehidupan setelah kematian bukanlah sebuah dogeng, tetapi justru kepercayaan kita kepada kebangkitan setelah kematian adalah penopang iman percaya kepada Kristus, Paulus mengatakan “sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (ay.15) dan “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal” (ay.20).

Lukas 15: 1-10 Allah Menginginkan Pertobatan

Lukas 15: 1-10 Allah Menginginkan Pertobatan

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 15: 1-10

Lukas 15 mengisahkan tiga perumpamaan tentang "yang hilang", yaitu: Perumpamaan tentang domba yang hilang (ay. 4-7), Perumpamaan tentang dirham yang hilang (ay. 8-10), Perumpamaan tentang anak yang hilang (ay. 11-32). Perumpamaan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari Lukas 15:1-3 yang mengisahkan tentang perjumpaan Tuhan Yesus dengan  orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut melihat Yesus menerima orang-orang berdosa, bahkan Tuhan Yesus makan bersama-sama dengan mereka. Kisah perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus ini dimaksudkan untuk menanggapi sungut-sungut orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tersebut, sekaligus untuk menunjukkan alasan tindakanNya. Yesus ingin menunjukkan misi kedatanganNya adalah untuk "mencari mereka yang hilang". Ungkapan "yang hilang" mengacu pada orang berdosa. Berbeda dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang cenderung menjauhi orang berdosa, Tuhan Yesus justru mencari mereka supaya bertobat.  

Lukas 14:25-33 Tuhan Mengetahui Motivasi Setiap Orang Yang MengikutiNya

Lukas 14:25-33 Tuhan Mengetahui Motivasi Setiap Orang Yang MengikutiNya

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 14: 25-33

Sebagaimana dengan topik minggu kita “Semua nyata dihadapan Tuhan” maka demikianlah Yesus melihat orang banyak yang berduyun-duyun mengikutiNya dalam perjalananNya, bahwa Yesus mengetahui bagaimana motivasi orang banyak itu untuk mengikutiNya. Apakah mereka memiliki motivasi yang benar mengikut Yesus atau hanya karena mereka mengikut Yesus karena terhanyut dengan popularitas Yesus yang banyak dibicarakan orang-orang. Maka jika hanya mengikut Yesus dalam sekumpulan orang banyak yang hanya ikut-ikutan, itu belumlah bisa dikatakan sebagai pengikut Yesus yang sejati.

Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan

Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan

            Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 139: 1-6 Semua Nyata Dihadapan Tuhan

Dalam nas ini, kita diperlihatkan tentang seorang (pemazmur) yang mengenal Allah secara akrab serta memiliki pengalaman bersama Allah yang menaikkan doa pribadinya. Dilihat dari sudut teologi Perjanjian Lama, ini adalah klimaks dari pemikiran dalam Mazmur mengenai hubungan pribadi dengan Allah. Bahwa Allah memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai kita, dan bahwa semua gerakan dan tindakan kita, baik manusia batiniah maupun lahiriah kita telanjang dan terbuka seluruhnya di hadapan-Nya.

 Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

 Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

Kita mungkin sering mendengar berita-berita di berbagai media bahwa kasus perselingkuhan, sakit hati masalah hubungan suami istri maupun antara pasangan yang berpacaran bisa sampai ke kasus pembunuhan. Bukan untuk membenarkan tindakan seperti ini, tetapi kasus seperti ini memberikan kita suatu gambaran bahwa betapa sakitnya ketika dikhianati oleh seseorang yang sangat dikasihi. Itu sebabnya sampai ada sebuah syair lagu yang mengatakan “dari pada sakit hati, lebih baik sakit gigi”

Lukas 12: 49-53 Mengikut Yesus Secara Total

Lukas 12: 49-53 Mengikut Yesus Secara Total

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 12: 49-53

Mengikut Yesus Secara Total

Yakobus 3: 13-18 HIKMAT YANG DARI ATAS

Yakobus 3: 13-18 HIKMAT YANG DARI ATAS

 Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 3: 13-18 Hikmat yang dari atas

Sedikit berbeda dengan surat-surat kiriman yang lainnya dalam Perjanjian Baru, surat Yakobus lebih kepada pengajaran hikmat. Walaupun di awal surat Yakobus ini menyapa orang Israel yang ada diperantauan, namun penekanan pengajaran dalam surat Yakobus  ini bukan membahas masalah yang khusus dalam suatu jemaat seperti yang sering ditemui di surat-surat Paulus. Sehingga ketika kita membaca kitab Yakobus kita sedang membaca pengajaran hikmat yang dialamatkan kepada semua pengikut Yesus, yaitu tentang bagaimana kita menjalani kehidupan berdasarkan hikmat dari Tuhan. Pengajaran hikmat Yakobus dalam surat ini dipengaruhi oleh dua sumber utama, yaitu pengajaran Tuhan Yesus (khususnya khotbah di bukit – Matius 5-7) dan pengajaran hikmat dari kitab Amsal (khusunya Amsal 1-9).

Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

Hosea 1: 2-9 Tuhan Setia Dalam KasihNya

 Bacaan Firman Tuhan: Hosea 1: 2-9

Di permulaan kitab Hosea (pasal 1-3) memperlihatkan kepada tema utama dari kitab ini, yaitu suatu gambaran tentang umat Allah yang memberontak dan akhirnya menerima konsekuensi dari pemberontakannya kepada Tuhan, namun kasih setia Tuhan jauh lebih besar dari dosa-dosa umatNya. Maka di awal kitab kita diperlihatkan gambaran yang nyata tentang hubungan Allah dengan umat Israel yang berdosa melalui pernikahan Hosea dengan seorang perempuan “sundal” yang bernama Gomer.

Yohanes 7: 37-39a Roh Kudus Adalah Aliran Air Hidup

Yohanes 7: 37-39a Roh Kudus Adalah Aliran Air Hidup

 Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 7: 37-39a

"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

 Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda

Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda

 Yohanes 5:1-9 Penyembuhan di Kolam Betesda

Pada hari sabat di Yerusalem di dekat pintu gerbang Domba disebuah kolam yang bernama Betesda, disitu Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun. Dalam kisah ini diberitakan bahwa banyak orang sakit seperti orang buta, orang timpang dan orang lumpuh. Mereka berkumpul di kolam Betesda mengharapkan mendapatkan kesembuhan dengan menanti-nantikan kolam itu berguncang. Disini dijelaskan bahwa kolam itu sewaktu-waktu dalam berguncang ketika malaikat Tuhan turun untuk menggerakkan airnya, dan siapa yang terlebih dahulu masuk ke dalam kolam itu saat airnya berguncang maka akan mendapatkan kesembuhan.

Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan

Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Keluaran 15: 19-21 Bernyanyilah Bagi Tuhan

Penjelasan Teks:

Ayat 19. Setelah semua kuda, kereta dan pasukan berkuda Mesir masuk ke laut, Tuhan membuat airnya kembali dan menenggelamkan mereka, sementara orang Israel telah melewati pertengahan laut itu di dasar laut yang kering.

Kisah Para Rasul 9: 36-43 Kuasa Tuhan Yang Menghidupkan

Kisah Para Rasul 9: 36-43 Kuasa Tuhan Yang Menghidupkan

 Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 36-43

Kuasa Tuhan Yang Menghidupkan

Ayat 36

"Yope" Sekarang kota ini dikenal sebagai Jaffa (Yafo). Itu adalah pelabuhan kuno untuk Yerusalem. Sekarang ini adalah bagian dari kota modern Tel Aviv-Yafo. "Murid" Istilah "murid" digunakan cukup sering di dalam Kisah Para Rasul. Secara harafiah berarti "pelajar" tetapi digunakan dalam pengertian orang percaya.

 Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan

Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan

 Mazmur 4:2-9 Percayalah Kepada Tuhan

Keterangan teks

Ayat 2

Pemazmur menyatakan suatu keyakinan imannya bahwa setiap doa akan mendapatkan jawaban. Ini adalah kesaksian iman pemazmur bahwa Tuhan selalu menolong dalam kesesakannya. Pemazmur hendak bersaksi bahwa jika Tuhan mendengarkan dan menjawab doa-doanya di masa lalu, maka sekarang juga Tuhan tetap akan mendengar dan menjawab doanya.

Datang kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan adalah jalan yang tepat untuk ditempuh seseorang. Dalam hidup ini tidak cukup dengan mengandalkan kekuatan dan pikiran, sebab kekuatan dan pikiran kita terbatas, kita membutuhkan belas kasihan Tuhan dalam hidup ini, dan inilah yang selalu kita mohonkan kepada Tuhan melalui doa, agar Dia selalu menyertai kita dengan kuasaNya yang tidak terbatas.   

Ayat 3

Pemazmur mengajak orang-orang yang melawan Allah untuk memikirkan ulang kebodohan mereka. Tidak ada gunanya mereka melawan orang yang dibenarkan oleh Tuhan, itu semua adalah usaha yang sia-sia. Niat jahat yang timbul dari keinginan nafsu dunia adalah usaha yang sia-sia. Segala usaha yang kita lakukan yang tidak berkenan dengan kehendak Tuhan akan berakhir dengan kesia-siaan.

Ayat 4

Selanjutnya pemazmur menjelaskan bagaimana kebahagiaan orang yang selalu berserah kepada Tuhan, dia adalah orang pilihan Tuhan yang dikasihiNya dan Tuhan akan mendengarkan doanya. Tuhan tidak akan membiarkan orang pilihanNya dijahati oleh pendosa, justru orang pilihan Tuhan itu akan dijagai dan mendengarkan doanya. Siapa yang menjahati orang yang dikasihi Tuhan, maka dia sedang berhadapan dengan Tuhan yang menjagai orang yang dikasihiNya.

Ayat 5

Disini pemazmur menasehatkan orang berdosa untuk memikirkan ulang niat jahatnya, sadarlah bahwa tidak ada yang baik yang akan di dapatkan dari perbuatan dosa. Pertimbangkanlah semuanya itu dalam hatimu di tempat pembaringan tidurmu.

Jangan kita terlalu cepat bertindak dan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan konsekuensinya. Jangan kita dikendalikan oleh emosi sesaat untuk berbuat sesuatu, tetapi tenangkanlah dirimu, perbuatan dosa tidak akan dapat menyelesaikan masalah.  Tetapi berdoalah kepada Tuhan memohon hikmat dan petunjuk Tuhan, berharaplah akan kasih setia Tuhan sehingga kita diberi ketenangan dan hikmat menghadapi segala persoalan yang kita hadapi.

Ayat 6-9

Korban persembahan orang fasik adalah kekejian dihadapan Tuhan (Yes. 1:11), pemazmur menasehatkan agar setiap orang mempersembahkan persembahan yang benar, yaitu hidup yang kudus dengan melakukan apa yang berkenan kepada Tuhan. Apa gunanya persembahan yang mereka bawa kepada Tuhan jika sikap dan perbuatan mereka tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Pemazmur sangat bersyukur kepada Tuhan dan membuatnya dapat dengan tidur dengan tentram. Sekalipun banyak orang yang menghakiminya bahwa Tuhan tidak akan menolongnya, tetapi pemazmur yakin bahwa Tuhan sangat mengasihinya dan itu dapat dirasakannya melebihi orang yang kelimpahan gandum dan anggur. Iman yang benar kepada Tuhan akan melahirkan sukacita yang berlimpah melebihi apapun yang ada di dunia ini. Orang yang memiliki banyak harta belum tentu dapat menjalani hidup dengan tenang, tetapi orang benar akan diberikan Tuhan kedamaian dan ketentraman dalam hidupnya.

 

Penjelasan teks

Mazmur 4 memperlihatkan kepada kita bagaimana berat pergumulan yang dihadapinya, tetapi pemazmur tetap mampu untuk mengendalikan diri dalam situasi yang berat yang sedang dihadapinya. Pemazmur tetap percaya pada kasih setia Tuhan yang akan senantiasa menyertai orang yang selalu hidup dalam kebenaran Tuhan. Kita dapat belajar dari pemazmur bagaimana langkah-langkah yang harus kita perbuat untuk menghadapi persoalan dalam hidup:

      1.     Berdoa memohon belas kasihan Tuhan

      2.      Tetaplah bersyukur. Ingatlah jika di masa lalu Tuhan menjawab doamu, maka percayalah kapanpun Tuhan akan selalu mendengar dan menjawab doamu.

Renungan

Siapakah yang kita andalkan dalam pergumulan hidup kita? Kita belajar dari pemazmur untuk menyerahkan kekawatiran, kegelisahan dan kekecewaan kita hanya kepada Tuhan saja. Tidak ada penolong yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya selain yang berkuasa atas kehidupan. Menjadi perenungan bagi kita, bagaimana kita senantiasa menjadikan Tuhan tempat kita mencurahkan isi hati (“curhat”). Apapun yang kita hadapi dan apapun jawaban atas segala curahan isi hati kita kepada Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan akan bertindak menyelamatkan kita. Kita selalu ingat seperti yang sering dikatakan oleh Tuhan Yesus: “Imanmu menyelamatkanmu”.

Kisah Para Rasul 9: 1-6 Berubah Oleh Perjumpaan Dengan Yesus

Kisah Para Rasul 9: 1-6 Berubah Oleh Perjumpaan Dengan Yesus

 Bacaan Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 9: 1-6

Berubah Oleh Perjumpaan Dengan Yesus

Keterangan Teks

Ayat 1-2

        Pertobatan Saulus dikisahkan di 22:4-16 dan 26:12-18. Saulus lahir dan dididik di kota Tarsus di tanah Kilikia yang bukan Yahudi (22:3), dia belajar di Yerusalem pada rabi Gamaliel, salah seorang rabi terkemuka zaman itu (5:43 dst.). Dia dikenal sebagai seorang murid yang cemerlang (Gal. 1:14) dam seorang Farisi yang bersemangat (Flp. 3:5).

Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita

Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 52:13-15 Hamba Tuhan Yang Menderita

Dalam nas ini diperlihatkan tentang jalan penderitaan yang harus ditanggung oleh Hamba yang diutus oleh Tuhan, hamba Allah ini harus direndahkan dan dihina sebelum ia ditinggikan dan dimuliakan. Hamba yang menderita ini adalah nubuatan yang telah digenapi oleh Yesus Kristus yang datang ke dunia ini, Dia melakukan apa yang diperintahkan oleh BapaNya sehingga dalam pelayananNya banyak orang yang menyanjungNya, tetapi setelah disanjung dan ditinggikan, hamba Tuhan itu menderita, tetapi setelah penderitaanNya Dia membuat banyak bangsa-bangsa yang tercengang, sebab apa yang tidak pernah didengar dan dilihat dapat dilakukan oleh hamba Tuhan yang menderita itu. Hal inilah yang dapat kita perhatikan dalam nas ini yang terdiri dari tiga bagian:

Mazmur 118: 19-29 Diberkatilah Dia Yang Datang Dalam Nama Tuhan

Mazmur 118: 19-29 Diberkatilah Dia Yang Datang Dalam Nama Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 118: 19-29 Diberkatilah Dia Yang Datang Dalam Nama Tuhan

Mazmur 118 dalam liturgi Palma ini merupakan nyanyian pujipujian. Mazmur ini dinyanyikan dalam arak-arakan kemenangan yang mengiringi raja, yang memuncak pada upacara kurban, dalam perjalanan menuju rumah Tuhan. Nyanyian Pujian ini pula yang dipakai oleh orang banyak ketika Tuhan Yesus memasuki Yérusalém. Optimisme mereka diungkapkan melalui pujian Mazmur ini.

Dalam Mazmur ini kita akan melihat ada kesaksian-kesaksian dalam tentang perbuatan-perbuatan Tuhan yang menyelamatkan orang yang berseru dan meminta tolong kepada Tuhan, sehingga melalui kesaksian ini umat semakin dikuatkan imannya, bahwaanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.

Ayat 19-21 di pintu gerbang sebelum masuk dalam pelataran bait suci, setiap orang yang hendak masuk akan mengungkapkan kesungguhannya dengan alasan untuk masuk ke bait suci. Yaitu orang-orang benar akan datang kepada Tuhan dengan ucapan syukur

Ayat 22-23 seperti batu yang dibuang oleh tukang bangunan karena dianggap sudah tidak berguna lagi, namun oleh Tuhan dipakai menjadi batu penjuru yang utama. Maka demikianlah keajaiban Tuhan dalam kehidupan umatNya. Hal ini mau menjelaskan bahwa umat yang menghadapi tekanan dan masalah yang berat bagaikan batu yang dibuang tukang bangunan, namun Tuhan membuatnya menjadi batu yang paling penting dan kuat. Sehingga umat Tuhan tidak memiliki alasan untuk berputus asa dalam pergumulannya, namun kita harus senantiasa bersyukur sebab Tuhan itu baik, sebab kasih setia Tuhan adalah untuk selama-lamanya. Hidup kita ada di tangan Tuhan yang kreatif yang menuntun kita dengan kasih setiaNya.

Ayat 24-25 di hari perayaan yang telah ditetapkan umat akan mengungkapkan sukacita menyambut keselamatan dari Tuhan, patutlah setiap orang yang percaya bersukacita atas segala kebaikan Tuhan.

Ayat 26-27 para imam menyambut umat yang datang ke bait suci untuk menyerahkan korban syukurnya kepada Tuhan

Ayat 28-29 penyerahan korban syukur itu disertai dengan ungkapan syukur umat, bahwa pemberian korban syukur itu adalah untuk meninggikan Tuhan sebab kasih setiaNya adalah untuk selama-lamanya.

Renungan:

      1.     Kebaikan dan keselamatan Tuhan itu semakin nyata lagi manakala kita mengetahui bahwa Mazmur ini adalah nubuatan tentang keselamatan yang Tuhan nyatakan di dalam Tuhan Yesus. Mazmur ini akan mengarahkan kita semakin memahami kasih dan keberadaan Tuhan Yesus dalam hidup kita. Sebagaimana Tuhan Yesus menyatakan diriNya melalui perumpamaan tentang penggarap-penggarap di kebun anggur (Markus 12: 1-12), Tuhan Yesus berkata: “Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."

    Tuhan menyatakan keselamatanNya bagi umatNya Israel, namun mereka menolak Tuhan Yesus seperti batu yang dibuang oleh tukang bangunan, mereka telah membuang batu yang paling berharga dalam hidupnya yaitu Yesus Kristus, batu yang yang dibuang itu telah menjadi batu penjuru.

    Sebuah bangunan dapat kokoh berdiri tentu karena memiliki penopang yang kuat yaitu pondasi dan tiang. Demikian halnya di dalam kehidupan ini Tuhan Yesus adalah batu penjurunya. Hidup ini tidak akan sempurna tanpa Tuhan Yesus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyatakan diriNya: Akulah gembala yang baik, Akulah pokok anggur yang benar, Akulah roti hidup, Akulah jalan kebenaran dan hidup.

      Jika kita hendak mendirikan suatu bangunan, tentu kita tidak asal membangunnya, perlu ada perencanaan bagaimana bangunan itu kokoh berdiri, indah dan setiap orang yang ada dalam bangunan itu aman dan nyaman. Demikian halnya dalam kehidupan ini, menjalani kehidupan ini tentu kita tidak asal hidup, tetapi kita perlu tahu cara hidup yang baik dan benar. Disinilah kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan kita, bahwa Dia adalah Batu Penjuru yang teguh. Kita membutuhkan Tuhan Yesus untuk menjalani hidup yang dipenuhi kedamaian, sukacita dan juga tujuan hidup yang jelas yaitu kehidupan yang kekal. Kita mengimani Tuhan Yesus adalah Batu Penjuru yang akan selalu menopang kita membangun kehidupan di dunia ini.

     2.     Ketika Yesus memasuki Yerusalem, orang-orang banyak menyanyikan Mazmur ini (ayat 25-26) untuk menyambut Yesus (Matius 21: 9). Walaupun optimisme orang-orang yang menyambut Yesus dengan nyanyian Mazmur ini berbeda dengan apa yang akan direncanakan oleh Tuhan, namun mau belajar dari Tuhan Yesus bahwa ketika kita menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini dalam nama Tuhan, maka kita percaya sekalipun kita berhadapan dengan pergumulan, tetapi kita percaya bahwa itu semua kita jalani untuk suatu proses menuju kebaikan yang akan Tuhan berikan kepada kita. Maka kita takut menghadapi pergumulan apapun jika kita tahu bahwa kita menghadapinya bersama dengan Tuhan.

Mazmur 32: 8-11 Bersukacita Dalam Tuhan

Mazmur 32: 8-11 Bersukacita Dalam Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 32: 8-11

Bersukacita Dalam Tuhan

Jika kita memahami secara utuh pasal 32 ini, maka kita mendapati pemazmur yang sangat bersyukur karena Tuhan mengampuni dosanya. Sebelumnya pemazmur sangat menyimpan erat-erat dosa yang telah dilakukannya, namun semakin dia menyembunyikan dosanya justru hidupnya semakin susah, dosa menjadi beban berat yang membuatnya lemah dan lelah dan seperti seperti terik panas yang mengeringkan sampai ke tulang-tulang (ayat 3). Dari pengakuan pemazmur ini memperlihatkan bagaimana kecenderungan manusia untuk selalu menyimpan-nyimpan dosa dalam dirinya (ayat 3 “berdiam diri”) namun pemazmur menjelaskan, bahwa sikap yang seperti itu justru akan membuat seorang yang berdosa semakin menderita. Hal ini seperti yang digambarkan oleh Tuhan Yesus, bahwa dosa itu adalah seperti penyakit, seperti yang dikatakanNya “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9: 12). Dosa adalah penyakit yang mematikan yang segera harus ditangani dan penawarnya. Pemazmur melalui pengalaman hidupnya itu hendak mengingatkan semua orang bahwa Tuhan adalah Allah yang mau untuk ditemui dan Allah yang mau untuk mengampuni.

Lukas 13: 1-9 Bertobat Supaya Tidak Binasa

Lukas 13: 1-9 Bertobat Supaya Tidak Binasa

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 13: 1-9

“Jika Anda berbuat baik, maka Anda akan diberkati, tetapi jika Anda berdosa, maka Anda akan di hukum”. Pemahaman seperti ini sudah lama dipercayai oleh banyak agama-agama kuno, bahkan orang Yahudi sendiri pun memiliki pemahaman yang seperti ini, sebagaimana yang tertulis dalam Keluaran 20:5 bahwa Tuhan adalah pencemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya. Bahwa ada kutuk dan berkat Tuhan dalam kehidupan manusia. Namun apakah memang demikian? Maka kita akan belajar dari pengajaran Tuhan Yesus dalam nas ini:

Roma 10:8-13 Orang Yang Berseru Kepada Tuhan Akan Diselamatkan

Roma 10:8-13 Orang Yang Berseru Kepada Tuhan Akan Diselamatkan

 Bacaan Firman Tuhan: Roma 10: 8-13

Ayat 8-9 Paulus kagum pada kesungguhan orang Yahudi untuk menjalankan hukum taurat, namun arah ketaatan mereka telah salah, sebab Yesus Kristus adalah penggenapan hukum taurat. Sebab, manusia tidak akan pernah dapat menjangkau kekudusan Tuhan bagaimanapun hebat dan kemampuannya untuk taat pada Hukum Taurat. Namun, manusia itu dapat selamat karena Allah yang datang kepada manusia. itulah sebabnya dikatakan “hanya oleh anugerah Allah kita selamat”. Bagaimanapun kehebatan dan kekuatan seorang pelari, jika ia salah arah maka dia tidak akan kunjung sampai pada garis akhir yang benar. Namun karena kasih karunia Tuhan, yang walaupun kita itu lemah dan ‘tak berdaya, namun karena Tuhan mendatangi kita, maka Dia menuntun kita ke jalan yang benar.

Yesaya 55: 10-13 Firman Tuhan Tidak Akan Kembali Dengan Sia-Sia

Yesaya 55: 10-13 Firman Tuhan Tidak Akan Kembali Dengan Sia-Sia

 Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 55: 10-13

Tuhan mengundang umat Israel yang berada dalam pembuangan untuk turut serta menikmati kasih karunia Allah bahwa mereka akan dipulihkan oleh Tuhan melalui kasih karuniaNya. Kasih setia Tuhan adalah perjanjian yang abadi bagi umatNya, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan ataupun melupakan umatNya. Melalui kasih setia Tuhan yang kekal, Tuhan mengundang umatNya yang berada dalam pembuangan untuk menerima berkat rohani dari Tuhan yang akan memberikan kelegaan bagi hidup mereka. Maka Tuhan mengundang umatNya supaya mencari Tuhan dan meninggalkan dosanya sebab Tuhan memberi pengampunan dengan berkelimpahan.

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

Yeremia 17:5-10 Diberkatilah Orang Yang Mengandalkan Tuhan

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 17: 5-10

Yeremia menghadapi Yehuda yang sudah melakukan dosa di hadapan Allah. Sebagai peringatan kepadanya, Allah berfirman bahwa Yehuda akan menjadi budak di negeri yang tidak dikenal. Pelanggaran Yehuda sangat nyata di hadapan Allah. Mereka lebih mengandalkan kekuatan sendiri yang menjauhkan hati mereka dari Allah. Hidup mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara: tidak mengalami kebaikan, seperti tinggal di tanah tandus. Semua ini menjadi lambang kehancuran dan penderitaan. Namun, umat yang mengandalkan Allah akan diberkati. Hidup mereka seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (ay. 8).

Kondisi ini diserukan Yeremia kepada Yehuda agar mereka mengerti bahwa mereka harus lebih mengandalkan Allah daripada kekuatan mereka sendiri. Dengan mengandalkan Allah, tidak akan dijumpai adanya hati yang menjauh dari Allah dan penuh kelicikan. Sebaliknya hal itu akan menjadikan mereka memliki hati yang baik yang akan melahirkan kebaikan-kebaikan juga dalam hidup mereka, hati yang selalu melekat pada Allah, itulah yang dikendaki. Yehuda juga harus menjaga hati mereka agar tetap melekat pada Allah karena pada dasarnya Allah mengetahui setiap hal yang ada di dalam hati umat (ay. 10). Hati yang menjauh akan menimbulkan dosa dan kejahatan yang akan melahirkan murka Allah pada umat. 

Beberapa kata kunci yang dapat kita renungkan melalui nas ini:

Kutuk (ayat 5-6)

Dosa akan menjadi kutuk bagi setiap orang, sebagaimana yang tertulis dalam Roma 6:23 “upah dosa adalah maut”. Bangsa Yehuda berdosa kepada Tuhan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri (manusia) daripada mengandalkan Tuhan. Mereka digambarkan seperti semak di padang belantara yang tinggal di tanah yang angus di padang gurun di padang asin yang tidak berpenduduk. Ini menggambarkan kehidupan orang mengandalkan dirinya sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan. Walaupun semak bulus itu memiliki kemampuan untuk bertumbuh sendiri, tetapi lingkungan tanah dan cuaca tidak akan mendukungnya dalam pertumbuhannya, sehingga akhirnya semak bulus itu akan mati.

Maka demikianlah orang yang mengandalkan dirinya sendiri, merasa dirinya mampu, pintar, kuat untuk mendapatkan apa yang dikehendakinya. Apa yang dia rencanakan dan kerjakan tidak pernah dipertimbangkannya apakah itu berkenan kepada Tuhan atau tidak, dan dia juga tidak pernah menyerahkan hidupnya dalam pemeliharaan Tuhan. Maka orang yang tidak mengandalkan Tuhan berarti merendahkan Tuhan dalam hidupnya.

Ketika kita mengandalkan diri sendiri, maka akan banyak hal-hal dalam dunia ini yang akan menarik, kita akan diombang-ambingkan oleh berbagai keinginan dan nafsu tanpa ada pengangan. Kita hanya akan semakin menyusahkan diri kita sendiri dan akhirnya menimbulkan berbagai dosa. Kita tidak lagi mempertimbangkan apa yang kita perbuat benar atau tidak yang penting kita hendak memuaskan keinginan daging yang justru akan menyesatkan kita.

Berkat (ayat 7-8)

Kebalikan dari orang yang berada dalam kutuk adalah orang yang berada dalam berkat Tuhan adalah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, dalam cuaca apapun daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah. Hal ini terjadi karena pohon itu ditopang oleh sumber kehidupannya yaitu air yang terus mengalir. Tuhan kita Yesus Kristus adalah mata air kehidupan yang akan selalu memancar hingga hidup yang kekal (bnd. Yoh. 4: 14).

Orang yang diberkati oleh Tuhan bukan artinya hidupnya tidak akan menghadapi kesusahan dan penderitaan, tetapi orang yang diberkati oleh Tuhan adalah orang yang selalu disertai Tuhan untuk dapat melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Kekusasahan tidak membuatnya menjadi layu dan mati, justru tetap dapat kuat dan terus bertumbuh dan berbuah karena dia selalu mengandalkan Tuhan yang menjadi kekuatan dan pertolongannya. Maka jika dikatakan "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan" artinya Tuhan memberikan kepada kita jaminan berkat penyertaanNya bagi kita untuk menghadapi berbagai hal dalam hidup kita ini, sekalipun yang kita hadapi adalah situasi yang sulit, tetapi ada Tuhan yang menyertai kita, sehingga ada kekuatan dan pengharapan bagi kita bahwa dalam kelemahan kita ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang akan menopang kita.

Tuhan mengetahui isi hati (9-10)

Perenungan kita selanjutnya adalah apakah kita sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan? Disini Tuhan menjelaskan bahwa Tuhan mengetahui isi hati manusia, artinya Tuhan tahu kesungguhan kita mengandalkan Dia atau tidak, Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita untuk mau hidup dalam Tuhan. Jika kita membaca di ayat 1-4 Tuhan menjelaskan bahwa dosa-dosa bangsa Yehuda telah tertulis dalam loh hati mereka, maka mereka tidak bisa menyembunyikan dosa-dosa mereka dari hadapan Tuhan.

Demikianlah Tuhan tahu bagaimana kesungguhan kita di hadapan Tuhan, apakah kita benar-benar mengandalkan Tuhan atau justru sebaliknya kita mengandalkan diri kita, sebab Tuhan mengetahui isi hati kita.

Markus 1: 16-20 Menjadi Pengikut Yesus

Markus 1: 16-20 Menjadi Pengikut Yesus

 Bacaan Firman Tuhan: Markus 1: 16-20

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Dia melihat dua orang nelayan yaitu Simon (Petrus) dan Andreas yang adalah bersaudara, Yesus berkata “mari ikutlah Aku”, kata “ikutlah” tidak hanya dipahami secara harafiah untuk mengikuti Yesus berjalan, tetapi juga mengajak mereka menjadi pengikutNya dan menjadi murid-muridNya. Yesus menjelaskan tujuan mereka untuk mengikutiNya adalah untuk menjadi penjala manusia. Panggilan Yesus itu direspon oleh Simon (Petrus) dan Andreas dengan langsung meninggalkan jalanya dan mengikut Yesus.

Yeremia 1: 4-10 Dipanggil Untuk Mengasihi

Yeremia 1: 4-10 Dipanggil Untuk Mengasihi

 Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 1: 4-10

Berita tentang pengutusan Yeremia menjadi nabi dinyatakan melalui dialog antara Tuhan yang mengutus dengan Yeremia yang diutus. Dari dialog tersebut kita akan melihat penekanan penting yang disampaikan oleh Tuhan dan juga respon Yeremia.