Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, July 5, 2014

Matius 13:1-9 + 18-23; Siap Menerima Pertumbuhan Firman Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Matius 13: 1-9 + 18-23; Mazmur 65: 2-14
Secara umum kita pasti sudah mengetahui bahwa tempat terbaik untuk menanam benih itu adalah di tanah yang baik dan subur bukan di jalan, bebatuan maupun di semak duri. Seperti perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang penabur, bahwa Firman Allah itu diumpamakan seperti benih yang membutuhkan tanah yang baik dalam perkembangannya. Dengan harapan bahwa benih itu nantinya akan bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak.

Hal ini menjadi perenungan bagi kita, ketika Firman Tuhan diberitakan haruslah kita bertanya pada diri, dimana posisi kita dalam mendengar Firman Tuhan? Di pinggir jalan, di bebatuan, di semak duri atau di tanah yang baik? Sebab Firman Tuhan hanya akan tumbuh dan berbuah di tanah yang baik. Seperti halnya tanah yang baik yang sudah siap menerima benih untuk di tanamkan padanya, demikianlah kita dalam mendengar Firman Tuhan bahwa dari dalam diri kita ada kesiapan menerima pertumbuhan Firman Tuhan dan yang akan menghasilkan buah.

Demikianlah Firman Tuhan akan menghasilkan buah yang baik dari orang-orang yang mendengar dan mengerti firman Tuhan. Kita perlu menggarisbawahi kata “mendengar” dan “mengerti”.

Jatuh di pinggir jalan → Mendengar tetapi tidak mengerti
Jatuh di tanah yang berbatu-batu → Mendengar tetapi tidak berakar
Jatuh di tengah semak duri → Mendengar tetapi tidak berbuah
Jatuh di tanah yang baik → Mendengar dan mengerti

Selama kesiapan kita mendengar Firman Tuhan hanya sekedar menjalani rutinitas, dengan sekejap Firman yang ditaburkan itu akan hilang. Dari dalam dirinya memang sudah keras untuk tidak mau menerima pertumbuhan Firman Tuhan.

Selama kesiapan kita mendengar Firman Tuhan hanya menerima tetapi tidak mau menyelidiki dan memahami lebih dalam, maka ketika berhadapan dengan realita hidup Firman yang ditaburkan itu pun akan mati. Sebab orang itu mendengar Firman Tuhan hanya siap untuk membuat dia senang dan gembira tanpa mempertanyakan apakah dia sudah menyenangkan Tuhan. Justru sebaliknya, pendengarannya akan Firman Tuhan di pakai untuk menyelidiki kesalahan dan dosa orang lain, sementara dia tidak menyelidiki dirinya. Dalam 2 Korintus 13:5 dikatakan: "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman".

Selama kesiapan kita mendengar Firman Tuhan hanya sampai pada mengetahui, maka Firman yang ditaburkan itu pun akan mati terhimpit. Dia sudah mendengar, menerima dan mengetahui apa yang seharusnya dia perbuat, tetapi dia tidak lekas bertindak karena ternyata dia lebih mengikuti keinginan dagingnya daripada keinginan Tuhan.

Tetapi Firman Tuhan itu akan bertumbuh dan menghasilkan buah adalah yang mendengar dan mengerti. Yang tidak mengerti adalah sikap ketidaksungguhan dan penolakan dari dalam diri, yang walaupun mendengar, mengetahui tetapi tidak membuka diri (Rm. 1:21,28,32) untuk dikuasai oleh Firman Tuhan (bnd. Neh. 8).

Berbahagialah orang yang tidak melihat (secara fisik) namun dapat melihat firman Allah, daripada
orang yang dapat melihat (secara fisik) tetapi tidak dapat melihat firman Allah

Berbahagialah orang yang tidak mendengar (secara fisik) namun dapat mengerti firman Allah, daripada
orang yang dapat mendengar (secara fisik) tetapi tidak dapat mengerti firman Allah

Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sekarang kita tidak perlu lagi mempersoalkan sudah sampai tahap yang mana kita dalam hal mendengar Firman Tuhan, entah itu di pinggir jalan, di bebatuan, semak duri ataupun di tanah yang baik, sebab sekalipun sudah berbuah, tetap harus dipelihara agar buahnya tetap. Sehingga yang penting sekarang adalah maukah hidup saudara dipulihkan Tuhan menjadi tanah yang baik yang siap di tumbuhi oleh Firman Tuhan? Sebab tanah yang baik untuk ditumbuhi benih harus benar-benar dipersiapkan, dibersihkan, dirawat dan dijagai supaya menghasilkan buah. 
Jika saudara mau, Tuhan akan pulihkan hidup saudara sampai menghasilkan buah dan akan terus berbuah sepanjang masa.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Matius 13:1-9 + 18-23; Siap Menerima Pertumbuhan Firman Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Matius 13: 1-9 + 18-23; Mazmur 65: 2-14
Secara umum kita pasti sudah mengetahui bahwa tempat terbaik untuk menanam benih itu adalah di tanah yang baik dan subur bukan di jalan, bebatuan maupun di semak duri. Seperti perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang penabur, bahwa Firman Allah itu diumpamakan seperti benih yang membutuhkan tanah yang baik dalam perkembangannya. Dengan harapan bahwa benih itu nantinya akan bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak.

Hal ini menjadi perenungan bagi kita, ketika Firman Tuhan diberitakan haruslah kita bertanya pada diri, dimana posisi kita dalam mendengar Firman Tuhan? Di pinggir jalan, di bebatuan, di semak duri atau di tanah yang baik? Sebab Firman Tuhan hanya akan tumbuh dan berbuah di tanah yang baik. Seperti halnya tanah yang baik yang sudah siap menerima benih untuk di tanamkan padanya, demikianlah kita dalam mendengar Firman Tuhan bahwa dari dalam diri kita ada kesiapan menerima pertumbuhan Firman Tuhan dan yang akan menghasilkan buah.

Demikianlah Firman Tuhan akan menghasilkan buah yang baik dari orang-orang yang mendengar dan mengerti firman Tuhan. Kita perlu menggarisbawahi kata “mendengar” dan “mengerti”.

Jatuh di pinggir jalan → Mendengar tetapi tidak mengerti
Jatuh di tanah yang berbatu-batu → Mendengar tetapi tidak berakar
Jatuh di tengah semak duri → Mendengar tetapi tidak berbuah
Jatuh di tanah yang baik → Mendengar dan mengerti

Selama kesiapan kita mendengar Firman Tuhan hanya sekedar menjalani rutinitas, dengan sekejap Firman yang ditaburkan itu akan hilang. Dari dalam dirinya memang sudah keras untuk tidak mau menerima pertumbuhan Firman Tuhan.

Selama kesiapan kita mendengar Firman Tuhan hanya menerima tetapi tidak mau menyelidiki dan memahami lebih dalam, maka ketika berhadapan dengan realita hidup Firman yang ditaburkan itu pun akan mati. Sebab orang itu mendengar Firman Tuhan hanya siap untuk membuat dia senang dan gembira tanpa mempertanyakan apakah dia sudah menyenangkan Tuhan. Justru sebaliknya, pendengarannya akan Firman Tuhan di pakai untuk menyelidiki kesalahan dan dosa orang lain, sementara dia tidak menyelidiki dirinya. Dalam 2 Korintus 13:5 dikatakan: "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman".

Selama kesiapan kita mendengar Firman Tuhan hanya sampai pada mengetahui, maka Firman yang ditaburkan itu pun akan mati terhimpit. Dia sudah mendengar, menerima dan mengetahui apa yang seharusnya dia perbuat, tetapi dia tidak lekas bertindak karena ternyata dia lebih mengikuti keinginan dagingnya daripada keinginan Tuhan.

Tetapi Firman Tuhan itu akan bertumbuh dan menghasilkan buah adalah yang mendengar dan mengerti. Yang tidak mengerti adalah sikap ketidaksungguhan dan penolakan dari dalam diri, yang walaupun mendengar, mengetahui tetapi tidak membuka diri (Rm. 1:21,28,32) untuk dikuasai oleh Firman Tuhan (bnd. Neh. 8).

Berbahagialah orang yang tidak melihat (secara fisik) namun dapat melihat firman Allah, daripada
orang yang dapat melihat (secara fisik) tetapi tidak dapat melihat firman Allah

Berbahagialah orang yang tidak mendengar (secara fisik) namun dapat mengerti firman Allah, daripada
orang yang dapat mendengar (secara fisik) tetapi tidak dapat mengerti firman Allah

Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sekarang kita tidak perlu lagi mempersoalkan sudah sampai tahap yang mana kita dalam hal mendengar Firman Tuhan, entah itu di pinggir jalan, di bebatuan, semak duri ataupun di tanah yang baik, sebab sekalipun sudah berbuah, tetap harus dipelihara agar buahnya tetap. Sehingga yang penting sekarang adalah maukah hidup saudara dipulihkan Tuhan menjadi tanah yang baik yang siap di tumbuhi oleh Firman Tuhan? Sebab tanah yang baik untuk ditumbuhi benih harus benar-benar dipersiapkan, dibersihkan, dirawat dan dijagai supaya menghasilkan buah. 
Jika saudara mau, Tuhan akan pulihkan hidup saudara sampai menghasilkan buah dan akan terus berbuah sepanjang masa.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Firman Allah / Khotbah Minggu / Perumpamaan Tuhan Yesus dengan judul Matius 13:1-9 + 18-23; Siap Menerima Pertumbuhan Firman Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/07/matius-13-1-9-18-23-siap-menerima.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Matius 13:1-9 + 18-23; Siap Menerima Pertumbuhan Firman Tuhan "