Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, October 18, 2016

Mazmur 84: 1-7 | Kerinduanku, Ingin selalu ada dalam Bait Allah



Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 84: 1-7
“Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup”
Melalui nas ini kita dapat membayangkan bagaimana penglihatan dan perasaan pemazmur melihat keadaan di bait Allah. Ada banyak burung pipit dan burung layang-layang yang berterbangan bermain dan membuat sarangnya. Kita bisa melihat ini adalah sebagai gambaran kesunyian. Pemazmur bisa mendengar suara-suara burung yang bernyanyi bebas kedengaran di teliga tanpa hambatan dari suara manusia.

Namun, dibalik itu pemazmur disini mengungkapkan sukacitanya yang besar, manakala dari kejauhan dia telah melihat para peziarah dari berbagai daerah mulai berdatangan menuju rumah Tuhan. Tidak lagi hanya suara burung yang kedengaran, tetapi suara umat Tuhan juga akan kedengaran untuk memuji Tuhan dan mempersembahkan korban syukur kepadaNya.

Pemazmur dapat merasakan dan membayangkan bagaimana kerinduan para peziarah yang datang bait Allah. Begitu panjang perjalanan yang harus mereka tempuh dan juga berbagai ancaman bahaya yang ada dalam perjalanan mereka. Namun mereka melalui itu semua hanya untuk berjumpa dengan Tuhan di baitNya yang kudus.

Pemazmur mengungkapkan sukacitanya dan juga kerinduan para peziarah yang berdatangan ke rumah Tuhan. Karena kerinduan itu, walaupun mereka harus melintasi lembah baka (ay.7) tetapi mereka tidak takut dan bersungut-sungut sebab yang ingin mereka tuju itu adalah sumber berkat Tuhan. Walaupun begitu panjang jalan yang mereka tempuh (ay. 8), tetapi mereka tidak menjadi lelah, justru semakin kuat. Sebab hati mereka yang sungguh besar ingin sekali cepat sampai ke bait Allah.

Itulah sebabnya dikatakan dalam ayat 5 “Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu”. Maka dari itu, kita tidak dapat memisahkan kerinduan pada Allah dengan kerinduan untuk datang ke Bait Allah. Maka dari itu, nas ini ingin menggugah sejauh mana kerinduan kita kepada Tuhan dan juga kerinduan kita untuk datang ke Gereja. 

Sebagai tanda bahwa kita dekat dengan Tuhan, maka tentunya kita akan juga selalu rindu untuk datang ke baitNya yang kudus. Sebagaimana yang dikatakan dalam ayat 11 “Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain”. Bahwa tidak ada tempat yang lebih baik dan yang membuat kita bersukacita selain di bait Tuhan.
Sukacita kita untuk datang ke rumah Tuhan, bukanlah karena keindahan dan kemegahan bagunannya, dan bukan juga karena alasan apapun selain karena kerinduan yang begitu dalam ingin selalu dekat dengan Tuhan.

Kemudian hal kedua yang dapat kita lihat dalam nas ini, bahwa kita yang hidup dalam dunia ini juga adalah perjalanan menuju rumah Tuhan yang baka. Dalam perjalanan hidup di dunia ini, ada banyak tantangan hidup, pergumulan dan juga niat jahat iblis yang ingin mencegah kita berjalan dalam kebenaran.

Namun nas ini ingin juga mengatakan pada kita, bahwa orang-orang yang dekat dengan Tuhan dan yang merindukan Tuhan dalam hidupnya: jalan hidupnya akan selalu lurus menuju tujuan imannya; tidak akan lelah justru akan semakin kuat; dan berkat Tuhan akan senantiasa menyelubungi kehidupan orang yang selalu membuat Tuhan dalam hati dan pikirannya. 

Selama kita mencintai Yesus, selama kita merindukan Yesus, kita tidak akan pernah lemah dan lelah. Tetapi justru kita akan semakin bersukacita dan berbahagia menjalani kehidupan ini.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Mazmur 84: 1-7 | Kerinduanku, Ingin selalu ada dalam Bait Allah



Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 84: 1-7
“Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup”
Melalui nas ini kita dapat membayangkan bagaimana penglihatan dan perasaan pemazmur melihat keadaan di bait Allah. Ada banyak burung pipit dan burung layang-layang yang berterbangan bermain dan membuat sarangnya. Kita bisa melihat ini adalah sebagai gambaran kesunyian. Pemazmur bisa mendengar suara-suara burung yang bernyanyi bebas kedengaran di teliga tanpa hambatan dari suara manusia.

Namun, dibalik itu pemazmur disini mengungkapkan sukacitanya yang besar, manakala dari kejauhan dia telah melihat para peziarah dari berbagai daerah mulai berdatangan menuju rumah Tuhan. Tidak lagi hanya suara burung yang kedengaran, tetapi suara umat Tuhan juga akan kedengaran untuk memuji Tuhan dan mempersembahkan korban syukur kepadaNya.

Pemazmur dapat merasakan dan membayangkan bagaimana kerinduan para peziarah yang datang bait Allah. Begitu panjang perjalanan yang harus mereka tempuh dan juga berbagai ancaman bahaya yang ada dalam perjalanan mereka. Namun mereka melalui itu semua hanya untuk berjumpa dengan Tuhan di baitNya yang kudus.

Pemazmur mengungkapkan sukacitanya dan juga kerinduan para peziarah yang berdatangan ke rumah Tuhan. Karena kerinduan itu, walaupun mereka harus melintasi lembah baka (ay.7) tetapi mereka tidak takut dan bersungut-sungut sebab yang ingin mereka tuju itu adalah sumber berkat Tuhan. Walaupun begitu panjang jalan yang mereka tempuh (ay. 8), tetapi mereka tidak menjadi lelah, justru semakin kuat. Sebab hati mereka yang sungguh besar ingin sekali cepat sampai ke bait Allah.

Itulah sebabnya dikatakan dalam ayat 5 “Berbahagialah orang-orang yang diam di rumahMu”. Maka dari itu, kita tidak dapat memisahkan kerinduan pada Allah dengan kerinduan untuk datang ke Bait Allah. Maka dari itu, nas ini ingin menggugah sejauh mana kerinduan kita kepada Tuhan dan juga kerinduan kita untuk datang ke Gereja. 

Sebagai tanda bahwa kita dekat dengan Tuhan, maka tentunya kita akan juga selalu rindu untuk datang ke baitNya yang kudus. Sebagaimana yang dikatakan dalam ayat 11 “Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain”. Bahwa tidak ada tempat yang lebih baik dan yang membuat kita bersukacita selain di bait Tuhan.
Sukacita kita untuk datang ke rumah Tuhan, bukanlah karena keindahan dan kemegahan bagunannya, dan bukan juga karena alasan apapun selain karena kerinduan yang begitu dalam ingin selalu dekat dengan Tuhan.

Kemudian hal kedua yang dapat kita lihat dalam nas ini, bahwa kita yang hidup dalam dunia ini juga adalah perjalanan menuju rumah Tuhan yang baka. Dalam perjalanan hidup di dunia ini, ada banyak tantangan hidup, pergumulan dan juga niat jahat iblis yang ingin mencegah kita berjalan dalam kebenaran.

Namun nas ini ingin juga mengatakan pada kita, bahwa orang-orang yang dekat dengan Tuhan dan yang merindukan Tuhan dalam hidupnya: jalan hidupnya akan selalu lurus menuju tujuan imannya; tidak akan lelah justru akan semakin kuat; dan berkat Tuhan akan senantiasa menyelubungi kehidupan orang yang selalu membuat Tuhan dalam hati dan pikirannya. 

Selama kita mencintai Yesus, selama kita merindukan Yesus, kita tidak akan pernah lemah dan lelah. Tetapi justru kita akan semakin bersukacita dan berbahagia menjalani kehidupan ini.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Mengikut Yesus / Pergumulan Hidup / Persekutuan dengan judul Mazmur 84: 1-7 | Kerinduanku, Ingin selalu ada dalam Bait Allah . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/10/mazmur-84-1-7-kerinduanku-ingin-selalu.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Mazmur 84: 1-7 | Kerinduanku, Ingin selalu ada dalam Bait Allah "