Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, October 13, 2016

Kejadian 32: 22-31 | Tuhan memenangkan kita dengan Kasih KaruniaNya



Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 32: 22-31
“Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang”
Latarbelang kehidupan Yakub mungkin sangat segar tetap diingatan kita. Bagaimana Yakub mengambil hak kesulungan Esau hanya karena Esau menginginkan kacang merah buatan Yakub. Kemudian Yakub mendapatkan berkat ayahnya Ishak sebagai anak sulung yang seharusnya di terima oleh Esau. Maka dari itu, Yakub akhirnya lari ke padang Aram, karena Esau pun menaruh dendam atas Yakub.

Sekarang, setelah Yakub menjadi orang yang kaya, dia ingin pulang ke Kanaan. Tetapi hatinya masih diselimuti rasa takut jika dia bertemu dengan Esau.
Namun ketika Yakub sedang berpikir-pikir tentang bagaimana nantinya sikap Esau terhadapnya, tiba-tiba Yakub berjumpa dengan seorang dan bergulat dengan dia hingga fajar menyingsing (ay. 24). Namun, akhirnya Yakub semakin menyadari bahwa seorang yang bergulat dengannya bukanlah orang biasa dan memiliki kuasa ilahi. 

Maka dari hatinya bangkitlah niat untuk memiliki kuasa ilahi seperti yang dimiliki seorang yang menjadi lawannya itu. Hal ini sangat jelas terlihat dari ucapannya “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (ay.26). Dari sini kita dapat melihat bagaimana Yakub begitu rakusnya ingin memiliki kekuatan dan berkat sebagaimana yang dimiliki oleh lawannya itu.

Lawannya tadi tidak meninggalkannya, juga tidak memberikan permintaan Yakub. Dikatakan di ayat 27 bahwa Yakub haruslah terlebih dahulu memberitahukan namanya. Pada masa itu, “Nama” bukanlah hanya sekedar kata. Namun, sebuah nama sangat erat hubungannya dengan pribadi yang memiliki nama tersebut. Sebuah nama akan memperlihatkan jati diri seseorang, maka jika seseorang menyebutkan namanya, berarti dia sedang menyatakan tentang dirinya.

Pemaknaan suatu nama dapat kita lihat contohnya pada orang Batak. Dahulu bagi orang Batak, nama bagi seseorang adalah sangat sacral, sebab sebuah nama memiliki hubungan dengan jiwa yang memiliki nama tersebut. Maka orang Batak akan sangat sungkan menyebutkan nama orang lain (Itulah sebabnya banyak nama orang batak yang menggunakan singkatan yang dilanjutkan dengan marga, Contohnya: P. Lubis, dsb..)    
Tetapi Yakub harus menyebutkan namanya kepada lawannya tadi, supaya nyata kelihatan sikap dan perilaku dari Yakub (Yakub = Penyerobot). Maka dengan menyebutkan namanya, dia telah menyebutkan dan mengakui dosanya yang dahulu. Dapatlah dikatakan bahwa permintaan penyebutan nama itu adalah bentuk pengakuan dosa.

Setelah Yakub menyatakan kenyataan tentang dirinya melalui namanya tadi, maka Tuhan menyatakan kuasa dan kasihNya dengan memberikan nama yang baru, nama yang atas kehendak oleh Tuhan yaitu Israel yang artinya “Sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang”.

Mungkin akan muncul pertanyaan “kemenangan seperti apa yang didapatkan oleh Yakub?” “Apakah memang benar Yakub menang?”. Namun sebenarnya lawannya tadi tidaklah kalah, sebab sendi pangkal paha Yakub terpelecok. Itu adalah tanda bahwa Yakub tidak dapat mengalahkan lawannya tadi, bahkan kita dapat melihat bagaimana lawannya tadi menolak permintaan Yakub baik itu ketika meminta berkat ataupun memberitahukan nama lawannya itu.

Jika demikian, dimanakah “kemenangan” Yakub melalui nama baru yang dia dapatkan itu? Disini kita dapat mengingat perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang yang datang kepada sahabatnya ditengah malam untuk meminjamkan 3 buah roti. Dalam perumpamaan itu Tuhan Yesus mengatakan “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya” (Lukas 11: 5-8). Dari perumpamaan itu bisa dikatakan yang meminta itu memperoleh kemenangan tetapi karena belas kasihan dari sahabatnya. Hanya karena belas kasihanlah orang yang meminta tadi memperoleh kemenangan.

Seperti itu jugalah kemenangan yang didapatkan oleh Yakub. Keteguhan dan kegigihannya untuk meminta. Walaupun pangkal pahanya telah terpelecok dan juga harus menyebutkan namanya, Yakub tetap berkeras untuk tidak melepaskan “lawannya” tadi untuk meneruskan pergulatan itu hanya untuk mendapatkan berkat.

Maka Tuhan mendengarkan permintaan Yakub karena kegigihannya dan mendapatkan nama yang baru. Artinya, Yakub telah mendapatkan kasih karunia Tuhan, itulah yang menjadi kemenangannya. 

Setelah Yakub mengenal dan mengerti tentang kuasa daripada lawannya itu, muncullah dalam hatinya untuk mengenal nama lawannya itu. Jika kita mengingat kembali bagaimana pentingnya sebuah nama, tidak sulit bagi kita untuk menebak apa maksud hati Yakub. Dengan mengetahui nama lawannya tadi maka dia juga akan mendapatkan kuasa apa yang dimiliki lawannya tadi. Pengenalannya akan Tuhan tidak lagi atas dasar kebenaran dan permintaan dengan kerendahan hati, justru sebaliknya  akan muncul nafsu yang hendak mendapatkan kuasa Tuhan. 

Di dalam kekristenan hal seperti ini bisa muncul. Kepada kita telah dinyatakan tentang nama Tuhan melalui FirmanNya. Bahkan melalui doa sekalipun kita dapat berjumpa dengan Tuhan. Namun sering kita menyalahgunakan pengenalan kita akan Tuhan, yang seharusnya pengenalan itu adalah untuk memuji dan memuliakan Tuhan justru kita buat nama Tuhan menjadi seperti “Mantra” yang berdaya guna yang hanya untuk meminta berkat Tuhan.
Tetapi Tuhan tidak membiarkan NamaNya diperalat oleh manusia. Tuhan tidak dapat dipaksa oleh manusia. Tuhan memiliki kedaulatan dalam menyatakan kuasaNya, apa yang terbaik bagi manusia ada dalam pertimbanganNya. Itulah sebabnya nama orang yang bergulat dengannya itu tidak diberitahukan dan ia harus merendahkan dirinya untuk menghentikan permintaannya itu.

Apa yang diperbuat kepada Yakub ini memperlihatkan pada kita, bahwa Tuhan memiliki kehendak bebas, bahwa manusia tidak bisa mengatur Tuhan. Hanya satu yang bisa mengikatNya yaitu kasih karuniaNya. Kita tdak akan mendapatkan berkat Tuhan jika bukan dari kuasaNya. Kita tidak akan bisa mendapatkan kemenangan di dalam roh, jika kita tidak terlebih dahulu dikalahkan oleh kasihNya.

Setelah berita ini, kita dapat melihat bagaimana Yakub dengan hidup yang baru dapat berjumpa dengan Esau dan mereka berdamai. Ini adalah kabar baik untuk mengangkat kita mengalahkan manusia lama setelah kita dimenangkan oleh kasih karunia Tuhan.

Sumber: Khotbah Rev. A. Tang yang diterjemahkan dari Bahasa Batak.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Kejadian 32: 22-31 | Tuhan memenangkan kita dengan Kasih KaruniaNya



Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 32: 22-31
“Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang”
Latarbelang kehidupan Yakub mungkin sangat segar tetap diingatan kita. Bagaimana Yakub mengambil hak kesulungan Esau hanya karena Esau menginginkan kacang merah buatan Yakub. Kemudian Yakub mendapatkan berkat ayahnya Ishak sebagai anak sulung yang seharusnya di terima oleh Esau. Maka dari itu, Yakub akhirnya lari ke padang Aram, karena Esau pun menaruh dendam atas Yakub.

Sekarang, setelah Yakub menjadi orang yang kaya, dia ingin pulang ke Kanaan. Tetapi hatinya masih diselimuti rasa takut jika dia bertemu dengan Esau.
Namun ketika Yakub sedang berpikir-pikir tentang bagaimana nantinya sikap Esau terhadapnya, tiba-tiba Yakub berjumpa dengan seorang dan bergulat dengan dia hingga fajar menyingsing (ay. 24). Namun, akhirnya Yakub semakin menyadari bahwa seorang yang bergulat dengannya bukanlah orang biasa dan memiliki kuasa ilahi. 

Maka dari hatinya bangkitlah niat untuk memiliki kuasa ilahi seperti yang dimiliki seorang yang menjadi lawannya itu. Hal ini sangat jelas terlihat dari ucapannya “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (ay.26). Dari sini kita dapat melihat bagaimana Yakub begitu rakusnya ingin memiliki kekuatan dan berkat sebagaimana yang dimiliki oleh lawannya itu.

Lawannya tadi tidak meninggalkannya, juga tidak memberikan permintaan Yakub. Dikatakan di ayat 27 bahwa Yakub haruslah terlebih dahulu memberitahukan namanya. Pada masa itu, “Nama” bukanlah hanya sekedar kata. Namun, sebuah nama sangat erat hubungannya dengan pribadi yang memiliki nama tersebut. Sebuah nama akan memperlihatkan jati diri seseorang, maka jika seseorang menyebutkan namanya, berarti dia sedang menyatakan tentang dirinya.

Pemaknaan suatu nama dapat kita lihat contohnya pada orang Batak. Dahulu bagi orang Batak, nama bagi seseorang adalah sangat sacral, sebab sebuah nama memiliki hubungan dengan jiwa yang memiliki nama tersebut. Maka orang Batak akan sangat sungkan menyebutkan nama orang lain (Itulah sebabnya banyak nama orang batak yang menggunakan singkatan yang dilanjutkan dengan marga, Contohnya: P. Lubis, dsb..)    
Tetapi Yakub harus menyebutkan namanya kepada lawannya tadi, supaya nyata kelihatan sikap dan perilaku dari Yakub (Yakub = Penyerobot). Maka dengan menyebutkan namanya, dia telah menyebutkan dan mengakui dosanya yang dahulu. Dapatlah dikatakan bahwa permintaan penyebutan nama itu adalah bentuk pengakuan dosa.

Setelah Yakub menyatakan kenyataan tentang dirinya melalui namanya tadi, maka Tuhan menyatakan kuasa dan kasihNya dengan memberikan nama yang baru, nama yang atas kehendak oleh Tuhan yaitu Israel yang artinya “Sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang”.

Mungkin akan muncul pertanyaan “kemenangan seperti apa yang didapatkan oleh Yakub?” “Apakah memang benar Yakub menang?”. Namun sebenarnya lawannya tadi tidaklah kalah, sebab sendi pangkal paha Yakub terpelecok. Itu adalah tanda bahwa Yakub tidak dapat mengalahkan lawannya tadi, bahkan kita dapat melihat bagaimana lawannya tadi menolak permintaan Yakub baik itu ketika meminta berkat ataupun memberitahukan nama lawannya itu.

Jika demikian, dimanakah “kemenangan” Yakub melalui nama baru yang dia dapatkan itu? Disini kita dapat mengingat perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang yang datang kepada sahabatnya ditengah malam untuk meminjamkan 3 buah roti. Dalam perumpamaan itu Tuhan Yesus mengatakan “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya” (Lukas 11: 5-8). Dari perumpamaan itu bisa dikatakan yang meminta itu memperoleh kemenangan tetapi karena belas kasihan dari sahabatnya. Hanya karena belas kasihanlah orang yang meminta tadi memperoleh kemenangan.

Seperti itu jugalah kemenangan yang didapatkan oleh Yakub. Keteguhan dan kegigihannya untuk meminta. Walaupun pangkal pahanya telah terpelecok dan juga harus menyebutkan namanya, Yakub tetap berkeras untuk tidak melepaskan “lawannya” tadi untuk meneruskan pergulatan itu hanya untuk mendapatkan berkat.

Maka Tuhan mendengarkan permintaan Yakub karena kegigihannya dan mendapatkan nama yang baru. Artinya, Yakub telah mendapatkan kasih karunia Tuhan, itulah yang menjadi kemenangannya. 

Setelah Yakub mengenal dan mengerti tentang kuasa daripada lawannya itu, muncullah dalam hatinya untuk mengenal nama lawannya itu. Jika kita mengingat kembali bagaimana pentingnya sebuah nama, tidak sulit bagi kita untuk menebak apa maksud hati Yakub. Dengan mengetahui nama lawannya tadi maka dia juga akan mendapatkan kuasa apa yang dimiliki lawannya tadi. Pengenalannya akan Tuhan tidak lagi atas dasar kebenaran dan permintaan dengan kerendahan hati, justru sebaliknya  akan muncul nafsu yang hendak mendapatkan kuasa Tuhan. 

Di dalam kekristenan hal seperti ini bisa muncul. Kepada kita telah dinyatakan tentang nama Tuhan melalui FirmanNya. Bahkan melalui doa sekalipun kita dapat berjumpa dengan Tuhan. Namun sering kita menyalahgunakan pengenalan kita akan Tuhan, yang seharusnya pengenalan itu adalah untuk memuji dan memuliakan Tuhan justru kita buat nama Tuhan menjadi seperti “Mantra” yang berdaya guna yang hanya untuk meminta berkat Tuhan.
Tetapi Tuhan tidak membiarkan NamaNya diperalat oleh manusia. Tuhan tidak dapat dipaksa oleh manusia. Tuhan memiliki kedaulatan dalam menyatakan kuasaNya, apa yang terbaik bagi manusia ada dalam pertimbanganNya. Itulah sebabnya nama orang yang bergulat dengannya itu tidak diberitahukan dan ia harus merendahkan dirinya untuk menghentikan permintaannya itu.

Apa yang diperbuat kepada Yakub ini memperlihatkan pada kita, bahwa Tuhan memiliki kehendak bebas, bahwa manusia tidak bisa mengatur Tuhan. Hanya satu yang bisa mengikatNya yaitu kasih karuniaNya. Kita tdak akan mendapatkan berkat Tuhan jika bukan dari kuasaNya. Kita tidak akan bisa mendapatkan kemenangan di dalam roh, jika kita tidak terlebih dahulu dikalahkan oleh kasihNya.

Setelah berita ini, kita dapat melihat bagaimana Yakub dengan hidup yang baru dapat berjumpa dengan Esau dan mereka berdamai. Ini adalah kabar baik untuk mengangkat kita mengalahkan manusia lama setelah kita dimenangkan oleh kasih karunia Tuhan.

Sumber: Khotbah Rev. A. Tang yang diterjemahkan dari Bahasa Batak.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Keselamatan / Khotbah Minggu dengan judul Kejadian 32: 22-31 | Tuhan memenangkan kita dengan Kasih KaruniaNya . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/10/kejadian-32-22-31-tuhan-memenangkan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Kejadian 32: 22-31 | Tuhan memenangkan kita dengan Kasih KaruniaNya "