Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, November 18, 2015

Lukas 12: 35-43 | Berbahagialah hamba yang selalu setia dan berjaga



Bacaan Firman Tuhan: Lukas 12: 35-43

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” – Lukas 12: 43

Dalam nas ini Tuhan Yesus menggambarkan “hubungan” antara Tuan dan hamba yang memiliki status antara yang dinanti dan yang menanti. Tuhan Yesus menekankan bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang hamba dalam menanti Tuannya datang dari negeri yang jauh. Hamba tersebut harus berjaga-jaga (gregorountas) yakni berwaspada, bangun tidak mengantuk.

Thursday, November 12, 2015

Daniel 12: 1-13 | Bagaimana akhir kehidupan kita?



Bacaan Firman Tuhan: Daniel 12: 1-13
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. – Daniel 12: 10
Munculnya berbagai Film yang mengangkat kisah akhir kehancuran bumi mengindkasikan bahwa manusia hingga saat ini tidak habis-habisnya mempertanyakan kapan akhir zaman itu tiba. Banyak penelitian dengan ilmu pengetahuan mencoba memprediksi akhir zaman yang dihubungkan dengan pemanasan global, tetapi ada juga yang sudah pernah mencoba memprediksi kedatangan akhir zaman dengan dalih menerima pewahyuan dari Tahun, sebagaiamana yang disampaikan oleh Firman Tuhan dalam ayat 4 “banyak orang akan menyelidikinya”.

Tuesday, November 10, 2015

Markus 13: 1-8 | Segalanya akan berakhir



Bacaan Firman Tuhan: Markus 13: 1-8

"Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan." – Markus 13: 2

Banyak kota-kota besar di berbagai Negara saat ini yang memperlihatkan identitas kemajuan kemodernan dengan gedung-gedung yang tinggi, bahkan gedung-gedung percakar langit, berlomba untuk memiliki gedung tertinggi di dunia. Bahkan keindahan gedung-gedung yang tinggi itu telah menjadi penarik wisatawan untuk berkunjung menikmati keindahannya.

Thursday, November 5, 2015

Tuhan tidak mendatangkan pencobaan tetapi kebaikan



Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 1: 12-18

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" – Yakobus 1:13

Selama kita hidup di dunia ini, semua hal bisa terjadi. Terkadang kita dapat merasakan sukacita namun di lain sisi kita bisa merasakan dukacita. Terkadang kita akan merasakan bahagia mendapatkan bonus, hadiah, bisnis lancar, jatuh cinta dan sebagainya. Terkadang kita juga bisa jatuh dalam kesedihan, sakit, kecelakaan, sakit hati dan lain sebagainya.

Semua yang terjadi dan apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini dapat semakin memperteguh iman kepada Tuhan, namun sebaliknya dapat membuat kita jatuh dalam dosa. Maka apapun yang terjadi dalam hidup adalah ujian hendak kemana kita mengarahkan kehidupan kita ini. Dalam surat Yakobus ini dikatakan “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan”. 

Ketika bersukacita maka kita tidak lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan, ketika menghadapi dukacita kita tidak lupa kepada Tuhan meminta pertolongan dan kekuatan menghadapinya. Maka nas ini ingin sangat tegas menonjolkan bahwa Tuhan tidak pernah mendatangkan pencobaan (ay. 13), tetapi sebaliknya setiap pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna berasal dari Tuhan (ay. 17).

Sebab Tuhan tidak mungkin membawa kita kepada hal yang buruk yang akan mencelakakan umatNya dan Tuhan juga tidak akan mungkin mengarahkan orang yang percaya kepadaNya kepada dosa. Sebab Ia sendiri telah memberikan hidupNya menderita tersalib supaya kita selamat dan bersih dari dosa. 

Tetapi itulah realitas kehidupan yang telah jatuh ke dalam dosa, bahwa kita harus siap dan kuat menghadapi segala pencobaan yang terjadi dalam hidup ini. Tidak hanya dukacita yang dapat membawa kita dalam pencobaan tetapi juga dalam suasana sukacita pun kita akan menghadapi ujian.

Sebab itu baiklah kita berhenti mengatakan Tuhan sedang memberikan atau mendatangkan pencobaan kepada kita, tetapi tetaplah berdoa memohon kekuatan dari Tuhan supaya kita tetap kuat dan memenangkan hari-hari kehidupan yang kita jalani dalam dunia yang penuh dengan godaan iblis. Yang Tuhan rancangkan hanyalah kebaikan dan kehidupan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.    

Tuesday, November 3, 2015

1 Raja-raja 17: 8-16 | Penyertaan Tuhan tetap bagi orang beriman



Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 17: 8-16

“Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi” – 1 Raja-raja 17:14

Pada masa raja Ahab, Tuhan menyatakan firmanNya melalui Elia “Sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau Kukatakan” (17:1). Dan hal ini terjadi lebih dari tiga tahun. Terjadilah kekeringan sebab Tuhan telah berfirman untuk tidak mendatangkan embun dan hujan. Krisis pangan pun terjadi, bahkan janda yang di Sarfat itu mengatakan “tidak ada roti sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli….aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati”.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Lukas 12: 35-43 | Berbahagialah hamba yang selalu setia dan berjaga



Bacaan Firman Tuhan: Lukas 12: 35-43

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” – Lukas 12: 43

Dalam nas ini Tuhan Yesus menggambarkan “hubungan” antara Tuan dan hamba yang memiliki status antara yang dinanti dan yang menanti. Tuhan Yesus menekankan bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang hamba dalam menanti Tuannya datang dari negeri yang jauh. Hamba tersebut harus berjaga-jaga (gregorountas) yakni berwaspada, bangun tidak mengantuk.

Daniel 12: 1-13 | Bagaimana akhir kehidupan kita?



Bacaan Firman Tuhan: Daniel 12: 1-13
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. – Daniel 12: 10
Munculnya berbagai Film yang mengangkat kisah akhir kehancuran bumi mengindkasikan bahwa manusia hingga saat ini tidak habis-habisnya mempertanyakan kapan akhir zaman itu tiba. Banyak penelitian dengan ilmu pengetahuan mencoba memprediksi akhir zaman yang dihubungkan dengan pemanasan global, tetapi ada juga yang sudah pernah mencoba memprediksi kedatangan akhir zaman dengan dalih menerima pewahyuan dari Tahun, sebagaiamana yang disampaikan oleh Firman Tuhan dalam ayat 4 “banyak orang akan menyelidikinya”.

Markus 13: 1-8 | Segalanya akan berakhir



Bacaan Firman Tuhan: Markus 13: 1-8

"Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan." – Markus 13: 2

Banyak kota-kota besar di berbagai Negara saat ini yang memperlihatkan identitas kemajuan kemodernan dengan gedung-gedung yang tinggi, bahkan gedung-gedung percakar langit, berlomba untuk memiliki gedung tertinggi di dunia. Bahkan keindahan gedung-gedung yang tinggi itu telah menjadi penarik wisatawan untuk berkunjung menikmati keindahannya.
Tuhan tidak mendatangkan pencobaan tetapi kebaikan

Tuhan tidak mendatangkan pencobaan tetapi kebaikan



Bacaan Firman Tuhan: Yakobus 1: 12-18

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" – Yakobus 1:13

Selama kita hidup di dunia ini, semua hal bisa terjadi. Terkadang kita dapat merasakan sukacita namun di lain sisi kita bisa merasakan dukacita. Terkadang kita akan merasakan bahagia mendapatkan bonus, hadiah, bisnis lancar, jatuh cinta dan sebagainya. Terkadang kita juga bisa jatuh dalam kesedihan, sakit, kecelakaan, sakit hati dan lain sebagainya.

Semua yang terjadi dan apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini dapat semakin memperteguh iman kepada Tuhan, namun sebaliknya dapat membuat kita jatuh dalam dosa. Maka apapun yang terjadi dalam hidup adalah ujian hendak kemana kita mengarahkan kehidupan kita ini. Dalam surat Yakobus ini dikatakan “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan”. 

Ketika bersukacita maka kita tidak lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan, ketika menghadapi dukacita kita tidak lupa kepada Tuhan meminta pertolongan dan kekuatan menghadapinya. Maka nas ini ingin sangat tegas menonjolkan bahwa Tuhan tidak pernah mendatangkan pencobaan (ay. 13), tetapi sebaliknya setiap pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna berasal dari Tuhan (ay. 17).

Sebab Tuhan tidak mungkin membawa kita kepada hal yang buruk yang akan mencelakakan umatNya dan Tuhan juga tidak akan mungkin mengarahkan orang yang percaya kepadaNya kepada dosa. Sebab Ia sendiri telah memberikan hidupNya menderita tersalib supaya kita selamat dan bersih dari dosa. 

Tetapi itulah realitas kehidupan yang telah jatuh ke dalam dosa, bahwa kita harus siap dan kuat menghadapi segala pencobaan yang terjadi dalam hidup ini. Tidak hanya dukacita yang dapat membawa kita dalam pencobaan tetapi juga dalam suasana sukacita pun kita akan menghadapi ujian.

Sebab itu baiklah kita berhenti mengatakan Tuhan sedang memberikan atau mendatangkan pencobaan kepada kita, tetapi tetaplah berdoa memohon kekuatan dari Tuhan supaya kita tetap kuat dan memenangkan hari-hari kehidupan yang kita jalani dalam dunia yang penuh dengan godaan iblis. Yang Tuhan rancangkan hanyalah kebaikan dan kehidupan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.    

1 Raja-raja 17: 8-16 | Penyertaan Tuhan tetap bagi orang beriman



Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 17: 8-16

“Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi” – 1 Raja-raja 17:14

Pada masa raja Ahab, Tuhan menyatakan firmanNya melalui Elia “Sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau Kukatakan” (17:1). Dan hal ini terjadi lebih dari tiga tahun. Terjadilah kekeringan sebab Tuhan telah berfirman untuk tidak mendatangkan embun dan hujan. Krisis pangan pun terjadi, bahkan janda yang di Sarfat itu mengatakan “tidak ada roti sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli….aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati”.