Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, November 3, 2015

1 Raja-raja 17: 8-16 | Penyertaan Tuhan tetap bagi orang beriman



Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 17: 8-16

“Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi” – 1 Raja-raja 17:14

Pada masa raja Ahab, Tuhan menyatakan firmanNya melalui Elia “Sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau Kukatakan” (17:1). Dan hal ini terjadi lebih dari tiga tahun. Terjadilah kekeringan sebab Tuhan telah berfirman untuk tidak mendatangkan embun dan hujan. Krisis pangan pun terjadi, bahkan janda yang di Sarfat itu mengatakan “tidak ada roti sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli….aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati”.

Muncul pertanyaan, mengapa Tuhan begitu teganya? Namun Tuhan melakukannya bukan tanpa alasan. Jelas Tuhan ingin memperlihatkan dan menunjukkan diriNya kepada umat Israel. Bahwa mereka telah menempuh jalan hidup yang salah yang membawa hidup mereka dalam penderitaan. Sebab umat Israel telah meninggalkan Tuhan untuk menyembah dewa baal atau dewa kesuburan. Beberapa hal yang boleh kita pelajari dari nas ini:

Kehidupan ini ada dibawah kendali Tuhan
Segala sesuatu boleh dilakukan oleh Tuhan, sebab segala sesuatu yang ada berasal dari Dia. Bisa saja Tuhan menghentikan bencana, tetapi juga Tuhan mengijinkan bencana itu terjadi, namun yang harus kita pahami, bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan yang buruk atas kehidupan manusia.
Bisa saja muncul dalam hati manusia, dimanakah Tuhan dalam bencana yang terjadi dalam hidup manusia. Dimanakah Tuhan ketika terjadi kemarau panjang, banjir bandang, gempa bumi, gunung berapi meletus, angin puting beliung dan lain sebagainya.

Bencana-bencana yang terjadi dalam kehidupan ini yang pertama harus kita ketahui, bahwa ada bencana yang terjadi karena ulah atau kejahatan manusia itu sendiri, tetapi bisa juga bencana itu terjadi secara alami. 

Kita mungkin akan bertanya mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi? Namun yang harus kita ingat bahwa Tuhan tidak pernah merancang yang buruk, mendatangkan kesusahan ataupun penderitaan atas hidup manusia. Tetapi Tuhan bisa saja memakai bencana yang ada itu untuk kebaikan manusia. Dalam Roma 8: 28 dikatakan “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”.

Kalaupun Tuhan menghentikan datangnya embun dan hujan, bukan maksud Tuhan mendatangkan bencana ataupun kesusahan dalam hidup umat Israel, tetapi itu dilakukanNya untuk kebaikan hidup umatNya, supaya umatNya mengenal dan sadar siapa itu Tuhan yang telah menjadikan mereka menjadi suatu bangsa.

Tuhan memenuhi kebutuhan umat yang percaya
Dengan jelas dapat kita lihat dalam nas ini bagaimana Tuhan mencukupkan kebutuhan hidup Elia dan janda di Sarfat itu. Namun nas ini ingin memperlihatkan pada kita bahwa manusia itu memiliki keterbatasan hidup. Manusia dalam hidupnya tidak cukup hanya berusaha, bekerja dan berfikir. Tetapi diatas semua usaha yang dilakukan manusia dalam hidupnya ada Tuhan yang menciptakan kehidupan itu sendiri. Elia pada masa itu yang harus tergantung pada Tuhan melalui sungai Kerit, burung gagak dan juga janda di Sarfat, begitu pula janda di Sarfat beserta anaknya yang tergantung sepenuhnya dengan mujizat dari Tuhan.

Maka kita diarahkan supaya setiap usaha, pekerjaan dan semua yang kita rancangkan atas kehidupan ini kita serahkan kepada Tuhan untuk disempurnakan olehNya. Supaya jangan rancangan kita yang jadi atas hidup kita, tetapi biarlah kehendak dan rancangan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.

Percaya sepenuhnya kepada Tuhan
Dalam nas ini dikatakan “Janganlah takut”. Tetapi baiklah kita mempercayakan hidup kepada firman Tuhan, jangan melihat kekurangan dan kelemahan kita. Maka yang utama bagaimana kita mau untuk membuka hati dan pikiran kita pempercayai sepenuhnya kekuatan dan kuasa Tuhan. Jika kita percaya Tuhan dapat memberikan kelepasan, maka Tuhan akan melepaska kita. Sebagaimana Tuhan Yesus mengatakan “Imanmu menyelamatkan engkau”.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

1 Raja-raja 17: 8-16 | Penyertaan Tuhan tetap bagi orang beriman



Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 17: 8-16

“Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi” – 1 Raja-raja 17:14

Pada masa raja Ahab, Tuhan menyatakan firmanNya melalui Elia “Sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau Kukatakan” (17:1). Dan hal ini terjadi lebih dari tiga tahun. Terjadilah kekeringan sebab Tuhan telah berfirman untuk tidak mendatangkan embun dan hujan. Krisis pangan pun terjadi, bahkan janda yang di Sarfat itu mengatakan “tidak ada roti sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli….aku pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati”.

Muncul pertanyaan, mengapa Tuhan begitu teganya? Namun Tuhan melakukannya bukan tanpa alasan. Jelas Tuhan ingin memperlihatkan dan menunjukkan diriNya kepada umat Israel. Bahwa mereka telah menempuh jalan hidup yang salah yang membawa hidup mereka dalam penderitaan. Sebab umat Israel telah meninggalkan Tuhan untuk menyembah dewa baal atau dewa kesuburan. Beberapa hal yang boleh kita pelajari dari nas ini:

Kehidupan ini ada dibawah kendali Tuhan
Segala sesuatu boleh dilakukan oleh Tuhan, sebab segala sesuatu yang ada berasal dari Dia. Bisa saja Tuhan menghentikan bencana, tetapi juga Tuhan mengijinkan bencana itu terjadi, namun yang harus kita pahami, bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan yang buruk atas kehidupan manusia.
Bisa saja muncul dalam hati manusia, dimanakah Tuhan dalam bencana yang terjadi dalam hidup manusia. Dimanakah Tuhan ketika terjadi kemarau panjang, banjir bandang, gempa bumi, gunung berapi meletus, angin puting beliung dan lain sebagainya.

Bencana-bencana yang terjadi dalam kehidupan ini yang pertama harus kita ketahui, bahwa ada bencana yang terjadi karena ulah atau kejahatan manusia itu sendiri, tetapi bisa juga bencana itu terjadi secara alami. 

Kita mungkin akan bertanya mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi? Namun yang harus kita ingat bahwa Tuhan tidak pernah merancang yang buruk, mendatangkan kesusahan ataupun penderitaan atas hidup manusia. Tetapi Tuhan bisa saja memakai bencana yang ada itu untuk kebaikan manusia. Dalam Roma 8: 28 dikatakan “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”.

Kalaupun Tuhan menghentikan datangnya embun dan hujan, bukan maksud Tuhan mendatangkan bencana ataupun kesusahan dalam hidup umat Israel, tetapi itu dilakukanNya untuk kebaikan hidup umatNya, supaya umatNya mengenal dan sadar siapa itu Tuhan yang telah menjadikan mereka menjadi suatu bangsa.

Tuhan memenuhi kebutuhan umat yang percaya
Dengan jelas dapat kita lihat dalam nas ini bagaimana Tuhan mencukupkan kebutuhan hidup Elia dan janda di Sarfat itu. Namun nas ini ingin memperlihatkan pada kita bahwa manusia itu memiliki keterbatasan hidup. Manusia dalam hidupnya tidak cukup hanya berusaha, bekerja dan berfikir. Tetapi diatas semua usaha yang dilakukan manusia dalam hidupnya ada Tuhan yang menciptakan kehidupan itu sendiri. Elia pada masa itu yang harus tergantung pada Tuhan melalui sungai Kerit, burung gagak dan juga janda di Sarfat, begitu pula janda di Sarfat beserta anaknya yang tergantung sepenuhnya dengan mujizat dari Tuhan.

Maka kita diarahkan supaya setiap usaha, pekerjaan dan semua yang kita rancangkan atas kehidupan ini kita serahkan kepada Tuhan untuk disempurnakan olehNya. Supaya jangan rancangan kita yang jadi atas hidup kita, tetapi biarlah kehendak dan rancangan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.

Percaya sepenuhnya kepada Tuhan
Dalam nas ini dikatakan “Janganlah takut”. Tetapi baiklah kita mempercayakan hidup kepada firman Tuhan, jangan melihat kekurangan dan kelemahan kita. Maka yang utama bagaimana kita mau untuk membuka hati dan pikiran kita pempercayai sepenuhnya kekuatan dan kuasa Tuhan. Jika kita percaya Tuhan dapat memberikan kelepasan, maka Tuhan akan melepaska kita. Sebagaimana Tuhan Yesus mengatakan “Imanmu menyelamatkan engkau”.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Firman Allah / Keselamatan / Muzijat Tuhan / Pergumulan Hidup dengan judul 1 Raja-raja 17: 8-16 | Penyertaan Tuhan tetap bagi orang beriman . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2015/11/1-raja-raja-17-8-16-penyertaan-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " 1 Raja-raja 17: 8-16 | Penyertaan Tuhan tetap bagi orang beriman "