Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, October 26, 2016

Yesaya 1: 10-18 | Tuhan ingin berperkara



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 1: 10- 18
Bacaan Pendukung: Lukas 19: 1-10

Marilah, baiklah kita berperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Tuhan angkat bicara “Marilah, baiklah kita berperkara!”. “oops..! apa yang sedang terjadi?” Bahkan mereka sudah disamakan dengan manusia Sodon dan Gumora. Sepertinya Tuhan sedang marah besar. Tentu ada penyebabnya.

Selidik punya selidik, ternyata ada yang salah tentang perilaku mereka di bait Allah dengan kenyataan kehidupan mereka. Begitu tingginya kesenjangan antara praktek ibadah dengan kenyataan hidup yang mereka jalankan. Sungguh tidak ‘nyambung “jauh panggang dari api”, terjadi kesenjangan “bagai bumi dan langit”.

Perlakuan mereka datang ke bait Allah layaknya seperti membayar premi asuransi dengan perlindungan total. Selama bait Allah ada diantara kita, selama persembahan yang terbaik diberikan dan menjalankan ritual keagamaan, maka semuanya akan baik-baik saja kita akan mendapatkan keselamatan. Demikianlah anggapan mereka tentang Tuhan.

Ternyata, mereka datang ke bait Allah hanya bermodalkan “kebiasaan”, hanya sekedar memperpanjang masa asuransi. Padahal sesungguhnya yang terjadi adalah mereka datang dan pergi ke bait Allah tanpa membawa apa-apa dan tidak pergi dari bait Allah tanpa membawa sesuatu yang berguna bagi hidup mereka. Yang mereka bawa datang ke bait Allah tidak lain hanyalah tubuhnya dan persembahan yang tidak berguna itu, tetapi tidak membawa dirinya.

Yang Tuhan inginkan bukan korban persembahan yang terbaik itu, tetapi dirinya yang penuh dosa itu untuk diampuni supaya mereka pulang dari bait Allah juga dapat pulang membawa pembaharuan dalam hidupnya. Tetapi itulah yang terjadi, bagaimana mereka datang, seperti itu jugalah mereka pulang, tidak ada yang berubah.

Apakah Tuhan sebodoh yang mereka pikirkan? Sehingga mereka dapat mempermainkan Tuhan? Apakah Tuhan tidak mengetahui apa yang mereka perbuat? Kejahatan dan ketidakadilan yang mereka perbuat. Kedatangan mereka ke bait Allah tidak lain hanya mengotori bait Allah dan membuat Tuhan semakin murka atas sikap mereka.

Maka Tuhan ingin berperkara dengan mereka di depan pengadilan. Maka dapat dipastikan bahwa mereka sudah kalah telak. Sebab dikatakan dosanya sudah seperti warna Kirmizi dan kain kesumba yang tidak dapat luntur. Maka seharusnya tidak ada lagi jalan selain dari hukuman dijatuhkan atas mereka.

Namun, Tuhan ingin berperkara bukan untuk melakukan penghukuman jika mereka mau “membersihkan diri”; “Berhenti berbuat jahat”; “belajar berbuat baik” dan mau datang untuk dikuduskan Tuhan. Walaupun kelihatannya Tuhan sedang marah, tetapi yang Tuhan mau lakukan adalah supaya mereka dapat tampil dihadapan Tuhan tanpa ada sesuatu yang ditutupi dan mengakui segala dosanya.

Yang Tuhan perlihatkan adalah kasihNya, yang dapat mengubah kehidupan kita menjadi baik, mengubah kehidupan yang “merah” karena dosa menjadi “Putih” bersinar seperti salju dan hangat seperti bulu domba.  

Jika kita sudah dapat memahami nas ini, maka patutlah kita merenungkan:
1.       Jika kita datang ke gereja, maka apakah kita hanya bermodalkan “kebiasaan” dan “rutinitas”? Apakah kita datang dan pergi dari Gereja tanpa ada yang mau di ubah dan tanpa ada yang akan berubah? Yang mau kita bawa ke hadapan Tuhan adalah diri kita, yaitu diri yang terbuka dan mau untuk di ubah Tuhan.
2.      Dosa akan memisahkan kita dari Tuhan, sekalipun kita datang kehadapanNya di dalam doa dan ibadah.
3.      Sebesar apapun dosa kita, namun karena kasihNya yang besar Dia tetap memanggil kita untuk mau diubah dan disucikan.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yesaya 1: 10-18 | Tuhan ingin berperkara



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 1: 10- 18
Bacaan Pendukung: Lukas 19: 1-10

Marilah, baiklah kita berperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Tuhan angkat bicara “Marilah, baiklah kita berperkara!”. “oops..! apa yang sedang terjadi?” Bahkan mereka sudah disamakan dengan manusia Sodon dan Gumora. Sepertinya Tuhan sedang marah besar. Tentu ada penyebabnya.

Selidik punya selidik, ternyata ada yang salah tentang perilaku mereka di bait Allah dengan kenyataan kehidupan mereka. Begitu tingginya kesenjangan antara praktek ibadah dengan kenyataan hidup yang mereka jalankan. Sungguh tidak ‘nyambung “jauh panggang dari api”, terjadi kesenjangan “bagai bumi dan langit”.

Perlakuan mereka datang ke bait Allah layaknya seperti membayar premi asuransi dengan perlindungan total. Selama bait Allah ada diantara kita, selama persembahan yang terbaik diberikan dan menjalankan ritual keagamaan, maka semuanya akan baik-baik saja kita akan mendapatkan keselamatan. Demikianlah anggapan mereka tentang Tuhan.

Ternyata, mereka datang ke bait Allah hanya bermodalkan “kebiasaan”, hanya sekedar memperpanjang masa asuransi. Padahal sesungguhnya yang terjadi adalah mereka datang dan pergi ke bait Allah tanpa membawa apa-apa dan tidak pergi dari bait Allah tanpa membawa sesuatu yang berguna bagi hidup mereka. Yang mereka bawa datang ke bait Allah tidak lain hanyalah tubuhnya dan persembahan yang tidak berguna itu, tetapi tidak membawa dirinya.

Yang Tuhan inginkan bukan korban persembahan yang terbaik itu, tetapi dirinya yang penuh dosa itu untuk diampuni supaya mereka pulang dari bait Allah juga dapat pulang membawa pembaharuan dalam hidupnya. Tetapi itulah yang terjadi, bagaimana mereka datang, seperti itu jugalah mereka pulang, tidak ada yang berubah.

Apakah Tuhan sebodoh yang mereka pikirkan? Sehingga mereka dapat mempermainkan Tuhan? Apakah Tuhan tidak mengetahui apa yang mereka perbuat? Kejahatan dan ketidakadilan yang mereka perbuat. Kedatangan mereka ke bait Allah tidak lain hanya mengotori bait Allah dan membuat Tuhan semakin murka atas sikap mereka.

Maka Tuhan ingin berperkara dengan mereka di depan pengadilan. Maka dapat dipastikan bahwa mereka sudah kalah telak. Sebab dikatakan dosanya sudah seperti warna Kirmizi dan kain kesumba yang tidak dapat luntur. Maka seharusnya tidak ada lagi jalan selain dari hukuman dijatuhkan atas mereka.

Namun, Tuhan ingin berperkara bukan untuk melakukan penghukuman jika mereka mau “membersihkan diri”; “Berhenti berbuat jahat”; “belajar berbuat baik” dan mau datang untuk dikuduskan Tuhan. Walaupun kelihatannya Tuhan sedang marah, tetapi yang Tuhan mau lakukan adalah supaya mereka dapat tampil dihadapan Tuhan tanpa ada sesuatu yang ditutupi dan mengakui segala dosanya.

Yang Tuhan perlihatkan adalah kasihNya, yang dapat mengubah kehidupan kita menjadi baik, mengubah kehidupan yang “merah” karena dosa menjadi “Putih” bersinar seperti salju dan hangat seperti bulu domba.  

Jika kita sudah dapat memahami nas ini, maka patutlah kita merenungkan:
1.       Jika kita datang ke gereja, maka apakah kita hanya bermodalkan “kebiasaan” dan “rutinitas”? Apakah kita datang dan pergi dari Gereja tanpa ada yang mau di ubah dan tanpa ada yang akan berubah? Yang mau kita bawa ke hadapan Tuhan adalah diri kita, yaitu diri yang terbuka dan mau untuk di ubah Tuhan.
2.      Dosa akan memisahkan kita dari Tuhan, sekalipun kita datang kehadapanNya di dalam doa dan ibadah.
3.      Sebesar apapun dosa kita, namun karena kasihNya yang besar Dia tetap memanggil kita untuk mau diubah dan disucikan.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Keselamatan / Khotbah Minggu dengan judul Yesaya 1: 10-18 | Tuhan ingin berperkara . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/10/yesaya-1-10-18-tuhan-ingin-berperkara.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yesaya 1: 10-18 | Tuhan ingin berperkara "