Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, November 1, 2016

Mazmur 17: 1-9 | Tuhan Menjaga Hidupku Sampai Selamanya



Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 17: 1-9
“Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu”

Dalam Mazmur ini kita diperlihatkan tentang (doa) seorang yang “mengenal diri”, dalam arti dia mengenal tentang siapa dia yang hidup dalam dunia ini. Dengan jelas pemazmur memperlihatkan kepada kita:
-          Tuhan ada dan mengetahui tentang apa yang terjadi dalam kehidupan manusia
-          Jika manusia itu diberikan kehidupan dalam dunia ini, maka dia akan hidup dalam hukum dan kebenaran Tuhan saja
-          Kehidupan yang kita hidupi saat ini adalah berasal dari Tuhan dan pada saatnya akan tiba kita akan kembali lagi kepada Tuhan yang menciptakan kita

Pemazmur menjelaskan tentang siapa dirinya dalam dunia ini dan bagaimana kepercayaannya kepada Tuhan adalah sebagai responnya terhadap penderitaan yang dia alami. Bahwa ternyata pemazmur sedang menghadapi orang-orang yang ingin menjatuhkannya bahkan yang ingin membunuhnya. Dia ditekan secara fisik dan juga ditekan dengan kata-kata, bahwa nyatanya dia mendapatkan fitnah. Untuk itu, mari kita melihat lebih dalam apa yang ingin disampai mazmur ini pada kita:

1.      Tuhan mengetahui apa yang terjadi dengan kita
Pada awal nas ini, telah dijelaskan bagaimana pemazmur mengungkapkan kebenaran yang dia lakukan dan yang selalu berusaha menjaga jalan-jalan hidupnya dari tindak cemar. Namun walaupun pemazmur menyatakan kebenaran yang dia lakukan bukanlah artinya kita menyamakannya seperti yang pernah diajarkan oleh Yesus tentang doa seorang farisi yang tinggi hati. Namun ada hal yang ingin kita ketahui dari maksudnya menyampaikan kebenaran itu.

Pertama, bahwa seorang yang mengenal Tuhan pastinya akan benar-benar menjaga dirinya dari tindak cemar dan juga selalu mengikuti kebenaran Tuhan. Kedua, Tuhan betul-betul mengetahui apa yang dilakukan oleh manusia. Apakah yang diperbuatnya salah atau benar – apakah kita sedang bersukacita atau sedang dalam pergumulan.

Maka pemazmur ingin mengungkapkan bahwa semua kebenaran yang dilakukannya itu tidak akan sia-sia, sebab Tuhan mengetahui semuanya itu. Demikian juga dengan masalah yang sedang dihadapinya tentunya Tuhan mengetahuinya. 

2.     Tuhan adalah hakim yang adil
Dalam mazmur ini kita akan menemukan dua konteks yang berbeda: pertama, kebenaran yang dilakukan olehnya; kedua, penderitaan yang dihadapinya dari orang yang memusuhinya.

Yang dapat kita pelajari dari situ, bahwa walaupun kita hidup dalam kebenaran Tuhan, bukanlah artinya kita tidak akan menghadapi masalah hidup. Selama kita hidup dalam dunia ini, yang namanya masalah dan pergumulan hidup pasti akan ada. Sebab kita hidup dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa.

Maka dari itu, kita diajar mazmur ini sebagaimana pemazmur menghadapi masalah yang dihadapinya. Bahwa walaupun pergumulan itu bisa datang, namun pemazmur member tempat bagi Tuhan dalam hidupnya. Bagaimanapun bentuk dan beratnya pergumulan itu, tetapi Tuhan itu adil dalam setiap tindakanNya. Hanya Tuhan sajalah yang menjadi pertolongan dan kekuatan kita menghadapi setiap bentuk pergumulan hidup. Sehingga jika kita mengetahui dan mempercayai tentang kebenaran bahwa Tuhan itu adil, maka kita akan meyakini sebagaimana yang dituliskan dalam ayat 7 “Kasih setia Tuhan ajaib”.

3.     Tuhan itu hidup dan pemilik kehidupan
Jika kita mempercayai bahwa Tuhan yang menciptakan dan yang memberikan kehidupan pada kita, maka kita juga mempercayai bahwa kehidupan itu akan ada tetap bersama dengan kita. Tuhan sebagai pemilik kehidupan yang tidak hanya mencipta, tetapi Dia juga pemelihara dan yang memberikan kehidupan yang kekal.

Maka orang percaya sejatinya akan memiliki kekuatan dan kebahagiaan yang berasal dari Tuhan. Sebagaimana yang dikatakan dalam ayat 8: “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu”. Orang benar akan senantiasa dipelihara oleh Tuhan seperti perlindungan pada biji mata, dan Tuhan juga yang akan selalu menyelamatkan kita seperti induk ayam yang senantiasa menjaga anaknya dengan sayapnya.

Maka dari itu, walaupun kita harus menghadapi berbagai bentuk permasalahan hidup, kepada Tuhan sajalah kita meminta pertolongan dan apapun yang akan terjadi tetaplah percaya kepada Tuhan. Sebab hidup di dunia ini dengan seketika akan berakhir, tetapi pada Tuhan ada kehidupan yang kekal. Supaya jangan sampai hilang mahkota kehidupan yang paling berharga itu hanya karena ingin menyelamatkan kehidupan yang sementara.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Mazmur 17: 1-9 | Tuhan Menjaga Hidupku Sampai Selamanya



Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 17: 1-9
“Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu”

Dalam Mazmur ini kita diperlihatkan tentang (doa) seorang yang “mengenal diri”, dalam arti dia mengenal tentang siapa dia yang hidup dalam dunia ini. Dengan jelas pemazmur memperlihatkan kepada kita:
-          Tuhan ada dan mengetahui tentang apa yang terjadi dalam kehidupan manusia
-          Jika manusia itu diberikan kehidupan dalam dunia ini, maka dia akan hidup dalam hukum dan kebenaran Tuhan saja
-          Kehidupan yang kita hidupi saat ini adalah berasal dari Tuhan dan pada saatnya akan tiba kita akan kembali lagi kepada Tuhan yang menciptakan kita

Pemazmur menjelaskan tentang siapa dirinya dalam dunia ini dan bagaimana kepercayaannya kepada Tuhan adalah sebagai responnya terhadap penderitaan yang dia alami. Bahwa ternyata pemazmur sedang menghadapi orang-orang yang ingin menjatuhkannya bahkan yang ingin membunuhnya. Dia ditekan secara fisik dan juga ditekan dengan kata-kata, bahwa nyatanya dia mendapatkan fitnah. Untuk itu, mari kita melihat lebih dalam apa yang ingin disampai mazmur ini pada kita:

1.      Tuhan mengetahui apa yang terjadi dengan kita
Pada awal nas ini, telah dijelaskan bagaimana pemazmur mengungkapkan kebenaran yang dia lakukan dan yang selalu berusaha menjaga jalan-jalan hidupnya dari tindak cemar. Namun walaupun pemazmur menyatakan kebenaran yang dia lakukan bukanlah artinya kita menyamakannya seperti yang pernah diajarkan oleh Yesus tentang doa seorang farisi yang tinggi hati. Namun ada hal yang ingin kita ketahui dari maksudnya menyampaikan kebenaran itu.

Pertama, bahwa seorang yang mengenal Tuhan pastinya akan benar-benar menjaga dirinya dari tindak cemar dan juga selalu mengikuti kebenaran Tuhan. Kedua, Tuhan betul-betul mengetahui apa yang dilakukan oleh manusia. Apakah yang diperbuatnya salah atau benar – apakah kita sedang bersukacita atau sedang dalam pergumulan.

Maka pemazmur ingin mengungkapkan bahwa semua kebenaran yang dilakukannya itu tidak akan sia-sia, sebab Tuhan mengetahui semuanya itu. Demikian juga dengan masalah yang sedang dihadapinya tentunya Tuhan mengetahuinya. 

2.     Tuhan adalah hakim yang adil
Dalam mazmur ini kita akan menemukan dua konteks yang berbeda: pertama, kebenaran yang dilakukan olehnya; kedua, penderitaan yang dihadapinya dari orang yang memusuhinya.

Yang dapat kita pelajari dari situ, bahwa walaupun kita hidup dalam kebenaran Tuhan, bukanlah artinya kita tidak akan menghadapi masalah hidup. Selama kita hidup dalam dunia ini, yang namanya masalah dan pergumulan hidup pasti akan ada. Sebab kita hidup dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa.

Maka dari itu, kita diajar mazmur ini sebagaimana pemazmur menghadapi masalah yang dihadapinya. Bahwa walaupun pergumulan itu bisa datang, namun pemazmur member tempat bagi Tuhan dalam hidupnya. Bagaimanapun bentuk dan beratnya pergumulan itu, tetapi Tuhan itu adil dalam setiap tindakanNya. Hanya Tuhan sajalah yang menjadi pertolongan dan kekuatan kita menghadapi setiap bentuk pergumulan hidup. Sehingga jika kita mengetahui dan mempercayai tentang kebenaran bahwa Tuhan itu adil, maka kita akan meyakini sebagaimana yang dituliskan dalam ayat 7 “Kasih setia Tuhan ajaib”.

3.     Tuhan itu hidup dan pemilik kehidupan
Jika kita mempercayai bahwa Tuhan yang menciptakan dan yang memberikan kehidupan pada kita, maka kita juga mempercayai bahwa kehidupan itu akan ada tetap bersama dengan kita. Tuhan sebagai pemilik kehidupan yang tidak hanya mencipta, tetapi Dia juga pemelihara dan yang memberikan kehidupan yang kekal.

Maka orang percaya sejatinya akan memiliki kekuatan dan kebahagiaan yang berasal dari Tuhan. Sebagaimana yang dikatakan dalam ayat 8: “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu”. Orang benar akan senantiasa dipelihara oleh Tuhan seperti perlindungan pada biji mata, dan Tuhan juga yang akan selalu menyelamatkan kita seperti induk ayam yang senantiasa menjaga anaknya dengan sayapnya.

Maka dari itu, walaupun kita harus menghadapi berbagai bentuk permasalahan hidup, kepada Tuhan sajalah kita meminta pertolongan dan apapun yang akan terjadi tetaplah percaya kepada Tuhan. Sebab hidup di dunia ini dengan seketika akan berakhir, tetapi pada Tuhan ada kehidupan yang kekal. Supaya jangan sampai hilang mahkota kehidupan yang paling berharga itu hanya karena ingin menyelamatkan kehidupan yang sementara.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Akhir Zaman / Epistel / Iman / Keselamatan / Pergumulan Hidup dengan judul Mazmur 17: 1-9 | Tuhan Menjaga Hidupku Sampai Selamanya . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/11/mazmur-17-1-9-tuhan-menjaga-hidupku.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Mazmur 17: 1-9 | Tuhan Menjaga Hidupku Sampai Selamanya "