Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, October 11, 2016

2 Timotius 3:14-4:5 | Hidup Dalam Kebenaran Firman



Bacaan Firman Tuhan: 2 Timotius 3: 14-4:5
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran
Rasul Paulus dalam suratnya yang lain, tepatnya di Roma 10: 17 dikatakan “Iman timbul oleh pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus”. Jelas dikatakan disitu, bahwa iman timbul dari mendengarkan firman Tuhan. Jika dikatakan disitu “mendengar” memiliki arti yang jauh lebih luas, bisa itu mendengar khotbah, membaca Alkitab ataupun membaca buku rohani.

Dengan demikian, iman kita akan semakin bertumbuh. Kita akan semakin memahami tentang Tuhan dan juga tentang yang terjadi pada diri dan sekitar kita. Sehingga hubungan kita dengan Tuhan tidak cukup hanya sesekali atau terkadang saja. Supaya iman kita juga terus bertumbuh seiring dengan perjalanan waktu yang kita lalui.

Hal inilah yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Dia menasehati Timotius dan juga sekaligus memberikan kita contoh dari kehidupan Timotius, bagaimana Timotius sejak dari kecil sudah diperkenalkan tentang firman Tuhan dan juga dibesarkan melalui pengajaran yang benar melalui firman Tuhan.

Paulus menasehatkan bahwa, firman Tuhan yang telah dipelajari dan dipercayainya itu juga yang harus dipakainya untuk menghadapi tantangan pelayanan. Bagi kita juga saat ini, bahwa firman Tuhan yang kita pelajari dan yang akan terus kita pelajari, itulah yang akan memampukan kita menghadapi kehidupan ini.

Sebagaimana yang dikatakan di pasal 3:17 “Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Bahwa kita sebagai kepunyaan Allah kita diperlengkapi menjalani kehidupan ini. Tuhan berikan kita penghiburan, janji, nasehat, larangan, hukuman yang termuat dalam Alkitab. Itulah yang menjadi senjata dan penuntun kita menjalani kehidupan ini. Jika dalam istilah saat ini yang bisa kita pakai bahwa kita telah diberikan “buku manual” atau bisa juga dikatakan “SOP” untuk hidup sebagai manusia kepunyaan Allah.

Melalui nas ini kita diingat akan dua hal:
I.   Firman Tuhan berguna mengarahkan dan menuntun hidup kita
Supaya kita tetap lurus berjalan sebagai manusia kepunyaan Allah, maka kita membutuhkan tuntunan dan arahan. Supaya kita tetap focus pada tujuan kehidupan kita sebagai seorang Kristen. Jangan sampai kita merasa sudah berjalan dalam kebenaran, padahal kita sudah salah jalan atau salah alur.

Sehingga, mendengar – membaca dan memahami firman Tuhan itu tidak bisa seperti seorang yang datang ke Apotek. Jika dia batuk maka dia membeli obat batuk, jika dia demam maka dia membeli obat demam. Firman Tuhan harus kita terima dengan utuh, tidak sepotong-sepotong. Kita tidak bisa bergumul dengan firman Tuhan hanya ketika kita sedang susah saja atau ketika kita sedang senang. Dan kita juga tidak bisa hanya menerima firman Tuhan hanya mengambil bahagian tentang berkat ataupun tentang keselamatan. Namun kita juga harus menerima apa yang Tuhan katakana tentang hukumNya, nasehatNya, perintahNya, laranganNya. Semua Firman Tuhan harus utuh kita terima dan lakukan dalam kehidupan kita. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu adalah rangkaian yang ‘tak terpisahkan. Semua kitab yang ada dalam Alkitab akan saling menerangkan satu dengan yang lain.

II.               Firman Tuhan menjaga kita dari ajaran sesat
Dalam hidup ini, kita juga harus berhati-hati akan ajaran sesat yang dapat membuat kita tersesat. Yaitu ajaran sesat yang mengatasnamakan Firman Tuhan ataupun yang memperalat Firman Tuhan. Sepertinya kita diarahkan tentang suatu kebenaran justru kita dibawa kepada kesesatan.

Kita bisa saja disesatkan dengan kedok “hidup baru”, “hidup menuju firdaus”, “mujizat”, “kesembuhan”, ataupun “hidup yang berkelimpahan berkat”. Bukan karena pindah gereja ataupun pindah sekte maka barulah kita bertumbuh dalam iman. Tetapi pertumbuhan iman tergantung pada orangnya, bagaimana orang itu menghidupi imannya. Mau dimana gereja kita sama saja jika tidak ada niat untuk bertumbuh dalam iman, sebab orang lain tidak akan dapat menumbuhkan iman kita atau yang menentukan hidup kita, tetapi bagaimana kita membuka diri untuk hidup dalam firman Tuhan.

Sebagaimana yang dikatakan di pasal 4:3 “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya”. Ajaran sesat itu hanya akan mengarahkan kita untuk memenuhi keinginan daging dan yang hanya ajaran-ajaran yang enak di dengar diteliga. Ada banyak hal tentang kehidupan ini bisa kita pelajari dari Firman Tuhan, namun yang pasti bahwa Firman Tuhan bukanlah alat pemuas keinginan daging kita di dunia ini, tetapi firman Tuhan adalah keselamatan hidup kita. Maka dengan tegas dikatakan “Kuasailah dirimu” (4:5). Tetap siuman, tetap sadar kita tidak terbius akan hal-hal seperti itu. Firman Tuhan tidak mengajarkan kita untuk munafik, merasa diri paling benar atau paling suci. Tetapi baiklah kita menjalani kehidupan ini sebagaimana yang dikatakan oleh Tuhan Yesus "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22: 37-40)

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

2 Timotius 3:14-4:5 | Hidup Dalam Kebenaran Firman



Bacaan Firman Tuhan: 2 Timotius 3: 14-4:5
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran
Rasul Paulus dalam suratnya yang lain, tepatnya di Roma 10: 17 dikatakan “Iman timbul oleh pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus”. Jelas dikatakan disitu, bahwa iman timbul dari mendengarkan firman Tuhan. Jika dikatakan disitu “mendengar” memiliki arti yang jauh lebih luas, bisa itu mendengar khotbah, membaca Alkitab ataupun membaca buku rohani.

Dengan demikian, iman kita akan semakin bertumbuh. Kita akan semakin memahami tentang Tuhan dan juga tentang yang terjadi pada diri dan sekitar kita. Sehingga hubungan kita dengan Tuhan tidak cukup hanya sesekali atau terkadang saja. Supaya iman kita juga terus bertumbuh seiring dengan perjalanan waktu yang kita lalui.

Hal inilah yang disampaikan oleh Rasul Paulus. Dia menasehati Timotius dan juga sekaligus memberikan kita contoh dari kehidupan Timotius, bagaimana Timotius sejak dari kecil sudah diperkenalkan tentang firman Tuhan dan juga dibesarkan melalui pengajaran yang benar melalui firman Tuhan.

Paulus menasehatkan bahwa, firman Tuhan yang telah dipelajari dan dipercayainya itu juga yang harus dipakainya untuk menghadapi tantangan pelayanan. Bagi kita juga saat ini, bahwa firman Tuhan yang kita pelajari dan yang akan terus kita pelajari, itulah yang akan memampukan kita menghadapi kehidupan ini.

Sebagaimana yang dikatakan di pasal 3:17 “Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Bahwa kita sebagai kepunyaan Allah kita diperlengkapi menjalani kehidupan ini. Tuhan berikan kita penghiburan, janji, nasehat, larangan, hukuman yang termuat dalam Alkitab. Itulah yang menjadi senjata dan penuntun kita menjalani kehidupan ini. Jika dalam istilah saat ini yang bisa kita pakai bahwa kita telah diberikan “buku manual” atau bisa juga dikatakan “SOP” untuk hidup sebagai manusia kepunyaan Allah.

Melalui nas ini kita diingat akan dua hal:
I.   Firman Tuhan berguna mengarahkan dan menuntun hidup kita
Supaya kita tetap lurus berjalan sebagai manusia kepunyaan Allah, maka kita membutuhkan tuntunan dan arahan. Supaya kita tetap focus pada tujuan kehidupan kita sebagai seorang Kristen. Jangan sampai kita merasa sudah berjalan dalam kebenaran, padahal kita sudah salah jalan atau salah alur.

Sehingga, mendengar – membaca dan memahami firman Tuhan itu tidak bisa seperti seorang yang datang ke Apotek. Jika dia batuk maka dia membeli obat batuk, jika dia demam maka dia membeli obat demam. Firman Tuhan harus kita terima dengan utuh, tidak sepotong-sepotong. Kita tidak bisa bergumul dengan firman Tuhan hanya ketika kita sedang susah saja atau ketika kita sedang senang. Dan kita juga tidak bisa hanya menerima firman Tuhan hanya mengambil bahagian tentang berkat ataupun tentang keselamatan. Namun kita juga harus menerima apa yang Tuhan katakana tentang hukumNya, nasehatNya, perintahNya, laranganNya. Semua Firman Tuhan harus utuh kita terima dan lakukan dalam kehidupan kita. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu adalah rangkaian yang ‘tak terpisahkan. Semua kitab yang ada dalam Alkitab akan saling menerangkan satu dengan yang lain.

II.               Firman Tuhan menjaga kita dari ajaran sesat
Dalam hidup ini, kita juga harus berhati-hati akan ajaran sesat yang dapat membuat kita tersesat. Yaitu ajaran sesat yang mengatasnamakan Firman Tuhan ataupun yang memperalat Firman Tuhan. Sepertinya kita diarahkan tentang suatu kebenaran justru kita dibawa kepada kesesatan.

Kita bisa saja disesatkan dengan kedok “hidup baru”, “hidup menuju firdaus”, “mujizat”, “kesembuhan”, ataupun “hidup yang berkelimpahan berkat”. Bukan karena pindah gereja ataupun pindah sekte maka barulah kita bertumbuh dalam iman. Tetapi pertumbuhan iman tergantung pada orangnya, bagaimana orang itu menghidupi imannya. Mau dimana gereja kita sama saja jika tidak ada niat untuk bertumbuh dalam iman, sebab orang lain tidak akan dapat menumbuhkan iman kita atau yang menentukan hidup kita, tetapi bagaimana kita membuka diri untuk hidup dalam firman Tuhan.

Sebagaimana yang dikatakan di pasal 4:3 “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya”. Ajaran sesat itu hanya akan mengarahkan kita untuk memenuhi keinginan daging dan yang hanya ajaran-ajaran yang enak di dengar diteliga. Ada banyak hal tentang kehidupan ini bisa kita pelajari dari Firman Tuhan, namun yang pasti bahwa Firman Tuhan bukanlah alat pemuas keinginan daging kita di dunia ini, tetapi firman Tuhan adalah keselamatan hidup kita. Maka dengan tegas dikatakan “Kuasailah dirimu” (4:5). Tetap siuman, tetap sadar kita tidak terbius akan hal-hal seperti itu. Firman Tuhan tidak mengajarkan kita untuk munafik, merasa diri paling benar atau paling suci. Tetapi baiklah kita menjalani kehidupan ini sebagaimana yang dikatakan oleh Tuhan Yesus "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22: 37-40)

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ajaran Kristen / Epistel / Firman Allah dengan judul 2 Timotius 3:14-4:5 | Hidup Dalam Kebenaran Firman . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/10/2-timotius-314-45-hidup-dalam-kebenaran.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " 2 Timotius 3:14-4:5 | Hidup Dalam Kebenaran Firman "