Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Sunday, June 25, 2017

Yeremia 20: 7-13 | Badai Pasti Berlalu



Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 20: 7-13
Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.


Dapat dibilang dilemma kehidupan sedang di alami oleh Yeremia dalam nas ini. Dia melaksanakan tugas panggilan Tuhan, namun yang dia dapatkan adalah cela dan cemooh. Sebaliknya, dia hendak berhenti dari tugas panggilannya, namun dalam hatinya ada api yang menyala-nyala yang terkurung dalam tulang-tulangnya.

Namun demikian, walaupun Yeremia memperlihatkan keluh kesahnya bukan artinya dia hendak memperlihatkan keputusasaan, justru sebaliknya yang diperlihatkan adalah keyakinan pada Tuhan. Keyakinan yang dimaksud, bahwa walau bagaimanapun penderitaan itu dan bagaimanapun sikap Yeremia menyikapi masalah itu bahwa Tuhan tidak pernah untuk meninggalkannya. Tuhan tetap menyertainya seperti pahlawan yang gagah (ay. 11) dan dia akan tetap memuji Tuhan (ay.13).

Seperti yang dialami oleh Yeremia ini, kita pun pada suatu saat tertentu bisa mengalami suatu kondisi terberat dari segala situasi yang sudah pernah kita alami sebelumnya. Sehingga bisa muncul Tanya dalam hati tentang kuasa penyertaan Tuhan, mempertanyakan kehadiran Tuhan dalam situasi sulit yang kita hadapi. Apakah Tuhan melihat, memperhatikan dan akan menolong kita pada situasi yang berat itu?

Namun, firman Tuhan ingin meneguhkan kita. bahwa justru saat-saat seperti inilah kita berada pada suatu puncak tertinggi yang menjadi penentu kekokohan kita dalam menjalani hidup selanjutnya. Apakah kita ingin hidup bersama Tuhan selamanya, atau kita mau hidup bersama kemauan daging kita. Apakah kita benar-benar yakin pada peran Tuhan dalam hidup kita atau tidak.

Melalui pengalaman hidup Yeremia dalam menghadapi pergumulannya kita mau melihat bahwa Yeremia yang sudah sejak dari kandungan telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi tetap akan melalui masa-masa sulit dalam hidupnya. Maka sama halnya dengan kita. Walaupun kita telah memiliki keyakinan dan ketekunan hidup bersama Tuhan bukan artinya kita begitu saja lepas dari segala macam pergumulan. Siapapun orangnya, bagaimanapun kekayaan, kehormatan dan derajatnya, tetap pada suatu saat dalam hidupnya akan menghadapi pergumulan bahkan menghadapi pergumulan terberat. 

Namun demikian, bukan artinya Tuhan tidak berbuat atas hidup kita. Dari apa yang dihadapi oleh Yeremia dalam nas ini bahwa dalam dirinya ada Tuhan seperti api yang menyala-nyala. Maksudnya disitu, bisa saja kita tidak melihat bagaimana Tuhan bekerja dan berbuat dalam hidup kita, namun kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri bahwa Tuhan ada dalam diri kita yang memberikan peneguhan, menguatkan dan member hikmat untuk menghadapi berbagai macam kehidupan yang kita lalui.

Jika saat ini kita menghadapi tekanan hidup yang berat, bukan artinya selamanya kita akan hidup dalam masa sulit itu, bahwa aka nada juga masa dimana kita lepas dari tekanan hidup itu. Badai pasti berlalu.

Namun yang terpenting dan yang utama dari nas ini untuk kita pergumulkan, sebagaimana Tuhan Yesus katakana di Matius 10: 32-33 bahwa “orang yang mengakui Aku, Aku juga akan mengakuinya; Siapa menyangkal Aku; Aku juga akan menyangkalnya”. Jika kita mengakui kuasa dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita, maka yakinlah bahwa Tuhan juga pasti akan menyatakan kuasaNya atas kehidupan kita.

Tetaplah kerjakan, jalankan kehidupan kita sebagaimana kita terpanggil menjadi anak-anak Tuhan walaupun sedang menghadapi tekanan hidup yang berat. Tetaplah kita menghidupi firman Tuhan, yang lainnya serahkan pada Tuhan. Mana yang menjadi tugas panggilan kita, itulah yang harus kita lakukan. Mana yang menjadi bahagian tugas dan pekerjaan Tuhan pasti akan dikerjakan olehNya, segala rencanaNya pasti akan digenapiNya.  

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yeremia 20: 7-13 | Badai Pasti Berlalu



Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 20: 7-13
Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.


Dapat dibilang dilemma kehidupan sedang di alami oleh Yeremia dalam nas ini. Dia melaksanakan tugas panggilan Tuhan, namun yang dia dapatkan adalah cela dan cemooh. Sebaliknya, dia hendak berhenti dari tugas panggilannya, namun dalam hatinya ada api yang menyala-nyala yang terkurung dalam tulang-tulangnya.

Namun demikian, walaupun Yeremia memperlihatkan keluh kesahnya bukan artinya dia hendak memperlihatkan keputusasaan, justru sebaliknya yang diperlihatkan adalah keyakinan pada Tuhan. Keyakinan yang dimaksud, bahwa walau bagaimanapun penderitaan itu dan bagaimanapun sikap Yeremia menyikapi masalah itu bahwa Tuhan tidak pernah untuk meninggalkannya. Tuhan tetap menyertainya seperti pahlawan yang gagah (ay. 11) dan dia akan tetap memuji Tuhan (ay.13).

Seperti yang dialami oleh Yeremia ini, kita pun pada suatu saat tertentu bisa mengalami suatu kondisi terberat dari segala situasi yang sudah pernah kita alami sebelumnya. Sehingga bisa muncul Tanya dalam hati tentang kuasa penyertaan Tuhan, mempertanyakan kehadiran Tuhan dalam situasi sulit yang kita hadapi. Apakah Tuhan melihat, memperhatikan dan akan menolong kita pada situasi yang berat itu?

Namun, firman Tuhan ingin meneguhkan kita. bahwa justru saat-saat seperti inilah kita berada pada suatu puncak tertinggi yang menjadi penentu kekokohan kita dalam menjalani hidup selanjutnya. Apakah kita ingin hidup bersama Tuhan selamanya, atau kita mau hidup bersama kemauan daging kita. Apakah kita benar-benar yakin pada peran Tuhan dalam hidup kita atau tidak.

Melalui pengalaman hidup Yeremia dalam menghadapi pergumulannya kita mau melihat bahwa Yeremia yang sudah sejak dari kandungan telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi tetap akan melalui masa-masa sulit dalam hidupnya. Maka sama halnya dengan kita. Walaupun kita telah memiliki keyakinan dan ketekunan hidup bersama Tuhan bukan artinya kita begitu saja lepas dari segala macam pergumulan. Siapapun orangnya, bagaimanapun kekayaan, kehormatan dan derajatnya, tetap pada suatu saat dalam hidupnya akan menghadapi pergumulan bahkan menghadapi pergumulan terberat. 

Namun demikian, bukan artinya Tuhan tidak berbuat atas hidup kita. Dari apa yang dihadapi oleh Yeremia dalam nas ini bahwa dalam dirinya ada Tuhan seperti api yang menyala-nyala. Maksudnya disitu, bisa saja kita tidak melihat bagaimana Tuhan bekerja dan berbuat dalam hidup kita, namun kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri bahwa Tuhan ada dalam diri kita yang memberikan peneguhan, menguatkan dan member hikmat untuk menghadapi berbagai macam kehidupan yang kita lalui.

Jika saat ini kita menghadapi tekanan hidup yang berat, bukan artinya selamanya kita akan hidup dalam masa sulit itu, bahwa aka nada juga masa dimana kita lepas dari tekanan hidup itu. Badai pasti berlalu.

Namun yang terpenting dan yang utama dari nas ini untuk kita pergumulkan, sebagaimana Tuhan Yesus katakana di Matius 10: 32-33 bahwa “orang yang mengakui Aku, Aku juga akan mengakuinya; Siapa menyangkal Aku; Aku juga akan menyangkalnya”. Jika kita mengakui kuasa dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita, maka yakinlah bahwa Tuhan juga pasti akan menyatakan kuasaNya atas kehidupan kita.

Tetaplah kerjakan, jalankan kehidupan kita sebagaimana kita terpanggil menjadi anak-anak Tuhan walaupun sedang menghadapi tekanan hidup yang berat. Tetaplah kita menghidupi firman Tuhan, yang lainnya serahkan pada Tuhan. Mana yang menjadi tugas panggilan kita, itulah yang harus kita lakukan. Mana yang menjadi bahagian tugas dan pekerjaan Tuhan pasti akan dikerjakan olehNya, segala rencanaNya pasti akan digenapiNya.  

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Pergumulan Hidup dengan judul Yeremia 20: 7-13 | Badai Pasti Berlalu . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2017/06/yeremia-20-7-13-badai-pasti-berlalu.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yeremia 20: 7-13 | Badai Pasti Berlalu "