Khotbah dan Renungan Kristen

Renungan Harian, Khotbah Kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab. Panduan untuk kebutuhan rohani tersaji di SUKACITAMU untuk pengenalan kepada Tuhan Yesus yang lebih dalam lagi.

Wednesday, April 10, 2013

Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38)


Belas kasihan yang berbuat; 
Minggu Miserikordias Domini 
Matius 9: 35-38; Bacaan Yeheskiel 34:11-16
Dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus banyak dilihat manusia itu hidup tanpa gembala, orang-orang sakit bertebaran dijalan tanpa ada pengharapan, orang-orang yang haus akan Firman Tuhan dan banyak yang akan mati karena kejahatannya. Melihat semuanya itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan Yesus merasakan penderitaan yang mereka alami dan mengalami sengsara manusia itu sebagai sengsaraNya sendiri dan belas kasihanNya akan kesengsaraan umat manusia yang membawanya di kayu salib untuk membawa sukacita yang dari Tuhan. Yesus memandang belas kasihanNya kepada orang bayak itu adalah sebagai “pekerjaan menuai”. 

Yesus telah menjadi benih yang mati di tanah supaya hidup dan menghasilkan tuaian yang banyak. Memang tuaian banyak namun pekerja sedikit, untuk itulah Yesus memanggil ke-12 muridNya yang pertama sebagai pekerja untuk tuaian itu dan Tuhan juga membutuhkan lebih banyak lagi pekerja yaitu semua yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dilibatkan menjadi pekerja untuk tuaian yang banyak itu.

Tuhan telah mengutus umatNya menjadi pekerja untuk tuaianNya dengan bermodalkan belas kasihan. Belas kasihan adalah alat yang akan digunakan dalam menuai. Melihat orang banyak menjadi bahagian dari diri kita, sehingga menjadi pengikut Kristus tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Dalam Lukas 6:36 Tuhan Yesus mengatakan: “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu murah hati”. 

Belas kasihan yang di perlihatkan oleh Tuhan Yesus adalah belas kasihan yang berbuat, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan sehingga Ia pun bertindak dengan melakukan Mujizat dan pengajaran kepada yang membutuhkan. Inilah yang harus ditiru oleh pengikut Kristus yaitu belas kasihan yang berbuat dan tidak hanya perasaan iba bahkan Dia harus memberikan nyawaNya oleh karena kasihNya yang besar untuk dunia. Apa yang bisa kita berikan dari diri kita oleh karena belas kasihan kita tersebut dan jangan hanya memiliki rasa kasihan tanpa perbuatan nyata. Bagaimana mungkin sabit itu akan dikatakan alat penuai jika tidak digunakan? Tidak ada bedanya dengan besi tua yang tidak berguna!. Bagaimana mungkin kita dikatakan pengikut Kristus yang memiliki kasih jika tidak mewujudkan kasih itu kepada kehidupan kita. 

Belas kasihan tidak sekedar perkataan ataupun perasaan, tetapi belas kasihan itu adalah alat yang harus digunakan. Jumlah orang Kristen di seluruh dunia saat ini sekitar sepertiga penduduk dunia, “mungkin” Tuhan Yesus juga masih berkata sampai sekarang “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”. Tuhan Yesus membutuhkan pekerja-pekerja yang benar-benar mau bekerja dan bukan pekerja yang pemalas yang hanya mementingkan diri sendiri. Apakah iman Kristen yang dianutnya adalah hanya untuk kepentingan diri sendiri yang hanya ingin menyelamatkan dirinya saja ataukah menjadi alat Tuhan untuk memberitakan “Tahun rahmat Tuhan” di tengah-tengah dunia ini.
Kerja buat Tuhan selalu manise Biar tanpa upah selalu manise Ayo kerja buat Tuhan Sungguh senang-senange Dipanggil Tuhan selalu manise Membawa diri ke ladangNya Tuhan Saudara ikut Tuhan selalu manise Mana mana Tuhan panggil Saya kerja di ladangNya Tuhan Saya kerja di ladangNya Tuhan.
 Selamat bekerja! Tuhan Yesus memberkati..........

No comments :

About Metro




Sukacitamu.net. Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38)


Belas kasihan yang berbuat; 
Minggu Miserikordias Domini 
Matius 9: 35-38; Bacaan Yeheskiel 34:11-16
Dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus banyak dilihat manusia itu hidup tanpa gembala, orang-orang sakit bertebaran dijalan tanpa ada pengharapan, orang-orang yang haus akan Firman Tuhan dan banyak yang akan mati karena kejahatannya. Melihat semuanya itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan Yesus merasakan penderitaan yang mereka alami dan mengalami sengsara manusia itu sebagai sengsaraNya sendiri dan belas kasihanNya akan kesengsaraan umat manusia yang membawanya di kayu salib untuk membawa sukacita yang dari Tuhan. Yesus memandang belas kasihanNya kepada orang bayak itu adalah sebagai “pekerjaan menuai”. 

Yesus telah menjadi benih yang mati di tanah supaya hidup dan menghasilkan tuaian yang banyak. Memang tuaian banyak namun pekerja sedikit, untuk itulah Yesus memanggil ke-12 muridNya yang pertama sebagai pekerja untuk tuaian itu dan Tuhan juga membutuhkan lebih banyak lagi pekerja yaitu semua yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dilibatkan menjadi pekerja untuk tuaian yang banyak itu.

Tuhan telah mengutus umatNya menjadi pekerja untuk tuaianNya dengan bermodalkan belas kasihan. Belas kasihan adalah alat yang akan digunakan dalam menuai. Melihat orang banyak menjadi bahagian dari diri kita, sehingga menjadi pengikut Kristus tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Dalam Lukas 6:36 Tuhan Yesus mengatakan: “Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu murah hati”. 

Belas kasihan yang di perlihatkan oleh Tuhan Yesus adalah belas kasihan yang berbuat, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan sehingga Ia pun bertindak dengan melakukan Mujizat dan pengajaran kepada yang membutuhkan. Inilah yang harus ditiru oleh pengikut Kristus yaitu belas kasihan yang berbuat dan tidak hanya perasaan iba bahkan Dia harus memberikan nyawaNya oleh karena kasihNya yang besar untuk dunia. Apa yang bisa kita berikan dari diri kita oleh karena belas kasihan kita tersebut dan jangan hanya memiliki rasa kasihan tanpa perbuatan nyata. Bagaimana mungkin sabit itu akan dikatakan alat penuai jika tidak digunakan? Tidak ada bedanya dengan besi tua yang tidak berguna!. Bagaimana mungkin kita dikatakan pengikut Kristus yang memiliki kasih jika tidak mewujudkan kasih itu kepada kehidupan kita. 

Belas kasihan tidak sekedar perkataan ataupun perasaan, tetapi belas kasihan itu adalah alat yang harus digunakan. Jumlah orang Kristen di seluruh dunia saat ini sekitar sepertiga penduduk dunia, “mungkin” Tuhan Yesus juga masih berkata sampai sekarang “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”. Tuhan Yesus membutuhkan pekerja-pekerja yang benar-benar mau bekerja dan bukan pekerja yang pemalas yang hanya mementingkan diri sendiri. Apakah iman Kristen yang dianutnya adalah hanya untuk kepentingan diri sendiri yang hanya ingin menyelamatkan dirinya saja ataukah menjadi alat Tuhan untuk memberitakan “Tahun rahmat Tuhan” di tengah-tengah dunia ini.
Kerja buat Tuhan selalu manise Biar tanpa upah selalu manise Ayo kerja buat Tuhan Sungguh senang-senange Dipanggil Tuhan selalu manise Membawa diri ke ladangNya Tuhan Saudara ikut Tuhan selalu manise Mana mana Tuhan panggil Saya kerja di ladangNya Tuhan Saya kerja di ladangNya Tuhan.
 Selamat bekerja! Tuhan Yesus memberkati..........

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu dengan judul Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/04/matius-9-35-38-belas-kasihan-yang.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis - Wednesday, April 10, 2013

Belum ada komentar untuk " Belas Kasihan yang Berbuat (Matius 9: 35-38) "