Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, April 9, 2013

Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16)


Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. 

Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya
melihat umat yang susah itu karena tidak memiliki gembala dan penuntun yang setia yang dapat membawa mereka kepada kehidupan yang baik sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. Sudah banyak umat yang hilang, tersesat, terluka dan yag sakit karena tidak memiliki gembala yang setia. 

Dalam nats bacaan kita saat ini memperlihatkan bahwa Allah sendiri yang akan bertindak untuk mencari, menyelamatkan dan mengumpulkan domba-domba itu. Dan melalui Yesus Kristus hal itu telah terlaksana, bahwa dia telah mengumpulkan, menyembuhkan dan mencari yang hilang itu di dalam namaNya, sehingga di dalam nama Tuhan Yesus Kristus semua orang akan mendapatkan sukacita karena penggembalaan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus yang membawa kita kepada padang rumput dan air hidup yang kekal. 

Tuhan menggembalakan kita adalah karena kasihNya kepada umat ciptaanNya dan tidak menginginkan satu pun dari umat ciptaanNya itu hilang dan binasa. Apakah kita sepenuhnya telah menyerahkan diri untuk digembalakan oleh Tuhan Yesus? Ini merupakan pertanyaan yang harus kita pergumulkan. Ataukah kita masih dalam kawanan domba yang nakal yang lari dari penggembalaan Tuhan dan mengikuti gembala-gembala penyesat.
Kita mengakui Tuhan Yesus dalam setiap perbuatan, tindakan dan pikiran kita. Firman Tuhan itulah landasan untuk kita bertindak dalam segala sesuatunya. Jangan pernah biarkan keinginan hati ataupun kemarahan dan kebencian yang muncul dalam hidup kita menjadi penuntun dan yang menggembalakan hidup kita. 

Berikan hidup kita tunduk pada Firman Tuhan, maka Ia akan meuntun kita pada hidup yang selalu dalam kedamaian dan ketenangan. Disekitar kita juga banyak penyesat-penyesat yang hanya mementingkan dirinya sendiri yang menuntun kita jauh dari  Allah, kita harus selalu ingat bahwa Tuhan menggembalakan kita adalah karena kasihNya dan Dia mau supaya kita mengenal kasihNya agar kita lakukan di dalam hidup kita, maka setiap perilaku yang tidak bersumber dari kasih Allah itu adalah penyesat-penyesat, terlebih lagi jika kita lebih mempercayakan hidup kita pada kuasa-kuasa kegelapan yang dapat menyelamatkan hidup kita daripada kuasa Tuhan.
Bagaimana untuk meyakinkan diri kita akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup kita walau sesulit apapun yang kita hadapi dan kita jalani. Rasul Paulus menegaskan kepada kita: “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:35-37). 

Apakah kita saat ini sedang sakit? Kita bisa saja berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mencabut sakit itu dari tubuh kita, namun yang terpenting adalah bagaimana kita berdoa kepada Tuhan kita tetap mampu bertahan dan kuat menghadapi sakit yang kita derita itu di dalam Iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Itulah bentuk kepercayaan dan keyakinan kita akan penggembalaan Tuhan atas hidup kita. Ketika kita mengatakan “Tuhan adalah gembalaku” maka kita serahkan hidup sepenuhnya kepada pemeliharaan dan kuasa Tuhan.

Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. 

Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya
melihat umat yang susah itu karena tidak memiliki gembala dan penuntun yang setia yang dapat membawa mereka kepada kehidupan yang baik sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. Sudah banyak umat yang hilang, tersesat, terluka dan yag sakit karena tidak memiliki gembala yang setia. 

Dalam nats bacaan kita saat ini memperlihatkan bahwa Allah sendiri yang akan bertindak untuk mencari, menyelamatkan dan mengumpulkan domba-domba itu. Dan melalui Yesus Kristus hal itu telah terlaksana, bahwa dia telah mengumpulkan, menyembuhkan dan mencari yang hilang itu di dalam namaNya, sehingga di dalam nama Tuhan Yesus Kristus semua orang akan mendapatkan sukacita karena penggembalaan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus yang membawa kita kepada padang rumput dan air hidup yang kekal. 

Tuhan menggembalakan kita adalah karena kasihNya kepada umat ciptaanNya dan tidak menginginkan satu pun dari umat ciptaanNya itu hilang dan binasa. Apakah kita sepenuhnya telah menyerahkan diri untuk digembalakan oleh Tuhan Yesus? Ini merupakan pertanyaan yang harus kita pergumulkan. Ataukah kita masih dalam kawanan domba yang nakal yang lari dari penggembalaan Tuhan dan mengikuti gembala-gembala penyesat.
Kita mengakui Tuhan Yesus dalam setiap perbuatan, tindakan dan pikiran kita. Firman Tuhan itulah landasan untuk kita bertindak dalam segala sesuatunya. Jangan pernah biarkan keinginan hati ataupun kemarahan dan kebencian yang muncul dalam hidup kita menjadi penuntun dan yang menggembalakan hidup kita. 

Berikan hidup kita tunduk pada Firman Tuhan, maka Ia akan meuntun kita pada hidup yang selalu dalam kedamaian dan ketenangan. Disekitar kita juga banyak penyesat-penyesat yang hanya mementingkan dirinya sendiri yang menuntun kita jauh dari  Allah, kita harus selalu ingat bahwa Tuhan menggembalakan kita adalah karena kasihNya dan Dia mau supaya kita mengenal kasihNya agar kita lakukan di dalam hidup kita, maka setiap perilaku yang tidak bersumber dari kasih Allah itu adalah penyesat-penyesat, terlebih lagi jika kita lebih mempercayakan hidup kita pada kuasa-kuasa kegelapan yang dapat menyelamatkan hidup kita daripada kuasa Tuhan.
Bagaimana untuk meyakinkan diri kita akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup kita walau sesulit apapun yang kita hadapi dan kita jalani. Rasul Paulus menegaskan kepada kita: “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:35-37). 

Apakah kita saat ini sedang sakit? Kita bisa saja berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mencabut sakit itu dari tubuh kita, namun yang terpenting adalah bagaimana kita berdoa kepada Tuhan kita tetap mampu bertahan dan kuat menghadapi sakit yang kita derita itu di dalam Iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Itulah bentuk kepercayaan dan keyakinan kita akan penggembalaan Tuhan atas hidup kita. Ketika kita mengatakan “Tuhan adalah gembalaku” maka kita serahkan hidup sepenuhnya kepada pemeliharaan dan kuasa Tuhan.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16)


Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. 

Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya
melihat umat yang susah itu karena tidak memiliki gembala dan penuntun yang setia yang dapat membawa mereka kepada kehidupan yang baik sesuai dengan yang Tuhan kehendaki. Sudah banyak umat yang hilang, tersesat, terluka dan yag sakit karena tidak memiliki gembala yang setia. 

Dalam nats bacaan kita saat ini memperlihatkan bahwa Allah sendiri yang akan bertindak untuk mencari, menyelamatkan dan mengumpulkan domba-domba itu. Dan melalui Yesus Kristus hal itu telah terlaksana, bahwa dia telah mengumpulkan, menyembuhkan dan mencari yang hilang itu di dalam namaNya, sehingga di dalam nama Tuhan Yesus Kristus semua orang akan mendapatkan sukacita karena penggembalaan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus yang membawa kita kepada padang rumput dan air hidup yang kekal. 

Tuhan menggembalakan kita adalah karena kasihNya kepada umat ciptaanNya dan tidak menginginkan satu pun dari umat ciptaanNya itu hilang dan binasa. Apakah kita sepenuhnya telah menyerahkan diri untuk digembalakan oleh Tuhan Yesus? Ini merupakan pertanyaan yang harus kita pergumulkan. Ataukah kita masih dalam kawanan domba yang nakal yang lari dari penggembalaan Tuhan dan mengikuti gembala-gembala penyesat.
Kita mengakui Tuhan Yesus dalam setiap perbuatan, tindakan dan pikiran kita. Firman Tuhan itulah landasan untuk kita bertindak dalam segala sesuatunya. Jangan pernah biarkan keinginan hati ataupun kemarahan dan kebencian yang muncul dalam hidup kita menjadi penuntun dan yang menggembalakan hidup kita. 

Berikan hidup kita tunduk pada Firman Tuhan, maka Ia akan meuntun kita pada hidup yang selalu dalam kedamaian dan ketenangan. Disekitar kita juga banyak penyesat-penyesat yang hanya mementingkan dirinya sendiri yang menuntun kita jauh dari  Allah, kita harus selalu ingat bahwa Tuhan menggembalakan kita adalah karena kasihNya dan Dia mau supaya kita mengenal kasihNya agar kita lakukan di dalam hidup kita, maka setiap perilaku yang tidak bersumber dari kasih Allah itu adalah penyesat-penyesat, terlebih lagi jika kita lebih mempercayakan hidup kita pada kuasa-kuasa kegelapan yang dapat menyelamatkan hidup kita daripada kuasa Tuhan.
Bagaimana untuk meyakinkan diri kita akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup kita walau sesulit apapun yang kita hadapi dan kita jalani. Rasul Paulus menegaskan kepada kita: “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:35-37). 

Apakah kita saat ini sedang sakit? Kita bisa saja berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mencabut sakit itu dari tubuh kita, namun yang terpenting adalah bagaimana kita berdoa kepada Tuhan kita tetap mampu bertahan dan kuat menghadapi sakit yang kita derita itu di dalam Iman kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Itulah bentuk kepercayaan dan keyakinan kita akan penggembalaan Tuhan atas hidup kita. Ketika kita mengatakan “Tuhan adalah gembalaku” maka kita serahkan hidup sepenuhnya kepada pemeliharaan dan kuasa Tuhan.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel dengan judul Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/04/yeheskiel-34-11-19-hati-hati-dengan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Hati-hati Dengan Gembala Penyesat (Yeheskiel 34: 11-16) "