Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Monday, February 25, 2013

Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4)

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 26: 1-4
Terima kasih. Adalah ucapan yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari, bahkan anak-anak dari kecilpun telah diajari mengucapkannya. Saya juga yakin bahwa anda ketika menerima gaji bulanan ataupun hasil usaha yang pertama sekali adalah mengingat Tuhan untuk mengucapkan terima kasih, nah jika belum, saya ingatkan mulai bulan depan mari kita katakana terima kasih buat Tuhan. Itu masih soal yang enaknya, bagaimana jika kesusahan yang datang, apakah kita akan ucapkan terima kasih? Rasul Paulus mengingatkan kita “Bersyukurlah dalam segala hal”.
Renungan kita kali ini mengajak kita untuk mensyukuri pemberian Tuhan. Siapa dari kita yang tidak perlu uang?
Pasti semua memerlukannya, bahkan gereja pun memerlukan untuk biaya operasional dan pelayanan. Lantas dari mana asalnya? Apakah karena usaha kita? Jika ia itu adalah jawaban orang yang tidak beragama. Jika kita katakana dari Tuhan, lantas buat apa kita kasih persembahan untuk Tuhan, itu kan asalnya dari Tuhan. Sudah sejauh mana hebat kita member perembahan buat Tuhan dengan gagahnya kita datang ke gereja member persembahan, ucapan syukur dan perpuluhan buat Tuhan. Dalam 1 Tawarikh 29: 14 dikatakan “Sebab siapakah aku ini dan bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini, sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu”. Kita tidak akan pernah bisa membayar kasih Tuhan.
Mengapa kita harus memberikan persembahan? Mari kita melihat di ayat 1 dan 2 bahwa persembahan yang kita berikan adalah bentuk pengakuan kepada Tuhan bahwa Dialah yang memberikan kehidupan kepada kita, kita lihat ayat 3 “aku memberitahukan...”. Tanah Kanaan adalah lambang berkat dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan umatNya. Sehingga persembahan yang diberikan itu adalah bentuk pengakuan dan perbuatan Tuhan.  
Itulah persembahan orang Kristen bahwa kita member adalah karena kita sudah terlebih dahulu diberi kasih karunia oleh Allah. Bukan seperti orang yang masih percaya kepada hal-hal mistik memberikan sesajen memuja berhala adalah supaya mereka diberi, itupun jika diberi. 
Sehingga sungguh sangat tidak terpuji perbuatan jemaat jika masih ada yang mengatakan bahwa di gereja terus hanya uang...dan uang...” mungkin jika kita membandingkan kehidupan kekristenan kita saat ini dengan yang diperbuat jemaat mula-mula mungkin tidak akan bisa disamakan, bahwa mereka membagi apa yang ada pada mereka untuk kemajuan pelayanan gereja.
Namun kita juga harus kembali kepada hakikat dari persembahan yang sejati. Rasul Paulus mengatakan bahwa persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yag hidu, kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1). Bahwa persembahan yang paling sejati adalah kehidupan kita ini, bagaimana disegala aspek menjadi persembahan buat Tuhan.
Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 26: 1-4
Terima kasih. Adalah ucapan yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari, bahkan anak-anak dari kecilpun telah diajari mengucapkannya. Saya juga yakin bahwa anda ketika menerima gaji bulanan ataupun hasil usaha yang pertama sekali adalah mengingat Tuhan untuk mengucapkan terima kasih, nah jika belum, saya ingatkan mulai bulan depan mari kita katakana terima kasih buat Tuhan. Itu masih soal yang enaknya, bagaimana jika kesusahan yang datang, apakah kita akan ucapkan terima kasih? Rasul Paulus mengingatkan kita “Bersyukurlah dalam segala hal”.
Renungan kita kali ini mengajak kita untuk mensyukuri pemberian Tuhan. Siapa dari kita yang tidak perlu uang?
Pasti semua memerlukannya, bahkan gereja pun memerlukan untuk biaya operasional dan pelayanan. Lantas dari mana asalnya? Apakah karena usaha kita? Jika ia itu adalah jawaban orang yang tidak beragama. Jika kita katakana dari Tuhan, lantas buat apa kita kasih persembahan untuk Tuhan, itu kan asalnya dari Tuhan. Sudah sejauh mana hebat kita member perembahan buat Tuhan dengan gagahnya kita datang ke gereja member persembahan, ucapan syukur dan perpuluhan buat Tuhan. Dalam 1 Tawarikh 29: 14 dikatakan “Sebab siapakah aku ini dan bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini, sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu”. Kita tidak akan pernah bisa membayar kasih Tuhan.
Mengapa kita harus memberikan persembahan? Mari kita melihat di ayat 1 dan 2 bahwa persembahan yang kita berikan adalah bentuk pengakuan kepada Tuhan bahwa Dialah yang memberikan kehidupan kepada kita, kita lihat ayat 3 “aku memberitahukan...”. Tanah Kanaan adalah lambang berkat dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan umatNya. Sehingga persembahan yang diberikan itu adalah bentuk pengakuan dan perbuatan Tuhan.  
Itulah persembahan orang Kristen bahwa kita member adalah karena kita sudah terlebih dahulu diberi kasih karunia oleh Allah. Bukan seperti orang yang masih percaya kepada hal-hal mistik memberikan sesajen memuja berhala adalah supaya mereka diberi, itupun jika diberi. 
Sehingga sungguh sangat tidak terpuji perbuatan jemaat jika masih ada yang mengatakan bahwa di gereja terus hanya uang...dan uang...” mungkin jika kita membandingkan kehidupan kekristenan kita saat ini dengan yang diperbuat jemaat mula-mula mungkin tidak akan bisa disamakan, bahwa mereka membagi apa yang ada pada mereka untuk kemajuan pelayanan gereja.
Namun kita juga harus kembali kepada hakikat dari persembahan yang sejati. Rasul Paulus mengatakan bahwa persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yag hidu, kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1). Bahwa persembahan yang paling sejati adalah kehidupan kita ini, bagaimana disegala aspek menjadi persembahan buat Tuhan.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4)

Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 26: 1-4
Terima kasih. Adalah ucapan yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari, bahkan anak-anak dari kecilpun telah diajari mengucapkannya. Saya juga yakin bahwa anda ketika menerima gaji bulanan ataupun hasil usaha yang pertama sekali adalah mengingat Tuhan untuk mengucapkan terima kasih, nah jika belum, saya ingatkan mulai bulan depan mari kita katakana terima kasih buat Tuhan. Itu masih soal yang enaknya, bagaimana jika kesusahan yang datang, apakah kita akan ucapkan terima kasih? Rasul Paulus mengingatkan kita “Bersyukurlah dalam segala hal”.
Renungan kita kali ini mengajak kita untuk mensyukuri pemberian Tuhan. Siapa dari kita yang tidak perlu uang?
Pasti semua memerlukannya, bahkan gereja pun memerlukan untuk biaya operasional dan pelayanan. Lantas dari mana asalnya? Apakah karena usaha kita? Jika ia itu adalah jawaban orang yang tidak beragama. Jika kita katakana dari Tuhan, lantas buat apa kita kasih persembahan untuk Tuhan, itu kan asalnya dari Tuhan. Sudah sejauh mana hebat kita member perembahan buat Tuhan dengan gagahnya kita datang ke gereja member persembahan, ucapan syukur dan perpuluhan buat Tuhan. Dalam 1 Tawarikh 29: 14 dikatakan “Sebab siapakah aku ini dan bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini, sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu”. Kita tidak akan pernah bisa membayar kasih Tuhan.
Mengapa kita harus memberikan persembahan? Mari kita melihat di ayat 1 dan 2 bahwa persembahan yang kita berikan adalah bentuk pengakuan kepada Tuhan bahwa Dialah yang memberikan kehidupan kepada kita, kita lihat ayat 3 “aku memberitahukan...”. Tanah Kanaan adalah lambang berkat dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan umatNya. Sehingga persembahan yang diberikan itu adalah bentuk pengakuan dan perbuatan Tuhan.  
Itulah persembahan orang Kristen bahwa kita member adalah karena kita sudah terlebih dahulu diberi kasih karunia oleh Allah. Bukan seperti orang yang masih percaya kepada hal-hal mistik memberikan sesajen memuja berhala adalah supaya mereka diberi, itupun jika diberi. 
Sehingga sungguh sangat tidak terpuji perbuatan jemaat jika masih ada yang mengatakan bahwa di gereja terus hanya uang...dan uang...” mungkin jika kita membandingkan kehidupan kekristenan kita saat ini dengan yang diperbuat jemaat mula-mula mungkin tidak akan bisa disamakan, bahwa mereka membagi apa yang ada pada mereka untuk kemajuan pelayanan gereja.
Namun kita juga harus kembali kepada hakikat dari persembahan yang sejati. Rasul Paulus mengatakan bahwa persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yag hidu, kudus dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1). Bahwa persembahan yang paling sejati adalah kehidupan kita ini, bagaimana disegala aspek menjadi persembahan buat Tuhan.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Renungan dengan judul Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/02/ulangan-26-1-4-mengakui-perbuatan-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Mengakui perbuatan Tuhan (Ulangan 26: 1-4) "