Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Monday, February 25, 2013

Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21)

Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 5: 17-21
Jika kita menyimak keadaan yang ada di Negara kita tercinta ini, banyak hal-hal yang membuat kita tercengang. Demontrasi yang berakhir dengan kericuhan dan pengerusakan, tawuran antar sekolah dan antar kampong, konser music berakhir dengan kericuhan bahkan sepak bola yang adalah ajang sportivitas berujung pada perkelahian pemain maupun supporter. Jika kita juga melihat lebih luas ke seluruh dunia tidak pernah habisnya kerusuhan dan peperangan. Seakan-akan kedamaian itu menjadi barang langka yang begitu susahnya dicari. Sedikit ada perbedaan selalu berujung pada kerusuhan. Inilah realita hidup yang dialami oleh dunia ini akibat dari dosa. Dosa sebagai bentuk pemberontakan kepada Allah, sehingga dosa telah memisahkan manusia dari Allah sebagai sumber damai.
Sejak awal penciptaan, ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa kedamaian telah hilang dari kehidupan manusia. Manusia tidak lagi dapat menikmati damai yang diciptakan Allah di taman Eden. Sehingga ketika damai itu hilang dan digantikan dengan dosa yang terjadi pada manusia adalah ketakutan (Kejadian 3:10). Sehingga ketakutan selalu mengancam kehidupan manusia karena tidak ada lagi pegangan hidupnya yaitu Tuhan. Yang terjadi kemudian adalah manusia mencoba keluar dari rasa takut dengan memberikan perlawanan akan rasa takut dengan mengeluarkan sifat “kebinatangan” sehingga manusia akan saling mengancam dan memangsa untuk berusaha keluar dari rasa takut.
Namun terpujilah Tuhan maha pengasih yang tidak membiarkan manusia itu selamanya hidup dalam rasa takut (ayat 19). Allah siap berdamai dengan manusia tanpa memperhitungkan pelanggarannya, agar manusia itu kembali menerima damai yang dari Allah. Yesus hadir ditengah-tengah kehidupan manusia adalah untuk membawa damai yang sangat dibutuhkan oleh manusia, kita ingat bagaimana berita kelahiran Tuhan Yesus yang dikumandangkan oleh malaikat “Damai di bumi diantara manusia yang berkenan kepada Allah”. Damai itu akan kita terima jika kita perkenankan Sabda Tuhan masuk dalam kehidupan kita.
Di dalam Kristus kita kembali menjadi ciptaan baru “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Kita kembali hidup yang dipimpin oleh Allah. Maka jadilah kita pelopor dan pembawa damai disetiap kehidupan kita. Segala masalah jika dihadapi dengan hati yang damai pasti akan dapat diselesaikan, namun jika hati tidak damai semudah apapun masalah itu tidak akan selesai malah akan menambah masalah yang baru. Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah lascar-laskar pembawa kedamaian dan bukan permusuhan dan kebencian.
Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 5: 17-21
Jika kita menyimak keadaan yang ada di Negara kita tercinta ini, banyak hal-hal yang membuat kita tercengang. Demontrasi yang berakhir dengan kericuhan dan pengerusakan, tawuran antar sekolah dan antar kampong, konser music berakhir dengan kericuhan bahkan sepak bola yang adalah ajang sportivitas berujung pada perkelahian pemain maupun supporter. Jika kita juga melihat lebih luas ke seluruh dunia tidak pernah habisnya kerusuhan dan peperangan. Seakan-akan kedamaian itu menjadi barang langka yang begitu susahnya dicari. Sedikit ada perbedaan selalu berujung pada kerusuhan. Inilah realita hidup yang dialami oleh dunia ini akibat dari dosa. Dosa sebagai bentuk pemberontakan kepada Allah, sehingga dosa telah memisahkan manusia dari Allah sebagai sumber damai.
Sejak awal penciptaan, ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa kedamaian telah hilang dari kehidupan manusia. Manusia tidak lagi dapat menikmati damai yang diciptakan Allah di taman Eden. Sehingga ketika damai itu hilang dan digantikan dengan dosa yang terjadi pada manusia adalah ketakutan (Kejadian 3:10). Sehingga ketakutan selalu mengancam kehidupan manusia karena tidak ada lagi pegangan hidupnya yaitu Tuhan. Yang terjadi kemudian adalah manusia mencoba keluar dari rasa takut dengan memberikan perlawanan akan rasa takut dengan mengeluarkan sifat “kebinatangan” sehingga manusia akan saling mengancam dan memangsa untuk berusaha keluar dari rasa takut.
Namun terpujilah Tuhan maha pengasih yang tidak membiarkan manusia itu selamanya hidup dalam rasa takut (ayat 19). Allah siap berdamai dengan manusia tanpa memperhitungkan pelanggarannya, agar manusia itu kembali menerima damai yang dari Allah. Yesus hadir ditengah-tengah kehidupan manusia adalah untuk membawa damai yang sangat dibutuhkan oleh manusia, kita ingat bagaimana berita kelahiran Tuhan Yesus yang dikumandangkan oleh malaikat “Damai di bumi diantara manusia yang berkenan kepada Allah”. Damai itu akan kita terima jika kita perkenankan Sabda Tuhan masuk dalam kehidupan kita.
Di dalam Kristus kita kembali menjadi ciptaan baru “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Kita kembali hidup yang dipimpin oleh Allah. Maka jadilah kita pelopor dan pembawa damai disetiap kehidupan kita. Segala masalah jika dihadapi dengan hati yang damai pasti akan dapat diselesaikan, namun jika hati tidak damai semudah apapun masalah itu tidak akan selesai malah akan menambah masalah yang baru. Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah lascar-laskar pembawa kedamaian dan bukan permusuhan dan kebencian.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21)

Bacaan Firman Tuhan: 2 Korintus 5: 17-21
Jika kita menyimak keadaan yang ada di Negara kita tercinta ini, banyak hal-hal yang membuat kita tercengang. Demontrasi yang berakhir dengan kericuhan dan pengerusakan, tawuran antar sekolah dan antar kampong, konser music berakhir dengan kericuhan bahkan sepak bola yang adalah ajang sportivitas berujung pada perkelahian pemain maupun supporter. Jika kita juga melihat lebih luas ke seluruh dunia tidak pernah habisnya kerusuhan dan peperangan. Seakan-akan kedamaian itu menjadi barang langka yang begitu susahnya dicari. Sedikit ada perbedaan selalu berujung pada kerusuhan. Inilah realita hidup yang dialami oleh dunia ini akibat dari dosa. Dosa sebagai bentuk pemberontakan kepada Allah, sehingga dosa telah memisahkan manusia dari Allah sebagai sumber damai.
Sejak awal penciptaan, ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa kedamaian telah hilang dari kehidupan manusia. Manusia tidak lagi dapat menikmati damai yang diciptakan Allah di taman Eden. Sehingga ketika damai itu hilang dan digantikan dengan dosa yang terjadi pada manusia adalah ketakutan (Kejadian 3:10). Sehingga ketakutan selalu mengancam kehidupan manusia karena tidak ada lagi pegangan hidupnya yaitu Tuhan. Yang terjadi kemudian adalah manusia mencoba keluar dari rasa takut dengan memberikan perlawanan akan rasa takut dengan mengeluarkan sifat “kebinatangan” sehingga manusia akan saling mengancam dan memangsa untuk berusaha keluar dari rasa takut.
Namun terpujilah Tuhan maha pengasih yang tidak membiarkan manusia itu selamanya hidup dalam rasa takut (ayat 19). Allah siap berdamai dengan manusia tanpa memperhitungkan pelanggarannya, agar manusia itu kembali menerima damai yang dari Allah. Yesus hadir ditengah-tengah kehidupan manusia adalah untuk membawa damai yang sangat dibutuhkan oleh manusia, kita ingat bagaimana berita kelahiran Tuhan Yesus yang dikumandangkan oleh malaikat “Damai di bumi diantara manusia yang berkenan kepada Allah”. Damai itu akan kita terima jika kita perkenankan Sabda Tuhan masuk dalam kehidupan kita.
Di dalam Kristus kita kembali menjadi ciptaan baru “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Kita kembali hidup yang dipimpin oleh Allah. Maka jadilah kita pelopor dan pembawa damai disetiap kehidupan kita. Segala masalah jika dihadapi dengan hati yang damai pasti akan dapat diselesaikan, namun jika hati tidak damai semudah apapun masalah itu tidak akan selesai malah akan menambah masalah yang baru. Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah lascar-laskar pembawa kedamaian dan bukan permusuhan dan kebencian.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Renungan dengan judul Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/02/2-korintus-5-17-21-pembawa-damai.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Pembawa Damai (2 Korintus 5: 17-21) "