Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Monday, February 25, 2013

Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13)


Manakah yang lebih kita kasihi, apakah Allah sang pemberi atau pemberianNya? Yang member atau pemberianNya. Dan hal ini di uji dari Abraham apakah dia benar mengasihi Allah daripada mengasihi pemberian Allah tersebut. Sudah begitu lama Abraham menantikan keturunan yang dijanjikan oleh Allah dan Allah ingin memintanya kembali. Dari bacaan Firman Tuhan kali ini kita dapat melihat sikap Abraham akan permintaan Tuhan kepadanya:
  1.  Abraham dengan tenang menghadapi pergumulannya dengan tenang melakukan yang di Firmankan Tuhan (ayat 3).
Jika kita dalam posisi Abraham, mungkin bisa saja muncul pertanyaan dalam hati kita: apakah janji Tuhan itu tidak lagi diberikan kepadaku?, apakah Allah sekejam itu, anak yang telah lama dinanti harus diambil kembali?, sekejam itukah Allah, harus anaknya menjadi korban sembelihan?
Kita tidak tahu apakah demikian juga pemikiran Abraham dalam menghadapi situasi ini. Namun dalam kisah ini kita dapat melihat bahwa begitu Firman Tuhan datang kepadanya untuk menyerahkan anaknya menjadi korba sembelihan, keesokan harinya dia berangkat tanpa protes kepada Allah.
2.      Ada keyakinan (ayat 5)
“kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu”
Apakah itu kalimat agar bujangnya tidak mengetahui apa yang akan mereka perbuat, namun yang pasti sepertinya Abraham mempunyai keyakinan akan janji Tuhan kepadanya seperti yang sudah dijanjikan Tuhan kepadanya menjadi bangsa yang besar; memberkati dan menjadi berkat dan membuat namanya masyur.
Firman ini ingin mengingatkan kita kembali bahwa apapun yang kita miliki itu adalah sumbernya dari Allah. Maka jangan pernah mengatakan bahwa itu adalah hasil usaha kita. Tuhan siap kapan saja untuk member dan mengambil kembali apapun yang telah kita terima dari Allah. Maka dari itu jangan pernah bermain-main dengan kuasa Allah yang besar.
Semua berkat yang kita terima dari Allah apakah kita siap memakainya sesuai dengan yang Tuhan Firmankan. Jika Tuhan masih member kehidupan, pakailah kehidupanmu untuk memuliakan Tuhan. Jika Tuhan memberikan kita rejeki apakah akan kita pakai untuk Firman Tuhan. Apakah anak-anak yang telah Tuhan berikan kepada kita sudah kita ajar sesuai dengan Firman Tuhan.
Sebab itu, ingat kembali berkat Tuhan, apakah sudah kita persembahkan buat Tuhan menjadi persembahan yang kudus dihadapanNya. Yakinkan diri kita, bagaimanapun susahnya hidup yang kita hadapi tangan pengasihan Tuhan pasti bekerja dalam hidup kita asalkan kita mengandalkan iman.

Manakah yang lebih kita kasihi, apakah Allah sang pemberi atau pemberianNya? Yang member atau pemberianNya. Dan hal ini di uji dari Abraham apakah dia benar mengasihi Allah daripada mengasihi pemberian Allah tersebut. Sudah begitu lama Abraham menantikan keturunan yang dijanjikan oleh Allah dan Allah ingin memintanya kembali. Dari bacaan Firman Tuhan kali ini kita dapat melihat sikap Abraham akan permintaan Tuhan kepadanya:
  1.  Abraham dengan tenang menghadapi pergumulannya dengan tenang melakukan yang di Firmankan Tuhan (ayat 3).
Jika kita dalam posisi Abraham, mungkin bisa saja muncul pertanyaan dalam hati kita: apakah janji Tuhan itu tidak lagi diberikan kepadaku?, apakah Allah sekejam itu, anak yang telah lama dinanti harus diambil kembali?, sekejam itukah Allah, harus anaknya menjadi korban sembelihan?
Kita tidak tahu apakah demikian juga pemikiran Abraham dalam menghadapi situasi ini. Namun dalam kisah ini kita dapat melihat bahwa begitu Firman Tuhan datang kepadanya untuk menyerahkan anaknya menjadi korba sembelihan, keesokan harinya dia berangkat tanpa protes kepada Allah.
2.      Ada keyakinan (ayat 5)
“kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu”
Apakah itu kalimat agar bujangnya tidak mengetahui apa yang akan mereka perbuat, namun yang pasti sepertinya Abraham mempunyai keyakinan akan janji Tuhan kepadanya seperti yang sudah dijanjikan Tuhan kepadanya menjadi bangsa yang besar; memberkati dan menjadi berkat dan membuat namanya masyur.
Firman ini ingin mengingatkan kita kembali bahwa apapun yang kita miliki itu adalah sumbernya dari Allah. Maka jangan pernah mengatakan bahwa itu adalah hasil usaha kita. Tuhan siap kapan saja untuk member dan mengambil kembali apapun yang telah kita terima dari Allah. Maka dari itu jangan pernah bermain-main dengan kuasa Allah yang besar.
Semua berkat yang kita terima dari Allah apakah kita siap memakainya sesuai dengan yang Tuhan Firmankan. Jika Tuhan masih member kehidupan, pakailah kehidupanmu untuk memuliakan Tuhan. Jika Tuhan memberikan kita rejeki apakah akan kita pakai untuk Firman Tuhan. Apakah anak-anak yang telah Tuhan berikan kepada kita sudah kita ajar sesuai dengan Firman Tuhan.
Sebab itu, ingat kembali berkat Tuhan, apakah sudah kita persembahkan buat Tuhan menjadi persembahan yang kudus dihadapanNya. Yakinkan diri kita, bagaimanapun susahnya hidup yang kita hadapi tangan pengasihan Tuhan pasti bekerja dalam hidup kita asalkan kita mengandalkan iman.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13)


Manakah yang lebih kita kasihi, apakah Allah sang pemberi atau pemberianNya? Yang member atau pemberianNya. Dan hal ini di uji dari Abraham apakah dia benar mengasihi Allah daripada mengasihi pemberian Allah tersebut. Sudah begitu lama Abraham menantikan keturunan yang dijanjikan oleh Allah dan Allah ingin memintanya kembali. Dari bacaan Firman Tuhan kali ini kita dapat melihat sikap Abraham akan permintaan Tuhan kepadanya:
  1.  Abraham dengan tenang menghadapi pergumulannya dengan tenang melakukan yang di Firmankan Tuhan (ayat 3).
Jika kita dalam posisi Abraham, mungkin bisa saja muncul pertanyaan dalam hati kita: apakah janji Tuhan itu tidak lagi diberikan kepadaku?, apakah Allah sekejam itu, anak yang telah lama dinanti harus diambil kembali?, sekejam itukah Allah, harus anaknya menjadi korban sembelihan?
Kita tidak tahu apakah demikian juga pemikiran Abraham dalam menghadapi situasi ini. Namun dalam kisah ini kita dapat melihat bahwa begitu Firman Tuhan datang kepadanya untuk menyerahkan anaknya menjadi korba sembelihan, keesokan harinya dia berangkat tanpa protes kepada Allah.
2.      Ada keyakinan (ayat 5)
“kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu”
Apakah itu kalimat agar bujangnya tidak mengetahui apa yang akan mereka perbuat, namun yang pasti sepertinya Abraham mempunyai keyakinan akan janji Tuhan kepadanya seperti yang sudah dijanjikan Tuhan kepadanya menjadi bangsa yang besar; memberkati dan menjadi berkat dan membuat namanya masyur.
Firman ini ingin mengingatkan kita kembali bahwa apapun yang kita miliki itu adalah sumbernya dari Allah. Maka jangan pernah mengatakan bahwa itu adalah hasil usaha kita. Tuhan siap kapan saja untuk member dan mengambil kembali apapun yang telah kita terima dari Allah. Maka dari itu jangan pernah bermain-main dengan kuasa Allah yang besar.
Semua berkat yang kita terima dari Allah apakah kita siap memakainya sesuai dengan yang Tuhan Firmankan. Jika Tuhan masih member kehidupan, pakailah kehidupanmu untuk memuliakan Tuhan. Jika Tuhan memberikan kita rejeki apakah akan kita pakai untuk Firman Tuhan. Apakah anak-anak yang telah Tuhan berikan kepada kita sudah kita ajar sesuai dengan Firman Tuhan.
Sebab itu, ingat kembali berkat Tuhan, apakah sudah kita persembahkan buat Tuhan menjadi persembahan yang kudus dihadapanNya. Yakinkan diri kita, bagaimanapun susahnya hidup yang kita hadapi tangan pengasihan Tuhan pasti bekerja dalam hidup kita asalkan kita mengandalkan iman.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Renungan dengan judul Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/02/kejadian-221-13-kasihilah-allah-sang.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Kasihilah Allah Sang Pemberi (Kejadian 22:1-13) "