Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, September 3, 2013

Menuai Untuk Kemuliaan Allah (Yohanes 4: 31-42)

Yohanes 4: 31-42; Matius 7: 15-23; Menuai Untuk Kemuliaan Allah 
Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama murid-muridNya ke Galilea dengan melintasi daerah Samaria dan sesampainya di sebuah kota di Samaria yaitu Sikhar. Keletihan dalam perjalanan Yesus berhenti di sebuah sumur yaitu Sumur Yakub, sementara murid-murid Tuhan Yesus pergi ke kota untuk membeli makakanan. Disinilah terjadi percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. 
Dalam percakapan itu dapat kita baca bahwa perempuan Samaria itu menjadi percaya kepada Yesus dan mengucapkan pengakuan yang begitu indah yaitu “...Sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, Dialah benar-benar Juruselamat Dunia” (ay. 42). Dari kesaksian perempuan Samaria itu banyak juga dari orang-orang yang Samaria yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
Karena begitu hausnya mereka mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, mereka meminta untuk tinggal dua hari lagi di situ.

Dalam perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria itu, ada hal yang sangat menarik yang dapat kita pelajari bahwa Yesus-lah sumber kebenaran dan hidup yang sejati dan hal ini juga menjadi pelajaran berharga kepada murid-muridNya sebagai bekal untuk mereka nantinya dalam melanjutkan misi pemberitaan Injil. Dalam pembicaraan itu, Tuhan Yesus menekankan mengenai Air Hidup yaitu air yang senantiasa memancar yang membuat orang tidak akan pernah haus sampai kepada hidup yang kekal. Makanan yang tidak kamu kenal yaitu yang melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
Pada pembacaan renungan bagi kita kali ini adalah mengenai “Pada-Ku ada Makanan yang tidak kamu kenal”. Pernyataan Tuhan Yesus mengundang pertanyaan dari mereka apakah ada seseorang yang telah membawa makanan kepadaNya untuk dimakan. Namun dalam hal ini Yesus menggunakan konteks yang terjadi saat itu untuk menyatakan pengajaranNya sama seperti percakapanNya dengan perempuan Samaria tadi. Dari keletihan mereka pada perjalanan yang panjang seharusnyalah mereka akan makan, namun ternyata ada pengajaran Tuhan Yesus yang menunjukkan bahwa ada makanan yang lebih penting dari makanan jasmani yaitu makanan rohani yakni untuk melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaanNya. Hal ini menjadi sangat relevan melihat antusias dari orang-orang Samaria yang datang kepada Yesus untuk mendengar pengajaranNya melalui berita dan ajakan perempuan Samaria tadi. Bahwa akan tiba saatnya untuk menuai karena begitu banyak hasil yang akan di tuai, maka mereka di utus oleh Tuhan Yesus untuk menuai dengan bekerja keras dan itu lebih penting daripada mementingkan hidup mereka dalam hal mencari makanan jasmani.
Saudara yang terkasih, jika memperhatikan pemberitaan ini secara umum dalam Yohanes 4 ini, kita akan di ingatkan bahwa sama seperti makanan dan minuman yang tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain, maka Air Hidup dan makanan rohani itu adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam hubungan kita dengan Allah. Kita hidup di dunia ini adalah bekerja untuk Tuhan, bahwa hidup kita adalah hanya untuk Tuhan. Kita tidak akan mampu menuai ataupun melakukan pekerjaan Tuhan tanpa air hidup yang terpancar di dalam hidup kita. Air Hidup itulah yang akan memberikan kehidupan dan kekuatan. 
Hidup sebagai orang Kristen di tengah-tengah dunia ini adalah bekerja buat Tuhan. Yaitu pemberitaan Firman Tuhan kepada semua orang. Sepanjang kita hidup maka selama itu kita akan menuai dan akan menerima upahnya untuk hidup yang kekal (ay. 36). Namun kita juga harus ingat bahwa pekerjaan menuai yang kita lakukan hanyalah karena kehendak Tuhan dan bukan karena kehendak atau keinginan kita, apalagi jika pemberitaan Injil yang kita lakukan adalah hanya sekedar untuk mencari keuntungan diri sendiri atau hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberikan upah apapun kepada kita selain daripada jawaban Tuhan Yesus kepada kita: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dariKu, kamu sekalian pembuatan kejahatan!” (Mat. 7: 23), sebab buakan semua orang yang memanggil Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan sorga, namun dia yang melakukan kehendak Allah. 
Panggilan untuk menuai adalah kepada setiap orang yang telah percaya, kita semua mempunyai tugas pemberitaan Injil untuk mengumpulkan buahnya untuk hidup yang kekal. Sudah sejauh mana aktifitas kehidupan kita ini kita pakai untuk proses menuai? Jika kita makan makanan jasmani tiga kali dalam sehari, apakah kita telah melakukan pekerjaan menuai ataupun melakukan kehendak Bapa lebih dari itu? Biar apapun aktifitas kehidupan kita sehari-hari itu kita gunakan semuanya menjadi pekerjaan menuai. Kita melakukan pekerjaan kita sesuai dengan kehendak Bapa, sehingga pekerjaan yang kita tekuni dalam keseharian kita jangan kita remehkan atau kita rendahkan hanya sekedar dalam konteks mencari nafkah kehidupan sehari-hari namun harus lebih dari itu, bahwa kita bekerja untuk Tuhan bekerja untuk memenuhi kehendak Bapa yang di sorga. Dalam 1 Korintus 10: 31 Rasul Paulus menegaskan “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

Yohanes 4: 31-42; Matius 7: 15-23; Menuai Untuk Kemuliaan Allah 
Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama murid-muridNya ke Galilea dengan melintasi daerah Samaria dan sesampainya di sebuah kota di Samaria yaitu Sikhar. Keletihan dalam perjalanan Yesus berhenti di sebuah sumur yaitu Sumur Yakub, sementara murid-murid Tuhan Yesus pergi ke kota untuk membeli makakanan. Disinilah terjadi percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. 
Dalam percakapan itu dapat kita baca bahwa perempuan Samaria itu menjadi percaya kepada Yesus dan mengucapkan pengakuan yang begitu indah yaitu “...Sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, Dialah benar-benar Juruselamat Dunia” (ay. 42). Dari kesaksian perempuan Samaria itu banyak juga dari orang-orang yang Samaria yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
Karena begitu hausnya mereka mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, mereka meminta untuk tinggal dua hari lagi di situ.

Dalam perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria itu, ada hal yang sangat menarik yang dapat kita pelajari bahwa Yesus-lah sumber kebenaran dan hidup yang sejati dan hal ini juga menjadi pelajaran berharga kepada murid-muridNya sebagai bekal untuk mereka nantinya dalam melanjutkan misi pemberitaan Injil. Dalam pembicaraan itu, Tuhan Yesus menekankan mengenai Air Hidup yaitu air yang senantiasa memancar yang membuat orang tidak akan pernah haus sampai kepada hidup yang kekal. Makanan yang tidak kamu kenal yaitu yang melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
Pada pembacaan renungan bagi kita kali ini adalah mengenai “Pada-Ku ada Makanan yang tidak kamu kenal”. Pernyataan Tuhan Yesus mengundang pertanyaan dari mereka apakah ada seseorang yang telah membawa makanan kepadaNya untuk dimakan. Namun dalam hal ini Yesus menggunakan konteks yang terjadi saat itu untuk menyatakan pengajaranNya sama seperti percakapanNya dengan perempuan Samaria tadi. Dari keletihan mereka pada perjalanan yang panjang seharusnyalah mereka akan makan, namun ternyata ada pengajaran Tuhan Yesus yang menunjukkan bahwa ada makanan yang lebih penting dari makanan jasmani yaitu makanan rohani yakni untuk melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaanNya. Hal ini menjadi sangat relevan melihat antusias dari orang-orang Samaria yang datang kepada Yesus untuk mendengar pengajaranNya melalui berita dan ajakan perempuan Samaria tadi. Bahwa akan tiba saatnya untuk menuai karena begitu banyak hasil yang akan di tuai, maka mereka di utus oleh Tuhan Yesus untuk menuai dengan bekerja keras dan itu lebih penting daripada mementingkan hidup mereka dalam hal mencari makanan jasmani.
Saudara yang terkasih, jika memperhatikan pemberitaan ini secara umum dalam Yohanes 4 ini, kita akan di ingatkan bahwa sama seperti makanan dan minuman yang tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain, maka Air Hidup dan makanan rohani itu adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam hubungan kita dengan Allah. Kita hidup di dunia ini adalah bekerja untuk Tuhan, bahwa hidup kita adalah hanya untuk Tuhan. Kita tidak akan mampu menuai ataupun melakukan pekerjaan Tuhan tanpa air hidup yang terpancar di dalam hidup kita. Air Hidup itulah yang akan memberikan kehidupan dan kekuatan. 
Hidup sebagai orang Kristen di tengah-tengah dunia ini adalah bekerja buat Tuhan. Yaitu pemberitaan Firman Tuhan kepada semua orang. Sepanjang kita hidup maka selama itu kita akan menuai dan akan menerima upahnya untuk hidup yang kekal (ay. 36). Namun kita juga harus ingat bahwa pekerjaan menuai yang kita lakukan hanyalah karena kehendak Tuhan dan bukan karena kehendak atau keinginan kita, apalagi jika pemberitaan Injil yang kita lakukan adalah hanya sekedar untuk mencari keuntungan diri sendiri atau hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberikan upah apapun kepada kita selain daripada jawaban Tuhan Yesus kepada kita: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dariKu, kamu sekalian pembuatan kejahatan!” (Mat. 7: 23), sebab buakan semua orang yang memanggil Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan sorga, namun dia yang melakukan kehendak Allah. 
Panggilan untuk menuai adalah kepada setiap orang yang telah percaya, kita semua mempunyai tugas pemberitaan Injil untuk mengumpulkan buahnya untuk hidup yang kekal. Sudah sejauh mana aktifitas kehidupan kita ini kita pakai untuk proses menuai? Jika kita makan makanan jasmani tiga kali dalam sehari, apakah kita telah melakukan pekerjaan menuai ataupun melakukan kehendak Bapa lebih dari itu? Biar apapun aktifitas kehidupan kita sehari-hari itu kita gunakan semuanya menjadi pekerjaan menuai. Kita melakukan pekerjaan kita sesuai dengan kehendak Bapa, sehingga pekerjaan yang kita tekuni dalam keseharian kita jangan kita remehkan atau kita rendahkan hanya sekedar dalam konteks mencari nafkah kehidupan sehari-hari namun harus lebih dari itu, bahwa kita bekerja untuk Tuhan bekerja untuk memenuhi kehendak Bapa yang di sorga. Dalam 1 Korintus 10: 31 Rasul Paulus menegaskan “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Menuai Untuk Kemuliaan Allah (Yohanes 4: 31-42)

Yohanes 4: 31-42; Matius 7: 15-23; Menuai Untuk Kemuliaan Allah 
Dalam perjalanan Tuhan Yesus bersama murid-muridNya ke Galilea dengan melintasi daerah Samaria dan sesampainya di sebuah kota di Samaria yaitu Sikhar. Keletihan dalam perjalanan Yesus berhenti di sebuah sumur yaitu Sumur Yakub, sementara murid-murid Tuhan Yesus pergi ke kota untuk membeli makakanan. Disinilah terjadi percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. 
Dalam percakapan itu dapat kita baca bahwa perempuan Samaria itu menjadi percaya kepada Yesus dan mengucapkan pengakuan yang begitu indah yaitu “...Sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, Dialah benar-benar Juruselamat Dunia” (ay. 42). Dari kesaksian perempuan Samaria itu banyak juga dari orang-orang yang Samaria yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.
Karena begitu hausnya mereka mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, mereka meminta untuk tinggal dua hari lagi di situ.

Dalam perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria itu, ada hal yang sangat menarik yang dapat kita pelajari bahwa Yesus-lah sumber kebenaran dan hidup yang sejati dan hal ini juga menjadi pelajaran berharga kepada murid-muridNya sebagai bekal untuk mereka nantinya dalam melanjutkan misi pemberitaan Injil. Dalam pembicaraan itu, Tuhan Yesus menekankan mengenai Air Hidup yaitu air yang senantiasa memancar yang membuat orang tidak akan pernah haus sampai kepada hidup yang kekal. Makanan yang tidak kamu kenal yaitu yang melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaanNya.
Pada pembacaan renungan bagi kita kali ini adalah mengenai “Pada-Ku ada Makanan yang tidak kamu kenal”. Pernyataan Tuhan Yesus mengundang pertanyaan dari mereka apakah ada seseorang yang telah membawa makanan kepadaNya untuk dimakan. Namun dalam hal ini Yesus menggunakan konteks yang terjadi saat itu untuk menyatakan pengajaranNya sama seperti percakapanNya dengan perempuan Samaria tadi. Dari keletihan mereka pada perjalanan yang panjang seharusnyalah mereka akan makan, namun ternyata ada pengajaran Tuhan Yesus yang menunjukkan bahwa ada makanan yang lebih penting dari makanan jasmani yaitu makanan rohani yakni untuk melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaanNya. Hal ini menjadi sangat relevan melihat antusias dari orang-orang Samaria yang datang kepada Yesus untuk mendengar pengajaranNya melalui berita dan ajakan perempuan Samaria tadi. Bahwa akan tiba saatnya untuk menuai karena begitu banyak hasil yang akan di tuai, maka mereka di utus oleh Tuhan Yesus untuk menuai dengan bekerja keras dan itu lebih penting daripada mementingkan hidup mereka dalam hal mencari makanan jasmani.
Saudara yang terkasih, jika memperhatikan pemberitaan ini secara umum dalam Yohanes 4 ini, kita akan di ingatkan bahwa sama seperti makanan dan minuman yang tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain, maka Air Hidup dan makanan rohani itu adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam hubungan kita dengan Allah. Kita hidup di dunia ini adalah bekerja untuk Tuhan, bahwa hidup kita adalah hanya untuk Tuhan. Kita tidak akan mampu menuai ataupun melakukan pekerjaan Tuhan tanpa air hidup yang terpancar di dalam hidup kita. Air Hidup itulah yang akan memberikan kehidupan dan kekuatan. 
Hidup sebagai orang Kristen di tengah-tengah dunia ini adalah bekerja buat Tuhan. Yaitu pemberitaan Firman Tuhan kepada semua orang. Sepanjang kita hidup maka selama itu kita akan menuai dan akan menerima upahnya untuk hidup yang kekal (ay. 36). Namun kita juga harus ingat bahwa pekerjaan menuai yang kita lakukan hanyalah karena kehendak Tuhan dan bukan karena kehendak atau keinginan kita, apalagi jika pemberitaan Injil yang kita lakukan adalah hanya sekedar untuk mencari keuntungan diri sendiri atau hanya untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberikan upah apapun kepada kita selain daripada jawaban Tuhan Yesus kepada kita: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dariKu, kamu sekalian pembuatan kejahatan!” (Mat. 7: 23), sebab buakan semua orang yang memanggil Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan sorga, namun dia yang melakukan kehendak Allah. 
Panggilan untuk menuai adalah kepada setiap orang yang telah percaya, kita semua mempunyai tugas pemberitaan Injil untuk mengumpulkan buahnya untuk hidup yang kekal. Sudah sejauh mana aktifitas kehidupan kita ini kita pakai untuk proses menuai? Jika kita makan makanan jasmani tiga kali dalam sehari, apakah kita telah melakukan pekerjaan menuai ataupun melakukan kehendak Bapa lebih dari itu? Biar apapun aktifitas kehidupan kita sehari-hari itu kita gunakan semuanya menjadi pekerjaan menuai. Kita melakukan pekerjaan kita sesuai dengan kehendak Bapa, sehingga pekerjaan yang kita tekuni dalam keseharian kita jangan kita remehkan atau kita rendahkan hanya sekedar dalam konteks mencari nafkah kehidupan sehari-hari namun harus lebih dari itu, bahwa kita bekerja untuk Tuhan bekerja untuk memenuhi kehendak Bapa yang di sorga. Dalam 1 Korintus 10: 31 Rasul Paulus menegaskan “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Saksi Kristus dengan judul Menuai Untuk Kemuliaan Allah (Yohanes 4: 31-42) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/09/yohanes-4-31-42-menuai-untuk-kemuliaan_5979.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Menuai Untuk Kemuliaan Allah (Yohanes 4: 31-42) "