Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Friday, August 30, 2013

Iman Yang Kokoh (Daniel 3: 13-18)

Daniel 3: 13-18; Kis. 17: 22-28
Dalam sejarah gereja pada segala abad kita dapat mengetahui bahwa begitu banyaknya tokoh-tokoh yang memperlihatkan semangat penginjilan bahkan harus martir dalam pelayanannya. Dalam hal ini kita sangat mengapresiasi bagaimana mereka mampu untuk mempertahankan iman dan juga memiliki semangat yang kuat dalam kondisi dunia yang belum mengenal Yesus dan juga di dalam penolakan kepada orang-orang yang percaya ketika itu.
Pada pembahasan nats kita kali ini dari Daniel 3: 13-18, bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego (SMA) dicampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala karena
tidak mau menyembah patung emas yang di dirikan oleh Nebukadnezar. SMA memperlihatkan bagaimana iman mereka yang teguh kepada Allah yang walaupun mereka diperhadapkan pada jalan kematian yang begitu mengerikan dengan member jawab: 
            “jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Mereka memperlihatkan bagaimana Iman mereka tidaklah dapat dipengaruhi dan di goyahakan melalui ancaman hukuman kematian bahwa baik hidup maupun mati mereka akan tetap setia kepada Allah. Pada akhirnya dapat dilihat bahwa perbuatan Allah bekerja dalam hidup SMA yang walaupun mereka telah dimasukkan dalam perapian yang menyala-nyala namun mereka dapat selamat tanpa luka bakar dan cacat sedikit pun, justru hukuman yang mereka jatuhkan pada SMA menjadi suatu kesaksian kepada mereka bahwa Allah kita adalah Allah yang berkuasa atas langit dan bumi. Bahwa ternyata kesusahan yang di alami oleh anak-anak Allah ditengah dunia ini adalah menjadi ujian bagi iman yang kita miliki sudah sejauh mana kita mampu mempertahankan iman dalam setiap kondisi kehidupan kita di dunia ini.
Jika kita melihat konteks kehidupan kita saat ini mungkin jika kita membayangkan hal itu sungguh sangat mengerikan dan tidak mungkin hal-hal seperti itu terjadi lagi bahwa akan adanya pemaksaan dengan hukuman untuk menyembah dan mempercayai suatu keyakinan tertentu sebab sudah ada yang namanya undang-undang kebebasan beragama dan juga adanya undang-undang HAM (Hak Azasi Manusia). Namun, haruslah kita sadari bahwa iblis yang begitu licik akan terus memakai setiap kondisi yang ada di dunia ini merusak dan mengganggu perwujudan Kerajaan Allah di dunia ini. 

Sebab itu Tuhan Yesus menasehatkan kita “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”. Ada banyak hal yang dapat menyesatkan iman kita mulai dari orang-orang yang mengatasnamakan Tuhan, peperangan, bencana alam, orang yang membenci nama Yesus, penyesatan karena kedurhakaan, kasih yang semakin dingin dan yang saling membenci (Mat. 24: 3-14).
Pada jaman kita saat ini ada banyak ilah-ilah yang memaksa kita untuk menyembahnya dan semakin tergantung pada ilah-ilah itu dan bukan lagi pada kehendak dan kuasa Allah. Uang, kuasa dan jabatan kemajuan tehnologi dan informasi adalah contoh dalam dunia ini yang dapat memaksa kita untuk tunduk kepadanya dan meninggalkan dan melupakan Allah. 

Banyak kesenangan-kesenangan semu yang diperhadapkan pada kita di era globalisasi ini dan mulai meninggalkan kesenangan sejati yang disediakan oleh Allah bagi kita. Sehingga layak untuk dipertanyakan bagaimana orang Kristen hidup ditengah arus globalisasi saat ini? Karena tidak jarang lagi kita melihat ada banyak orang-orang Kristen yang telah beralih kepercayaan hanya karena uang kuasa dan jabatan bahkan sudah banyak generasi muda saat ini yang telah terjebak pada arus globalisasi itu sendiri yang membuat mereka durhaka kepada orangtuanya dan mulai mengabaikan persekutuan Kristen. Kita tidak dapat lari dari jaman yang kita jalani saat ini, namun kita dapat belajar dari kisah SMA yang mampu menjalani kehidupannya saat itu dengan tetap memiliki Iman dan pengharapan yang teguh kepada Allah. 
Sehingga untuk mengisi kewaspadaan kita adalah perlunya pengenalan akan Allah dengan baik, sebab jika tidak demikian maka adalah hal yang mudah untuk kita mengikuti ilah-ilah jaman sekarang ini, bagaimana kita memiliki iman seperti yang tertulis dalam Roma 1: 16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yag kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang percaya...” Kemudian kita juga perlu memperhatikan dan menguji segala sesuatu yang ada ditengah-tengah kehidupan saat ini seperti yang tertulis di Efesus 5: 10 “Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan”.
Daniel 3: 13-18; Kis. 17: 22-28
Dalam sejarah gereja pada segala abad kita dapat mengetahui bahwa begitu banyaknya tokoh-tokoh yang memperlihatkan semangat penginjilan bahkan harus martir dalam pelayanannya. Dalam hal ini kita sangat mengapresiasi bagaimana mereka mampu untuk mempertahankan iman dan juga memiliki semangat yang kuat dalam kondisi dunia yang belum mengenal Yesus dan juga di dalam penolakan kepada orang-orang yang percaya ketika itu.
Pada pembahasan nats kita kali ini dari Daniel 3: 13-18, bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego (SMA) dicampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala karena
tidak mau menyembah patung emas yang di dirikan oleh Nebukadnezar. SMA memperlihatkan bagaimana iman mereka yang teguh kepada Allah yang walaupun mereka diperhadapkan pada jalan kematian yang begitu mengerikan dengan member jawab: 
            “jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Mereka memperlihatkan bagaimana Iman mereka tidaklah dapat dipengaruhi dan di goyahakan melalui ancaman hukuman kematian bahwa baik hidup maupun mati mereka akan tetap setia kepada Allah. Pada akhirnya dapat dilihat bahwa perbuatan Allah bekerja dalam hidup SMA yang walaupun mereka telah dimasukkan dalam perapian yang menyala-nyala namun mereka dapat selamat tanpa luka bakar dan cacat sedikit pun, justru hukuman yang mereka jatuhkan pada SMA menjadi suatu kesaksian kepada mereka bahwa Allah kita adalah Allah yang berkuasa atas langit dan bumi. Bahwa ternyata kesusahan yang di alami oleh anak-anak Allah ditengah dunia ini adalah menjadi ujian bagi iman yang kita miliki sudah sejauh mana kita mampu mempertahankan iman dalam setiap kondisi kehidupan kita di dunia ini.
Jika kita melihat konteks kehidupan kita saat ini mungkin jika kita membayangkan hal itu sungguh sangat mengerikan dan tidak mungkin hal-hal seperti itu terjadi lagi bahwa akan adanya pemaksaan dengan hukuman untuk menyembah dan mempercayai suatu keyakinan tertentu sebab sudah ada yang namanya undang-undang kebebasan beragama dan juga adanya undang-undang HAM (Hak Azasi Manusia). Namun, haruslah kita sadari bahwa iblis yang begitu licik akan terus memakai setiap kondisi yang ada di dunia ini merusak dan mengganggu perwujudan Kerajaan Allah di dunia ini. 

Sebab itu Tuhan Yesus menasehatkan kita “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”. Ada banyak hal yang dapat menyesatkan iman kita mulai dari orang-orang yang mengatasnamakan Tuhan, peperangan, bencana alam, orang yang membenci nama Yesus, penyesatan karena kedurhakaan, kasih yang semakin dingin dan yang saling membenci (Mat. 24: 3-14).
Pada jaman kita saat ini ada banyak ilah-ilah yang memaksa kita untuk menyembahnya dan semakin tergantung pada ilah-ilah itu dan bukan lagi pada kehendak dan kuasa Allah. Uang, kuasa dan jabatan kemajuan tehnologi dan informasi adalah contoh dalam dunia ini yang dapat memaksa kita untuk tunduk kepadanya dan meninggalkan dan melupakan Allah. 

Banyak kesenangan-kesenangan semu yang diperhadapkan pada kita di era globalisasi ini dan mulai meninggalkan kesenangan sejati yang disediakan oleh Allah bagi kita. Sehingga layak untuk dipertanyakan bagaimana orang Kristen hidup ditengah arus globalisasi saat ini? Karena tidak jarang lagi kita melihat ada banyak orang-orang Kristen yang telah beralih kepercayaan hanya karena uang kuasa dan jabatan bahkan sudah banyak generasi muda saat ini yang telah terjebak pada arus globalisasi itu sendiri yang membuat mereka durhaka kepada orangtuanya dan mulai mengabaikan persekutuan Kristen. Kita tidak dapat lari dari jaman yang kita jalani saat ini, namun kita dapat belajar dari kisah SMA yang mampu menjalani kehidupannya saat itu dengan tetap memiliki Iman dan pengharapan yang teguh kepada Allah. 
Sehingga untuk mengisi kewaspadaan kita adalah perlunya pengenalan akan Allah dengan baik, sebab jika tidak demikian maka adalah hal yang mudah untuk kita mengikuti ilah-ilah jaman sekarang ini, bagaimana kita memiliki iman seperti yang tertulis dalam Roma 1: 16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yag kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang percaya...” Kemudian kita juga perlu memperhatikan dan menguji segala sesuatu yang ada ditengah-tengah kehidupan saat ini seperti yang tertulis di Efesus 5: 10 “Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan”.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Iman Yang Kokoh (Daniel 3: 13-18)

Daniel 3: 13-18; Kis. 17: 22-28
Dalam sejarah gereja pada segala abad kita dapat mengetahui bahwa begitu banyaknya tokoh-tokoh yang memperlihatkan semangat penginjilan bahkan harus martir dalam pelayanannya. Dalam hal ini kita sangat mengapresiasi bagaimana mereka mampu untuk mempertahankan iman dan juga memiliki semangat yang kuat dalam kondisi dunia yang belum mengenal Yesus dan juga di dalam penolakan kepada orang-orang yang percaya ketika itu.
Pada pembahasan nats kita kali ini dari Daniel 3: 13-18, bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego (SMA) dicampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala karena
tidak mau menyembah patung emas yang di dirikan oleh Nebukadnezar. SMA memperlihatkan bagaimana iman mereka yang teguh kepada Allah yang walaupun mereka diperhadapkan pada jalan kematian yang begitu mengerikan dengan member jawab: 
            “jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Mereka memperlihatkan bagaimana Iman mereka tidaklah dapat dipengaruhi dan di goyahakan melalui ancaman hukuman kematian bahwa baik hidup maupun mati mereka akan tetap setia kepada Allah. Pada akhirnya dapat dilihat bahwa perbuatan Allah bekerja dalam hidup SMA yang walaupun mereka telah dimasukkan dalam perapian yang menyala-nyala namun mereka dapat selamat tanpa luka bakar dan cacat sedikit pun, justru hukuman yang mereka jatuhkan pada SMA menjadi suatu kesaksian kepada mereka bahwa Allah kita adalah Allah yang berkuasa atas langit dan bumi. Bahwa ternyata kesusahan yang di alami oleh anak-anak Allah ditengah dunia ini adalah menjadi ujian bagi iman yang kita miliki sudah sejauh mana kita mampu mempertahankan iman dalam setiap kondisi kehidupan kita di dunia ini.
Jika kita melihat konteks kehidupan kita saat ini mungkin jika kita membayangkan hal itu sungguh sangat mengerikan dan tidak mungkin hal-hal seperti itu terjadi lagi bahwa akan adanya pemaksaan dengan hukuman untuk menyembah dan mempercayai suatu keyakinan tertentu sebab sudah ada yang namanya undang-undang kebebasan beragama dan juga adanya undang-undang HAM (Hak Azasi Manusia). Namun, haruslah kita sadari bahwa iblis yang begitu licik akan terus memakai setiap kondisi yang ada di dunia ini merusak dan mengganggu perwujudan Kerajaan Allah di dunia ini. 

Sebab itu Tuhan Yesus menasehatkan kita “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”. Ada banyak hal yang dapat menyesatkan iman kita mulai dari orang-orang yang mengatasnamakan Tuhan, peperangan, bencana alam, orang yang membenci nama Yesus, penyesatan karena kedurhakaan, kasih yang semakin dingin dan yang saling membenci (Mat. 24: 3-14).
Pada jaman kita saat ini ada banyak ilah-ilah yang memaksa kita untuk menyembahnya dan semakin tergantung pada ilah-ilah itu dan bukan lagi pada kehendak dan kuasa Allah. Uang, kuasa dan jabatan kemajuan tehnologi dan informasi adalah contoh dalam dunia ini yang dapat memaksa kita untuk tunduk kepadanya dan meninggalkan dan melupakan Allah. 

Banyak kesenangan-kesenangan semu yang diperhadapkan pada kita di era globalisasi ini dan mulai meninggalkan kesenangan sejati yang disediakan oleh Allah bagi kita. Sehingga layak untuk dipertanyakan bagaimana orang Kristen hidup ditengah arus globalisasi saat ini? Karena tidak jarang lagi kita melihat ada banyak orang-orang Kristen yang telah beralih kepercayaan hanya karena uang kuasa dan jabatan bahkan sudah banyak generasi muda saat ini yang telah terjebak pada arus globalisasi itu sendiri yang membuat mereka durhaka kepada orangtuanya dan mulai mengabaikan persekutuan Kristen. Kita tidak dapat lari dari jaman yang kita jalani saat ini, namun kita dapat belajar dari kisah SMA yang mampu menjalani kehidupannya saat itu dengan tetap memiliki Iman dan pengharapan yang teguh kepada Allah. 
Sehingga untuk mengisi kewaspadaan kita adalah perlunya pengenalan akan Allah dengan baik, sebab jika tidak demikian maka adalah hal yang mudah untuk kita mengikuti ilah-ilah jaman sekarang ini, bagaimana kita memiliki iman seperti yang tertulis dalam Roma 1: 16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yag kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang yang percaya...” Kemudian kita juga perlu memperhatikan dan menguji segala sesuatu yang ada ditengah-tengah kehidupan saat ini seperti yang tertulis di Efesus 5: 10 “Dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan”.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Saksi Kristus dengan judul Iman Yang Kokoh (Daniel 3: 13-18) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/08/daniel-3-13-18-iman-yang-kokoh.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Iman Yang Kokoh (Daniel 3: 13-18) "