Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, June 5, 2013

Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17)


Yesus membangkitkan anak muda di Nain Lukas 7: 11-17; 1 Raja-raja 17:17-24
Saudara yang terkasih, setelah kita membaca kisah mengenai mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain, maka hal yang pertama yag harus kita sadari bahwa Tuhan Yesus telah memperlihatkan diriNya adalah Mesias sebab Dia telah memperlihatka diriNya adalah penguasa kehidupan. Tuhan Yesus telah memperlihatkan Sisi lain dari penderitaan yang paling ditakuti oleh manusia yaitu kematian bahkan dalam kisah itu diberitakan bahwa anak muda itu adalah satu-satunya anak janda tersebut. Kita diingatkan melalui mujizat ini bahwa ternyata walaupun dalam pandangan manusia terdapat batasan kebahagiaan, namun di dalam Tuhan kebahagiaan itu tidak akan pernah berakhir. Karya keselamatan tidak akan pernah dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, dan walaupun kita harus menghadapi yang namanya kematian namun karya keselamatan Allah masih akan terus berlanjut sampai selama-lamanya bagi orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Inilah kabar sukacita kepada kita dalam melintasi kehidupan ditengah-tengah dunia ini walaupun banyak kesusahan dan penderitaan yang kita alami Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita Roh kemerdekaan dan bukan roh ketakutan. Seperti orang yang melihat dan menyambut mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain demikian jugalah kita akan menyerukan dan mempercayai bahwa “Allah telah melawat umatNya”. 

Saudara yang terkasih, selain dari yang telah saya sampaikan diatas tadi ada hal yang lebih sangat menarik untuk kita pahami bahwa ternyata mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah karena rasa “belas kasihan”. Ini adalah dasar dari segala karya penyelamatan Tuhan Yesus, oleh karena kasihNya kepada manusia sehingga Allah berbuat dan bertindak untuk menyelamatkan manusia dari kematian dan penderitaan karena dosa. Tuhan telah memperlihatkan belas kasihanNya dengan perbuatan yang dapat kita lihat yang telah hadir ditengah-tengah kehidupan manusia. Dalam 1 Yohanes 4:16 dikatakan “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”. Sehingga Allah juga menginginkan hidup kita ada di dalam kasih Allah. Kita tidak hanya mempenyai rasa belas kasihan tetapi bagaimana rasa yang kita miliki itu memang berbuat dan bertindak.
Dalam Ibrani 4:5 dikatakan bahwa kita telah mempunyai Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita. Mungkin dalam kehidupan kita pernah merasakan kesedihan seperti yang dialami oleh janda yang kehilangan anaknya tersebut. Baik itu kesedihan karena kematian ataupun yang ditimbulkan oleh pergumulan keluarga maupun dalam pekerjaan. Namun itu adalah realita hidup ditengah-tengah kehidupan yang harus kita alami tengah-tengah hidup ini. Namun yang menjadi masalah sesungguhnya adalah bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. 

Melalui nats bacaan kita saat ini memberikan kepada kita keyakinan akan sikap yang kita ambil dalam setiap masalah yang datang. Kita tidak perlu menambah masalah dengan kesedihan dan tangisan bahwa ada Tuhan Yesus yang turut merasakan penderitaan kita. Hati Allah akan tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan yang kita alami. Mujizat Tuhan Yesus itu nyata dan hadir di tengah-tengah kehidupan kita yang walaupun kita tidak melihat namun Allah akan terus berkarya dan bekerja ditengah-tengah kehidupan orang-orang yang selalu berharap akan Tuhan dan yang setia akan FirmanNya.

Yesus membangkitkan anak muda di Nain Lukas 7: 11-17; 1 Raja-raja 17:17-24
Saudara yang terkasih, setelah kita membaca kisah mengenai mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain, maka hal yang pertama yag harus kita sadari bahwa Tuhan Yesus telah memperlihatkan diriNya adalah Mesias sebab Dia telah memperlihatka diriNya adalah penguasa kehidupan. Tuhan Yesus telah memperlihatkan Sisi lain dari penderitaan yang paling ditakuti oleh manusia yaitu kematian bahkan dalam kisah itu diberitakan bahwa anak muda itu adalah satu-satunya anak janda tersebut. Kita diingatkan melalui mujizat ini bahwa ternyata walaupun dalam pandangan manusia terdapat batasan kebahagiaan, namun di dalam Tuhan kebahagiaan itu tidak akan pernah berakhir. Karya keselamatan tidak akan pernah dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, dan walaupun kita harus menghadapi yang namanya kematian namun karya keselamatan Allah masih akan terus berlanjut sampai selama-lamanya bagi orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Inilah kabar sukacita kepada kita dalam melintasi kehidupan ditengah-tengah dunia ini walaupun banyak kesusahan dan penderitaan yang kita alami Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita Roh kemerdekaan dan bukan roh ketakutan. Seperti orang yang melihat dan menyambut mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain demikian jugalah kita akan menyerukan dan mempercayai bahwa “Allah telah melawat umatNya”. 

Saudara yang terkasih, selain dari yang telah saya sampaikan diatas tadi ada hal yang lebih sangat menarik untuk kita pahami bahwa ternyata mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah karena rasa “belas kasihan”. Ini adalah dasar dari segala karya penyelamatan Tuhan Yesus, oleh karena kasihNya kepada manusia sehingga Allah berbuat dan bertindak untuk menyelamatkan manusia dari kematian dan penderitaan karena dosa. Tuhan telah memperlihatkan belas kasihanNya dengan perbuatan yang dapat kita lihat yang telah hadir ditengah-tengah kehidupan manusia. Dalam 1 Yohanes 4:16 dikatakan “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”. Sehingga Allah juga menginginkan hidup kita ada di dalam kasih Allah. Kita tidak hanya mempenyai rasa belas kasihan tetapi bagaimana rasa yang kita miliki itu memang berbuat dan bertindak.
Dalam Ibrani 4:5 dikatakan bahwa kita telah mempunyai Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita. Mungkin dalam kehidupan kita pernah merasakan kesedihan seperti yang dialami oleh janda yang kehilangan anaknya tersebut. Baik itu kesedihan karena kematian ataupun yang ditimbulkan oleh pergumulan keluarga maupun dalam pekerjaan. Namun itu adalah realita hidup ditengah-tengah kehidupan yang harus kita alami tengah-tengah hidup ini. Namun yang menjadi masalah sesungguhnya adalah bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. 

Melalui nats bacaan kita saat ini memberikan kepada kita keyakinan akan sikap yang kita ambil dalam setiap masalah yang datang. Kita tidak perlu menambah masalah dengan kesedihan dan tangisan bahwa ada Tuhan Yesus yang turut merasakan penderitaan kita. Hati Allah akan tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan yang kita alami. Mujizat Tuhan Yesus itu nyata dan hadir di tengah-tengah kehidupan kita yang walaupun kita tidak melihat namun Allah akan terus berkarya dan bekerja ditengah-tengah kehidupan orang-orang yang selalu berharap akan Tuhan dan yang setia akan FirmanNya.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17)


Yesus membangkitkan anak muda di Nain Lukas 7: 11-17; 1 Raja-raja 17:17-24
Saudara yang terkasih, setelah kita membaca kisah mengenai mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain, maka hal yang pertama yag harus kita sadari bahwa Tuhan Yesus telah memperlihatkan diriNya adalah Mesias sebab Dia telah memperlihatka diriNya adalah penguasa kehidupan. Tuhan Yesus telah memperlihatkan Sisi lain dari penderitaan yang paling ditakuti oleh manusia yaitu kematian bahkan dalam kisah itu diberitakan bahwa anak muda itu adalah satu-satunya anak janda tersebut. Kita diingatkan melalui mujizat ini bahwa ternyata walaupun dalam pandangan manusia terdapat batasan kebahagiaan, namun di dalam Tuhan kebahagiaan itu tidak akan pernah berakhir. Karya keselamatan tidak akan pernah dapat dibatasi oleh ruang dan waktu, dan walaupun kita harus menghadapi yang namanya kematian namun karya keselamatan Allah masih akan terus berlanjut sampai selama-lamanya bagi orang-orang yang berkenan kepada Allah.
Inilah kabar sukacita kepada kita dalam melintasi kehidupan ditengah-tengah dunia ini walaupun banyak kesusahan dan penderitaan yang kita alami Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita Roh kemerdekaan dan bukan roh ketakutan. Seperti orang yang melihat dan menyambut mujizat Tuhan Yesus di Kota Nain demikian jugalah kita akan menyerukan dan mempercayai bahwa “Allah telah melawat umatNya”. 

Saudara yang terkasih, selain dari yang telah saya sampaikan diatas tadi ada hal yang lebih sangat menarik untuk kita pahami bahwa ternyata mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah karena rasa “belas kasihan”. Ini adalah dasar dari segala karya penyelamatan Tuhan Yesus, oleh karena kasihNya kepada manusia sehingga Allah berbuat dan bertindak untuk menyelamatkan manusia dari kematian dan penderitaan karena dosa. Tuhan telah memperlihatkan belas kasihanNya dengan perbuatan yang dapat kita lihat yang telah hadir ditengah-tengah kehidupan manusia. Dalam 1 Yohanes 4:16 dikatakan “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia”. Sehingga Allah juga menginginkan hidup kita ada di dalam kasih Allah. Kita tidak hanya mempenyai rasa belas kasihan tetapi bagaimana rasa yang kita miliki itu memang berbuat dan bertindak.
Dalam Ibrani 4:5 dikatakan bahwa kita telah mempunyai Imam Besar yang turut merasakan kelemahan kita. Mungkin dalam kehidupan kita pernah merasakan kesedihan seperti yang dialami oleh janda yang kehilangan anaknya tersebut. Baik itu kesedihan karena kematian ataupun yang ditimbulkan oleh pergumulan keluarga maupun dalam pekerjaan. Namun itu adalah realita hidup ditengah-tengah kehidupan yang harus kita alami tengah-tengah hidup ini. Namun yang menjadi masalah sesungguhnya adalah bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. 

Melalui nats bacaan kita saat ini memberikan kepada kita keyakinan akan sikap yang kita ambil dalam setiap masalah yang datang. Kita tidak perlu menambah masalah dengan kesedihan dan tangisan bahwa ada Tuhan Yesus yang turut merasakan penderitaan kita. Hati Allah akan tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan yang kita alami. Mujizat Tuhan Yesus itu nyata dan hadir di tengah-tengah kehidupan kita yang walaupun kita tidak melihat namun Allah akan terus berkarya dan bekerja ditengah-tengah kehidupan orang-orang yang selalu berharap akan Tuhan dan yang setia akan FirmanNya.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu dengan judul Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/06/lukas-7-11-17-yesus-membangkitkan-anak.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yesus membangkitkan anak muda di Nain (Lukas 7: 11-17) "