Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, June 12, 2013

Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa (Lukas 7:40-50)


Lukas 7:40-50; 2 Samuel 12:10-14 Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tiga kelompok pemimpin spiritual mendapatkan kecaman yaitu orang Saduki, Farisi dan Ahli Taurat yang selalu berasa lebih baik dan lebih benar, dan itulah sebabnya Yesus mengecam mereka dengan mengatakan “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para pelacur akan mendahuluimu masuk dalam kerajaan sorga” (Mat.21:31). Hal inilah yang terjadi dalam nats kita ini ketika seorang perempuan yang dikenal umum berprofesi sebagai perempuan sundal dianggap berdosa dan sangat tidak layak berada di tengah-tengah orang Farisi. Bahkan orang Farisi tersebut menginginkan agar Yesus memiliki pandangan yang sama. Respon Yesus justru sebaliknya kepada perempuan berdosa yang menghampiri dan meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi yang mahal dan menyeka dengan rambutnya. Yesus melihat bahwa dari sikap dan kesungguhan hatinya, terpancar cinta kasihnya kepada Tuhan dan keinginan untuk meninggalkan dosa-dosanya, bertobat dari kehidupan lamanya.

Anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus adalah pengampunan dosa sebagai bukti kasih Allah untuk merangkul semua umat manusia ke dalam hidup yang penuh dengan pengampunan dan sukacita dari Tuhan. Pengampunan dosa itu hanya dapat diterima dengan mau merendahkan dirinya. Dalam Mat. 18:3-4 Tuhan Yesus menyatakan “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga, sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan sorga”. Pengampunan dosa yang kita terima dari Allah adalah melalui keterbukaan di hadapan Allah sehingga kita tidak menutupi keberadaan kita yang berdosa. Selama manusia itu tidak terbuka dan selalu menutupi kekurangannya dengan selalu menonjolkan dirinya merasa paling benar, maka selama itu pengampunan dosa dari Tuhan tidak akan kita terima. Maka sangat perlu kita memeriksa diri jangan-jangan kita masih seperti orang Farisi yang mengundang Yesus hanya sekedar memperlihatkan reputasinya pada banyak orang namun kasihnya kepada Allah sama sekali tidak ada kasihnya. Apakah kita hanya berpenampilan Kristen namun kita belum mendapatkan anugerah Allah.

Dalam kerendahan diri di hadapan Allah kita akan menerima keampunan dosa yang akan membawa kita pada kepenuhan Roh Allah yang di dalamnya kita akan hidup di dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22-23).
Kasih kepada Allah itu terlihat dari bagaimana kita mau menundukkan diri dihadapanNya dan selalu menyangkal keberadaan kita. Saat ini banyak orang hidup seakan memakai topeng dan tidak mau memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya dan inilah yang akan membawa kita pada hidup yang tidak akan pernah penuh dengan semangat dan sukacita dari Tuhan. Karena masih banyak orang yang senang untuk menutupi dosanya daripada mengakuinya dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan. 

Selama kita menutup keberdosaan kita di hadapan Allah maka selama itu pula juga kita menutup diri di hadapan Allah, di dalam Yesus Allah telah membuka diriNya namun masih banyak manusia yang enggan untuk mau membuka dirinya dan selalu mencoba menutup atau pun memakai topeng agama untuk menyembunyikan dirinya. Dalam nas epistle kita diceritakan bagaimana Daud mau menerima teguran Tuhan atas dosa yang diperbuatnya yang walaupun dia adalah seorang raja yang mempunyai kuasa tetapi dia mau tunduk atas teguran Tuhan dan menyesali pelanggarannya.


Lukas 7:40-50; 2 Samuel 12:10-14 Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tiga kelompok pemimpin spiritual mendapatkan kecaman yaitu orang Saduki, Farisi dan Ahli Taurat yang selalu berasa lebih baik dan lebih benar, dan itulah sebabnya Yesus mengecam mereka dengan mengatakan “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para pelacur akan mendahuluimu masuk dalam kerajaan sorga” (Mat.21:31). Hal inilah yang terjadi dalam nats kita ini ketika seorang perempuan yang dikenal umum berprofesi sebagai perempuan sundal dianggap berdosa dan sangat tidak layak berada di tengah-tengah orang Farisi. Bahkan orang Farisi tersebut menginginkan agar Yesus memiliki pandangan yang sama. Respon Yesus justru sebaliknya kepada perempuan berdosa yang menghampiri dan meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi yang mahal dan menyeka dengan rambutnya. Yesus melihat bahwa dari sikap dan kesungguhan hatinya, terpancar cinta kasihnya kepada Tuhan dan keinginan untuk meninggalkan dosa-dosanya, bertobat dari kehidupan lamanya.

Anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus adalah pengampunan dosa sebagai bukti kasih Allah untuk merangkul semua umat manusia ke dalam hidup yang penuh dengan pengampunan dan sukacita dari Tuhan. Pengampunan dosa itu hanya dapat diterima dengan mau merendahkan dirinya. Dalam Mat. 18:3-4 Tuhan Yesus menyatakan “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga, sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan sorga”. Pengampunan dosa yang kita terima dari Allah adalah melalui keterbukaan di hadapan Allah sehingga kita tidak menutupi keberadaan kita yang berdosa. Selama manusia itu tidak terbuka dan selalu menutupi kekurangannya dengan selalu menonjolkan dirinya merasa paling benar, maka selama itu pengampunan dosa dari Tuhan tidak akan kita terima. Maka sangat perlu kita memeriksa diri jangan-jangan kita masih seperti orang Farisi yang mengundang Yesus hanya sekedar memperlihatkan reputasinya pada banyak orang namun kasihnya kepada Allah sama sekali tidak ada kasihnya. Apakah kita hanya berpenampilan Kristen namun kita belum mendapatkan anugerah Allah.

Dalam kerendahan diri di hadapan Allah kita akan menerima keampunan dosa yang akan membawa kita pada kepenuhan Roh Allah yang di dalamnya kita akan hidup di dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22-23).
Kasih kepada Allah itu terlihat dari bagaimana kita mau menundukkan diri dihadapanNya dan selalu menyangkal keberadaan kita. Saat ini banyak orang hidup seakan memakai topeng dan tidak mau memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya dan inilah yang akan membawa kita pada hidup yang tidak akan pernah penuh dengan semangat dan sukacita dari Tuhan. Karena masih banyak orang yang senang untuk menutupi dosanya daripada mengakuinya dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan. 

Selama kita menutup keberdosaan kita di hadapan Allah maka selama itu pula juga kita menutup diri di hadapan Allah, di dalam Yesus Allah telah membuka diriNya namun masih banyak manusia yang enggan untuk mau membuka dirinya dan selalu mencoba menutup atau pun memakai topeng agama untuk menyembunyikan dirinya. Dalam nas epistle kita diceritakan bagaimana Daud mau menerima teguran Tuhan atas dosa yang diperbuatnya yang walaupun dia adalah seorang raja yang mempunyai kuasa tetapi dia mau tunduk atas teguran Tuhan dan menyesali pelanggarannya.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa (Lukas 7:40-50)


Lukas 7:40-50; 2 Samuel 12:10-14 Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tiga kelompok pemimpin spiritual mendapatkan kecaman yaitu orang Saduki, Farisi dan Ahli Taurat yang selalu berasa lebih baik dan lebih benar, dan itulah sebabnya Yesus mengecam mereka dengan mengatakan “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, para pemungut cukai dan para pelacur akan mendahuluimu masuk dalam kerajaan sorga” (Mat.21:31). Hal inilah yang terjadi dalam nats kita ini ketika seorang perempuan yang dikenal umum berprofesi sebagai perempuan sundal dianggap berdosa dan sangat tidak layak berada di tengah-tengah orang Farisi. Bahkan orang Farisi tersebut menginginkan agar Yesus memiliki pandangan yang sama. Respon Yesus justru sebaliknya kepada perempuan berdosa yang menghampiri dan meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi yang mahal dan menyeka dengan rambutnya. Yesus melihat bahwa dari sikap dan kesungguhan hatinya, terpancar cinta kasihnya kepada Tuhan dan keinginan untuk meninggalkan dosa-dosanya, bertobat dari kehidupan lamanya.

Anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus adalah pengampunan dosa sebagai bukti kasih Allah untuk merangkul semua umat manusia ke dalam hidup yang penuh dengan pengampunan dan sukacita dari Tuhan. Pengampunan dosa itu hanya dapat diterima dengan mau merendahkan dirinya. Dalam Mat. 18:3-4 Tuhan Yesus menyatakan “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga, sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan sorga”. Pengampunan dosa yang kita terima dari Allah adalah melalui keterbukaan di hadapan Allah sehingga kita tidak menutupi keberadaan kita yang berdosa. Selama manusia itu tidak terbuka dan selalu menutupi kekurangannya dengan selalu menonjolkan dirinya merasa paling benar, maka selama itu pengampunan dosa dari Tuhan tidak akan kita terima. Maka sangat perlu kita memeriksa diri jangan-jangan kita masih seperti orang Farisi yang mengundang Yesus hanya sekedar memperlihatkan reputasinya pada banyak orang namun kasihnya kepada Allah sama sekali tidak ada kasihnya. Apakah kita hanya berpenampilan Kristen namun kita belum mendapatkan anugerah Allah.

Dalam kerendahan diri di hadapan Allah kita akan menerima keampunan dosa yang akan membawa kita pada kepenuhan Roh Allah yang di dalamnya kita akan hidup di dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22-23).
Kasih kepada Allah itu terlihat dari bagaimana kita mau menundukkan diri dihadapanNya dan selalu menyangkal keberadaan kita. Saat ini banyak orang hidup seakan memakai topeng dan tidak mau memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya dan inilah yang akan membawa kita pada hidup yang tidak akan pernah penuh dengan semangat dan sukacita dari Tuhan. Karena masih banyak orang yang senang untuk menutupi dosanya daripada mengakuinya dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan. 

Selama kita menutup keberdosaan kita di hadapan Allah maka selama itu pula juga kita menutup diri di hadapan Allah, di dalam Yesus Allah telah membuka diriNya namun masih banyak manusia yang enggan untuk mau membuka dirinya dan selalu mencoba menutup atau pun memakai topeng agama untuk menyembunyikan dirinya. Dalam nas epistle kita diceritakan bagaimana Daud mau menerima teguran Tuhan atas dosa yang diperbuatnya yang walaupun dia adalah seorang raja yang mempunyai kuasa tetapi dia mau tunduk atas teguran Tuhan dan menyesali pelanggarannya.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Khotbah Minggu dengan judul Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa (Lukas 7:40-50) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/06/lukas-740-50-yesus-di-urapi-oleh.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yesus di urapi oleh Perempuan Berdosa (Lukas 7:40-50) "