Wednesday, May 29, 2013

Yeremia 9: 23-26 Sudahkah kita mengenal Allah?



Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26; 2 Korintus 10:12-18)
Apakah kita merasa ditegur oleh Firman ini? Dan jika kita merasakannya berarti itu adalah indikasi bahwa kita belum mengenal Allah. Dalam nats ini Nabi Yeremia sangat bersedih melihat keadaan umat Israel yang kehidupannya sudah sangat jauh dari ciri-ciri umat yang mengenal Allah, bagaimana tidak bahwa mereka telah membanggakan kebijaksanaannya, kekayaannya dan kekuatannya sehingga melupakan kasih Allah kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka. Hal inilah yang hendak diluruskan oleh Yeremia, bahwa sikap meninggikan diri bukanlah sikap yang bijak malah itu adalah sikap yang akan membawa kepada penghukuman Allah. Dalam Hosea 4:6 dikatakan “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”.
Sudahkah kita mengenal Allah?
Inilah yang hendak kita bahas dalam nats ini, sikap akan pengenalan Allah yang baik akan membawa kita menemukan harta karun yang tidak akan ternilai harganya. Yang mengenal Allah akan jauh dari sikap memegahkan diri dan rasul Paulus dalam suratnya di 1Korintus 1:31 menegaskan kembali pesan yang dituliskan oleh Yeremia bahwa “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”, sebab Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (1 Kor. 1:24), maka hanya di dalam kekuatan dan hikmat Allah sajalah kita dapat bermegah. Kita tidak membanggakan apa yang ada pada kita menurut ukuran dunia akan tetapi biarlah kita membanggakan hikmat dan kekuatan Allah yang menurut pandangan dunia itu adalah sesuatu kebodohan. Dalam Yohans 14: 7 dikatakan “sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”. Kita telah mengenal Allah di dalam Kristus yang telah memperlihatkan kepada kita dan dunia ini bahwa Allah adalah Esa satu-satunya yang menguasai kehidupan dunia ini yang penuh dengan kasih, pengampunan dan kuasa, itulah Allah yang kita percayai dan kita yakini.
Saudara yang terkasih, orang yang mengenal Allah adalah orang yang tunduk di bawah salib Kristus yang telah memperlihatkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi. Kristus telah menjadi hikmat bagi kita untuk menjalani hidup sesuai dengan kasih, keadilan  dan kebenaran Tuhan dan bukan menjalani hidup dari hikmat dunia yang sombong dan angkuh yang selalu ingin menonjokan diri sendiri dan selalu ingin menjadi tuan bagi sesamanya.
Tuhan ingin mengajak kita untuk mengenal kasih dan kekuatan Allah dan jangan pernah mengandalkan diri sendiri ataupun kekuatan yang lain selain mengandalkan kekuatan Tuhan. Saya mau berbagi sedikit cerita, bahwa saya mempunyai anak perempuan yang masih ber-umur 5 bulan dan selama ini selalu saja banyak orang yang mau menasehati kepada kami jika bepergian keluar rumah supaya membawa bawang putih dan gunting. Yang dapat saya simpulkan bahwa memang masih banyak dari orang-orang yang menyebut diri Kristen belum benar-benar mengenal Allah yang mereka percayai. Jawaban kami untuk setiap nasehat itu adalah “kami mengenal yang kami percayai, malaikat Tuhan menjaga anak kami”. Mungkin bagi kita pembaca banyak yang sudah mengetahui dan sering mendengar disekitar kita akan kisah yang saya ceritakan itu dan masih banyak lagi kisah-kisah dalam kehidupan kita yang dapat menyimpulkan bahwa masih banyak dari kita orang Kristen yang belum benar-benar mengenal Tuhan dengan baik. Hal inilah yang terjadi pada umat Israel ketika itu, bahwa mereka mendapat ancaman dari kerajaan Asyur dan Babel sehingga mereka meminta pertolongan kepada bangsa Mesir untuk menghadapi ancaman itu, padahal sudah terus nabi Allah mengingatkan mereka untuk tidak mencari pertolongan yang lain selain daripada Allah.
Dalam Hosea 6:6 jelas ditegaskan oleh Firman Allah bahwa kesukaanNya adalah kasih setia dan pengenalan akan Allah bukan korban bakaran yang kita berikan. Tuhan mengajak kita untuk sungguh-sungguh mengenal Allah dalam hal tindakan nyata atas iman pengakuan yang kita ucapkan. Pengakuan iman tidak hanya kata-kata tetapi tindakan nyata. Dalam Hosea 6:3 dikatakan bahwa orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah, Ia akan hadir dan bekerja dalam hidup kita seperti fajar di pagi hari yang membawa harapan dan masa depan yang cerah dan seperti hujan di akhir musim yang memberikan kelegaan dan sukacita kepada kita. Selamat mengenal Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Amin

About Metro




Sukacitamu.net. Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yeremia 9: 23-26 Sudahkah kita mengenal Allah?



Sudahkah kita mengenal Allah? (Yeremia 9: 23-26; 2 Korintus 10:12-18)
Apakah kita merasa ditegur oleh Firman ini? Dan jika kita merasakannya berarti itu adalah indikasi bahwa kita belum mengenal Allah. Dalam nats ini Nabi Yeremia sangat bersedih melihat keadaan umat Israel yang kehidupannya sudah sangat jauh dari ciri-ciri umat yang mengenal Allah, bagaimana tidak bahwa mereka telah membanggakan kebijaksanaannya, kekayaannya dan kekuatannya sehingga melupakan kasih Allah kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka. Hal inilah yang hendak diluruskan oleh Yeremia, bahwa sikap meninggikan diri bukanlah sikap yang bijak malah itu adalah sikap yang akan membawa kepada penghukuman Allah. Dalam Hosea 4:6 dikatakan “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”.
Sudahkah kita mengenal Allah?
Inilah yang hendak kita bahas dalam nats ini, sikap akan pengenalan Allah yang baik akan membawa kita menemukan harta karun yang tidak akan ternilai harganya. Yang mengenal Allah akan jauh dari sikap memegahkan diri dan rasul Paulus dalam suratnya di 1Korintus 1:31 menegaskan kembali pesan yang dituliskan oleh Yeremia bahwa “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”, sebab Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah (1 Kor. 1:24), maka hanya di dalam kekuatan dan hikmat Allah sajalah kita dapat bermegah. Kita tidak membanggakan apa yang ada pada kita menurut ukuran dunia akan tetapi biarlah kita membanggakan hikmat dan kekuatan Allah yang menurut pandangan dunia itu adalah sesuatu kebodohan. Dalam Yohans 14: 7 dikatakan “sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”. Kita telah mengenal Allah di dalam Kristus yang telah memperlihatkan kepada kita dan dunia ini bahwa Allah adalah Esa satu-satunya yang menguasai kehidupan dunia ini yang penuh dengan kasih, pengampunan dan kuasa, itulah Allah yang kita percayai dan kita yakini.
Saudara yang terkasih, orang yang mengenal Allah adalah orang yang tunduk di bawah salib Kristus yang telah memperlihatkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi. Kristus telah menjadi hikmat bagi kita untuk menjalani hidup sesuai dengan kasih, keadilan  dan kebenaran Tuhan dan bukan menjalani hidup dari hikmat dunia yang sombong dan angkuh yang selalu ingin menonjokan diri sendiri dan selalu ingin menjadi tuan bagi sesamanya.
Tuhan ingin mengajak kita untuk mengenal kasih dan kekuatan Allah dan jangan pernah mengandalkan diri sendiri ataupun kekuatan yang lain selain mengandalkan kekuatan Tuhan. Saya mau berbagi sedikit cerita, bahwa saya mempunyai anak perempuan yang masih ber-umur 5 bulan dan selama ini selalu saja banyak orang yang mau menasehati kepada kami jika bepergian keluar rumah supaya membawa bawang putih dan gunting. Yang dapat saya simpulkan bahwa memang masih banyak dari orang-orang yang menyebut diri Kristen belum benar-benar mengenal Allah yang mereka percayai. Jawaban kami untuk setiap nasehat itu adalah “kami mengenal yang kami percayai, malaikat Tuhan menjaga anak kami”. Mungkin bagi kita pembaca banyak yang sudah mengetahui dan sering mendengar disekitar kita akan kisah yang saya ceritakan itu dan masih banyak lagi kisah-kisah dalam kehidupan kita yang dapat menyimpulkan bahwa masih banyak dari kita orang Kristen yang belum benar-benar mengenal Tuhan dengan baik. Hal inilah yang terjadi pada umat Israel ketika itu, bahwa mereka mendapat ancaman dari kerajaan Asyur dan Babel sehingga mereka meminta pertolongan kepada bangsa Mesir untuk menghadapi ancaman itu, padahal sudah terus nabi Allah mengingatkan mereka untuk tidak mencari pertolongan yang lain selain daripada Allah.
Dalam Hosea 6:6 jelas ditegaskan oleh Firman Allah bahwa kesukaanNya adalah kasih setia dan pengenalan akan Allah bukan korban bakaran yang kita berikan. Tuhan mengajak kita untuk sungguh-sungguh mengenal Allah dalam hal tindakan nyata atas iman pengakuan yang kita ucapkan. Pengakuan iman tidak hanya kata-kata tetapi tindakan nyata. Dalam Hosea 6:3 dikatakan bahwa orang yang sungguh-sungguh mengenal Allah, Ia akan hadir dan bekerja dalam hidup kita seperti fajar di pagi hari yang membawa harapan dan masa depan yang cerah dan seperti hujan di akhir musim yang memberikan kelegaan dan sukacita kepada kita. Selamat mengenal Tuhan! Tuhan Yesus memberkati. Amin
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Kotbah Minggu dengan judul Yeremia 9: 23-26 Sudahkah kita mengenal Allah? . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/05/yeremia-9-23-26-sudahkah-kita-mengenal.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman David Martua Lubis - Wednesday, May 29, 2013

Belum ada komentar untuk " Yeremia 9: 23-26 Sudahkah kita mengenal Allah? "

Post a Comment