Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, May 8, 2013

Yohanes 17: 20-26 (1#)


Yohanes 17: 20-26 (1#)
Tujuan dari doa Tuhan Yesus pada pasal 17 ini adalah agar setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus “menjadi satu”, dan di dalam kesatuan itulah terdapat kemuliaan dan kasih Allah. Tujuan dari umat percaya itu perlu bersatu adalah agar “dunia percaya”:
1.      Engkaulah yang mengutus Aku
2.      Engkau mengasihi mereka
Tuhan menginginkan kesatuan dalam jemaat agar kasih dan kemuliaan Allah itu nyata dalam hidup orang yang percaya. Sehingga jika konsep hidup keimanan kita mempunyai semangat kesatuan dan kasih, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu jauh; Tuhan itu tidak mendengar doa kita; Tuhan itu tidak perduli. Tuhan sangat menginginkan supaya kita itu satu dengan Dia sama seperti Bapa satu dengan Tuhan Yesus, namun yang sungguh sangat disayangkan adalah kita yang tidak mau bersatu dengan Allah karena kita menolak kemuliaan Allah masuk dalam hidup kita.

Tuhan menginginkan supaya dunia dapat mengenal kasih Allah dan menyadari bahwa mereka juga sangat dikasihi oleh Allah. Namun bagaimana mungkin mereka dapat mengenal Yesus adalah benar-benar Tuhan dan juruselamat jika kita tidak memperlihatkannya dalam kehidupan kita. Bagaimana kita dapat menjadi saksi Kristus kepada dunia jika di dalam rumah tangga sendiri pun tidak bisa bersatu; di dalam gereja pun sibuk dalam pertikaian internal yang tidak pernah berujung; antara gereja yang satu dengan gereja yang lain saling menghina dan mempertahankan gereja yang paling benar. Mungkin tidak salah jika kita berrefleksi dan berbanah diri jika kita belajar dari agama lain bagaimana reaksi mereka di seluruh dunia ketika ada seagamanya di belahan dunia yang lain mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Mau sampai kapan gereja akan di segel di bakar dan larangan beribadah terus terjadi jika kita terus hanya diam dan tidak bertindak apa-apa? Sehingga hanya bisa membenci orang-orang yang melakukannya. Inilah adalah salah satu refleksi yag harus kita renungkan bersama.
Namun demikian kita sangat perlu memperhatikan bagaimana doa Tuhan Yesus dengan harapan kemuliaan dan kasihNya hidup di dalam diri kita. Hal pertama sekali yang harus kita renungkan apakah kita hidup ditengah-tengah dunia ini (disekitar kita) sebagai “semak belukar” yang harus dilenyapkan dan dibakar  atau sebagai “bunga” yang harum dan indah dan layak untuk dijaga dan dirawat?
Kiranya Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan kita, tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi memikirkan kebaikan kita bersama. Memikirkan dan melakukan yang terbaik bagi Tuhan, diri sendiri, keluarga, gereja, masyarakat luas.

Yohanes 17: 20-26 (1#)
Tujuan dari doa Tuhan Yesus pada pasal 17 ini adalah agar setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus “menjadi satu”, dan di dalam kesatuan itulah terdapat kemuliaan dan kasih Allah. Tujuan dari umat percaya itu perlu bersatu adalah agar “dunia percaya”:
1.      Engkaulah yang mengutus Aku
2.      Engkau mengasihi mereka
Tuhan menginginkan kesatuan dalam jemaat agar kasih dan kemuliaan Allah itu nyata dalam hidup orang yang percaya. Sehingga jika konsep hidup keimanan kita mempunyai semangat kesatuan dan kasih, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu jauh; Tuhan itu tidak mendengar doa kita; Tuhan itu tidak perduli. Tuhan sangat menginginkan supaya kita itu satu dengan Dia sama seperti Bapa satu dengan Tuhan Yesus, namun yang sungguh sangat disayangkan adalah kita yang tidak mau bersatu dengan Allah karena kita menolak kemuliaan Allah masuk dalam hidup kita.

Tuhan menginginkan supaya dunia dapat mengenal kasih Allah dan menyadari bahwa mereka juga sangat dikasihi oleh Allah. Namun bagaimana mungkin mereka dapat mengenal Yesus adalah benar-benar Tuhan dan juruselamat jika kita tidak memperlihatkannya dalam kehidupan kita. Bagaimana kita dapat menjadi saksi Kristus kepada dunia jika di dalam rumah tangga sendiri pun tidak bisa bersatu; di dalam gereja pun sibuk dalam pertikaian internal yang tidak pernah berujung; antara gereja yang satu dengan gereja yang lain saling menghina dan mempertahankan gereja yang paling benar. Mungkin tidak salah jika kita berrefleksi dan berbanah diri jika kita belajar dari agama lain bagaimana reaksi mereka di seluruh dunia ketika ada seagamanya di belahan dunia yang lain mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Mau sampai kapan gereja akan di segel di bakar dan larangan beribadah terus terjadi jika kita terus hanya diam dan tidak bertindak apa-apa? Sehingga hanya bisa membenci orang-orang yang melakukannya. Inilah adalah salah satu refleksi yag harus kita renungkan bersama.
Namun demikian kita sangat perlu memperhatikan bagaimana doa Tuhan Yesus dengan harapan kemuliaan dan kasihNya hidup di dalam diri kita. Hal pertama sekali yang harus kita renungkan apakah kita hidup ditengah-tengah dunia ini (disekitar kita) sebagai “semak belukar” yang harus dilenyapkan dan dibakar  atau sebagai “bunga” yang harum dan indah dan layak untuk dijaga dan dirawat?
Kiranya Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan kita, tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi memikirkan kebaikan kita bersama. Memikirkan dan melakukan yang terbaik bagi Tuhan, diri sendiri, keluarga, gereja, masyarakat luas.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yohanes 17: 20-26 (1#)


Yohanes 17: 20-26 (1#)
Tujuan dari doa Tuhan Yesus pada pasal 17 ini adalah agar setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus “menjadi satu”, dan di dalam kesatuan itulah terdapat kemuliaan dan kasih Allah. Tujuan dari umat percaya itu perlu bersatu adalah agar “dunia percaya”:
1.      Engkaulah yang mengutus Aku
2.      Engkau mengasihi mereka
Tuhan menginginkan kesatuan dalam jemaat agar kasih dan kemuliaan Allah itu nyata dalam hidup orang yang percaya. Sehingga jika konsep hidup keimanan kita mempunyai semangat kesatuan dan kasih, apakah kita masih mengatakan Tuhan itu jauh; Tuhan itu tidak mendengar doa kita; Tuhan itu tidak perduli. Tuhan sangat menginginkan supaya kita itu satu dengan Dia sama seperti Bapa satu dengan Tuhan Yesus, namun yang sungguh sangat disayangkan adalah kita yang tidak mau bersatu dengan Allah karena kita menolak kemuliaan Allah masuk dalam hidup kita.

Tuhan menginginkan supaya dunia dapat mengenal kasih Allah dan menyadari bahwa mereka juga sangat dikasihi oleh Allah. Namun bagaimana mungkin mereka dapat mengenal Yesus adalah benar-benar Tuhan dan juruselamat jika kita tidak memperlihatkannya dalam kehidupan kita. Bagaimana kita dapat menjadi saksi Kristus kepada dunia jika di dalam rumah tangga sendiri pun tidak bisa bersatu; di dalam gereja pun sibuk dalam pertikaian internal yang tidak pernah berujung; antara gereja yang satu dengan gereja yang lain saling menghina dan mempertahankan gereja yang paling benar. Mungkin tidak salah jika kita berrefleksi dan berbanah diri jika kita belajar dari agama lain bagaimana reaksi mereka di seluruh dunia ketika ada seagamanya di belahan dunia yang lain mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Mau sampai kapan gereja akan di segel di bakar dan larangan beribadah terus terjadi jika kita terus hanya diam dan tidak bertindak apa-apa? Sehingga hanya bisa membenci orang-orang yang melakukannya. Inilah adalah salah satu refleksi yag harus kita renungkan bersama.
Namun demikian kita sangat perlu memperhatikan bagaimana doa Tuhan Yesus dengan harapan kemuliaan dan kasihNya hidup di dalam diri kita. Hal pertama sekali yang harus kita renungkan apakah kita hidup ditengah-tengah dunia ini (disekitar kita) sebagai “semak belukar” yang harus dilenyapkan dan dibakar  atau sebagai “bunga” yang harum dan indah dan layak untuk dijaga dan dirawat?
Kiranya Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan kita, tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi memikirkan kebaikan kita bersama. Memikirkan dan melakukan yang terbaik bagi Tuhan, diri sendiri, keluarga, gereja, masyarakat luas.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Doa / Khotbah Minggu dengan judul Yohanes 17: 20-26 (1#) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/05/yohanes-17-20-26-1.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yohanes 17: 20-26 (1#) "