Khotbah dan Renungan Kristen

Renungan Harian, Khotbah Kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab. Panduan untuk kebutuhan rohani tersaji di SUKACITAMU untuk pengenalan kepada Tuhan Yesus yang lebih dalam lagi.

Thursday, May 2, 2013

Matius 7: 7-10 Kuasa Doa


Matius 7: 7-10 Kuasa Doa
Doa adalah komunikasi dengan Bapa yang disorga, seperti yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus dan sebagaimana diperlihatkan dalam pengajaran-pengajaran para Nabi dan Rasul begitu juga dengan kehidupan orang-orang percaya dalam huhungannya dengan Allah, bahwa doa mengandung peranan penting dalam kehidupan mereka. Dalam kenyataan hidup saat ini banyak yang menyalah artikan doa, ada yang berdoa karena sedang mengalami kesulitan saja dan ada juga yang menggunakan doa seperti “mantra-mantra” bahkan ada yang sampai hilang kepercayaannya kepada Tuhan dan menganggap Tuhan itu tidak ada karena doanya tidak membawa perubahan dalam hidupnya. Inilah yang hendak kita bahas saat ini, bagaimana makna dan kuasa doa dalam hidup kita. 

Jika dalam nats bacaan kita saat ini Tuhan Yesus mengatakan tentang hal pengabulan doa “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat” apakah kita mempercayai dan meyakininya?
Seperti yang telah dikatakan di atas tadi bahwa doa itu adalah komunikasi, melalui doa kita memperlihatkan kedekatan kita kepada Allah Bapa, sehingga doa tidak hanya soal meminta, namun banyak hal di dalam doa. Melalui doa kita meyakini kuasa Tuhan dalam hidup kita sebagai sumber kehidupan kita maka kita patut untuk bersyukur. Dalam doa juga kita meminta pengampunan dosa dari Tuhan, sehingga segala perbuatan kita yang tidak baik kita dapat mengakuinya kepada Allah melalui doa. Dan masih banyak hal-hal yang ingin kita sampaikan kepada Allah melalui doa, karena melalui doa adalah tempat kita mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan dan kita lakukan kepada Allah. Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan dalam hal berdoa:
1.      Hubungan Bapa dan Anak
Siapa dari kita yang tidak mau memberikan yang terbaik bagi anaknya? Demikian Tuhan Yesus akan memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya. Yang menjadi pergumulan bagi kita adalah apakah kita sudah benar-benar menjadi anakNya, apakah kita memang anak penurut perintah Tuhan? Maka jika “ia” tiada yang mustahil akan diberika oleh Allah kepada kita. Jika Tuhan Yesus menyatakan hal mengabulan doa, kita tidak bisa memisahkan ucapan Yesus itu dengan ayat-ayat sebelumnya. Marilah kita renungkan hidup kita apakah saya sudah layak disebut anak Allah.
2.      Janganlah Berdoa seperti orang munafik (Matius 6: 5-6)
Berdoa bukan seperti hendak melantunkan sebuah puisi atau syair yang indah dan panjang-panjang dan bertele-tele dengan maksud supaya orang mengetahui kita pandai untuk berdoa dan supaya orang melihat bahwa kita taat ber-Tuhan. Maka Tuhan Yesus menjawab orang-orang seperti itu “Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya”. Bahwa ternyata mereka berdoa bukanlah untuk Tuhan tetapi adalah untuk mendapatkan kehormatan dari orang lain
3.      Kehendak Tuhan yang nyata
Dalam Matius 26:39 Tuhan Yesus mengatakan: “....tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Jika kita meminta permohonan kepada Tuhan bukanlah paksaan bahwa Tuhan harus mengabulkannya. Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana kita dalam doa itu menyadari bahwa doa adalah komunikasi, kita menyerahkan sepenuhnya kehidupan kita kedalam tangan Tuhan, supaya kuasa Tuhan yang bekerja dalam kehidupan kita dan bukan kehendak kita. Dan kita percaya bahwa rancangan-rancangan Tuhan adalah yang terbaik dalam kehidupan kita. Apapun yang akan kita hadapi, namun kita telah menyerahkan kehidupan kita kepada Allah.
4.      Berdoa dengan roh dan akal budi
Firman Tuhan Tuhan melalui Rasul Paulus dalam 1 Korintus 14: 15 menyatakan “.....Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku...”. Bahwa doa tidak cukup hanya kata-kata saja, namun doa itu juga harus nyata dalam kehidupan kita. Sekarang kita mengatakan “amin” untuk doa kita namun setelah itu kita masing juga hidup dalam keadaan bimbang bahkan masih mencari-cari kekuatan dunia untuk menyelasaikan masalah kita. Mari kita perlihatkan bahwa kita benar-benar orang yang berkeyakinan penuh dalam doa yang kita sampaikan kepada Allah. Di dalam pikiran dan perbuatan kita doa itu benar-benar dapat menguatkan dan meyakinkan dan juga mengubah sikap kita sesuai dengan perintah dan janji Tuhan. Amin

About Metro




Sukacitamu.net. Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Matius 7: 7-10 Kuasa Doa


Matius 7: 7-10 Kuasa Doa
Doa adalah komunikasi dengan Bapa yang disorga, seperti yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus dan sebagaimana diperlihatkan dalam pengajaran-pengajaran para Nabi dan Rasul begitu juga dengan kehidupan orang-orang percaya dalam huhungannya dengan Allah, bahwa doa mengandung peranan penting dalam kehidupan mereka. Dalam kenyataan hidup saat ini banyak yang menyalah artikan doa, ada yang berdoa karena sedang mengalami kesulitan saja dan ada juga yang menggunakan doa seperti “mantra-mantra” bahkan ada yang sampai hilang kepercayaannya kepada Tuhan dan menganggap Tuhan itu tidak ada karena doanya tidak membawa perubahan dalam hidupnya. Inilah yang hendak kita bahas saat ini, bagaimana makna dan kuasa doa dalam hidup kita. 

Jika dalam nats bacaan kita saat ini Tuhan Yesus mengatakan tentang hal pengabulan doa “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat” apakah kita mempercayai dan meyakininya?
Seperti yang telah dikatakan di atas tadi bahwa doa itu adalah komunikasi, melalui doa kita memperlihatkan kedekatan kita kepada Allah Bapa, sehingga doa tidak hanya soal meminta, namun banyak hal di dalam doa. Melalui doa kita meyakini kuasa Tuhan dalam hidup kita sebagai sumber kehidupan kita maka kita patut untuk bersyukur. Dalam doa juga kita meminta pengampunan dosa dari Tuhan, sehingga segala perbuatan kita yang tidak baik kita dapat mengakuinya kepada Allah melalui doa. Dan masih banyak hal-hal yang ingin kita sampaikan kepada Allah melalui doa, karena melalui doa adalah tempat kita mengungkapkan segala sesuatu yang kita rasakan dan kita lakukan kepada Allah. Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan dalam hal berdoa:
1.      Hubungan Bapa dan Anak
Siapa dari kita yang tidak mau memberikan yang terbaik bagi anaknya? Demikian Tuhan Yesus akan memberikan yang terbaik bagi anak-anakNya. Yang menjadi pergumulan bagi kita adalah apakah kita sudah benar-benar menjadi anakNya, apakah kita memang anak penurut perintah Tuhan? Maka jika “ia” tiada yang mustahil akan diberika oleh Allah kepada kita. Jika Tuhan Yesus menyatakan hal mengabulan doa, kita tidak bisa memisahkan ucapan Yesus itu dengan ayat-ayat sebelumnya. Marilah kita renungkan hidup kita apakah saya sudah layak disebut anak Allah.
2.      Janganlah Berdoa seperti orang munafik (Matius 6: 5-6)
Berdoa bukan seperti hendak melantunkan sebuah puisi atau syair yang indah dan panjang-panjang dan bertele-tele dengan maksud supaya orang mengetahui kita pandai untuk berdoa dan supaya orang melihat bahwa kita taat ber-Tuhan. Maka Tuhan Yesus menjawab orang-orang seperti itu “Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya”. Bahwa ternyata mereka berdoa bukanlah untuk Tuhan tetapi adalah untuk mendapatkan kehormatan dari orang lain
3.      Kehendak Tuhan yang nyata
Dalam Matius 26:39 Tuhan Yesus mengatakan: “....tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Jika kita meminta permohonan kepada Tuhan bukanlah paksaan bahwa Tuhan harus mengabulkannya. Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana kita dalam doa itu menyadari bahwa doa adalah komunikasi, kita menyerahkan sepenuhnya kehidupan kita kedalam tangan Tuhan, supaya kuasa Tuhan yang bekerja dalam kehidupan kita dan bukan kehendak kita. Dan kita percaya bahwa rancangan-rancangan Tuhan adalah yang terbaik dalam kehidupan kita. Apapun yang akan kita hadapi, namun kita telah menyerahkan kehidupan kita kepada Allah.
4.      Berdoa dengan roh dan akal budi
Firman Tuhan Tuhan melalui Rasul Paulus dalam 1 Korintus 14: 15 menyatakan “.....Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku...”. Bahwa doa tidak cukup hanya kata-kata saja, namun doa itu juga harus nyata dalam kehidupan kita. Sekarang kita mengatakan “amin” untuk doa kita namun setelah itu kita masing juga hidup dalam keadaan bimbang bahkan masih mencari-cari kekuatan dunia untuk menyelasaikan masalah kita. Mari kita perlihatkan bahwa kita benar-benar orang yang berkeyakinan penuh dalam doa yang kita sampaikan kepada Allah. Di dalam pikiran dan perbuatan kita doa itu benar-benar dapat menguatkan dan meyakinkan dan juga mengubah sikap kita sesuai dengan perintah dan janji Tuhan. Amin

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Doa / Epistel dengan judul Matius 7: 7-10 Kuasa Doa . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/05/matius-7-7-10-kuasa-doa.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis - Thursday, May 2, 2013

Belum ada komentar untuk " Matius 7: 7-10 Kuasa Doa "

Post a Comment