Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, May 4, 2013

Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14)


Kisah Para Rasul 1: 6-14 Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pengenalan kita akan kuasa Yesus bahwa Ia telah menguasai langit dan bumi; kematian dan kehidupan. Kenaikan Tuhan Yesus semakin meneguhkan iman kepercayaan kita akan kebangkitanNya dari antara orang mati bahwa Yesus hidup untuk selama-lamanya, Yesus adalah Allah yang hidup.
Babak pertama dari karya kesematan Tuhan Yesus telah berakhir bahwa Yesus harus kembali kepada Bapa yang di sorga. Namun demikian itu bukanlah akhir dari karya penyelamatan Tuhan Yesus, sebab sekarang kita memasuki babak kedua yaitu bahwa Tuhan Yesus tetap bekerja melalui Roh Kudus (Kis. 1:1-2). Dan sambil kita menantikan babak ketiga yaitu ketika Yesus kembali lagi nantinya sebagai Hakim yang adil (ayat 11).

Dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ada hal-hal yang perlu kita perhatikan agar kita juga akan mendapatkan kebangkitan dan hidup disorga yang telah dipersiapkan Allah kepada kita.
1.      “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu”
Dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ini kita telah melihat bagaimana kesempurnaan kuasa dari Allah, bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan dan Allah yang Esa. Sehingga tidak ada yang harus kita ragukan lagi dari Allah. Ada hal yang berharga dapat kita petik dari jawaban Yesus ini:
a). Disetiap pergumulan hidup kita selalu saja ada pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu kehidupan kita yaitu kata “kapan?”. “Kapan semua penderitaan ini akan berakhir?”; “sampai kapan Tuhan akan mengabulkan permohonan ku?” Masih banyak lagi pertanyaan yang akan muncul dalam benak kita. Melalui peringatan kenaikan Tuhan Yesus saat ini kita perlu mengingat kembali bahwa kuasa Allah itu nyata dan “masa dan waktu” itu adalah milik Allah. Namun demikian yang dituntut dari kita adalah iman kepercayaan akan kuasa Allah yang akan memperlihatkan kuasaNya tepat pada waktunya.
b). Ada banyak pengajar-pengajar sesat yang selalu mencoba merusak Firman yang telah disampaikan oleh Allah, seperti kejaadian-kejadian yang sudah pernah terjadi bahwa ada saja orang-orang yang meramalkan datangnya hari kiamat ataupun menetapkan tanggal atau waktu kedatangan Tuhan Yesus untuk terakhir kalinya. Namun peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ingin meneguhkan kita kembali bahwa tidak seorang pun yang dapat mengenahui kapan Yesus akan kembali lagi. Teguran yang disampaikan oleh Allah melalui dua orang surahanNya ketika Yesus telah naik dan tertutup awan, namun mereka masih saja menatap keatas dan mengatakan kepada mereka “Mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?” bahwa tidak ada gunanya kita terus melihat ke atas mempertanyakan “kapan Tuhan itu akan datang kembali?”; “kapan Tuhan akan datang menjemput saya?” atau “kemanakah Tuhan itu pergi?”; “dimanakah sorga itu berada?”. Yang dapat kita yakini adalah bahwa Tuhan telah memperlihatkan kuasaNya dan Ia akan kembali lagi nanti untuk menjemput orang-orang percaya memasuki kerajaan sorga yang dipersiapkan oleh Allah. Tinggal sekarang adalah bagaimana kita mempersiapkan diri kita, supaya suatu saat ketika Tuhan datang kita layak memasuki kerajaanNya.  
2.      Tuhan tidak pernah meninggalkan umat yang percaya
Walaupun Yesus telah terangkat ke sorga bukanlah ingin menyatakan bahwa Tuhan Yesus tidak lagi bersama-sama dengan kita. Malah sebaliknya bahwa Dia akan hadir kepada setiap pribadi yaitu melalui Roh Kudus yang dicurahkan. Roh Kudus adalah kuasa Allah yang senantiasa tinggal dalam setiap pribadi yang mempercayai Tuhan Yesus sebagai Allah dan Juruselamat, seperti janji Tuhan Yesus yang tercatat dalam Matius 28: 20 “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senatiasa sampai kepada akhir zaman”.
3.      Menjadi saksi Kristus
Tuhan mencurahkan kuasa Roh Kudus bukan hanya sekedar Allah hadir ditengh-tengah kehidupan kita, namun lebih daripada itu supaya kita dimampukan oleh Allah menjadi saksiNya ditengah-tengah dunia ini. Kita tidak akan mampu menjadi saksi Kristus jika hanya mengandalkan kekuatan kita. Bagaimana kita dapat menyatakan pada semua orang melalui kehidupan kita bahwa kita memang benar-benar memiliki Allah yang hidup dan berkuasa, sehingga melalui kehidupan kita orang lain semakin mengenal dan juga ingin mengetahui Allah kita.


Kisah Para Rasul 1: 6-14 Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pengenalan kita akan kuasa Yesus bahwa Ia telah menguasai langit dan bumi; kematian dan kehidupan. Kenaikan Tuhan Yesus semakin meneguhkan iman kepercayaan kita akan kebangkitanNya dari antara orang mati bahwa Yesus hidup untuk selama-lamanya, Yesus adalah Allah yang hidup.
Babak pertama dari karya kesematan Tuhan Yesus telah berakhir bahwa Yesus harus kembali kepada Bapa yang di sorga. Namun demikian itu bukanlah akhir dari karya penyelamatan Tuhan Yesus, sebab sekarang kita memasuki babak kedua yaitu bahwa Tuhan Yesus tetap bekerja melalui Roh Kudus (Kis. 1:1-2). Dan sambil kita menantikan babak ketiga yaitu ketika Yesus kembali lagi nantinya sebagai Hakim yang adil (ayat 11).

Dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ada hal-hal yang perlu kita perhatikan agar kita juga akan mendapatkan kebangkitan dan hidup disorga yang telah dipersiapkan Allah kepada kita.
1.      “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu”
Dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ini kita telah melihat bagaimana kesempurnaan kuasa dari Allah, bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan dan Allah yang Esa. Sehingga tidak ada yang harus kita ragukan lagi dari Allah. Ada hal yang berharga dapat kita petik dari jawaban Yesus ini:
a). Disetiap pergumulan hidup kita selalu saja ada pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu kehidupan kita yaitu kata “kapan?”. “Kapan semua penderitaan ini akan berakhir?”; “sampai kapan Tuhan akan mengabulkan permohonan ku?” Masih banyak lagi pertanyaan yang akan muncul dalam benak kita. Melalui peringatan kenaikan Tuhan Yesus saat ini kita perlu mengingat kembali bahwa kuasa Allah itu nyata dan “masa dan waktu” itu adalah milik Allah. Namun demikian yang dituntut dari kita adalah iman kepercayaan akan kuasa Allah yang akan memperlihatkan kuasaNya tepat pada waktunya.
b). Ada banyak pengajar-pengajar sesat yang selalu mencoba merusak Firman yang telah disampaikan oleh Allah, seperti kejaadian-kejadian yang sudah pernah terjadi bahwa ada saja orang-orang yang meramalkan datangnya hari kiamat ataupun menetapkan tanggal atau waktu kedatangan Tuhan Yesus untuk terakhir kalinya. Namun peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ingin meneguhkan kita kembali bahwa tidak seorang pun yang dapat mengenahui kapan Yesus akan kembali lagi. Teguran yang disampaikan oleh Allah melalui dua orang surahanNya ketika Yesus telah naik dan tertutup awan, namun mereka masih saja menatap keatas dan mengatakan kepada mereka “Mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?” bahwa tidak ada gunanya kita terus melihat ke atas mempertanyakan “kapan Tuhan itu akan datang kembali?”; “kapan Tuhan akan datang menjemput saya?” atau “kemanakah Tuhan itu pergi?”; “dimanakah sorga itu berada?”. Yang dapat kita yakini adalah bahwa Tuhan telah memperlihatkan kuasaNya dan Ia akan kembali lagi nanti untuk menjemput orang-orang percaya memasuki kerajaan sorga yang dipersiapkan oleh Allah. Tinggal sekarang adalah bagaimana kita mempersiapkan diri kita, supaya suatu saat ketika Tuhan datang kita layak memasuki kerajaanNya.  
2.      Tuhan tidak pernah meninggalkan umat yang percaya
Walaupun Yesus telah terangkat ke sorga bukanlah ingin menyatakan bahwa Tuhan Yesus tidak lagi bersama-sama dengan kita. Malah sebaliknya bahwa Dia akan hadir kepada setiap pribadi yaitu melalui Roh Kudus yang dicurahkan. Roh Kudus adalah kuasa Allah yang senantiasa tinggal dalam setiap pribadi yang mempercayai Tuhan Yesus sebagai Allah dan Juruselamat, seperti janji Tuhan Yesus yang tercatat dalam Matius 28: 20 “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senatiasa sampai kepada akhir zaman”.
3.      Menjadi saksi Kristus
Tuhan mencurahkan kuasa Roh Kudus bukan hanya sekedar Allah hadir ditengh-tengah kehidupan kita, namun lebih daripada itu supaya kita dimampukan oleh Allah menjadi saksiNya ditengah-tengah dunia ini. Kita tidak akan mampu menjadi saksi Kristus jika hanya mengandalkan kekuatan kita. Bagaimana kita dapat menyatakan pada semua orang melalui kehidupan kita bahwa kita memang benar-benar memiliki Allah yang hidup dan berkuasa, sehingga melalui kehidupan kita orang lain semakin mengenal dan juga ingin mengetahui Allah kita.

1 comment :

Yusuf Sonda said...

Sangat memberkati. Tuhan memberkati anda yang telah menuliskan kotbah ini.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14)


Kisah Para Rasul 1: 6-14 Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga
Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga memberikan pengenalan kita akan kuasa Yesus bahwa Ia telah menguasai langit dan bumi; kematian dan kehidupan. Kenaikan Tuhan Yesus semakin meneguhkan iman kepercayaan kita akan kebangkitanNya dari antara orang mati bahwa Yesus hidup untuk selama-lamanya, Yesus adalah Allah yang hidup.
Babak pertama dari karya kesematan Tuhan Yesus telah berakhir bahwa Yesus harus kembali kepada Bapa yang di sorga. Namun demikian itu bukanlah akhir dari karya penyelamatan Tuhan Yesus, sebab sekarang kita memasuki babak kedua yaitu bahwa Tuhan Yesus tetap bekerja melalui Roh Kudus (Kis. 1:1-2). Dan sambil kita menantikan babak ketiga yaitu ketika Yesus kembali lagi nantinya sebagai Hakim yang adil (ayat 11).

Dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ada hal-hal yang perlu kita perhatikan agar kita juga akan mendapatkan kebangkitan dan hidup disorga yang telah dipersiapkan Allah kepada kita.
1.      “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu”
Dari peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ini kita telah melihat bagaimana kesempurnaan kuasa dari Allah, bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan dan Allah yang Esa. Sehingga tidak ada yang harus kita ragukan lagi dari Allah. Ada hal yang berharga dapat kita petik dari jawaban Yesus ini:
a). Disetiap pergumulan hidup kita selalu saja ada pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu kehidupan kita yaitu kata “kapan?”. “Kapan semua penderitaan ini akan berakhir?”; “sampai kapan Tuhan akan mengabulkan permohonan ku?” Masih banyak lagi pertanyaan yang akan muncul dalam benak kita. Melalui peringatan kenaikan Tuhan Yesus saat ini kita perlu mengingat kembali bahwa kuasa Allah itu nyata dan “masa dan waktu” itu adalah milik Allah. Namun demikian yang dituntut dari kita adalah iman kepercayaan akan kuasa Allah yang akan memperlihatkan kuasaNya tepat pada waktunya.
b). Ada banyak pengajar-pengajar sesat yang selalu mencoba merusak Firman yang telah disampaikan oleh Allah, seperti kejaadian-kejadian yang sudah pernah terjadi bahwa ada saja orang-orang yang meramalkan datangnya hari kiamat ataupun menetapkan tanggal atau waktu kedatangan Tuhan Yesus untuk terakhir kalinya. Namun peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ingin meneguhkan kita kembali bahwa tidak seorang pun yang dapat mengenahui kapan Yesus akan kembali lagi. Teguran yang disampaikan oleh Allah melalui dua orang surahanNya ketika Yesus telah naik dan tertutup awan, namun mereka masih saja menatap keatas dan mengatakan kepada mereka “Mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?” bahwa tidak ada gunanya kita terus melihat ke atas mempertanyakan “kapan Tuhan itu akan datang kembali?”; “kapan Tuhan akan datang menjemput saya?” atau “kemanakah Tuhan itu pergi?”; “dimanakah sorga itu berada?”. Yang dapat kita yakini adalah bahwa Tuhan telah memperlihatkan kuasaNya dan Ia akan kembali lagi nanti untuk menjemput orang-orang percaya memasuki kerajaan sorga yang dipersiapkan oleh Allah. Tinggal sekarang adalah bagaimana kita mempersiapkan diri kita, supaya suatu saat ketika Tuhan datang kita layak memasuki kerajaanNya.  
2.      Tuhan tidak pernah meninggalkan umat yang percaya
Walaupun Yesus telah terangkat ke sorga bukanlah ingin menyatakan bahwa Tuhan Yesus tidak lagi bersama-sama dengan kita. Malah sebaliknya bahwa Dia akan hadir kepada setiap pribadi yaitu melalui Roh Kudus yang dicurahkan. Roh Kudus adalah kuasa Allah yang senantiasa tinggal dalam setiap pribadi yang mempercayai Tuhan Yesus sebagai Allah dan Juruselamat, seperti janji Tuhan Yesus yang tercatat dalam Matius 28: 20 “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senatiasa sampai kepada akhir zaman”.
3.      Menjadi saksi Kristus
Tuhan mencurahkan kuasa Roh Kudus bukan hanya sekedar Allah hadir ditengh-tengah kehidupan kita, namun lebih daripada itu supaya kita dimampukan oleh Allah menjadi saksiNya ditengah-tengah dunia ini. Kita tidak akan mampu menjadi saksi Kristus jika hanya mengandalkan kekuatan kita. Bagaimana kita dapat menyatakan pada semua orang melalui kehidupan kita bahwa kita memang benar-benar memiliki Allah yang hidup dan berkuasa, sehingga melalui kehidupan kita orang lain semakin mengenal dan juga ingin mengetahui Allah kita.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu dengan judul Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/05/kisah-para-rasul-1-6-14-kenaikan-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

1 Komentar untuk " Kenaikan Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 1: 6-14) "

Yusuf Sonda said...

Sangat memberkati. Tuhan memberkati anda yang telah menuliskan kotbah ini.