Khotbah dan Renungan Kristen

Renungan Harian, Khotbah Kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab. Panduan untuk kebutuhan rohani tersaji di SUKACITAMU untuk pengenalan kepada Tuhan Yesus yang lebih dalam lagi.

Thursday, July 4, 2013

Hidup yang penuh Hikmat (Kolose 4: 1-6)

Kolose 4: 1-6; Yakobus 1: 2-8
Interaksi dengan orang lain adalah hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan kita shari-hari, baik kepada keluarga, lingkungan sekitar rumah, sesama jemaat ataupun rekan kerja. Namun tanpa kita sadari bahwa ternyata interaksi tersebut mempunyai dampak yang besar dalam kehidupan kita terlebih kepada pemberitaan Injil tergantung bagaimana kita untuk menempatkan diri kita dalam interaksi kepada orang lain, bisa membawa dampak yang positif dan dapat juga membawa dampak yang negatif. Dalam Kolose 3: 23 dikatakan: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. 

Nasehat Paulus ini sangat jelas memberikan kepada kita pengertian akan hubungan kita dengan orang lain bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dalam interaksi dengan orang lain itu adalah melakukan segenap hati untuk Tuhan dan bukan unuk manusia.
Hal inilah yang akan membawa dampak yang positif untuk hidup kita ketika ucapan, perilaku dan tindakan itu dilandaskan perbuatan untuk Tuhan.

Dalam nats bacaan kita saat ini juga ingin lebih dalam lagi menjelaskan bahwa interaksi kita dengan orang lain adalah merupakan sesuatu yang sangat berharga sehingga Paulus mengatakan di ayat 5 “....pergunakanlah waktu yang ada”. Kita memandang waktu yang diberikan oleh Allah bukan hanya sekedar interaksi yang tanpa makna ataupun menggunakan waktu yang telah diberikan oleh Allah malah kita gunakan mendukakan hati Allah. Bagaimana kita dapat memperlihatkan dalam kehidupan kita sehari-hari bahwa kita adalah pengikut Kristus yang setia, sehingga pengenalan akan Tuhan tidak hanya pengenalan dogma namun juga pengamalannya dalam realitas hidup ini. Jika kita memperhatikan nasehat-nasehat dalam kitab Amsal sangat jelas diberitahukan kepada kita dengan sangat detail bagaimana etika kita dalam hal berinteraksi dengan orang lain yang semuanya menyatakan untuk takut akan Tuhan. 

Bagaimana kita membawakan hidup kita ini dengan dasar “takut akan Tuhan” sehingga respon kita dalam kehidupan sehari-hari itu adalah melakukan dengan segenap hati adalah untuk Tuhan. Inilah yang ingin ditegaskan kepada kita bagaimana Paulus ingin menasehatkan kita agar dalam hidup kita sehari-hari ada sikap yang adil dan jujur; berdoa dan mengucap syukur; mendoakan orang lain; hidup penuh hikmat; kata-kata yang penuh dengan kasih.
Maka patutlah kita dapat merenungkan perjalanan hidup kita selama ini, apakah kehadiran diriku kepada orang lain telah menjadi garam dan terang atau malah sebaliknya hidup yang kita jalani seperti serigala sehingga orang harus menyingkir dari kita. Kita jadikan diri kita menjadi batu pijakan untuk menolong bukan menjadi batu sandungan untuk menjatuhkan.
Hal ini dikemukakan oleh Paulus agar jemaat sadar dan mengerti bahwa yang telah mengikut Yesus itu adalah orang-orang yang menerima hidup yang baru, kita hidup tidak seperti manusia lama yang menjalankan hidupnya dengan kesia-siaan. Namun yang telah hidup di dalam Kristus adalah hidup yang penuh dengan pengharapan sehingga akan menggunakan hidupnya juga dalam semangat penginjilan. Sehingga kita hidup tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain dan terlebih untuk Tuhan.

No comments :

About Metro




Sukacitamu.net. Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Hidup yang penuh Hikmat (Kolose 4: 1-6)

Kolose 4: 1-6; Yakobus 1: 2-8
Interaksi dengan orang lain adalah hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan kita shari-hari, baik kepada keluarga, lingkungan sekitar rumah, sesama jemaat ataupun rekan kerja. Namun tanpa kita sadari bahwa ternyata interaksi tersebut mempunyai dampak yang besar dalam kehidupan kita terlebih kepada pemberitaan Injil tergantung bagaimana kita untuk menempatkan diri kita dalam interaksi kepada orang lain, bisa membawa dampak yang positif dan dapat juga membawa dampak yang negatif. Dalam Kolose 3: 23 dikatakan: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. 

Nasehat Paulus ini sangat jelas memberikan kepada kita pengertian akan hubungan kita dengan orang lain bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dalam interaksi dengan orang lain itu adalah melakukan segenap hati untuk Tuhan dan bukan unuk manusia.
Hal inilah yang akan membawa dampak yang positif untuk hidup kita ketika ucapan, perilaku dan tindakan itu dilandaskan perbuatan untuk Tuhan.

Dalam nats bacaan kita saat ini juga ingin lebih dalam lagi menjelaskan bahwa interaksi kita dengan orang lain adalah merupakan sesuatu yang sangat berharga sehingga Paulus mengatakan di ayat 5 “....pergunakanlah waktu yang ada”. Kita memandang waktu yang diberikan oleh Allah bukan hanya sekedar interaksi yang tanpa makna ataupun menggunakan waktu yang telah diberikan oleh Allah malah kita gunakan mendukakan hati Allah. Bagaimana kita dapat memperlihatkan dalam kehidupan kita sehari-hari bahwa kita adalah pengikut Kristus yang setia, sehingga pengenalan akan Tuhan tidak hanya pengenalan dogma namun juga pengamalannya dalam realitas hidup ini. Jika kita memperhatikan nasehat-nasehat dalam kitab Amsal sangat jelas diberitahukan kepada kita dengan sangat detail bagaimana etika kita dalam hal berinteraksi dengan orang lain yang semuanya menyatakan untuk takut akan Tuhan. 

Bagaimana kita membawakan hidup kita ini dengan dasar “takut akan Tuhan” sehingga respon kita dalam kehidupan sehari-hari itu adalah melakukan dengan segenap hati adalah untuk Tuhan. Inilah yang ingin ditegaskan kepada kita bagaimana Paulus ingin menasehatkan kita agar dalam hidup kita sehari-hari ada sikap yang adil dan jujur; berdoa dan mengucap syukur; mendoakan orang lain; hidup penuh hikmat; kata-kata yang penuh dengan kasih.
Maka patutlah kita dapat merenungkan perjalanan hidup kita selama ini, apakah kehadiran diriku kepada orang lain telah menjadi garam dan terang atau malah sebaliknya hidup yang kita jalani seperti serigala sehingga orang harus menyingkir dari kita. Kita jadikan diri kita menjadi batu pijakan untuk menolong bukan menjadi batu sandungan untuk menjatuhkan.
Hal ini dikemukakan oleh Paulus agar jemaat sadar dan mengerti bahwa yang telah mengikut Yesus itu adalah orang-orang yang menerima hidup yang baru, kita hidup tidak seperti manusia lama yang menjalankan hidupnya dengan kesia-siaan. Namun yang telah hidup di dalam Kristus adalah hidup yang penuh dengan pengharapan sehingga akan menggunakan hidupnya juga dalam semangat penginjilan. Sehingga kita hidup tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain dan terlebih untuk Tuhan.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu dengan judul Hidup yang penuh Hikmat (Kolose 4: 1-6) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/07/kolose-4-1-6-hidup-yang-penuh-hikmat.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis - Thursday, July 4, 2013

Belum ada komentar untuk " Hidup yang penuh Hikmat (Kolose 4: 1-6) "