Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, December 19, 2013

Seruan Pertobatan (Matius 3: 1-12)

Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 1-12
Kehadiran Yohanes Pembaptis menjadi titik awal penampakan pekerjaan Tuhan Yesus yang mana Yohanes menyuarakan pertobatan dengan baptisan yang dilakukannya dan itu adalah “Sebagai tanda pertobatan” sebab akan datang yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus dan Api (Mat. 3: 11). Hal ini juga
dipertegas Tuhan Yesus ketika Yohanes menolak untuk membaptis Tuhan Yesus “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat. 1: 15). 

Seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis  adalah seruan bagi manusia untuk mempersiapkan diri bahwa akan datang Dia yang membersihkan kita dari dosa.  Namun demikian Yohanes mempertegas bahwa pertobatan tidak hanya sekedar kata-kata saja namun pertobatan itu harus menghasilkan buah yang nyata. Bertobat berarti perubahan hati dang anti haluan hidup sehingga orang yang telah bertobat tidak lagi berjalan di jalan yang penuh dengan dosa lagi namun akan berjalan dalan ‘jalan kudus’ (Yesaya 35: 1-10) yang telah disediakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. 

Menyambut kedatangan Tuhan pertobatan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki sebab alat penampi sudah ada ditanganNya. Dalam seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes ini ada hal yang menarik dapat diperhatikan bahwa ternyata tidak hanya penduduk Yerusalem dan Yudea yang hadir pada waktu itu namun juga orang Farisi dan Saduki dan dengan tegas Yohanes menyebut mereka dengan “keturunan ular beludak”. Yang dapat kita saksikan melalui nas ini bahwa keselamatan dari Tuhan bukan masalah keturunan (“Abraham adalah Bapa kami”) namun harus ada pertobatan dan juga buah yang dihasilkan oleh pertobatan itu sendiri.

Keselamatan dari Tuhan tidak akan sampai kepada orang-orang yang hanya hidup secara tradisi kekristenan saja tanpa ada buah dari pertobatan itu sendiri. Sebentar lagi kita akan memasuki perayaan Natal memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, namun sudah banyak yang telah melaksanakan perayaan natal mulai dari kumpulan marga, sekolah, lingkungan dan kategorial di setiap gereja. Maka hati-hatilah kita terjebak dalam pusaran tradisi tanpa buah pertobatan. Dengan tegas Yohanes Pembaptis telah menyatakan kepada kita bahwa keselamatan itu hanya bagi orang yang menghasilkan buah dari pertobatannya.

Pada Minggu Advent IV ini Firman Tuhan ingin menyuarakan kepada kita untuk membuka diri mau diperbaharui oleh Allah agar Dia masuk dalam hidup kita dengan keselamatan yang dibawanya. Adalah hal yang konyol jika kita menyanyikan dan menyuarakan “Yesus datang menebus dosa manusia” sementara kita tetap saja hidup dalam dosa. Maka teguran Yohanes Pembaptis “Hai kamu keturunan ular beludak!” patut untuk kita renungkan!
Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 1-12
Kehadiran Yohanes Pembaptis menjadi titik awal penampakan pekerjaan Tuhan Yesus yang mana Yohanes menyuarakan pertobatan dengan baptisan yang dilakukannya dan itu adalah “Sebagai tanda pertobatan” sebab akan datang yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus dan Api (Mat. 3: 11). Hal ini juga
dipertegas Tuhan Yesus ketika Yohanes menolak untuk membaptis Tuhan Yesus “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat. 1: 15). 

Seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis  adalah seruan bagi manusia untuk mempersiapkan diri bahwa akan datang Dia yang membersihkan kita dari dosa.  Namun demikian Yohanes mempertegas bahwa pertobatan tidak hanya sekedar kata-kata saja namun pertobatan itu harus menghasilkan buah yang nyata. Bertobat berarti perubahan hati dang anti haluan hidup sehingga orang yang telah bertobat tidak lagi berjalan di jalan yang penuh dengan dosa lagi namun akan berjalan dalan ‘jalan kudus’ (Yesaya 35: 1-10) yang telah disediakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. 

Menyambut kedatangan Tuhan pertobatan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki sebab alat penampi sudah ada ditanganNya. Dalam seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes ini ada hal yang menarik dapat diperhatikan bahwa ternyata tidak hanya penduduk Yerusalem dan Yudea yang hadir pada waktu itu namun juga orang Farisi dan Saduki dan dengan tegas Yohanes menyebut mereka dengan “keturunan ular beludak”. Yang dapat kita saksikan melalui nas ini bahwa keselamatan dari Tuhan bukan masalah keturunan (“Abraham adalah Bapa kami”) namun harus ada pertobatan dan juga buah yang dihasilkan oleh pertobatan itu sendiri.

Keselamatan dari Tuhan tidak akan sampai kepada orang-orang yang hanya hidup secara tradisi kekristenan saja tanpa ada buah dari pertobatan itu sendiri. Sebentar lagi kita akan memasuki perayaan Natal memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, namun sudah banyak yang telah melaksanakan perayaan natal mulai dari kumpulan marga, sekolah, lingkungan dan kategorial di setiap gereja. Maka hati-hatilah kita terjebak dalam pusaran tradisi tanpa buah pertobatan. Dengan tegas Yohanes Pembaptis telah menyatakan kepada kita bahwa keselamatan itu hanya bagi orang yang menghasilkan buah dari pertobatannya.

Pada Minggu Advent IV ini Firman Tuhan ingin menyuarakan kepada kita untuk membuka diri mau diperbaharui oleh Allah agar Dia masuk dalam hidup kita dengan keselamatan yang dibawanya. Adalah hal yang konyol jika kita menyanyikan dan menyuarakan “Yesus datang menebus dosa manusia” sementara kita tetap saja hidup dalam dosa. Maka teguran Yohanes Pembaptis “Hai kamu keturunan ular beludak!” patut untuk kita renungkan!

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Seruan Pertobatan (Matius 3: 1-12)

Bacaan Firman Tuhan: Matius 3: 1-12
Kehadiran Yohanes Pembaptis menjadi titik awal penampakan pekerjaan Tuhan Yesus yang mana Yohanes menyuarakan pertobatan dengan baptisan yang dilakukannya dan itu adalah “Sebagai tanda pertobatan” sebab akan datang yang berkuasa membaptis dengan Roh Kudus dan Api (Mat. 3: 11). Hal ini juga
dipertegas Tuhan Yesus ketika Yohanes menolak untuk membaptis Tuhan Yesus “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat. 1: 15). 

Seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis  adalah seruan bagi manusia untuk mempersiapkan diri bahwa akan datang Dia yang membersihkan kita dari dosa.  Namun demikian Yohanes mempertegas bahwa pertobatan tidak hanya sekedar kata-kata saja namun pertobatan itu harus menghasilkan buah yang nyata. Bertobat berarti perubahan hati dang anti haluan hidup sehingga orang yang telah bertobat tidak lagi berjalan di jalan yang penuh dengan dosa lagi namun akan berjalan dalan ‘jalan kudus’ (Yesaya 35: 1-10) yang telah disediakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. 

Menyambut kedatangan Tuhan pertobatan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki sebab alat penampi sudah ada ditanganNya. Dalam seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes ini ada hal yang menarik dapat diperhatikan bahwa ternyata tidak hanya penduduk Yerusalem dan Yudea yang hadir pada waktu itu namun juga orang Farisi dan Saduki dan dengan tegas Yohanes menyebut mereka dengan “keturunan ular beludak”. Yang dapat kita saksikan melalui nas ini bahwa keselamatan dari Tuhan bukan masalah keturunan (“Abraham adalah Bapa kami”) namun harus ada pertobatan dan juga buah yang dihasilkan oleh pertobatan itu sendiri.

Keselamatan dari Tuhan tidak akan sampai kepada orang-orang yang hanya hidup secara tradisi kekristenan saja tanpa ada buah dari pertobatan itu sendiri. Sebentar lagi kita akan memasuki perayaan Natal memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus, namun sudah banyak yang telah melaksanakan perayaan natal mulai dari kumpulan marga, sekolah, lingkungan dan kategorial di setiap gereja. Maka hati-hatilah kita terjebak dalam pusaran tradisi tanpa buah pertobatan. Dengan tegas Yohanes Pembaptis telah menyatakan kepada kita bahwa keselamatan itu hanya bagi orang yang menghasilkan buah dari pertobatannya.

Pada Minggu Advent IV ini Firman Tuhan ingin menyuarakan kepada kita untuk membuka diri mau diperbaharui oleh Allah agar Dia masuk dalam hidup kita dengan keselamatan yang dibawanya. Adalah hal yang konyol jika kita menyanyikan dan menyuarakan “Yesus datang menebus dosa manusia” sementara kita tetap saja hidup dalam dosa. Maka teguran Yohanes Pembaptis “Hai kamu keturunan ular beludak!” patut untuk kita renungkan!

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Advent / Dosa / Khotbah Minggu dengan judul Seruan Pertobatan (Matius 3: 1-12) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2013/12/matius-3-1-12-seruan-pertobatan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Seruan Pertobatan (Matius 3: 1-12) "