Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, July 20, 2016

Kejadian 18: 20-32 | Tuhan Adil dan Perduli



Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 18: 20-32
"Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya”.

Tidak jarang manusia itu mempertanyakan keputusan Tuhan dengan mengatakn “Mengapa?”. Ada yang merasa mengapa Tuhan itu tidak adil dalam tindakan dan keputusanNya. Ada lagi pandangan yang mengatakan mengapa orang baik itu hidupnya sengsara, sementara orang yang melakukan kejahatan kelihatannya hidupnya penuh dengan kesenagan. Namun jika kita tidak bijak dalam memahami hal seperti ini, bisa jadi kita akan sesat. Padahal manusia itu yang tidak mengerti dan memahami tentang keadilan dan keputusan Tuhan. Sebab tolak ukur keadilan dan berkat Tuhan bukanlah terletak pada kenikmatan dunia.

Itulah sebabnya muncul pernyataan dan pertanyaan dari Abraham kepada Tuhan yang mengatakan “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?” (23). Jika kita memahami pertanyaan Abraham ini lebih mendalam, mungkin kita juga akan mengatakan “itu benar, sebab tidak mungkin orang benar itu sama-sama dihukum dengan orang fasik”

Namun jika telusuri lebih mendalam lagi tentang keadilan dan kasih Tuhan, mengapa pula Yesus yang tidak didapati salahnya disalibkan bersama-sama dengan pelaku kejahatan. Apakah itu adil? Tentu kita mengatakan “tidak!, manusia yang berdosa, tetapi mengapa Tuhan Yesus yang harus disalibkan dan mendapatkan ganjaran atas dosa manusia”
Abraham mencoba meminta kepada Tuhan agar mempertimbangkan keputusanNya untuk melenyapkan Sodom karena dia merasa kasihan jika mungkin ada orang benar do Sodom. Maka terjadilah ‘tawar menawar’ mulai dari 50, 45,40, 30, 10 orang benar. Namun sampai jumlah terkecil yakni 10 orang pun tidak didapati orang benar.

Jika diperbandingkan dengan tata laksana peradilan di negeri kita ada yang namanya “PK” atau Peninjauan Kembali kasus perkara. Namun apa yang divonis, ditetapkan dan diputuskan oleh Tuhan tidak akan munkin ada kesalahan ataupun kesilapan bahwa “Tuhan adalah adil”.
Walaupun Abraham mengetahui bahwa Tuhan itu adil, tetapi dia tidak memahami betul bagaimana Tuhan melaksanakan keadilanNya. Sebab tanpa pertimbangan ataupun diluar sepengetahuan Abraham Tuhan telah mengutus malaikatNya untuk menyelamatkan Lot beserta keluarganya.

Berbicara tentang Sodom dan Gumora, maka dengan mudah kita dapat memahami bahwa itu adalah tentang dosa orang-orang yang sudah begitu berat. Jika kita melihat kondisi kehidupan kita saat ini begitu banyaknya kejahatan manusia yang membuat penderitaan kepada sesamanya manusia bahkan kejahatan yang sampai merusak alam ciptaan Tuhan, kita mungkin akan bertanya “mungkinkah Tuhan akan membuat hukuman seperti kepada Sodom dan Gumora?” maka sekali lagi kita perlu menyadari bahwa keputusan dan keadilan Tuhan tidak dapat kita selami. Namun yang pasti Firman Tuhan bagi kita saat ini ingin menegaskan “Hukuman Tuhan adalah kepastian”. Manusia pasti akan mendpatkan ganjaran sesuai dengan yang diperbuatnya.

Tetapi ada dua hal yang paling penting yang mendasari nas ini untuk kita renungkan bersama.
1.      Keluh Kesah orang-orang korban kejahatan Sodom dan Gumora sampai kepada Tuhan
Yang mau ditegaskan bahwa “Tuhan mendengar”. Maka kita dapat memahami bahwa tidak ada doa dan permohonan manusia kepada Tuhan yang tidak didengar atau tidak diketahui oleh Tuhan. Tuhan maha tahu, dan Tuhan memiliki cara tersendiri atas setiap permohonan kepada Tuhan. Sebab doa adalah kekuatan dan jalan untuk kita memohon kepada Tuhan.

Maka tidak ada orang Kristen yang tidak tahu berdoa, untuk mendoakan dirinya, anaknya, keluarganya, gerejanya dan juga orang lain, yang ada hanyalah orang yang tidak membiasakan dirinya berdoa. Tidak ada doa yang sia-sia atau kita menganggap seakan-akan tidak ada guna dari doa kita. Kita diingatkan bahwa Tuhan itu mendengar dan Tuhan itu bertindak sesuai dengan maksud, pertimbangan dan rencanaNya

2.     Mengapa Tuhan memberitahukan rencanaNya tentang Sodom dan Gumora kepada Abraham?
Jika kita membaca ayat 19 disitu dikatakan “Supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan..”
Sebab Tuhan telah memilih Abraham menjadi bangsa yang besar, maka umat Tuhan harus mengetahui hokum dan kebenaran Tuhan. Itulah sebabnya mengapa Tuhan harus memperlihatkan dan memberitahukan rencana Tuhan atas Sodom dan Gumora kepada Abraham. Maka Abraham dapat melihat dan menyaksikan bagaimana Tuhan kuasa keadilan Tuhan atas umat manusia. 

Tuhan memberikan tanggungjawab kepada Abraham supaya ia dapat memberikan pengajaran kepada keturunannya tentang hukum dan kebenaran Tuhan.
Maka dari sini kita dapat merenungkan bagaimana kita sebagai orangtua memiliki tanggungjawab untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak kita tentang hukum, kebenaran dan kasih Tuhan atas kehidupan ini. Supaya nantinya kita sebagai orangtua tidak menyesal ketika kita mendapati anak-anak kita tersesat masuk dalam kehidupan yang kelam. Terjerumus dalam ruang lingkup narkoba, pergaulan bebas bahkan mungkin saja sampai menjadi pelaku-pelaku kejahatan di masyarakat.

TUHAN itu adil dalam segala jalanNya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya.” (Mazmur 145:17).


No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Kejadian 18: 20-32 | Tuhan Adil dan Perduli



Bacaan Firman Tuhan: Kejadian 18: 20-32
"Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya”.

Tidak jarang manusia itu mempertanyakan keputusan Tuhan dengan mengatakn “Mengapa?”. Ada yang merasa mengapa Tuhan itu tidak adil dalam tindakan dan keputusanNya. Ada lagi pandangan yang mengatakan mengapa orang baik itu hidupnya sengsara, sementara orang yang melakukan kejahatan kelihatannya hidupnya penuh dengan kesenagan. Namun jika kita tidak bijak dalam memahami hal seperti ini, bisa jadi kita akan sesat. Padahal manusia itu yang tidak mengerti dan memahami tentang keadilan dan keputusan Tuhan. Sebab tolak ukur keadilan dan berkat Tuhan bukanlah terletak pada kenikmatan dunia.

Itulah sebabnya muncul pernyataan dan pertanyaan dari Abraham kepada Tuhan yang mengatakan “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?” (23). Jika kita memahami pertanyaan Abraham ini lebih mendalam, mungkin kita juga akan mengatakan “itu benar, sebab tidak mungkin orang benar itu sama-sama dihukum dengan orang fasik”

Namun jika telusuri lebih mendalam lagi tentang keadilan dan kasih Tuhan, mengapa pula Yesus yang tidak didapati salahnya disalibkan bersama-sama dengan pelaku kejahatan. Apakah itu adil? Tentu kita mengatakan “tidak!, manusia yang berdosa, tetapi mengapa Tuhan Yesus yang harus disalibkan dan mendapatkan ganjaran atas dosa manusia”
Abraham mencoba meminta kepada Tuhan agar mempertimbangkan keputusanNya untuk melenyapkan Sodom karena dia merasa kasihan jika mungkin ada orang benar do Sodom. Maka terjadilah ‘tawar menawar’ mulai dari 50, 45,40, 30, 10 orang benar. Namun sampai jumlah terkecil yakni 10 orang pun tidak didapati orang benar.

Jika diperbandingkan dengan tata laksana peradilan di negeri kita ada yang namanya “PK” atau Peninjauan Kembali kasus perkara. Namun apa yang divonis, ditetapkan dan diputuskan oleh Tuhan tidak akan munkin ada kesalahan ataupun kesilapan bahwa “Tuhan adalah adil”.
Walaupun Abraham mengetahui bahwa Tuhan itu adil, tetapi dia tidak memahami betul bagaimana Tuhan melaksanakan keadilanNya. Sebab tanpa pertimbangan ataupun diluar sepengetahuan Abraham Tuhan telah mengutus malaikatNya untuk menyelamatkan Lot beserta keluarganya.

Berbicara tentang Sodom dan Gumora, maka dengan mudah kita dapat memahami bahwa itu adalah tentang dosa orang-orang yang sudah begitu berat. Jika kita melihat kondisi kehidupan kita saat ini begitu banyaknya kejahatan manusia yang membuat penderitaan kepada sesamanya manusia bahkan kejahatan yang sampai merusak alam ciptaan Tuhan, kita mungkin akan bertanya “mungkinkah Tuhan akan membuat hukuman seperti kepada Sodom dan Gumora?” maka sekali lagi kita perlu menyadari bahwa keputusan dan keadilan Tuhan tidak dapat kita selami. Namun yang pasti Firman Tuhan bagi kita saat ini ingin menegaskan “Hukuman Tuhan adalah kepastian”. Manusia pasti akan mendpatkan ganjaran sesuai dengan yang diperbuatnya.

Tetapi ada dua hal yang paling penting yang mendasari nas ini untuk kita renungkan bersama.
1.      Keluh Kesah orang-orang korban kejahatan Sodom dan Gumora sampai kepada Tuhan
Yang mau ditegaskan bahwa “Tuhan mendengar”. Maka kita dapat memahami bahwa tidak ada doa dan permohonan manusia kepada Tuhan yang tidak didengar atau tidak diketahui oleh Tuhan. Tuhan maha tahu, dan Tuhan memiliki cara tersendiri atas setiap permohonan kepada Tuhan. Sebab doa adalah kekuatan dan jalan untuk kita memohon kepada Tuhan.

Maka tidak ada orang Kristen yang tidak tahu berdoa, untuk mendoakan dirinya, anaknya, keluarganya, gerejanya dan juga orang lain, yang ada hanyalah orang yang tidak membiasakan dirinya berdoa. Tidak ada doa yang sia-sia atau kita menganggap seakan-akan tidak ada guna dari doa kita. Kita diingatkan bahwa Tuhan itu mendengar dan Tuhan itu bertindak sesuai dengan maksud, pertimbangan dan rencanaNya

2.     Mengapa Tuhan memberitahukan rencanaNya tentang Sodom dan Gumora kepada Abraham?
Jika kita membaca ayat 19 disitu dikatakan “Supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan..”
Sebab Tuhan telah memilih Abraham menjadi bangsa yang besar, maka umat Tuhan harus mengetahui hokum dan kebenaran Tuhan. Itulah sebabnya mengapa Tuhan harus memperlihatkan dan memberitahukan rencana Tuhan atas Sodom dan Gumora kepada Abraham. Maka Abraham dapat melihat dan menyaksikan bagaimana Tuhan kuasa keadilan Tuhan atas umat manusia. 

Tuhan memberikan tanggungjawab kepada Abraham supaya ia dapat memberikan pengajaran kepada keturunannya tentang hukum dan kebenaran Tuhan.
Maka dari sini kita dapat merenungkan bagaimana kita sebagai orangtua memiliki tanggungjawab untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak kita tentang hukum, kebenaran dan kasih Tuhan atas kehidupan ini. Supaya nantinya kita sebagai orangtua tidak menyesal ketika kita mendapati anak-anak kita tersesat masuk dalam kehidupan yang kelam. Terjerumus dalam ruang lingkup narkoba, pergaulan bebas bahkan mungkin saja sampai menjadi pelaku-pelaku kejahatan di masyarakat.

TUHAN itu adil dalam segala jalanNya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya.” (Mazmur 145:17).


Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Doa / Dosa / Keselamatan / Khotbah Minggu dengan judul Kejadian 18: 20-32 | Tuhan Adil dan Perduli . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/07/kejadian-18-20-32-tuhan-adil-dan-perduli.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Kejadian 18: 20-32 | Tuhan Adil dan Perduli "