Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, April 10, 2014

Lukas 19:28-40 | Menyambut Keselamatan Dari Allah

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 19: 28-40; Markus 11: 1-11; Matius 21:1-11
Kedatangan Yesus ke Yerusalem dengan menaiki seekor Keledai menggenapi Firman Allah sebagaimana yang telah disampaikan oleh para nabi.
Suatu arak-arakan dan sambutan kedatangan keselamatan dari Allah pada “Minggu Palem”. Nubuatan yang disampaikan oleh para Nabi sebagaimana yang disampaikan dalam Zakaria 9:9-10; 14:3-4 yaitu sorak-sorai menyambut kedatangan raja yang lemah lembut dengan mengendarai seekor Keledai dan akan memasuki Kota Yerusalem dari arah timur yaitu dari bukit Zaitun dan Ia akan datang layaknya Tuhan datang berperang pada har pertempuran. Kedatangan Yesus memasuki Yerusalem mengingatkan kita juga penyelamatan Allah kepada umatNya melalui “pemilihan domba paskah” (Kel. 12:3-7) yaitu pemilihan domba jantan yang muda yang tidak bercacat yang akan diambil pada tanggal sepuluh dan akan disembelih pada tanggal empat belas.

Seruan orang banyak “Hosana bagi Anak Daud” (“Selamatkanlah, aku mohon”) adalah suatu jeritan pengharapan akan penderitaan yang mereka rasakan selama ini. Namun demikian terjadi suatu pemahaman yang salah baik itu orang Romawi, Umat Israel dan para Imam Besar bahwa kehadiran Yesus adalah merupakan suatu kekuatan daging dalam suatu konteks politik duniawi. Namun ternyata pemikiran tersebut sungguh sangat berbeda dengan tindakan yang akan dilakukan oleh Allah dalam penyelamatanNya. Dari sinilah sesungguhnya dapat dimengerti bagaimana Kemuliaan Tuhan yang sesungguhnya yakni ketika Allah berbuat dan bertindak tidak seperti yang dipikirkan oleh orang banyak (manusia), bukan dengan pedang tetapi dengan Kasih ketika Yesus harus wafat di kayu salib.

Jika kita menghidupkan situasi tersebut dalam imajinasi kita akan ada banyak refleksi yang akan kita dapat melalui kisah ini.

Kita mungkin melihat bahwa kedatanganNya dan penyambutanNya adalah dengan kesederhanaan namun menimbulkan suatu efek yang luar biasa dalam kehidupan manusia, hanya ada persiapan sederhana untuk suatu perbuatan yang luar biasa. Sesungguhnya Tuhan juga tidak menuntut kita melakukan hal-hal yang luar biasa untuk dapat menjadi bahagian keselamatan Allah, ada banyak hal-hal sederhana yang dapat dan mampu kita lakukan untuk Tuhan yang memiliki dampak yang luar biasa, orang banyak itu hanya “menghamparkan pakaiannya” dan “memotong ranting-ranting pohon”. Dalam hal ini yang dapat kita katakana bahwa itulah yang ada pada mereka saat itu, kalaupun hanya pakaian dan ranting pohon yang ada itulah yang mereka lakukan, yang pasti jangan pernah untuk menunda maupun menimbang-nimbang untuk berbuat kepada Allah. Lakukanlah apa yang dapat kamu lakukan sekarang untuk Tuhan.

Kedatangan Tuhan bukanlah dengan kesombongan Kuda yang “berjingkrak-jingkrak” dengan otot yang kuat, namun dengan Keledai betina yang memiliki tubuh lebih kecil dari kuda, Keledai diperuntukkan untuk membawa suatu beban yang bergerak lambat. Biar lambat namun demikian ‘toh Yesus sampai kepada tujuanNya, sehingga orang banyak yang ingin menyambutNya benar-benar diberi kesempatan untuk mendekat dan melihat Dia. Mungkin jika dengan Kuda Yesus masuk ke Yerusalem hanya melihat otot kaki Kuda saja orang banyak pasti sudah akan menjauh dan ketakutan kalau Kuda tersebut dapat menendang.

Apakah kita akan takut dan ragu pengutusan Tuhan dalam hidup kita? Kita harus percaya bahwa setiap suruhan Tuhan adalah dalam ruang lingkup rencanaNya. Kalau kita pikir-pikir mengambil tanpa izin  pemiliknya pastilah suatu tindakan pencurian, namun Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya adalah dengan kuasa Allah akan semua ciptaanNya, dan Tuhan Yesus bukan menyuruh dengan cara sembunyi-sembunyi namun mereka telah dibekali kuasa ucapan Yesus yang akan membuat hati orang yang bertanya akan dilembutkan. Yang pasti setiap pinjaman pasti akan dikembalikan, “Ia akan segera mengembalkannya”. “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa..” (Mazmur 108:14)

Karena KasihNya Ia mau berbuat dan berkorban untuk kita, sekarang bagaimana respon kita menyambut Keselamatan Tuhan Yesus? Keselamatan yang dibawa Tuhan Yesus untuk ditonton-tonton dari kejauhan; bukan pula untuk dipermainkan sesuai dengan kehendak kita atau tidak mau tahu ataupun sekedar ikut-ikutan saja. Mari kita lakukan yang terbaik dan terindah menyambut keselamatan dari Tuhan, tidak ada yang dapat kita lakukan membalas KasihNya, kita hanya dituntut untuk menerima keselamatanNya dengan kerendahan dan kesungguhan hidup sebagai anak-anak Allah.


No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Lukas 19:28-40 | Menyambut Keselamatan Dari Allah

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 19: 28-40; Markus 11: 1-11; Matius 21:1-11
Kedatangan Yesus ke Yerusalem dengan menaiki seekor Keledai menggenapi Firman Allah sebagaimana yang telah disampaikan oleh para nabi.
Suatu arak-arakan dan sambutan kedatangan keselamatan dari Allah pada “Minggu Palem”. Nubuatan yang disampaikan oleh para Nabi sebagaimana yang disampaikan dalam Zakaria 9:9-10; 14:3-4 yaitu sorak-sorai menyambut kedatangan raja yang lemah lembut dengan mengendarai seekor Keledai dan akan memasuki Kota Yerusalem dari arah timur yaitu dari bukit Zaitun dan Ia akan datang layaknya Tuhan datang berperang pada har pertempuran. Kedatangan Yesus memasuki Yerusalem mengingatkan kita juga penyelamatan Allah kepada umatNya melalui “pemilihan domba paskah” (Kel. 12:3-7) yaitu pemilihan domba jantan yang muda yang tidak bercacat yang akan diambil pada tanggal sepuluh dan akan disembelih pada tanggal empat belas.

Seruan orang banyak “Hosana bagi Anak Daud” (“Selamatkanlah, aku mohon”) adalah suatu jeritan pengharapan akan penderitaan yang mereka rasakan selama ini. Namun demikian terjadi suatu pemahaman yang salah baik itu orang Romawi, Umat Israel dan para Imam Besar bahwa kehadiran Yesus adalah merupakan suatu kekuatan daging dalam suatu konteks politik duniawi. Namun ternyata pemikiran tersebut sungguh sangat berbeda dengan tindakan yang akan dilakukan oleh Allah dalam penyelamatanNya. Dari sinilah sesungguhnya dapat dimengerti bagaimana Kemuliaan Tuhan yang sesungguhnya yakni ketika Allah berbuat dan bertindak tidak seperti yang dipikirkan oleh orang banyak (manusia), bukan dengan pedang tetapi dengan Kasih ketika Yesus harus wafat di kayu salib.

Jika kita menghidupkan situasi tersebut dalam imajinasi kita akan ada banyak refleksi yang akan kita dapat melalui kisah ini.

Kita mungkin melihat bahwa kedatanganNya dan penyambutanNya adalah dengan kesederhanaan namun menimbulkan suatu efek yang luar biasa dalam kehidupan manusia, hanya ada persiapan sederhana untuk suatu perbuatan yang luar biasa. Sesungguhnya Tuhan juga tidak menuntut kita melakukan hal-hal yang luar biasa untuk dapat menjadi bahagian keselamatan Allah, ada banyak hal-hal sederhana yang dapat dan mampu kita lakukan untuk Tuhan yang memiliki dampak yang luar biasa, orang banyak itu hanya “menghamparkan pakaiannya” dan “memotong ranting-ranting pohon”. Dalam hal ini yang dapat kita katakana bahwa itulah yang ada pada mereka saat itu, kalaupun hanya pakaian dan ranting pohon yang ada itulah yang mereka lakukan, yang pasti jangan pernah untuk menunda maupun menimbang-nimbang untuk berbuat kepada Allah. Lakukanlah apa yang dapat kamu lakukan sekarang untuk Tuhan.

Kedatangan Tuhan bukanlah dengan kesombongan Kuda yang “berjingkrak-jingkrak” dengan otot yang kuat, namun dengan Keledai betina yang memiliki tubuh lebih kecil dari kuda, Keledai diperuntukkan untuk membawa suatu beban yang bergerak lambat. Biar lambat namun demikian ‘toh Yesus sampai kepada tujuanNya, sehingga orang banyak yang ingin menyambutNya benar-benar diberi kesempatan untuk mendekat dan melihat Dia. Mungkin jika dengan Kuda Yesus masuk ke Yerusalem hanya melihat otot kaki Kuda saja orang banyak pasti sudah akan menjauh dan ketakutan kalau Kuda tersebut dapat menendang.

Apakah kita akan takut dan ragu pengutusan Tuhan dalam hidup kita? Kita harus percaya bahwa setiap suruhan Tuhan adalah dalam ruang lingkup rencanaNya. Kalau kita pikir-pikir mengambil tanpa izin  pemiliknya pastilah suatu tindakan pencurian, namun Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya adalah dengan kuasa Allah akan semua ciptaanNya, dan Tuhan Yesus bukan menyuruh dengan cara sembunyi-sembunyi namun mereka telah dibekali kuasa ucapan Yesus yang akan membuat hati orang yang bertanya akan dilembutkan. Yang pasti setiap pinjaman pasti akan dikembalikan, “Ia akan segera mengembalkannya”. “Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa..” (Mazmur 108:14)

Karena KasihNya Ia mau berbuat dan berkorban untuk kita, sekarang bagaimana respon kita menyambut Keselamatan Tuhan Yesus? Keselamatan yang dibawa Tuhan Yesus untuk ditonton-tonton dari kejauhan; bukan pula untuk dipermainkan sesuai dengan kehendak kita atau tidak mau tahu ataupun sekedar ikut-ikutan saja. Mari kita lakukan yang terbaik dan terindah menyambut keselamatan dari Tuhan, tidak ada yang dapat kita lakukan membalas KasihNya, kita hanya dituntut untuk menerima keselamatanNya dengan kerendahan dan kesungguhan hidup sebagai anak-anak Allah.


Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Passion dengan judul Lukas 19:28-40 | Menyambut Keselamatan Dari Allah . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/04/matius-211-11-menyambut-keselamatan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Lukas 19:28-40 | Menyambut Keselamatan Dari Allah "