Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, September 12, 2020

Pengkhotbah 2: 4-11 Segala Sesuatu Adalah Kesia-siaan

Bacaan firman Tuhan: Pengkhotbah 2: 4-11

Kita harus jujur mengatakan bahwa tidak ada dari kita yang menolak berpenghasilan tinggi, memiliki banyak harta bahkan jika mungkin kita bisa mendapatkan apapun yang hendak kita inginkan. Namun kitab penghotbah mengatakan setelah aku menyelidiki semuanya itu, dan dia dapat mencapai semuanya itu, apapun yang disebut dengan kenikmatan dalam dunia ini telah dirasakannya, namun dia berkata bahwa semuanya adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Mengapa pengkhotbah berkata bahwa itu semua adalah kesia-siaan? Pengkhotbah memperingatkan kita bahwa ketika kita telah mencapai apapun yang disebut dengan kebahagiaan maupun kenikmatan dalam dunia ini semuanya akanberakhir dengan kesia-siaan. Kita hanya menyusahkan diri berusaha mencapai sesuatu yang nyatanya setelah kita mencapainya yang kita dapat adalah kesia-siaan. Apapun yang kita sebut dengan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidup di dunia ini, dan setelah kita mencapainya kita akan tersadar bahwa ternyata tidak ada kebahagiaan atau kenikmatan bisa kita jumpai disitu. Anda berusaha untuk memiliki handphone yang telah lama anda dambakan untuk memilikinya, dan akhirnya anda berhasil memilikinya, namun lihatlah berapa lama kebahagiaan itu tetap tinggal bersama anda? Tidak butuh waktu yang lama kebahagiaan itu akan lenyap. Dan lebih dalam lagi, kita diingatkan bahwa pencapaian apapun yang telah kita raih dalam hidup ini, pada akhirnya akan kita tinggalkan, tidak ada yang bisa kita bawa mati selain dari perbuatan kita selama kita hidup di dunia ini yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Wahyu 14:13).

Maka, bagaimana kita dapat memaknai kehidupan di dunia ini jika pada akhirnya adalah kesia-siaan? Semua kebahagiaan dan kenikmatan dalam dunia ini memang pada akhirnya adalah kesia-siaan, namun tidak demikian halnya bagi orang yang hidup dalam Tuhan. Orang yang hidup di dalam Tuhan bukan sedang mencari kebahagiaan dan kenikmatan dunia yang sia-sia, namun sedang menjalani kehidupan di dunia ini menuju kehidupan yang kekal, yaitu kebahagiaan yang sejati. Jika di dunia ini kita dapat merasakan apa yang disebut dengan kebahagiaan ataupun kenikmatan maka itu adalah berkat Tuhan yang harus kita syukuri, namun tujuan hidup orang beriman tidak berhenti disitu,

Jalan kebenaran dan hidup yang sejati telah perlihatkan oleh Tuhan Yesus kepada kita, supaya langkah hidup kita tidak berhenti hanya untuk menikmati sesuatu yang pada akhirnya adalah kesia-siaan, tetapi Tuhan mau menuntun kita kepada kehidupan yang sejati, yaitu kehidupan yang kekal yang telah disediakan bagi setiap orang yang percaya dan yang setia kepada tuntunanNya.

Manusia di dunia ini bisa saja mengusahakan dengan segala upaya untuk mencapai kebahagiaan hidup yang diinginkannya, namun jika itu dilakukannya di luar Tuhan, maka itu semua akan berakhir dengan kesia-siaan, namun jika manusia itu mengusahakan segala sesuatu dalam hidupnya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka hidup bersama Tuhan tidak ada yang sia-sia.

 

 

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Pengkhotbah 2: 4-11 Segala Sesuatu Adalah Kesia-siaan

Bacaan firman Tuhan: Pengkhotbah 2: 4-11

Kita harus jujur mengatakan bahwa tidak ada dari kita yang menolak berpenghasilan tinggi, memiliki banyak harta bahkan jika mungkin kita bisa mendapatkan apapun yang hendak kita inginkan. Namun kitab penghotbah mengatakan setelah aku menyelidiki semuanya itu, dan dia dapat mencapai semuanya itu, apapun yang disebut dengan kenikmatan dalam dunia ini telah dirasakannya, namun dia berkata bahwa semuanya adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Mengapa pengkhotbah berkata bahwa itu semua adalah kesia-siaan? Pengkhotbah memperingatkan kita bahwa ketika kita telah mencapai apapun yang disebut dengan kebahagiaan maupun kenikmatan dalam dunia ini semuanya akanberakhir dengan kesia-siaan. Kita hanya menyusahkan diri berusaha mencapai sesuatu yang nyatanya setelah kita mencapainya yang kita dapat adalah kesia-siaan. Apapun yang kita sebut dengan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidup di dunia ini, dan setelah kita mencapainya kita akan tersadar bahwa ternyata tidak ada kebahagiaan atau kenikmatan bisa kita jumpai disitu. Anda berusaha untuk memiliki handphone yang telah lama anda dambakan untuk memilikinya, dan akhirnya anda berhasil memilikinya, namun lihatlah berapa lama kebahagiaan itu tetap tinggal bersama anda? Tidak butuh waktu yang lama kebahagiaan itu akan lenyap. Dan lebih dalam lagi, kita diingatkan bahwa pencapaian apapun yang telah kita raih dalam hidup ini, pada akhirnya akan kita tinggalkan, tidak ada yang bisa kita bawa mati selain dari perbuatan kita selama kita hidup di dunia ini yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan pada hari penghakiman (Wahyu 14:13).

Maka, bagaimana kita dapat memaknai kehidupan di dunia ini jika pada akhirnya adalah kesia-siaan? Semua kebahagiaan dan kenikmatan dalam dunia ini memang pada akhirnya adalah kesia-siaan, namun tidak demikian halnya bagi orang yang hidup dalam Tuhan. Orang yang hidup di dalam Tuhan bukan sedang mencari kebahagiaan dan kenikmatan dunia yang sia-sia, namun sedang menjalani kehidupan di dunia ini menuju kehidupan yang kekal, yaitu kebahagiaan yang sejati. Jika di dunia ini kita dapat merasakan apa yang disebut dengan kebahagiaan ataupun kenikmatan maka itu adalah berkat Tuhan yang harus kita syukuri, namun tujuan hidup orang beriman tidak berhenti disitu,

Jalan kebenaran dan hidup yang sejati telah perlihatkan oleh Tuhan Yesus kepada kita, supaya langkah hidup kita tidak berhenti hanya untuk menikmati sesuatu yang pada akhirnya adalah kesia-siaan, tetapi Tuhan mau menuntun kita kepada kehidupan yang sejati, yaitu kehidupan yang kekal yang telah disediakan bagi setiap orang yang percaya dan yang setia kepada tuntunanNya.

Manusia di dunia ini bisa saja mengusahakan dengan segala upaya untuk mencapai kebahagiaan hidup yang diinginkannya, namun jika itu dilakukannya di luar Tuhan, maka itu semua akan berakhir dengan kesia-siaan, namun jika manusia itu mengusahakan segala sesuatu dalam hidupnya adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka hidup bersama Tuhan tidak ada yang sia-sia.

 

 

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Hikmat / Khotbah Minggu dengan judul Pengkhotbah 2: 4-11 Segala Sesuatu Adalah Kesia-siaan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2020/09/pengkhotbah-2-4-11-segala-sesuatu.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Pengkhotbah 2: 4-11 Segala Sesuatu Adalah Kesia-siaan "