Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, August 9, 2016

Yeremia 23: 23-29 | Waspada Nabi Palsu



Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 23: 23-29
“Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?”
Baru-baru ini (Juli 2016) marak diberitakan tentang Vaksin palsu dan Kartu BPJS palsu. Hal ini merupakan penambahan dari rentetan kepalsuan yang sudah banyak beredar di masyarakat. Ada Uang palsu, SIM palsu, ijazah palsu, beras palsu dan lain sebagainya. Namun tidak semua juga yang palsu itu ke arah yang negative ada juga yang positif seperti kaki palsu dan rambut palsu.

Dalam nas ini juga ternyata ada nabi-nabi palsu! Keberadaan nabi-nabi palsu jelas bukanlah kebaikan bagi kita, yakni yang memalsukan kebenaran Firman Tuhan. Para nabi palsu yang bernubuat atas dasar pikiran, keinginan dan mimpi-mimpi mereka. Nabi-nabi palsu yang beredar di tengah-tengah umat Israel ditentang keras oleh Nabi Yeremia.

Nabi-nabi palsu memberikan harapan-harapan palsu kepada umat Israel yang mengatakan “kamu akan selamat” (ay.17) bahkan para nabi palsu juga turut serta melakukan dosa dihadapan Tuhan bahkan menguatkan hati orang-orang yang melakukan kejahatan (ay. 14).

Padahal kebenaran Firman Tuhan yang telah dinubuatkan melalui nabi Yeremia bahwa Tuhan akan mendatangkan hukuman bagi umatNya yang telah berdosa. Hukuman yang akan didatangkan Tuhan adalah rencanaNya untk memulihkan kehidupan umatNya. Sebab Tuhan tidak pernah merancangkan kejahatan kepada umatNya tetapi yang ada hanyalah rancangan damai sejahtera untuk hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29: 11).

Maka dari itu, Tuhan akan menghukum mereka selama tujuh puluh (70) tahun melalui raja Babel (Yer. 25:11). Tetapi nabi-nabi palsu menyatakan nubuatnya bahwa dalam dua (2) tahun Tuhan akan mengembalikan perkakas rumah Tuhan dan orang buangan dari Babel (Yer. 28: 2-3).

Dalam nas firman Tuhan bagi kita saat ini dikatakan “Bukankah firmanKu seperti api dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” firman Tuhan memiliki kuasa yang sangat besar seperti api yang membakar dan seperti palu yang menghancurkan. Kita diingatkan bahwa firman Tuhan itu bukanlah sesuatu yang murahan dengan begitu mudahnya untuk dipalsukan manusia. Firman Tuhan bukanlah untuk dipermainkan dan menganggap remeh kuasaNya. Apa yang difirmankanNya itulah yang akan terlaksana atas kehidupan ini.

Bagi umat Allah, firmanNya yang membakar dan menghancurkan adalah untuk kebaikan. Kesediaan umat yang percaya untuk dimurnikan oleh Tuhan. Membakar ilalang yang menghimpit kehidupan kita dan juga menghancurkan tembok pemisah diri kita dari Tuhan. Maka seharusnya umat Israel harus menerima kuasa kebesaran Tuhan melalui rencana penghukumanNya bukan untuk kehancuran umatNya tetapi untuk kebaikan umatNya.
Setidaknya ada dua hal yang dapat kita renungkan melalui nas ini: 

1.      Yang akan terjadi adalah rencana Tuhan bukan keinginan dan rencana manusia
Kemunculan para nabi palsu tidak terlepas dari situasi politik yang terjadi saat itu. Maka umat Israel diyakinkan atas keputusan politik dan keinginan dan kepentingan para penguasa dengan membangkitkan para nabi palsu.

Maka apapun yang menjadi rancangan dan keinginan kita tetap rencana Tuhanlah yang akan terlaksana. Kita tidak bisa intervensi Tuhan maupun memaksa Tuhan berbuat dan bertindak atas kemauan dan keinginan kita. Apapun yang diberikan oleh Tuhan kita harus dapat imani itulah rencana Tuhan yang terbaik atas kehidupan kita. Maka berhati-hatilah akan nabi-nabi palsu yang memberikan harapan-harapan palsu seakan-akan apa yang kita minta dan inginkan dapat terkabul dengan doa-doa ataupun praktek-praktek yang mereka lakukan. Sebagaimana yang dikatakan Tuhan Yesus “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Matius 7:15). 

2.     Jangan menciptakan nabi palsu bagi diri sendiri
Mari kita jujur kepada diri kita sendiri, jangan-jangan kita menjadi nabi palsu atas diri kita. Kita mengharapkan berkat dan pertolongan Tuhan sementara kita meniadakan aturan dan hukum Tuhan. Dalam ayat 23-24 sudah jelas firman Tuhan menyatakan diriNya ada dimana-mana, kita tidak bisa mengelabui Tuhan. 

Supaya jangan kita dalam mengimani Tuhan hanya terus terfokus pada permohonan berkat dan pertolongan Tuhan, sementara kita tidak berusaha bagaimana diri kita ini siap untuk ditempah dan dimurnikan Tuhan dari dosa. Marilah kita jujur menerima Firman Tuhan, jangan kita palsukan Firman Tuhan atas diri kita.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yeremia 23: 23-29 | Waspada Nabi Palsu



Bacaan Firman Tuhan: Yeremia 23: 23-29
“Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?”
Baru-baru ini (Juli 2016) marak diberitakan tentang Vaksin palsu dan Kartu BPJS palsu. Hal ini merupakan penambahan dari rentetan kepalsuan yang sudah banyak beredar di masyarakat. Ada Uang palsu, SIM palsu, ijazah palsu, beras palsu dan lain sebagainya. Namun tidak semua juga yang palsu itu ke arah yang negative ada juga yang positif seperti kaki palsu dan rambut palsu.

Dalam nas ini juga ternyata ada nabi-nabi palsu! Keberadaan nabi-nabi palsu jelas bukanlah kebaikan bagi kita, yakni yang memalsukan kebenaran Firman Tuhan. Para nabi palsu yang bernubuat atas dasar pikiran, keinginan dan mimpi-mimpi mereka. Nabi-nabi palsu yang beredar di tengah-tengah umat Israel ditentang keras oleh Nabi Yeremia.

Nabi-nabi palsu memberikan harapan-harapan palsu kepada umat Israel yang mengatakan “kamu akan selamat” (ay.17) bahkan para nabi palsu juga turut serta melakukan dosa dihadapan Tuhan bahkan menguatkan hati orang-orang yang melakukan kejahatan (ay. 14).

Padahal kebenaran Firman Tuhan yang telah dinubuatkan melalui nabi Yeremia bahwa Tuhan akan mendatangkan hukuman bagi umatNya yang telah berdosa. Hukuman yang akan didatangkan Tuhan adalah rencanaNya untk memulihkan kehidupan umatNya. Sebab Tuhan tidak pernah merancangkan kejahatan kepada umatNya tetapi yang ada hanyalah rancangan damai sejahtera untuk hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29: 11).

Maka dari itu, Tuhan akan menghukum mereka selama tujuh puluh (70) tahun melalui raja Babel (Yer. 25:11). Tetapi nabi-nabi palsu menyatakan nubuatnya bahwa dalam dua (2) tahun Tuhan akan mengembalikan perkakas rumah Tuhan dan orang buangan dari Babel (Yer. 28: 2-3).

Dalam nas firman Tuhan bagi kita saat ini dikatakan “Bukankah firmanKu seperti api dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?” firman Tuhan memiliki kuasa yang sangat besar seperti api yang membakar dan seperti palu yang menghancurkan. Kita diingatkan bahwa firman Tuhan itu bukanlah sesuatu yang murahan dengan begitu mudahnya untuk dipalsukan manusia. Firman Tuhan bukanlah untuk dipermainkan dan menganggap remeh kuasaNya. Apa yang difirmankanNya itulah yang akan terlaksana atas kehidupan ini.

Bagi umat Allah, firmanNya yang membakar dan menghancurkan adalah untuk kebaikan. Kesediaan umat yang percaya untuk dimurnikan oleh Tuhan. Membakar ilalang yang menghimpit kehidupan kita dan juga menghancurkan tembok pemisah diri kita dari Tuhan. Maka seharusnya umat Israel harus menerima kuasa kebesaran Tuhan melalui rencana penghukumanNya bukan untuk kehancuran umatNya tetapi untuk kebaikan umatNya.
Setidaknya ada dua hal yang dapat kita renungkan melalui nas ini: 

1.      Yang akan terjadi adalah rencana Tuhan bukan keinginan dan rencana manusia
Kemunculan para nabi palsu tidak terlepas dari situasi politik yang terjadi saat itu. Maka umat Israel diyakinkan atas keputusan politik dan keinginan dan kepentingan para penguasa dengan membangkitkan para nabi palsu.

Maka apapun yang menjadi rancangan dan keinginan kita tetap rencana Tuhanlah yang akan terlaksana. Kita tidak bisa intervensi Tuhan maupun memaksa Tuhan berbuat dan bertindak atas kemauan dan keinginan kita. Apapun yang diberikan oleh Tuhan kita harus dapat imani itulah rencana Tuhan yang terbaik atas kehidupan kita. Maka berhati-hatilah akan nabi-nabi palsu yang memberikan harapan-harapan palsu seakan-akan apa yang kita minta dan inginkan dapat terkabul dengan doa-doa ataupun praktek-praktek yang mereka lakukan. Sebagaimana yang dikatakan Tuhan Yesus “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas” (Matius 7:15). 

2.     Jangan menciptakan nabi palsu bagi diri sendiri
Mari kita jujur kepada diri kita sendiri, jangan-jangan kita menjadi nabi palsu atas diri kita. Kita mengharapkan berkat dan pertolongan Tuhan sementara kita meniadakan aturan dan hukum Tuhan. Dalam ayat 23-24 sudah jelas firman Tuhan menyatakan diriNya ada dimana-mana, kita tidak bisa mengelabui Tuhan. 

Supaya jangan kita dalam mengimani Tuhan hanya terus terfokus pada permohonan berkat dan pertolongan Tuhan, sementara kita tidak berusaha bagaimana diri kita ini siap untuk ditempah dan dimurnikan Tuhan dari dosa. Marilah kita jujur menerima Firman Tuhan, jangan kita palsukan Firman Tuhan atas diri kita.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Epistel / Muzijat Tuhan dengan judul Yeremia 23: 23-29 | Waspada Nabi Palsu . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/08/yeremia-23-23-29-waspada-nabi-palsu.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yeremia 23: 23-29 | Waspada Nabi Palsu "