Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, August 17, 2016

Lukas 13: 10-17 | Allah Peduli Atas Kehidupan Kita



Bacaan Firman Tuhan: Lukas 13: 10-17
Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
Dalam nas diterangkan bahwa pada saat hari Sabat setelah Yesus selesai mengajar di satu rumah ibadat ada seorang perempuan yang sakit bungkuk punggungnya selama 18 tahun. Yesus memanggilnya dan menyembuhkan perempuan itu.

Jika dari misi Yesus, itulah sesungguhnya yang akan dilakukanNya sebagaimana Dia adalah Tuhan yang berbelaskasihan. Namun ternyata dari aturan yang dimiliki dan yang diketahui kepala rumah ibadah bukanlah begitu, kepala rumah ibadat itu menanggapi apa yang telah dilakukan Yesus “Ada enam hari untuk bekerja, karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan, dan jangan pada hari Sabat”.

Dapat dikatakan bahwa menurut kepala rumah ibadat itu, apa yang dilakukan Yesus adalah suatu kesalahan yang melanggar hukum tentang hari Sabat (“Ingat dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu; tetapi pada hari ketujuh ialah Sabat bagi Tuhan Allahmu. Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu……..”).

Kata “Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu” diterjemahkan orang Yahudi melalui 39 kategori kegiatan yang tidak dapat dilakukan pada hari Sabat, termasuk menyembuhkan orang sakit. Maka dapat dikatakan bahwa Yesus telah menyalahi Hukum Taurat.
Melalui nas ini kita mau diajar untuk mengetahui kebenaran tentang hukum menguduskan hari Sabat atau kita saat ini yang percaya kepada Yesus sebagai hari Minggu. Dalam Markus 2: 27 Tuhan Yesus telah memberikan kita pengertian yang jelas tentang hari Sabat. Disitu dikatakan “Sabat ada untuk manusia, bukan manusia untuk Sabat”.

Urutan penciptaan yang Tuhan perbuat sudah jelas, bahwa yang pertama diciptakan adalah manusia dan segala sesuatunya barulah Tuhan beristirahat dari pekerjaanNya. Tuhan yang menciptakan manusia dan segala sesuatunya, maka Ia tahu persis ketika menciptakan manusia, manusia itu membutuhkan istirahat dan layaklah manusia itu menghargai segala yang diciptakan Tuhan termasuk diri manusia itu sendiri.

Maka dari Tuhan sendiri, Sabat itu adalah hukum pembebasan, namun bagi orang Jahudi yang terjadi adalah kebalikannya. Seharusnya Sabat membuat umat Tuhan bersukacita, justru yang terjadi adalah ketakutan dan juga formalitas belaka. Sabat tanpa makna, Sabat tanpa arah dan tujuan.

Bagi kita, Tuhan Yesus telah memperlihatkan bagaimana sesungguhnya kita memasuki hari Sabat atau hari Minggu. Hal ini dapat kita lihat jelas dalam nas bacaan kita ini, apa dan bagaimana kita dalam hal menguduskan hari Minggu:

1.      Mendengarkan pengajaran Tuhan (ayat 10)
Hal ini dapat kita lihat di ayat 10 bagaimana Tuhan Yesus mengajar orang di rumah ibadat. Kita juga diarahkan untuk mendengar pengajaran Tuhan pada hari Minggu.

2.     Memuliakan Allah (ayat 13)
Sebagaimana perempuan yang sakit selama 18 tahun itu disembuhkan dan ia memuliakan Tuhan, demikianlah kita juga menguduskan Tuhan dengan memuliakan Tuhan dengan penuh syukur atas berkat Tuhan dalam kehidupan kita.

3.     Bersukacita (ayat 17)
Sebagaimana orang banyak yang telah mendengar penjelasan Tuhan Yesus itu mereka bersukacita. Demikianlah halnya dengan kita, hari Minggu adalah hari sukacita, hari kemenangan, bahwa Tuhan telah mengangkat kehidupan kita dari penderitaan.

4.     Persekutuan Orang Percaya (ayat 15-16)
Tuhan Yesus memberikan jawab atas apa yang dikatakan oleh kepala rumah ibadat itu. Bagaimana mungkin mereka dapat melepaskan lembu atau keledainya untuk minum, sementara perempuan itu yang sudah 18 tahun diikat oleh iblis tidak bisa dilepaskan? Kita dapat mengartikannya apakah binatang lebih berharga dari manusia?

Artinya hari Sabat itu bukan hanya untuk kita atau hanya untuk orang lain tetapi untuk kita semua. Bahwa Tuhan menganugerahkan pembebasan atas seluruh ciptaanNya. Maka selayaknya kita bersama mendapatkan sukacita dari Tuhan di hari yang dikuduskanNya itu. Maka menguduskan hari Minggu adalah hari persekutuan umat yang percaya. Begitu kita sampai pada hari Minggu kita akan mengingat bahwa Allah perduli atas kehidupan kita.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Lukas 13: 10-17 | Allah Peduli Atas Kehidupan Kita



Bacaan Firman Tuhan: Lukas 13: 10-17
Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
Dalam nas diterangkan bahwa pada saat hari Sabat setelah Yesus selesai mengajar di satu rumah ibadat ada seorang perempuan yang sakit bungkuk punggungnya selama 18 tahun. Yesus memanggilnya dan menyembuhkan perempuan itu.

Jika dari misi Yesus, itulah sesungguhnya yang akan dilakukanNya sebagaimana Dia adalah Tuhan yang berbelaskasihan. Namun ternyata dari aturan yang dimiliki dan yang diketahui kepala rumah ibadah bukanlah begitu, kepala rumah ibadat itu menanggapi apa yang telah dilakukan Yesus “Ada enam hari untuk bekerja, karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan, dan jangan pada hari Sabat”.

Dapat dikatakan bahwa menurut kepala rumah ibadat itu, apa yang dilakukan Yesus adalah suatu kesalahan yang melanggar hukum tentang hari Sabat (“Ingat dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu; tetapi pada hari ketujuh ialah Sabat bagi Tuhan Allahmu. Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu……..”).

Kata “Engkau tidak boleh bekerja pada hari itu” diterjemahkan orang Yahudi melalui 39 kategori kegiatan yang tidak dapat dilakukan pada hari Sabat, termasuk menyembuhkan orang sakit. Maka dapat dikatakan bahwa Yesus telah menyalahi Hukum Taurat.
Melalui nas ini kita mau diajar untuk mengetahui kebenaran tentang hukum menguduskan hari Sabat atau kita saat ini yang percaya kepada Yesus sebagai hari Minggu. Dalam Markus 2: 27 Tuhan Yesus telah memberikan kita pengertian yang jelas tentang hari Sabat. Disitu dikatakan “Sabat ada untuk manusia, bukan manusia untuk Sabat”.

Urutan penciptaan yang Tuhan perbuat sudah jelas, bahwa yang pertama diciptakan adalah manusia dan segala sesuatunya barulah Tuhan beristirahat dari pekerjaanNya. Tuhan yang menciptakan manusia dan segala sesuatunya, maka Ia tahu persis ketika menciptakan manusia, manusia itu membutuhkan istirahat dan layaklah manusia itu menghargai segala yang diciptakan Tuhan termasuk diri manusia itu sendiri.

Maka dari Tuhan sendiri, Sabat itu adalah hukum pembebasan, namun bagi orang Jahudi yang terjadi adalah kebalikannya. Seharusnya Sabat membuat umat Tuhan bersukacita, justru yang terjadi adalah ketakutan dan juga formalitas belaka. Sabat tanpa makna, Sabat tanpa arah dan tujuan.

Bagi kita, Tuhan Yesus telah memperlihatkan bagaimana sesungguhnya kita memasuki hari Sabat atau hari Minggu. Hal ini dapat kita lihat jelas dalam nas bacaan kita ini, apa dan bagaimana kita dalam hal menguduskan hari Minggu:

1.      Mendengarkan pengajaran Tuhan (ayat 10)
Hal ini dapat kita lihat di ayat 10 bagaimana Tuhan Yesus mengajar orang di rumah ibadat. Kita juga diarahkan untuk mendengar pengajaran Tuhan pada hari Minggu.

2.     Memuliakan Allah (ayat 13)
Sebagaimana perempuan yang sakit selama 18 tahun itu disembuhkan dan ia memuliakan Tuhan, demikianlah kita juga menguduskan Tuhan dengan memuliakan Tuhan dengan penuh syukur atas berkat Tuhan dalam kehidupan kita.

3.     Bersukacita (ayat 17)
Sebagaimana orang banyak yang telah mendengar penjelasan Tuhan Yesus itu mereka bersukacita. Demikianlah halnya dengan kita, hari Minggu adalah hari sukacita, hari kemenangan, bahwa Tuhan telah mengangkat kehidupan kita dari penderitaan.

4.     Persekutuan Orang Percaya (ayat 15-16)
Tuhan Yesus memberikan jawab atas apa yang dikatakan oleh kepala rumah ibadat itu. Bagaimana mungkin mereka dapat melepaskan lembu atau keledainya untuk minum, sementara perempuan itu yang sudah 18 tahun diikat oleh iblis tidak bisa dilepaskan? Kita dapat mengartikannya apakah binatang lebih berharga dari manusia?

Artinya hari Sabat itu bukan hanya untuk kita atau hanya untuk orang lain tetapi untuk kita semua. Bahwa Tuhan menganugerahkan pembebasan atas seluruh ciptaanNya. Maka selayaknya kita bersama mendapatkan sukacita dari Tuhan di hari yang dikuduskanNya itu. Maka menguduskan hari Minggu adalah hari persekutuan umat yang percaya. Begitu kita sampai pada hari Minggu kita akan mengingat bahwa Allah perduli atas kehidupan kita.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Ajaran Kristen / Epistel / Persekutuan dengan judul Lukas 13: 10-17 | Allah Peduli Atas Kehidupan Kita . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/08/lukas-13-10-17-allah-peduli-atas.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Lukas 13: 10-17 | Allah Peduli Atas Kehidupan Kita "