Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, September 15, 2015

Markus 9: 30-37 | Siapa yang menolak Tuhan Yesus?



Bacaan Firman Tuhan: Markus 9: 30-37

"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."

Ketika Yesus bersama dengan murid-muridNya berjalan menuju Kapernaun, terjadi 2 topik pembicaraan, namun pembincangan kedua topic ini sangat bertentangan. Pertama, ketika Yesus berbicara bahwa "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit”, namun murid-muridNya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Yesus. Kedua, pembicaraan bahkan sudah mengarah kepada pertengkaran sesama murid-murid Yesus tentang siapa yang terbesar diantara mereka.

Dari apa yang dikatakan Tuhan Yesus dengan apa yang diperbincangkan oleh murid-muridNya jelas sangat bertentangan. Yesus sedang berbicara tentang penderitaan dan pengorbanan yang akan dilakukanNya, namun mereka tidak mengerti justru mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar diantara mereka.

Sikap seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan orang Kristen. Dapat kita katakana bahwa kita sebagai pengikut Kristus “sedang berjalan bersama dengan Yesus di sepanjang kehidupan”. Namun kenyataannya sering terjadi putusnya hubungan/komunikasi ataupun pengertian antara rencana Tuhan atas hidup kita dengan rencana kita atas diri sendiri.

Kita selalu merencanakan supaya kita “seperti ini” dan “seperti itu”, namun kita tidak pernah mau untuk memahami dan melaksanakan maksud dan rencana Tuhan atas hidup kita. Kita hanya tahu untuk meminta supaya Tuhan berbuat seperti yang kita inginkan, sementara kita tidak pernah untuk mau melakukan apa yang diinginkan Tuhan atas hidup kita.

 Sikap yang kedua yang bisa menjadi pelajaran bagi kita dari apa yang diperlihatkan oleh murid-murid Yesus ini, bahwa masih banyak sifat-sifat manusia yang masih selalu ingin “lebih” dari orang lain. Entah itu lebih kaya, sukses, tinggi kedudukan, dihormati dan lain sebagainya.

Hal ini menyebabkan adanya persaingan antar sesama manusia. Orang lain dianggap menjadi saingan bahkan lawan yang harus disingkirkan. Sementara Tuhan Yesus bersabda “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Itulah sebabnya dalam ayat ini Tuhan Yesus menasehatkan: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Dan Yesus mencontohkan bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh pengikut Kristus untuk melihat ataupun menerima sesamanya, yakni seperti menyambut seorang anak.

Siapa yang tidak gemas dan bahagia melihat tingkah laku yang diperlihatkan anak-anak? Secara umum orang pasti akan menyambut anak-anak dengan senyuman dan penuh dengan kasih saying. Demikianlah halnya pengikut Kristus memperlakukan sesamanya manusia untuk menyambutnya dengan penuh kasih sayang.

Sehingga pengikut Kristus itu harus memiliki hati yang mau mengasihi, menolong, membantu semanya. Bukan justru sebaliknya kita menganggap orang lain itu adalah ancaman, saingan, lawan yang harus dimusuhi maupun dikalahkan. Seperti pri-bahasa yang sering kita dengar “Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah”. Maka sambutlah sesama kita manusia sebagaimana kita menyambut Tuhan Yesus dalam diri kita.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Markus 9: 30-37 | Siapa yang menolak Tuhan Yesus?



Bacaan Firman Tuhan: Markus 9: 30-37

"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."

Ketika Yesus bersama dengan murid-muridNya berjalan menuju Kapernaun, terjadi 2 topik pembicaraan, namun pembincangan kedua topic ini sangat bertentangan. Pertama, ketika Yesus berbicara bahwa "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit”, namun murid-muridNya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Yesus. Kedua, pembicaraan bahkan sudah mengarah kepada pertengkaran sesama murid-murid Yesus tentang siapa yang terbesar diantara mereka.

Dari apa yang dikatakan Tuhan Yesus dengan apa yang diperbincangkan oleh murid-muridNya jelas sangat bertentangan. Yesus sedang berbicara tentang penderitaan dan pengorbanan yang akan dilakukanNya, namun mereka tidak mengerti justru mereka bertengkar tentang siapa yang terbesar diantara mereka.

Sikap seperti ini bisa terjadi dalam kehidupan orang Kristen. Dapat kita katakana bahwa kita sebagai pengikut Kristus “sedang berjalan bersama dengan Yesus di sepanjang kehidupan”. Namun kenyataannya sering terjadi putusnya hubungan/komunikasi ataupun pengertian antara rencana Tuhan atas hidup kita dengan rencana kita atas diri sendiri.

Kita selalu merencanakan supaya kita “seperti ini” dan “seperti itu”, namun kita tidak pernah mau untuk memahami dan melaksanakan maksud dan rencana Tuhan atas hidup kita. Kita hanya tahu untuk meminta supaya Tuhan berbuat seperti yang kita inginkan, sementara kita tidak pernah untuk mau melakukan apa yang diinginkan Tuhan atas hidup kita.

 Sikap yang kedua yang bisa menjadi pelajaran bagi kita dari apa yang diperlihatkan oleh murid-murid Yesus ini, bahwa masih banyak sifat-sifat manusia yang masih selalu ingin “lebih” dari orang lain. Entah itu lebih kaya, sukses, tinggi kedudukan, dihormati dan lain sebagainya.

Hal ini menyebabkan adanya persaingan antar sesama manusia. Orang lain dianggap menjadi saingan bahkan lawan yang harus disingkirkan. Sementara Tuhan Yesus bersabda “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Itulah sebabnya dalam ayat ini Tuhan Yesus menasehatkan: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Dan Yesus mencontohkan bagaimana sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh pengikut Kristus untuk melihat ataupun menerima sesamanya, yakni seperti menyambut seorang anak.

Siapa yang tidak gemas dan bahagia melihat tingkah laku yang diperlihatkan anak-anak? Secara umum orang pasti akan menyambut anak-anak dengan senyuman dan penuh dengan kasih saying. Demikianlah halnya pengikut Kristus memperlakukan sesamanya manusia untuk menyambutnya dengan penuh kasih sayang.

Sehingga pengikut Kristus itu harus memiliki hati yang mau mengasihi, menolong, membantu semanya. Bukan justru sebaliknya kita menganggap orang lain itu adalah ancaman, saingan, lawan yang harus dimusuhi maupun dikalahkan. Seperti pri-bahasa yang sering kita dengar “Susah lihat orang senang, senang lihat orang susah”. Maka sambutlah sesama kita manusia sebagaimana kita menyambut Tuhan Yesus dalam diri kita.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Mengikut Yesus / Persekutuan dengan judul Markus 9: 30-37 | Siapa yang menolak Tuhan Yesus? . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2015/09/markus-9-30-37-siapa-yang-menolak-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Markus 9: 30-37 | Siapa yang menolak Tuhan Yesus? "