Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, August 14, 2014

Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 67: Roma 11:1-2a+29-32
Mazmur ini mengingatkan umat Israel akan pemanggilan Abraham (Kej. 12:1-3) "Aku akan memberkati engkau..dan engkau akan menjadi berkat". Demikian halnya dengan umat Israel dalam Mazmur ini mengingatkan mereka bahwa hasil tanah yang boleh mereka terima patut untuk disyukuri sebagai berkat Tuhan yang tidak hanya saja memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun lebih dari itu bahwa berkat tersebut adalah menjadi panggilan hidup umat Allah agar menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa yang lain akan kehidiran dan kebaikan Allah.

Sehingga pemazmur mengingatkan bahwa hasil tanah (panen) (ay.7-8) yang boleh mereka terima sebagai berkat Tuhan harus menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa lain, bagaimana kebaikan dan kuasa Allah nyata dalam hidup mereka. Demikian jugalah bangsa-bangsa lain akan turut serta bersukacita dan bersorak-sorai atas kasih dan kebaikan Tuhan. Sehingga Mazmur 67 ini tidak terlepas dari tujuan umat Allah, bahwa berkat yang boleh mereka terima adalah supaya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Banyak berkat-berkat Tuhan yang boleh kita rasakan dalam kehidupan kita, dan itulah sebabnya Paulus menyatakan: "Bersyukurlah dalam segala hal" (1 Tes. 5:18). Ada banyak kasih dan kebaikan Tuhan yang telah diberikan kepada kita, dari hal-hal yang kita dapat rasakan sampai dengan hal-hal yang tidak kita sadari bahwa kasih setia Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8: 28). Sehingga jangan kita membatasi berkat Allah hanya yang bersifat materi saja, supaya kita jangan terjebak pada situasi dimana kedekatan kita kepada Tuhan justru hanya untuk memenuhi keinginan-keinginan daging saja dan juga sikap yang hanya tahu meminta berkat namun tidak tahu mengucap syukur atas berkat yang telah diberikan Tuhan. 

Maka berkat Tuhan jangan dibatasi dalam hal materi saja, sebab banyak berkat-berkat Tuhan yang tidak dapat di pikirkan oleh manusia seperti nafas kehidupan dan juga tatanan kehidupan yang jadikan oleh Allah. Sehingga kita tidak jatuh pada pemahaman yang salah seperti contohnya: menganggap bahwa orang kaya adalah orang yang diberkati dan orang miskin adalah orang yang tidak diberkati, sehingga berkat hanya dinilai dari segi materi saja.

Jika kita kembali melihat perjalanan kehidupan Abraham yag dipanggil oleh Tuhan keluar dari negerinya dan menuju negeri yang akan ditunjukkan oleh Allah kepadanya, bahwa Abraham turut perintah menjadi orang yang diberkati dan menjadi berkat adalah karena iman kepada Allah yang memanggilnya untuk menerima janji berkat tersebut (Gal. 3:8-9). Sebab jika bukan Tuhan yang memanggilnya untuk menerima berkat tersebut apakah Abraham akan pergi?



Menjadi orang yang diberkati dan menjadi berkat adalah melalui iman kepada Tuhan. Tuhan memanggil kita keluar dari keinginan-keinginan duniawi dan mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan dan sumber kebahagiaan kita. Jika kita mendekatkan diri kepada Tuhan hanya berorientasi pada berkatNya, maka kita akan terjebak pada sikap yang lebih mencintai pemberianNya daripada Sang pemberi, dan jika sudah seperti ini keadaannya bagaimana kita dapat menjadi berkat kepada orang lain? Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat. 6:33).



Iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat adalah berkat sejati yang memberikan kita perlindungan, kasih karunia dan damai sejahtera (bnd. Bil 6:24-25) sebagaimana permohonan berkat yang diminta oleh pemazmur (ay. 2). Yesus Kristus telah memanggil kita keluar dari kutukan dosa menuju pada berkatNya yang terbesar dan terindah yaitu keselamatan hidup yang kekal. Tuhan Yesus menyatakan "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya" (Mrk. 8:36). Dalam kehidupan kita dalam dunia tidak dapat terlepas dari pertolongan Tuhan melalui berkat-berkatNya, namun demikian apapun yang boleh kita terima dalam dunia ini akan kita tinggalkan dan hanya berkat sejati yang akan kekal yaitu Iman kepada Kristus yang membawa kita pada hidup yang kekal.

Dunia membutuhkan keselamatan dan Allah menginginkan seluruh kaum di dunia ini dapat menerima berkat yang sejati yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian Tuhan memberikan berkatNya kepada kita agar kita menjadi saksi-saksi kebaikan, kasih dan kemuliaan Tuhan didunia ini, sehingga akhirnya semua kaum di dunia ini melihat, bersyukur dan percaya bahwa Allah adalah satu-satunya sumber keselamatan.
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. (Galatia 3:14)

Melalui iman kepada Tuhan Yesus kita menerima Roh Kudus yang akan memampukan kita memberitakan Injil Kristus, kita menjadi saksi-saksi Kristus (Kis. 1:8) tentang kasih dan kebaikanNya dalam kehidupan kita. Sehingga kita akan tampil menjadi orang-orang yang dikuasai oleh Roh Allah untuk mewujudkan kerajaanNya di dunia ini. 

Sudahkah kita menjadi orang-orang yang diberkati?
Atau justru menjadi kutuk bagi orang lain? Kehadiran kita hanya membawa kesusahan, penderitaan dan ancaman bagi orang lain. Sejauh mana kita memperlihatkan diri kita sebagai orang-orang yang diberkati yakni orang-orang yang telah ditebus dari kuasa dosa? Sejauh mana kita memperlihatkan diri sebagai berkat bagi orang lain dengan memperlihatkan pengajaran Kristus hidup dalam diri kita?

Berkat Tuhan baik dalam hal materi maupun dalam hal rohani adalah hal yang harus kita syukuri, hal ini memperlihatkan kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita. Jika kita tahu untuk bersyukur, maka kita akan tahu juga untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Jika kita sadar bahwa apa yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan, maka kita juga tahu untuk menjadi berkat bagi orang lain, sebab untuk itulah kita dipanggil. Kita akan tahu untuk memberi.
 
Jika kita sadar bahwa kita hidup hanya karena kasih setia Allah, maka kita juga tahu untuk menjadi berkat bagi orang lain, sebab untuk itulah kita dipanggil. Kita pasti akan menyatakan kasih kita kepada orang lain.

Demikianlah kita menjadi orang-orang yang diberkati yang menjadi saksi-saksi Kristus akan kebesaran kasihNya sehingga semua orang takut akan Dia!

Berketepatan HUT RI ke-69 tahun, Mazmur 67 ini juga ingin menyapa kita bahwa berkat yang mereka terima tidak terlepas dari campur tangan Tuhan atas raja yang memerintah mereka sehingga mereka dapat merasakan panen yang penuh dengan sukacita. Kita mengsyukuri atas kemerdekaan yang diberikan Tuhan kepada bangsa kita Indonesia, sebab Tuhan juga memakai pemerintah maupun raja sebagai saluran berkatNya. 

Sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia dapat menjadi berkat bagi seluruh rakyat Indonesia, yang walaupun kita Kristen sedikit di Indonesia, namun demikian kita mampu menjadi warga negara yang memberikan pengaruh yang positif bagi kemajuan Negera Indonesia. Sehingga kita tampil sebagai warga negara yang diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi rakyat Indonesia. Apapun profesi dan pekerjaan kita, biarlah kita tampil sebagai orang-orang yang diberkati dan yang menjadi berkat. Amin

1 comment :

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 67: Roma 11:1-2a+29-32
Mazmur ini mengingatkan umat Israel akan pemanggilan Abraham (Kej. 12:1-3) "Aku akan memberkati engkau..dan engkau akan menjadi berkat". Demikian halnya dengan umat Israel dalam Mazmur ini mengingatkan mereka bahwa hasil tanah yang boleh mereka terima patut untuk disyukuri sebagai berkat Tuhan yang tidak hanya saja memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun lebih dari itu bahwa berkat tersebut adalah menjadi panggilan hidup umat Allah agar menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa yang lain akan kehidiran dan kebaikan Allah.

Sehingga pemazmur mengingatkan bahwa hasil tanah (panen) (ay.7-8) yang boleh mereka terima sebagai berkat Tuhan harus menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa lain, bagaimana kebaikan dan kuasa Allah nyata dalam hidup mereka. Demikian jugalah bangsa-bangsa lain akan turut serta bersukacita dan bersorak-sorai atas kasih dan kebaikan Tuhan. Sehingga Mazmur 67 ini tidak terlepas dari tujuan umat Allah, bahwa berkat yang boleh mereka terima adalah supaya semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Banyak berkat-berkat Tuhan yang boleh kita rasakan dalam kehidupan kita, dan itulah sebabnya Paulus menyatakan: "Bersyukurlah dalam segala hal" (1 Tes. 5:18). Ada banyak kasih dan kebaikan Tuhan yang telah diberikan kepada kita, dari hal-hal yang kita dapat rasakan sampai dengan hal-hal yang tidak kita sadari bahwa kasih setia Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8: 28). Sehingga jangan kita membatasi berkat Allah hanya yang bersifat materi saja, supaya kita jangan terjebak pada situasi dimana kedekatan kita kepada Tuhan justru hanya untuk memenuhi keinginan-keinginan daging saja dan juga sikap yang hanya tahu meminta berkat namun tidak tahu mengucap syukur atas berkat yang telah diberikan Tuhan. 

Maka berkat Tuhan jangan dibatasi dalam hal materi saja, sebab banyak berkat-berkat Tuhan yang tidak dapat di pikirkan oleh manusia seperti nafas kehidupan dan juga tatanan kehidupan yang jadikan oleh Allah. Sehingga kita tidak jatuh pada pemahaman yang salah seperti contohnya: menganggap bahwa orang kaya adalah orang yang diberkati dan orang miskin adalah orang yang tidak diberkati, sehingga berkat hanya dinilai dari segi materi saja.

Jika kita kembali melihat perjalanan kehidupan Abraham yag dipanggil oleh Tuhan keluar dari negerinya dan menuju negeri yang akan ditunjukkan oleh Allah kepadanya, bahwa Abraham turut perintah menjadi orang yang diberkati dan menjadi berkat adalah karena iman kepada Allah yang memanggilnya untuk menerima janji berkat tersebut (Gal. 3:8-9). Sebab jika bukan Tuhan yang memanggilnya untuk menerima berkat tersebut apakah Abraham akan pergi?



Menjadi orang yang diberkati dan menjadi berkat adalah melalui iman kepada Tuhan. Tuhan memanggil kita keluar dari keinginan-keinginan duniawi dan mempercayakan kehidupan kita kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan dan sumber kebahagiaan kita. Jika kita mendekatkan diri kepada Tuhan hanya berorientasi pada berkatNya, maka kita akan terjebak pada sikap yang lebih mencintai pemberianNya daripada Sang pemberi, dan jika sudah seperti ini keadaannya bagaimana kita dapat menjadi berkat kepada orang lain? Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat. 6:33).



Iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat adalah berkat sejati yang memberikan kita perlindungan, kasih karunia dan damai sejahtera (bnd. Bil 6:24-25) sebagaimana permohonan berkat yang diminta oleh pemazmur (ay. 2). Yesus Kristus telah memanggil kita keluar dari kutukan dosa menuju pada berkatNya yang terbesar dan terindah yaitu keselamatan hidup yang kekal. Tuhan Yesus menyatakan "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya" (Mrk. 8:36). Dalam kehidupan kita dalam dunia tidak dapat terlepas dari pertolongan Tuhan melalui berkat-berkatNya, namun demikian apapun yang boleh kita terima dalam dunia ini akan kita tinggalkan dan hanya berkat sejati yang akan kekal yaitu Iman kepada Kristus yang membawa kita pada hidup yang kekal.

Dunia membutuhkan keselamatan dan Allah menginginkan seluruh kaum di dunia ini dapat menerima berkat yang sejati yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian Tuhan memberikan berkatNya kepada kita agar kita menjadi saksi-saksi kebaikan, kasih dan kemuliaan Tuhan didunia ini, sehingga akhirnya semua kaum di dunia ini melihat, bersyukur dan percaya bahwa Allah adalah satu-satunya sumber keselamatan.
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. (Galatia 3:14)

Melalui iman kepada Tuhan Yesus kita menerima Roh Kudus yang akan memampukan kita memberitakan Injil Kristus, kita menjadi saksi-saksi Kristus (Kis. 1:8) tentang kasih dan kebaikanNya dalam kehidupan kita. Sehingga kita akan tampil menjadi orang-orang yang dikuasai oleh Roh Allah untuk mewujudkan kerajaanNya di dunia ini. 

Sudahkah kita menjadi orang-orang yang diberkati?
Atau justru menjadi kutuk bagi orang lain? Kehadiran kita hanya membawa kesusahan, penderitaan dan ancaman bagi orang lain. Sejauh mana kita memperlihatkan diri kita sebagai orang-orang yang diberkati yakni orang-orang yang telah ditebus dari kuasa dosa? Sejauh mana kita memperlihatkan diri sebagai berkat bagi orang lain dengan memperlihatkan pengajaran Kristus hidup dalam diri kita?

Berkat Tuhan baik dalam hal materi maupun dalam hal rohani adalah hal yang harus kita syukuri, hal ini memperlihatkan kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita. Jika kita tahu untuk bersyukur, maka kita akan tahu juga untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Jika kita sadar bahwa apa yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan, maka kita juga tahu untuk menjadi berkat bagi orang lain, sebab untuk itulah kita dipanggil. Kita akan tahu untuk memberi.
 
Jika kita sadar bahwa kita hidup hanya karena kasih setia Allah, maka kita juga tahu untuk menjadi berkat bagi orang lain, sebab untuk itulah kita dipanggil. Kita pasti akan menyatakan kasih kita kepada orang lain.

Demikianlah kita menjadi orang-orang yang diberkati yang menjadi saksi-saksi Kristus akan kebesaran kasihNya sehingga semua orang takut akan Dia!

Berketepatan HUT RI ke-69 tahun, Mazmur 67 ini juga ingin menyapa kita bahwa berkat yang mereka terima tidak terlepas dari campur tangan Tuhan atas raja yang memerintah mereka sehingga mereka dapat merasakan panen yang penuh dengan sukacita. Kita mengsyukuri atas kemerdekaan yang diberikan Tuhan kepada bangsa kita Indonesia, sebab Tuhan juga memakai pemerintah maupun raja sebagai saluran berkatNya. 

Sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia dapat menjadi berkat bagi seluruh rakyat Indonesia, yang walaupun kita Kristen sedikit di Indonesia, namun demikian kita mampu menjadi warga negara yang memberikan pengaruh yang positif bagi kemajuan Negera Indonesia. Sehingga kita tampil sebagai warga negara yang diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi rakyat Indonesia. Apapun profesi dan pekerjaan kita, biarlah kita tampil sebagai orang-orang yang diberkati dan yang menjadi berkat. Amin

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Keselamatan / Khotbah Minggu / Mengucap Syukur / Saksi Kristus dengan judul Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/08/mazmur-67-diberkati-untuk-menjadi-berkat.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

1 Komentar untuk " Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat "

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)