Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, June 4, 2014

Roh Kudus Memampukan Kita Mengasihi Semua CiptaanNya (Mazmur 104: 24-34)

Tidak akan pernah habisnya jika kita membicarakan keagungan karya ciptaan Tuhan atas seluruh kehidupan ini selain kita hanya mampu untuk bersyukur dan memuji kebesaranNya. Mulai dari sesuatu yang terkecil yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata sampai kepada yang benda-benda terbesar, Tuhan menyusun sedemikian rupa hingga tercipta harmonisasi kehidupan.


Dalam nyanyian Mazmur ini kita dapat menyaksikan bagaimana Allah diagungkan sebagai pencipta yang sungguh besar, bahwa kehidupan dalam alam semesta adalah bersumber dari Dia saja, dengan memberikan roh-Nya segala sesuatunya hidup. Sehingga pemazmur menyatakan selama hidupnya biarlah ia bernyanyi bagi Tuhan.




Oleh sebab keagungan ciptaan Tuhan akan alam semesta Tuhan sungguh sangat bersukacita atas semua ciptaanNya (ay. 31). Semua alam ciptaan hidup sesuai dengan rencana dan kehendakNya, semuanya hidup sesuai dengan pemeliharaan Tuhan saja (ay. 27). Semua alam ciptaan taat dan hidup dalam pemeliharaan Tuhan adalah sebab mereka menerima kehidupan yaitu roh Allah.



Bagaimana dengan kita manusia, sebagai mahluk ciptaan yang mulia? Adakah Tuhan juga bersukacita atas kehidupan kita? Bahkan lebih dari itu manusia bahkan telah merusak alam yang membuat Allah bersukacita. Bahwa sudah banyak manusia yang menjadi perusak tatanan kehidupan alam dan juga diantara manusia itu sendiri.



Melalui peringatan Pentakosta, kita diingatkan kembali supaya kita sebagai orang percaya menghargai dan menghormati kehidupan yang telah diciptakan oleh Allah. Ketaatan dan kesetiaan kita kepadaNya hanyalah boleh terjadi ketika kita memiliki pengenalan akan Tuhan dengan baik dan itu hanya dapat dilakukan oleh kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika kita melihat alam semesta dan segala mahluk yang hidup di muka bumi ini, maka kita pun akan memuliakan Tuhan pencipta, terlebih jika kita melihat sesama kita manusia yang sama-sama kita adalah mahluk ciptaan Allah yang mulia sudah selayaknya kita memuji kebesaran Tuhan.



Sebagai manusia ciptaan Tuhan kita semua memiliki ciri-ciri yang berbeda, dari warna kulit, bahasa, bentuk wajah, dan sebagainya. Namun disinilah kita dapat melihat keagungan Tuhan sebagai pencipta, yang walaupun kita berbeda namun kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan. Bagaimana kita sebagai orang percaya mensyukuri ini semua? Hanya dengan menerima Roh Kudus bekerja ditengah-tengah kehidupan kita mampu untuk mensyukuri kehadiran orang lain disekitar kita. Jika Tuhan hadirkan orang lain disekitarmu itu adalah untuk disyukuri bukan untuk dimusuhi. Sekalipun kehadirannya terkadang membuat kita marah karena perbuatannya yang tidak baik. Tetapi ingatlah! Perbuatan baik akan mengalahkan perbuatan jahat. Dan itu hanya boleh terjadi ketika kita sungguh-sungguh menerima Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Amin




Tidak akan pernah habisnya jika kita membicarakan keagungan karya ciptaan Tuhan atas seluruh kehidupan ini selain kita hanya mampu untuk bersyukur dan memuji kebesaranNya. Mulai dari sesuatu yang terkecil yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata sampai kepada yang benda-benda terbesar, Tuhan menyusun sedemikian rupa hingga tercipta harmonisasi kehidupan.


Dalam nyanyian Mazmur ini kita dapat menyaksikan bagaimana Allah diagungkan sebagai pencipta yang sungguh besar, bahwa kehidupan dalam alam semesta adalah bersumber dari Dia saja, dengan memberikan roh-Nya segala sesuatunya hidup. Sehingga pemazmur menyatakan selama hidupnya biarlah ia bernyanyi bagi Tuhan.




Oleh sebab keagungan ciptaan Tuhan akan alam semesta Tuhan sungguh sangat bersukacita atas semua ciptaanNya (ay. 31). Semua alam ciptaan hidup sesuai dengan rencana dan kehendakNya, semuanya hidup sesuai dengan pemeliharaan Tuhan saja (ay. 27). Semua alam ciptaan taat dan hidup dalam pemeliharaan Tuhan adalah sebab mereka menerima kehidupan yaitu roh Allah.



Bagaimana dengan kita manusia, sebagai mahluk ciptaan yang mulia? Adakah Tuhan juga bersukacita atas kehidupan kita? Bahkan lebih dari itu manusia bahkan telah merusak alam yang membuat Allah bersukacita. Bahwa sudah banyak manusia yang menjadi perusak tatanan kehidupan alam dan juga diantara manusia itu sendiri.



Melalui peringatan Pentakosta, kita diingatkan kembali supaya kita sebagai orang percaya menghargai dan menghormati kehidupan yang telah diciptakan oleh Allah. Ketaatan dan kesetiaan kita kepadaNya hanyalah boleh terjadi ketika kita memiliki pengenalan akan Tuhan dengan baik dan itu hanya dapat dilakukan oleh kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika kita melihat alam semesta dan segala mahluk yang hidup di muka bumi ini, maka kita pun akan memuliakan Tuhan pencipta, terlebih jika kita melihat sesama kita manusia yang sama-sama kita adalah mahluk ciptaan Allah yang mulia sudah selayaknya kita memuji kebesaran Tuhan.



Sebagai manusia ciptaan Tuhan kita semua memiliki ciri-ciri yang berbeda, dari warna kulit, bahasa, bentuk wajah, dan sebagainya. Namun disinilah kita dapat melihat keagungan Tuhan sebagai pencipta, yang walaupun kita berbeda namun kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan. Bagaimana kita sebagai orang percaya mensyukuri ini semua? Hanya dengan menerima Roh Kudus bekerja ditengah-tengah kehidupan kita mampu untuk mensyukuri kehadiran orang lain disekitar kita. Jika Tuhan hadirkan orang lain disekitarmu itu adalah untuk disyukuri bukan untuk dimusuhi. Sekalipun kehadirannya terkadang membuat kita marah karena perbuatannya yang tidak baik. Tetapi ingatlah! Perbuatan baik akan mengalahkan perbuatan jahat. Dan itu hanya boleh terjadi ketika kita sungguh-sungguh menerima Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Amin




No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Roh Kudus Memampukan Kita Mengasihi Semua CiptaanNya (Mazmur 104: 24-34)

Tidak akan pernah habisnya jika kita membicarakan keagungan karya ciptaan Tuhan atas seluruh kehidupan ini selain kita hanya mampu untuk bersyukur dan memuji kebesaranNya. Mulai dari sesuatu yang terkecil yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata sampai kepada yang benda-benda terbesar, Tuhan menyusun sedemikian rupa hingga tercipta harmonisasi kehidupan.


Dalam nyanyian Mazmur ini kita dapat menyaksikan bagaimana Allah diagungkan sebagai pencipta yang sungguh besar, bahwa kehidupan dalam alam semesta adalah bersumber dari Dia saja, dengan memberikan roh-Nya segala sesuatunya hidup. Sehingga pemazmur menyatakan selama hidupnya biarlah ia bernyanyi bagi Tuhan.




Oleh sebab keagungan ciptaan Tuhan akan alam semesta Tuhan sungguh sangat bersukacita atas semua ciptaanNya (ay. 31). Semua alam ciptaan hidup sesuai dengan rencana dan kehendakNya, semuanya hidup sesuai dengan pemeliharaan Tuhan saja (ay. 27). Semua alam ciptaan taat dan hidup dalam pemeliharaan Tuhan adalah sebab mereka menerima kehidupan yaitu roh Allah.



Bagaimana dengan kita manusia, sebagai mahluk ciptaan yang mulia? Adakah Tuhan juga bersukacita atas kehidupan kita? Bahkan lebih dari itu manusia bahkan telah merusak alam yang membuat Allah bersukacita. Bahwa sudah banyak manusia yang menjadi perusak tatanan kehidupan alam dan juga diantara manusia itu sendiri.



Melalui peringatan Pentakosta, kita diingatkan kembali supaya kita sebagai orang percaya menghargai dan menghormati kehidupan yang telah diciptakan oleh Allah. Ketaatan dan kesetiaan kita kepadaNya hanyalah boleh terjadi ketika kita memiliki pengenalan akan Tuhan dengan baik dan itu hanya dapat dilakukan oleh kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Ketika kita melihat alam semesta dan segala mahluk yang hidup di muka bumi ini, maka kita pun akan memuliakan Tuhan pencipta, terlebih jika kita melihat sesama kita manusia yang sama-sama kita adalah mahluk ciptaan Allah yang mulia sudah selayaknya kita memuji kebesaran Tuhan.



Sebagai manusia ciptaan Tuhan kita semua memiliki ciri-ciri yang berbeda, dari warna kulit, bahasa, bentuk wajah, dan sebagainya. Namun disinilah kita dapat melihat keagungan Tuhan sebagai pencipta, yang walaupun kita berbeda namun kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan. Bagaimana kita sebagai orang percaya mensyukuri ini semua? Hanya dengan menerima Roh Kudus bekerja ditengah-tengah kehidupan kita mampu untuk mensyukuri kehadiran orang lain disekitar kita. Jika Tuhan hadirkan orang lain disekitarmu itu adalah untuk disyukuri bukan untuk dimusuhi. Sekalipun kehadirannya terkadang membuat kita marah karena perbuatannya yang tidak baik. Tetapi ingatlah! Perbuatan baik akan mengalahkan perbuatan jahat. Dan itu hanya boleh terjadi ketika kita sungguh-sungguh menerima Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Amin




Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Renungan / Roh Kudus dengan judul Roh Kudus Memampukan Kita Mengasihi Semua CiptaanNya (Mazmur 104: 24-34) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/06/mazmur-104-24-34-roh-kudus-memampukan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Roh Kudus Memampukan Kita Mengasihi Semua CiptaanNya (Mazmur 104: 24-34) "