Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, December 8, 2021

Zefanya 3:14-20 Bersukacitalah, Tuhan Ada di Antara Kita

 Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 3: 14-20

Nabi Zefanya yang merupakan keturunan raja dan sebagai kerabat dari raja Yosia yang memerintah saat itu. Namun hal itu tidak menjadi halangan baginya untuk menyuarakan tentang kemerosotan rohani yang terjadi ketika itu. Raja sebelumnya yaitu Manasye dan Amon telah membuat Yehuda jatuh dalam penyembahan berhala, nabi Zefanya menuding para pejabat, imam pemimpin, hakim sebagai penanggungjawab atas kemerosotan rohani umat. Nubuatan Zefanya inilah yang selanjutnya mempengaruhi raja Yosia untuk melakukan reformasi keagamaan.

Tetapi walaupun raja Yosia melakukan reformasi keagamaan itu hanya sebatas perubahan luarnya saja tidak sepenuhnya dapat mengubah hati umat. Nabi Zefanya menubuatkan bahwa akan datang hari Tuhan, yaitu penghukuman Tuhan yang tidak hanya kepada umatNya tetapi juga kepada semua bangsa. Akan tetapi Tuhan akan menunjukkan kasih setiaNya kepada umat yang setia, yaitu umat yang rendah hati yang mencari perlindungan pada nama Tuhan. Sekalipun Tuhan akan menyatakan murkaNya tetapi Dia juga akan mengingat akan kasihNya kepada umatNya.

Nabi Zefanya menubuatkan bahwa umat yang tersisa dari penghukuman itu akan menjadi umat yang bersukacita, sebab tidak akan ada lagi malapetaka dari orang-orang berdoa yang membuat mereka takut, sebab Tuhan ada diantara mereka sebagai Raja yang memerintah dan sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Raja yang dinubuatkan itu telah datang yaitu Yesus Kristus yang datang sebagai pahlawan yang membawa kemenangan melawan dosa. Umat yang percaya kepadaNya telah dipersatukan menjadi umatNya yang kudus, yaitu suatu umat yang bersukacita karena Tuhan ada diantara umat yang percaya sebagai pemimpin dan pahlawan yang memberikan kemenangan. Namun kedatangan Yesus ini hanyalah permulaannya saja, sebab kesempurnaannya masih akan dinantikan sampai akhir zaman yaitu kedatangan Yesus kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Renungan

Dalam dunia ini ada banyak kejahatan dan dosa yang membuat Tuhan murka, tetapi Dia ingat akan kasih setiaNya kepada umat ciptaanNya. Tuhan tidak ingin umat ciptaanNya itu binasa karena dosa-dosanya, sehingga Dia mengutus AnakNya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus membawa keselamatan kepada orang yang percaya pada kasihNya. Dia menuntun orang percaya agar berjalan di jalan keselamatan yang diperlihatkannya di dunia ini, sehingga setiap orang yang percaya menjadi umat yang tersisa dari penghukuman Tuhan.  Sebagai umat yang percaya, kedatangan Yesus ke dunia ini masih permulaannya, kita masih akan menantikan “hari Tuhan” yang besar itu untuk menggenapi janji keselamatanNya.

Ketika kita menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini, siapa yang dapat kita andalkan? Siapakah yang dapat memberi kita jaminan untuk kita di sepanjang hidup ini? Nas firman Tuhan bagi kita berkata bahwa pahlawan sesungguhnya yang dapat menjamin kita mampu melewati berbagai pergumulan dalam hidup adalah Tuhan. Pahlawan yang sesungguhnya dalam hidup kita adalah Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya mati di kayu salib untuk keselamatan kita. Kita tahu bahwa Allah ada diantara kita, beserta kita sebagai raja yang akan membawa kemenangan bagi kita dalam hidup ini. Sekalipun kita masih harus melalui kehidupan yang penuh dengan tantangan dan penderitaan, tetapi kita ada bersama Tuhan Yesus yang akan memenangkan kita menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini.

Tuesday, November 23, 2021

1 Tesalonika 3:9-13 Menyambut Kedatangan Tuhan Dengan Kekudusan

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Tesalonika 3: 9-13

Ayat 9-11. Jemaat Tesalonika yang ketika itu masih jemaat yang muda harus ditinggalkan oleh Paulus karena adanya kekacauan yang ditimbulkan di Tesalonika oleh orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan dari orang-orang setempat.

Monday, November 15, 2021

Mazmur 90: 1-12 Ajarlah Kami Menghitung Hari-hari Kami

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 90: 1-12

Ayat 1-2 Allah Pencipta Kehidupan adalah tempat perlindungan

Disini pemazmur menjelaskan bahwa kehidupan ini terjadi bukan ada dengan sendirinya, tetapi ada kuasa besar yang melahirkan kehidupan dan segala sesuatu yang ada di dunia ini, yaitu Tuhan pencipta segala sesuatu, Dia adalah Allah yang kekal “dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”, Dia adalah Alfa dan Omega yang awal dan yang akhir.

Wednesday, October 27, 2021

Roma 1: 16-17 Injil Yang Membaharui

Bacaan Firman Tuhan: Roma 1: 16-17

mempunyai keyakinan yang kokoh

Secara harafiah dalam bahasa Yunani kata “mempunyai keyakinan yang kokoh” diterjemahkan dari pengertian “tidak malu”. Bahwa Injil yang dipegang dan diberitakan itu tidak membuatnya malu ataupun dipermalukan, tetapi ada keyakinan dan kebanggaan di dalam Injil. Maka disini bisa kita pahami bahwa Paulus tidak malu untuk memberitakan Injil, tetapi justru sebaliknya Paulus bangga atas Injil yang diimaninya dan inilah yang mendorongnya untuk memberitakan Injil.

Wednesday, October 20, 2021

Ulangan 24:17-18 Hidup Rukun Dengan Sesama

 Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 24: 17-18

Musa yang memimpin bangsa Israel dari tanah Mesir dan menjalani padang gurun sudah mengenal bagaimana sifat dan karakter dari bangsa Israel, dia melihat jauh ke depan apa yang akan terjadi ketika bangsa itu tiba di tanah perjanjian yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Di padang gurun yang tandus dan gersang mereka bergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan, namun bagaimana nantinya mereka setelah sampai di tanah perjanjian yang subur dan makmur. Di tanah itu mereka juga akan berjumpa dengan berbagai bangsa, budaya dan agama asing. Apakah mereka akan tetap setia pada Tuhan? Maka sebelum mereka sampai ke tanah perjanjian, Musa memberikan aturan-aturan yang harus mereka penuhi, sehingga mereka hadir diantara bangsa-bangsa asing telah memiliki karakter dan jati diri sebagai suatu bangsa pilihan Allah yang diberkati.

Wednesday, October 13, 2021

Lukas 11:27-28 Kebahagiaan Mendengar Firman Allah

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 11: 27-28

Seorang perempuan diantara orang banyak yang sedang mendengar pengajaran Yesus memberikan pujian kepada Yesus dengan berseru “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Ungkapan ini merupakan suatu respon kekagumannya pada pengajaran Yesus yang mungkin sebelumnya belum pernah didengarnya. Apa yang dikatakan perempuan ini memang benar, sebagaimana juga tertulis di Lukas 1: 48 yaitu dalam nyanyian pujian Maria “mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia”.  

Tuesday, October 5, 2021

Ayub 23: 10-17 Allah Yang Tidak Pernah Berubah

 Bacaan Firman Tuhan: Ayub 23: 10-17

Ayub memberikan tanggapan atas pernyataan Elifas di pasal 22 bahwa Tuhan itu adil, penderitaan Ayub adalah karena dosanya, dan dia perlu melakukan pertobatan. Dan Elifas mencoba menyebutkan dosa-dosa yang sekiranya dilakukan oleh Ayub. Kemudian di pasal 23 ini, Ayub menjawab pernyataan Elifas ini dengan ingin bertemu dengan Tuhan untuk memperoleh pengadilan yang adil, namun Ayub tidak dapat menemui Tuhan (23:1-9). Artinya Ayub siap berjumpa dengan Tuhan dan berdiri di peradilan Tuhan untuk membuktikan bahwa dosa-dosa yang disebutkan oleh Elifas itu tidaklah benar. Maka selanjutnya dalam nas pembahasan kita saat ini, Ayub menyatakan bahwa dirinya siap diuji dan diselidiki oleh Tuhan.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Zefanya 3:14-20 Bersukacitalah, Tuhan Ada di Antara Kita

Zefanya 3:14-20 Bersukacitalah, Tuhan Ada di Antara Kita

 Bacaan Firman Tuhan: Zefanya 3: 14-20

Nabi Zefanya yang merupakan keturunan raja dan sebagai kerabat dari raja Yosia yang memerintah saat itu. Namun hal itu tidak menjadi halangan baginya untuk menyuarakan tentang kemerosotan rohani yang terjadi ketika itu. Raja sebelumnya yaitu Manasye dan Amon telah membuat Yehuda jatuh dalam penyembahan berhala, nabi Zefanya menuding para pejabat, imam pemimpin, hakim sebagai penanggungjawab atas kemerosotan rohani umat. Nubuatan Zefanya inilah yang selanjutnya mempengaruhi raja Yosia untuk melakukan reformasi keagamaan.

Tetapi walaupun raja Yosia melakukan reformasi keagamaan itu hanya sebatas perubahan luarnya saja tidak sepenuhnya dapat mengubah hati umat. Nabi Zefanya menubuatkan bahwa akan datang hari Tuhan, yaitu penghukuman Tuhan yang tidak hanya kepada umatNya tetapi juga kepada semua bangsa. Akan tetapi Tuhan akan menunjukkan kasih setiaNya kepada umat yang setia, yaitu umat yang rendah hati yang mencari perlindungan pada nama Tuhan. Sekalipun Tuhan akan menyatakan murkaNya tetapi Dia juga akan mengingat akan kasihNya kepada umatNya.

Nabi Zefanya menubuatkan bahwa umat yang tersisa dari penghukuman itu akan menjadi umat yang bersukacita, sebab tidak akan ada lagi malapetaka dari orang-orang berdoa yang membuat mereka takut, sebab Tuhan ada diantara mereka sebagai Raja yang memerintah dan sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Raja yang dinubuatkan itu telah datang yaitu Yesus Kristus yang datang sebagai pahlawan yang membawa kemenangan melawan dosa. Umat yang percaya kepadaNya telah dipersatukan menjadi umatNya yang kudus, yaitu suatu umat yang bersukacita karena Tuhan ada diantara umat yang percaya sebagai pemimpin dan pahlawan yang memberikan kemenangan. Namun kedatangan Yesus ini hanyalah permulaannya saja, sebab kesempurnaannya masih akan dinantikan sampai akhir zaman yaitu kedatangan Yesus kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Renungan

Dalam dunia ini ada banyak kejahatan dan dosa yang membuat Tuhan murka, tetapi Dia ingat akan kasih setiaNya kepada umat ciptaanNya. Tuhan tidak ingin umat ciptaanNya itu binasa karena dosa-dosanya, sehingga Dia mengutus AnakNya yang tunggal Tuhan kita Yesus Kristus membawa keselamatan kepada orang yang percaya pada kasihNya. Dia menuntun orang percaya agar berjalan di jalan keselamatan yang diperlihatkannya di dunia ini, sehingga setiap orang yang percaya menjadi umat yang tersisa dari penghukuman Tuhan.  Sebagai umat yang percaya, kedatangan Yesus ke dunia ini masih permulaannya, kita masih akan menantikan “hari Tuhan” yang besar itu untuk menggenapi janji keselamatanNya.

Ketika kita menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini, siapa yang dapat kita andalkan? Siapakah yang dapat memberi kita jaminan untuk kita di sepanjang hidup ini? Nas firman Tuhan bagi kita berkata bahwa pahlawan sesungguhnya yang dapat menjamin kita mampu melewati berbagai pergumulan dalam hidup adalah Tuhan. Pahlawan yang sesungguhnya dalam hidup kita adalah Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya mati di kayu salib untuk keselamatan kita. Kita tahu bahwa Allah ada diantara kita, beserta kita sebagai raja yang akan membawa kemenangan bagi kita dalam hidup ini. Sekalipun kita masih harus melalui kehidupan yang penuh dengan tantangan dan penderitaan, tetapi kita ada bersama Tuhan Yesus yang akan memenangkan kita menghadapi berbagai pergumulan dalam hidup ini.

1 Tesalonika 3:9-13 Menyambut Kedatangan Tuhan Dengan Kekudusan

1 Tesalonika 3:9-13 Menyambut Kedatangan Tuhan Dengan Kekudusan

 Bacaan Firman Tuhan: 1 Tesalonika 3: 9-13

Ayat 9-11. Jemaat Tesalonika yang ketika itu masih jemaat yang muda harus ditinggalkan oleh Paulus karena adanya kekacauan yang ditimbulkan di Tesalonika oleh orang-orang Yahudi yang tidak percaya dan dari orang-orang setempat.

Mazmur 90: 1-12 Ajarlah Kami Menghitung Hari-hari Kami

Mazmur 90: 1-12 Ajarlah Kami Menghitung Hari-hari Kami

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 90: 1-12

Ayat 1-2 Allah Pencipta Kehidupan adalah tempat perlindungan

Disini pemazmur menjelaskan bahwa kehidupan ini terjadi bukan ada dengan sendirinya, tetapi ada kuasa besar yang melahirkan kehidupan dan segala sesuatu yang ada di dunia ini, yaitu Tuhan pencipta segala sesuatu, Dia adalah Allah yang kekal “dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”, Dia adalah Alfa dan Omega yang awal dan yang akhir.

Roma 1: 16-17 Injil Yang Membaharui

Roma 1: 16-17 Injil Yang Membaharui

Bacaan Firman Tuhan: Roma 1: 16-17

mempunyai keyakinan yang kokoh

Secara harafiah dalam bahasa Yunani kata “mempunyai keyakinan yang kokoh” diterjemahkan dari pengertian “tidak malu”. Bahwa Injil yang dipegang dan diberitakan itu tidak membuatnya malu ataupun dipermalukan, tetapi ada keyakinan dan kebanggaan di dalam Injil. Maka disini bisa kita pahami bahwa Paulus tidak malu untuk memberitakan Injil, tetapi justru sebaliknya Paulus bangga atas Injil yang diimaninya dan inilah yang mendorongnya untuk memberitakan Injil.

Ulangan 24:17-18 Hidup Rukun Dengan Sesama

Ulangan 24:17-18 Hidup Rukun Dengan Sesama

 Bacaan Firman Tuhan: Ulangan 24: 17-18

Musa yang memimpin bangsa Israel dari tanah Mesir dan menjalani padang gurun sudah mengenal bagaimana sifat dan karakter dari bangsa Israel, dia melihat jauh ke depan apa yang akan terjadi ketika bangsa itu tiba di tanah perjanjian yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Di padang gurun yang tandus dan gersang mereka bergantung sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan, namun bagaimana nantinya mereka setelah sampai di tanah perjanjian yang subur dan makmur. Di tanah itu mereka juga akan berjumpa dengan berbagai bangsa, budaya dan agama asing. Apakah mereka akan tetap setia pada Tuhan? Maka sebelum mereka sampai ke tanah perjanjian, Musa memberikan aturan-aturan yang harus mereka penuhi, sehingga mereka hadir diantara bangsa-bangsa asing telah memiliki karakter dan jati diri sebagai suatu bangsa pilihan Allah yang diberkati.

Lukas 11:27-28 Kebahagiaan Mendengar Firman Allah

Lukas 11:27-28 Kebahagiaan Mendengar Firman Allah

 Bacaan Firman Tuhan: Lukas 11: 27-28

Seorang perempuan diantara orang banyak yang sedang mendengar pengajaran Yesus memberikan pujian kepada Yesus dengan berseru “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Ungkapan ini merupakan suatu respon kekagumannya pada pengajaran Yesus yang mungkin sebelumnya belum pernah didengarnya. Apa yang dikatakan perempuan ini memang benar, sebagaimana juga tertulis di Lukas 1: 48 yaitu dalam nyanyian pujian Maria “mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia”.  

Ayub 23: 10-17 Allah Yang Tidak Pernah Berubah

Ayub 23: 10-17 Allah Yang Tidak Pernah Berubah

 Bacaan Firman Tuhan: Ayub 23: 10-17

Ayub memberikan tanggapan atas pernyataan Elifas di pasal 22 bahwa Tuhan itu adil, penderitaan Ayub adalah karena dosanya, dan dia perlu melakukan pertobatan. Dan Elifas mencoba menyebutkan dosa-dosa yang sekiranya dilakukan oleh Ayub. Kemudian di pasal 23 ini, Ayub menjawab pernyataan Elifas ini dengan ingin bertemu dengan Tuhan untuk memperoleh pengadilan yang adil, namun Ayub tidak dapat menemui Tuhan (23:1-9). Artinya Ayub siap berjumpa dengan Tuhan dan berdiri di peradilan Tuhan untuk membuktikan bahwa dosa-dosa yang disebutkan oleh Elifas itu tidaklah benar. Maka selanjutnya dalam nas pembahasan kita saat ini, Ayub menyatakan bahwa dirinya siap diuji dan diselidiki oleh Tuhan.