Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Friday, April 17, 2026

Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan

 Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan

Habakuk melihat kejahatan umat Tuhan di Yehuda dan memohon kepada Tuhan supaya bertindak, namun Tuhan menjawab doanya dengan cara yang tidak terduga yaitu dengan membawa Babel ke Yehuda untuk mendisiplinkan umatNya. Dari sudut pandang manusia penjajahan adalah sebuah penderitaan, tetapi itu semua adalah pekerjaan Tuhan dengan memakai bangsa yang jahat untuk menghukum umatNya. Bagi Habakuk mempertanyakan cara Tuhan untuk menghukum umatNya, bagaimana mungkin Tuhan yang baik memakai bangsa yang paling jahat yang memperlakukan manusia seperti binatang. Tetapi Tuhan menjawab bahwa walaupun Tuhan memakai bangsa Babel yang jahat bukan berarti Tuhan menyetujui kejahatan Babel, sebab Tuhan yang adil akan menuntut pertanggungjawaban semua bangsa-bangsa yang sama dengan mereka.

Dalam pasal 3 kita akan menjumpai doa Habakuk yang memohon supaya Tuhan segera bertindak seperti yang dilakukan Tuhan pada masa lalu yang menjatuhkan bangsa-bangsa yang jahat. Habakuk menaikkan puji-pujian kepada Tuhan yang mengungkapkan pengharapannya kepada Tuhan, bahwa sekalipun dunia ini hancur karena peperangan, kelaparan, kekeringan dan apapun juga, ia akan tetap percaya dan bersukacita menanti-nantikan janji Tuhan. Dunia ini bisa menjadi kelam dan kacau, namun kitab Habakuk mengajak kita untuk tetap percaya kepada Tuhan yang mengasihi semua orang yang taat, sebab suatu saat Tuhan akan mengalahkan kejahatan yang ada di dunia ini.

Dikatakan dalam nas ini “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkanaku” Orang yang berpengharapan kepada Tuhan telah siap berhadapan dengan situasi terburuk sekalipun, sebab kita dalam diri kita telah ada keyakinan yang kuat bahwa semuanya itu dapat dilalui bersama kuasa pertolongan Tuhan.

Sekalipun kesusahan itu datang, orang yang berpengharapan dapat bersorak-sorai sebagaimana tertulis di Roma 12: 12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”. Dalam perjalanan kehidupan ini kita tetap dapat bersukacita bukan karena materi, harta, kehormatan yang ada dalam dunia ini, namun karena kita memiliki Tuhan yang berkuasa atas kehidupan. Kita bersukacita adalah di dalam Tuhan, bukan di dalam harta, kehormatan dan kenikmatan dunia.

Kita memiliki janji dan pengharapan yang tidak akan mengecewakan di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kita mau untuk membangun kehidupan di atas pengharapan yang takkan tergoyahkan. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6: 19-20), pengharapan kita kepada Tuhan Yesus akan mengokohkan posisi kita di badai kehidupan yang dapat mendera perahu kita.

Pengharapan di dalam Tuhan, adalah sauh yang kuat untuk tidak putus harapan, untuk tidak tawar hati, untuk tidak berputus asa, untuk tidak diatur oleh ketakutan, untuk tidak ditenggelamkan oleh penderitaan.

Sehingga di dalam menjalani kehidupan ini, kita selalu memohonkan kepada Tuhan untuk selalu memenuhi kita dengan berlimpah-limpah pengharapan (Roma 15: 13). Setiap saat dalam kehidupan ini tetap mengisi dan membangun hidup kita dengan iman pengharapan kepada Tuhan, supaya pada saat yang tidak terduga terjadi dalam hidup ini, kita sudah siap kokoh berdiri mengandalkan kekuatan dari Tuhan.

Sebagaimana pengajaran Tuhan Yesus tentang dua macam dasar (Matius 7: 24-27)., siapakah dari kita yang mendirikan di atas batu? Dan siapakah kita yang mendirikan rumah di atas pasir? Siapakah dari kita yang bijaksana yang membangun kehidupannya di atas dasar iman pengharapan kepada Tuhan tetap dapat kokoh berdiri ketika badai angin, hujan dan banjir itu datang. Kita tidak akan ditenggelamkan oleh kesusahan yang tidak terduga itu datang, sebab jauh hari kita telah membangunan hidup kita di atas dasar yang kuat.        

Dan hendaklah kita juga ingat peringatan Tuhan Yesus “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 7: 21). Jangan setelah kesusahan itu datang kita baru tahu untuk berteriak “Tuhan”, padahal ketika suasana tenang seakan kita tidak membutuhkan Tuhan, bahkan seperti orang yang tidak mengenal Tuhan dalam hidup kita.

Kita bertekun dalam hidup rohani bukanlah hanya sekedar berpengharapan akan kehidupan kekal yang akan disediakan oleh Tuhan bagi setiap orang yang percaya, namun kita percaya bahwa ketekunan kita dalam iman adalah hal yang berguna bagi kehidupan kita juga dalam dunia ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan

 Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan

Habakuk melihat kejahatan umat Tuhan di Yehuda dan memohon kepada Tuhan supaya bertindak, namun Tuhan menjawab doanya dengan cara yang tidak terduga yaitu dengan membawa Babel ke Yehuda untuk mendisiplinkan umatNya. Dari sudut pandang manusia penjajahan adalah sebuah penderitaan, tetapi itu semua adalah pekerjaan Tuhan dengan memakai bangsa yang jahat untuk menghukum umatNya. Bagi Habakuk mempertanyakan cara Tuhan untuk menghukum umatNya, bagaimana mungkin Tuhan yang baik memakai bangsa yang paling jahat yang memperlakukan manusia seperti binatang. Tetapi Tuhan menjawab bahwa walaupun Tuhan memakai bangsa Babel yang jahat bukan berarti Tuhan menyetujui kejahatan Babel, sebab Tuhan yang adil akan menuntut pertanggungjawaban semua bangsa-bangsa yang sama dengan mereka.

Dalam pasal 3 kita akan menjumpai doa Habakuk yang memohon supaya Tuhan segera bertindak seperti yang dilakukan Tuhan pada masa lalu yang menjatuhkan bangsa-bangsa yang jahat. Habakuk menaikkan puji-pujian kepada Tuhan yang mengungkapkan pengharapannya kepada Tuhan, bahwa sekalipun dunia ini hancur karena peperangan, kelaparan, kekeringan dan apapun juga, ia akan tetap percaya dan bersukacita menanti-nantikan janji Tuhan. Dunia ini bisa menjadi kelam dan kacau, namun kitab Habakuk mengajak kita untuk tetap percaya kepada Tuhan yang mengasihi semua orang yang taat, sebab suatu saat Tuhan akan mengalahkan kejahatan yang ada di dunia ini.

Dikatakan dalam nas ini “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkanaku” Orang yang berpengharapan kepada Tuhan telah siap berhadapan dengan situasi terburuk sekalipun, sebab kita dalam diri kita telah ada keyakinan yang kuat bahwa semuanya itu dapat dilalui bersama kuasa pertolongan Tuhan.

Sekalipun kesusahan itu datang, orang yang berpengharapan dapat bersorak-sorai sebagaimana tertulis di Roma 12: 12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”. Dalam perjalanan kehidupan ini kita tetap dapat bersukacita bukan karena materi, harta, kehormatan yang ada dalam dunia ini, namun karena kita memiliki Tuhan yang berkuasa atas kehidupan. Kita bersukacita adalah di dalam Tuhan, bukan di dalam harta, kehormatan dan kenikmatan dunia.

Kita memiliki janji dan pengharapan yang tidak akan mengecewakan di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Kita mau untuk membangun kehidupan di atas pengharapan yang takkan tergoyahkan. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6: 19-20), pengharapan kita kepada Tuhan Yesus akan mengokohkan posisi kita di badai kehidupan yang dapat mendera perahu kita.

Pengharapan di dalam Tuhan, adalah sauh yang kuat untuk tidak putus harapan, untuk tidak tawar hati, untuk tidak berputus asa, untuk tidak diatur oleh ketakutan, untuk tidak ditenggelamkan oleh penderitaan.

Sehingga di dalam menjalani kehidupan ini, kita selalu memohonkan kepada Tuhan untuk selalu memenuhi kita dengan berlimpah-limpah pengharapan (Roma 15: 13). Setiap saat dalam kehidupan ini tetap mengisi dan membangun hidup kita dengan iman pengharapan kepada Tuhan, supaya pada saat yang tidak terduga terjadi dalam hidup ini, kita sudah siap kokoh berdiri mengandalkan kekuatan dari Tuhan.

Sebagaimana pengajaran Tuhan Yesus tentang dua macam dasar (Matius 7: 24-27)., siapakah dari kita yang mendirikan di atas batu? Dan siapakah kita yang mendirikan rumah di atas pasir? Siapakah dari kita yang bijaksana yang membangun kehidupannya di atas dasar iman pengharapan kepada Tuhan tetap dapat kokoh berdiri ketika badai angin, hujan dan banjir itu datang. Kita tidak akan ditenggelamkan oleh kesusahan yang tidak terduga itu datang, sebab jauh hari kita telah membangunan hidup kita di atas dasar yang kuat.        

Dan hendaklah kita juga ingat peringatan Tuhan Yesus “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga,  melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” (Matius 7: 21). Jangan setelah kesusahan itu datang kita baru tahu untuk berteriak “Tuhan”, padahal ketika suasana tenang seakan kita tidak membutuhkan Tuhan, bahkan seperti orang yang tidak mengenal Tuhan dalam hidup kita.

Kita bertekun dalam hidup rohani bukanlah hanya sekedar berpengharapan akan kehidupan kekal yang akan disediakan oleh Tuhan bagi setiap orang yang percaya, namun kita percaya bahwa ketekunan kita dalam iman adalah hal yang berguna bagi kehidupan kita juga dalam dunia ini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Habakuk dengan judul Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2026/04/habakuk-310-19-bergembira-di-dalam-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Habakuk 3:10-19 Bergembira di Dalam Tuhan "