Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, July 23, 2020

Yohanes 13: 31-35 Perintah Tuhan Yesus Untuk Saling Mengasihi

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 13: 31-35

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Kasih bukanlah hal yang aneh atau sesuatu yang jauh dari kehidupan kita, dalam kehidupan kita sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kasih, mulai dari kasih kita kepada diri sendiri, kasih kepada anak dan keluarga, kasih kepada sahabat, dan lain sebagainya. Kasih adalah kebaikan dalam diri manusia yang menjadi salah satu motor penggerak dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kekristenan, kasih sudah menjadi identitas atau tanda pengenal yang melekat dalam hidup orang kristen.

Sama seperti pohon, sejatinya kasih itu haruslah berkembang, bertumbuh hingga menghasilkan buah yang banyak. Namun masalahnya kasih yang ada dalam diri kita adalah kasih yang kerdil, jangankan menghasilkan buah bertumbuh menjadi besar saja tidak. Mengapa bisa demikian? Sebab kita membatasi kasih yang ada dalam diri kita, seperti tanaman bonsai, dari bawah diberi pot yang kecil, dan dari atas daunnya yang selalu dipangkas, sehingga kasih itu tetap kerdil.

Sebenarnya kasih itu haruslah bebas bertumbuh dalam diri kita, namun kita membatasinya dengan keegoisan, kebencian, keserakahan, persaingan. Kita tidak ingin kasih dalam diri kita itu berkembang lebih jauh, cukuplah kasih itu bagi diriku sendiri, untuk kepentingan diriku. Kasih itu akhirnya tidak menjadi kebaikan bagi hidup manusia, justru membawa kekecewaan, duka, sakit hati.

Kita manusia membutuhkan kasih agape, yaitu kasih dari Allah, kasih yang sempurna, kasih yang iklas berkorban. Kasih inilah yang dibutuhkan oleh manusia di dunia ini, dan itulah yang dibawa oleh Tuhan Yesus dalam dunia ini. Dikatakan di Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kebesaran dan kuasa dari kasih agape yang dari Allah itu telah diperlihatkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib, bahwa kasih agape itu berkuasa memperbaharui dan menyelamatkan kehidupan manusia.

Ketika Yesus menghadapi penderitaanNya, terlihat bagaimana dosa yang telah merusak sikap, sifat dan perilaku manusia. Dosa, kejahatan hati kita, keegoisan kita, kesombongan kita, sakit hati kita, iri hati kita, ketamakan kita, kerakusan kita ada bersama-sama dengan sekumpulan orang-orang yang menyalibkan Tuhan Yesus. Itulah realita kasih yang dimiliki oleh manusia yang jatuh dalam dosa.

Maka Tuhan Yesus hendak menyatakan kemuliaanNya dalam  dunia ini, yang akan memperbaharui kehidupan manusia dengan teladan yang diberikanNya, seperti apa kasih yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Dan Tuhan Yesus berkata kepada kita: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu”, kasih agape hanya dapat diperoleh melalui Yesus Kristus sebagai sumber kasih yang sempurna, kasih agape itu akan menjadi pembaharu kehidupan kita, kasih agape menjadi identitas, tanda pengenal bagi setiap orang yang diselamatkan oleh kasih Tuhan Yesus. Kasih agape dari Tuhan Yesus adalah kasih yang ajaib, kasih yang menyembuhkan, kasih yang menguatkan, kasih yang menyelamatkan.  

 


No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yohanes 13: 31-35 Perintah Tuhan Yesus Untuk Saling Mengasihi

Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 13: 31-35

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Kasih bukanlah hal yang aneh atau sesuatu yang jauh dari kehidupan kita, dalam kehidupan kita sehari-hari kita tidak bisa lepas dari kasih, mulai dari kasih kita kepada diri sendiri, kasih kepada anak dan keluarga, kasih kepada sahabat, dan lain sebagainya. Kasih adalah kebaikan dalam diri manusia yang menjadi salah satu motor penggerak dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kekristenan, kasih sudah menjadi identitas atau tanda pengenal yang melekat dalam hidup orang kristen.

Sama seperti pohon, sejatinya kasih itu haruslah berkembang, bertumbuh hingga menghasilkan buah yang banyak. Namun masalahnya kasih yang ada dalam diri kita adalah kasih yang kerdil, jangankan menghasilkan buah bertumbuh menjadi besar saja tidak. Mengapa bisa demikian? Sebab kita membatasi kasih yang ada dalam diri kita, seperti tanaman bonsai, dari bawah diberi pot yang kecil, dan dari atas daunnya yang selalu dipangkas, sehingga kasih itu tetap kerdil.

Sebenarnya kasih itu haruslah bebas bertumbuh dalam diri kita, namun kita membatasinya dengan keegoisan, kebencian, keserakahan, persaingan. Kita tidak ingin kasih dalam diri kita itu berkembang lebih jauh, cukuplah kasih itu bagi diriku sendiri, untuk kepentingan diriku. Kasih itu akhirnya tidak menjadi kebaikan bagi hidup manusia, justru membawa kekecewaan, duka, sakit hati.

Kita manusia membutuhkan kasih agape, yaitu kasih dari Allah, kasih yang sempurna, kasih yang iklas berkorban. Kasih inilah yang dibutuhkan oleh manusia di dunia ini, dan itulah yang dibawa oleh Tuhan Yesus dalam dunia ini. Dikatakan di Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kebesaran dan kuasa dari kasih agape yang dari Allah itu telah diperlihatkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib, bahwa kasih agape itu berkuasa memperbaharui dan menyelamatkan kehidupan manusia.

Ketika Yesus menghadapi penderitaanNya, terlihat bagaimana dosa yang telah merusak sikap, sifat dan perilaku manusia. Dosa, kejahatan hati kita, keegoisan kita, kesombongan kita, sakit hati kita, iri hati kita, ketamakan kita, kerakusan kita ada bersama-sama dengan sekumpulan orang-orang yang menyalibkan Tuhan Yesus. Itulah realita kasih yang dimiliki oleh manusia yang jatuh dalam dosa.

Maka Tuhan Yesus hendak menyatakan kemuliaanNya dalam  dunia ini, yang akan memperbaharui kehidupan manusia dengan teladan yang diberikanNya, seperti apa kasih yang seharusnya dimiliki oleh manusia. Dan Tuhan Yesus berkata kepada kita: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu”, kasih agape hanya dapat diperoleh melalui Yesus Kristus sebagai sumber kasih yang sempurna, kasih agape itu akan menjadi pembaharu kehidupan kita, kasih agape menjadi identitas, tanda pengenal bagi setiap orang yang diselamatkan oleh kasih Tuhan Yesus. Kasih agape dari Tuhan Yesus adalah kasih yang ajaib, kasih yang menyembuhkan, kasih yang menguatkan, kasih yang menyelamatkan.  

 


Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Kasih / Khotbah Minggu dengan judul Yohanes 13: 31-35 Perintah Tuhan Yesus Untuk Saling Mengasihi . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2020/07/yohanes-13-31-35-perintah-tuhan-yesus.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yohanes 13: 31-35 Perintah Tuhan Yesus Untuk Saling Mengasihi "