Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, December 4, 2019

Yohanes 1: 14-18 Firman Yang Menjadi Manusia


Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 1: 14-18
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Siapakah Yesus? melalui nas ini diterangkan bahwa Yohanes Pembaptis sebagai nabi terakhir yang mengemban tugas penting mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Pekerjaan Yohanes Pembaptis menjadi puncak dari segala apa yang telah dilakukan oleh nabi-nabi pendahulunya dalam Perjanjian Lama.

Melalui kesaksian Yohanes Pembaptis menerangkan bahwa walaupun Yesus datang setelah nabi-nabi, tetapi Yesus telah ada sebelum nabi-nabi (ay. 15). Sebab para nabi diutus oleh Allah adalah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus, hal ini sudah terlihat dari nubuatan-nuabuatan para nabi dalam perjalanan hidup umat Israel bahkan sebelum Musa menerima taurat dari Tuhan.

Seberapa istimewanya Yesus sampai begitu panjang penantian untuk mempersiapkan jalan bagiNya?
Disepanjang perjalanan umat Tuhan, Dia tetap menyatakan diri, keilahianNya dinyatakan melalui para utusanNya dan nabi-nabiNya, namun kedatangan Mesias yang adalah Yesus sungguh berbeda dari penyataan ilahi yang pernah dinyatakanNya kepada para nabi. Melalui Yesus kristus, Dia menyatakan keilahianNya dengan menjadi manusia, Tuhan yang menyatakan diri dalam daging. Dia Allah yang menyatakan diri dengan turut ambil bagian di keadaan yang dialami oleh umatNya (Ibrani 2:14) dan Dia juga adalah Allah yang mau tinggal diantara manusia, yang walaupun manusia itu hidup dalam dosa, tetapi Dia mau datang untuk melawat umatNya yang berdosa, Dia mau datang berkemah diantara manusia, untuk menggenapi nubuatan “hendaklah ia tinggal dalam kemah Sem” (Kejadian 9:27; Zakharia 2:10).

Apakah hanya sebatas itu Yesus menjadi istimewa untuk disambut? Dimanakah istimewanya Yesus jika hanya alasan itu, sebab ada kepercayaan lain juga dengan versi yang berbeda bercerita tentang dewa-dewanya yang menjadi manusia.

Disinilah keistimewaan Yesus, bukan hanya karena Allah yang menjadi manusia tetapi kebenaran yang dibawaNya, bahwa Dia adalah benar-benar Tuhan semesta alam. KedatanganNya membawa pemberian yang paling berharga yang tidak akan bisa didapat selain dari Tuhan Yesus yang datang dari sorga. Dia datang membawa “kasih karunia demi kasih karunia”, kasih yang tidak berkesudahan, kasih tanpa syarat. Kasih karunia hanya dapat diberi oleh Allah yang benar, disinilah kemuliaan Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yang tidak mungkin diberikan oleh manusia maupun allah lain.

Kasih karunia adalah penggenapan firmanNya. Kebenaran firmanNya sejak pada mulanya telah digenapi di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Melalui Tuhan kita Yesus Kristus firman itu telah menjadi firman yang hidup, kasih karunia Tuhan telah menghidupkan firmanNya dalam diri setiap orang yang percaya kepada Yesus.

Melalui Yesus Kristus, firman Tuhan bukanlah perintah yang datang dari luar diri manusia, hukum yang memaksa, tetapi firman yang bekerja dan yang dituliskan dalam hati setiap orang yang percaya.

Mengenal Yesus dengan benar dan sungguh-sungguh menjadi pengantar bagi kita dalam menanti masa Natal dan juga penantian janji Tuhan Yesus tentang kedatanganNya kembali. Siapa orang yang sedang kita sambut akan terlihat dari cara kita menyambutnya. Demikian halnya penantian kita kepada Tuhan Yesus, siapa Yesus dalam hidup kita akan terlihat juga dari cara dan sikap kita menantiNya.  

Kita bersukacita menyambut Natal dan juga penantian kita akan kedatangan Yesus kembali ke dunia ini memiliki dasar yang kokoh, bahwa:
Yang kita imani adalah Tuhan yang benar
Yang kita lakukan adalah firman yang benar (hidup)
Yang kita harapkan adalah janji Tuhan yang benar (pasti)

Inilah dasar sukacita kita merayakan iman kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita hidup dalam kasih karunia dan kebenaran dari Tuhan Yesus.

Kita bukanlah umat yang bersungut-sungut, umat yang cengeng di tengah penderitaan, kita bukanlah orang yang mudah diombang-ambingkan oleh ragam nafsu dunia yang segera akan berlalu seperti rumput yang segera mengering. Tetapi kita adalah anak-anak Tuhan yang selalu percaya akan kasih dan kebenaran Tuhan.

Jika saat ini kita menderita bukan artinya Tuhan tidak mengasihi kita, sebab kita percaya pada janji Tuhan. jika saat ini kita sedang bahagia, kita percaya ini bukan karena kekuatan kita, tetapi itu adalah kasih Tuhan. sebab kasih, firman dan janji Tuhan akan selalu bekerja dalam perjalanan kehidupan kita. itulah Tuhan Yesus Allah yang kita imani dan percayai, Allah yang selalu beserta kita.  
     

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yohanes 1: 14-18 Firman Yang Menjadi Manusia


Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 1: 14-18
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Siapakah Yesus? melalui nas ini diterangkan bahwa Yohanes Pembaptis sebagai nabi terakhir yang mengemban tugas penting mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Pekerjaan Yohanes Pembaptis menjadi puncak dari segala apa yang telah dilakukan oleh nabi-nabi pendahulunya dalam Perjanjian Lama.

Melalui kesaksian Yohanes Pembaptis menerangkan bahwa walaupun Yesus datang setelah nabi-nabi, tetapi Yesus telah ada sebelum nabi-nabi (ay. 15). Sebab para nabi diutus oleh Allah adalah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus, hal ini sudah terlihat dari nubuatan-nuabuatan para nabi dalam perjalanan hidup umat Israel bahkan sebelum Musa menerima taurat dari Tuhan.

Seberapa istimewanya Yesus sampai begitu panjang penantian untuk mempersiapkan jalan bagiNya?
Disepanjang perjalanan umat Tuhan, Dia tetap menyatakan diri, keilahianNya dinyatakan melalui para utusanNya dan nabi-nabiNya, namun kedatangan Mesias yang adalah Yesus sungguh berbeda dari penyataan ilahi yang pernah dinyatakanNya kepada para nabi. Melalui Yesus kristus, Dia menyatakan keilahianNya dengan menjadi manusia, Tuhan yang menyatakan diri dalam daging. Dia Allah yang menyatakan diri dengan turut ambil bagian di keadaan yang dialami oleh umatNya (Ibrani 2:14) dan Dia juga adalah Allah yang mau tinggal diantara manusia, yang walaupun manusia itu hidup dalam dosa, tetapi Dia mau datang untuk melawat umatNya yang berdosa, Dia mau datang berkemah diantara manusia, untuk menggenapi nubuatan “hendaklah ia tinggal dalam kemah Sem” (Kejadian 9:27; Zakharia 2:10).

Apakah hanya sebatas itu Yesus menjadi istimewa untuk disambut? Dimanakah istimewanya Yesus jika hanya alasan itu, sebab ada kepercayaan lain juga dengan versi yang berbeda bercerita tentang dewa-dewanya yang menjadi manusia.

Disinilah keistimewaan Yesus, bukan hanya karena Allah yang menjadi manusia tetapi kebenaran yang dibawaNya, bahwa Dia adalah benar-benar Tuhan semesta alam. KedatanganNya membawa pemberian yang paling berharga yang tidak akan bisa didapat selain dari Tuhan Yesus yang datang dari sorga. Dia datang membawa “kasih karunia demi kasih karunia”, kasih yang tidak berkesudahan, kasih tanpa syarat. Kasih karunia hanya dapat diberi oleh Allah yang benar, disinilah kemuliaan Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yang tidak mungkin diberikan oleh manusia maupun allah lain.

Kasih karunia adalah penggenapan firmanNya. Kebenaran firmanNya sejak pada mulanya telah digenapi di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Melalui Tuhan kita Yesus Kristus firman itu telah menjadi firman yang hidup, kasih karunia Tuhan telah menghidupkan firmanNya dalam diri setiap orang yang percaya kepada Yesus.

Melalui Yesus Kristus, firman Tuhan bukanlah perintah yang datang dari luar diri manusia, hukum yang memaksa, tetapi firman yang bekerja dan yang dituliskan dalam hati setiap orang yang percaya.

Mengenal Yesus dengan benar dan sungguh-sungguh menjadi pengantar bagi kita dalam menanti masa Natal dan juga penantian janji Tuhan Yesus tentang kedatanganNya kembali. Siapa orang yang sedang kita sambut akan terlihat dari cara kita menyambutnya. Demikian halnya penantian kita kepada Tuhan Yesus, siapa Yesus dalam hidup kita akan terlihat juga dari cara dan sikap kita menantiNya.  

Kita bersukacita menyambut Natal dan juga penantian kita akan kedatangan Yesus kembali ke dunia ini memiliki dasar yang kokoh, bahwa:
Yang kita imani adalah Tuhan yang benar
Yang kita lakukan adalah firman yang benar (hidup)
Yang kita harapkan adalah janji Tuhan yang benar (pasti)

Inilah dasar sukacita kita merayakan iman kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita hidup dalam kasih karunia dan kebenaran dari Tuhan Yesus.

Kita bukanlah umat yang bersungut-sungut, umat yang cengeng di tengah penderitaan, kita bukanlah orang yang mudah diombang-ambingkan oleh ragam nafsu dunia yang segera akan berlalu seperti rumput yang segera mengering. Tetapi kita adalah anak-anak Tuhan yang selalu percaya akan kasih dan kebenaran Tuhan.

Jika saat ini kita menderita bukan artinya Tuhan tidak mengasihi kita, sebab kita percaya pada janji Tuhan. jika saat ini kita sedang bahagia, kita percaya ini bukan karena kekuatan kita, tetapi itu adalah kasih Tuhan. sebab kasih, firman dan janji Tuhan akan selalu bekerja dalam perjalanan kehidupan kita. itulah Tuhan Yesus Allah yang kita imani dan percayai, Allah yang selalu beserta kita.  
     

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Advent / Iman / Khotbah Minggu dengan judul Yohanes 1: 14-18 Firman Yang Menjadi Manusia . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2019/12/yohanes-1-14-18-firman-yang-menjadi.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yohanes 1: 14-18 Firman Yang Menjadi Manusia "