Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, November 28, 2019

Yesaya 40: 1-8 Sambutlah Kasih Tuhan


Pembacaan Firman Tuhan: Yesaya 40: 1-8
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."


Kasih Tuhan bukan hoax, bukan omong kosong, bukan hanya enak di dengar, bukan pula candu. Kasih Tuhan adalah kenyataan yang kekal, ini adalah kabar baik yang menjadi andalan setiap umat Tuhan yang beriman di dalam Yesus Kristus. Berbahagialah setiap orang yang menerima dan mengandalkan kasih Tuhan dalam hidupnya. Ini adalah kebenaran firman yang dapat kita terima melalui nas ini.

Kabar baik dari Tuhan disampaikan kepada umatNya Israel, “hiburkanlah....tenangkanlah hati....serukanlah”, sebab penderitaan umatNya akan berakhir oleh karena kasihNya dengan pengampunan dosa. Maka umat Israel disuruh untuk mempersiapkan diri menanti keselamatan dari Tuhan. Ini bukan berita hoax, ini adalah kebenaran yang datang dari Tuhan,  seberapa beratpun penderitaan yang mereka rasakan, itu tidak sebanding dengan kasih Tuhan yang dalam kepada umatNya.

Umat Israel bisa saja berputus asa dalam penderitaannya, namun hal itu bukanlah alasan untuk tidak mempercayai kabar baik dari Tuhan, sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tidak ada yang kekal di dunia ini, hanya firman Tuhanlah yang kekal selamanya. Kekuatan dan kehebatan apapun yang ada di dunia ini akan tahluk di bawah kuasa Tuhan. Semua yang ada di dunia ini adalah seperti rumput yang segera kering, namun Tuhan akan tetap kekal selamanya. Sehebat apapun bangsa Babel tidak akan ada apanya dibandingkan dengan rencana Tuhan kepada umatNya.

Mungkin dari kita ada pergumulan yang beragam bentuknya, dan masing-masing dari kita berharap pergumulan itu dengan segera akan menemukan solusinya. Namun, sebaliknya ada pula yang sudah pasrah menganggap pergumulannya itu tidak akan mungkin lagi ada solusinya, “mau apa lagi, ya sudah nasib”.

Kabar baik tentang kasih Tuhan kepada umatNya tentunya bukan hanya kepada pergumulan umat Israel pada saat itu, ini juga adalah kabar baik yang kekal yang akan tetap menerangi kehidupan umat Tuhan disepanjang zaman. Kabar baik yang akan selalu menghibur dan meneguhkan hati kita dalam menjalani kehidupan ini bahwa Allah adalah Kasih.

Kasih setia Tuhan adalah harta yang paling berharga yang kita punya dalam hidup ini. Kasih yang tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi kasih Tuhan itu nyata dan telah dinyatakanNya. Dia adalah Tuhan yang menyatakan kasihNya dengan turut merasakan penderitaan kita yaitu Yesus Kristus Tuhan dan juruselamat kita.

Kasih setia Tuhan inilah yang menjadi penghiburan dan peneguhkan hati kita dalam menjalani kehidupan. Kasih yang menyerahkan segala sesuatu bagi kita, bahkan diriNya. Dia mengasihi kita bukan dengan kasih yang dari dunia ini, namun kasih yang berasal dari kekekalan, kasih dari sorga. Rasul Paulus menuliskan di Efesus 3:18 supaya kita dapat merasakan dan memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Tidak terukur oleh dunia ini kasih Tuhan bagi kita. Pahamilah dan hidupilah kasih Tuhan, kita tidak sedang kehilangan kasih Tuhan karena penderitaan, pergumulan, sakit penyakit, dan kesusahan lainnya.

Jangan kita menyusahkan diri dengan menimbang-nimbang dalam hati apakah Tuhan mengasihi kita atau tidak dengan segala kenyataan yang kita alami, sebab selama kita hidup, kita tetap hidup dalam rancangan kasih Tuhan. Yang harus kita lakukan adalah seruan dari nas ini: “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan”.

Bersegeralah berbenah menyambut kasih Tuhan, biarlah hidupmu layak untuk dilalui oleh kasih Tuhan. Jangan buat rintangan, janganlah hatimu tertutup oleh hidup yang gersang, oleh hiruk ikuk dunia ini, lembah keputus asaan dan juga tinggi hati yang merasa sanggup tanpa kasih Tuhan. Bersiaplah menyambut juruselamatmu, bersemangatlah membuat dekorasi seindah mungkin menyambut keselamatanmu.

Jangan hanya meratap, jangan berpangku tangan, jangan terlena oleh semaraknya dunia ini, jangan tinggikan diri merasa sanggup dan bisa. Sambutlah kasih Tuhan Yesus dengan sukacita, pengharapan dan iman.       

1 comment :

gereja jl denai medan said...

Shalom. Pak Pdt Mohon doa utk sy agar disembuhkan dan dikuatkan rasa kecemasanku dan iman percayaku yg lemah saat ini. Tuhan kiranya memberkati Bpk. Dari sy Pardomuan.

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yesaya 40: 1-8 Sambutlah Kasih Tuhan


Pembacaan Firman Tuhan: Yesaya 40: 1-8
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."


Kasih Tuhan bukan hoax, bukan omong kosong, bukan hanya enak di dengar, bukan pula candu. Kasih Tuhan adalah kenyataan yang kekal, ini adalah kabar baik yang menjadi andalan setiap umat Tuhan yang beriman di dalam Yesus Kristus. Berbahagialah setiap orang yang menerima dan mengandalkan kasih Tuhan dalam hidupnya. Ini adalah kebenaran firman yang dapat kita terima melalui nas ini.

Kabar baik dari Tuhan disampaikan kepada umatNya Israel, “hiburkanlah....tenangkanlah hati....serukanlah”, sebab penderitaan umatNya akan berakhir oleh karena kasihNya dengan pengampunan dosa. Maka umat Israel disuruh untuk mempersiapkan diri menanti keselamatan dari Tuhan. Ini bukan berita hoax, ini adalah kebenaran yang datang dari Tuhan,  seberapa beratpun penderitaan yang mereka rasakan, itu tidak sebanding dengan kasih Tuhan yang dalam kepada umatNya.

Umat Israel bisa saja berputus asa dalam penderitaannya, namun hal itu bukanlah alasan untuk tidak mempercayai kabar baik dari Tuhan, sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tidak ada yang kekal di dunia ini, hanya firman Tuhanlah yang kekal selamanya. Kekuatan dan kehebatan apapun yang ada di dunia ini akan tahluk di bawah kuasa Tuhan. Semua yang ada di dunia ini adalah seperti rumput yang segera kering, namun Tuhan akan tetap kekal selamanya. Sehebat apapun bangsa Babel tidak akan ada apanya dibandingkan dengan rencana Tuhan kepada umatNya.

Mungkin dari kita ada pergumulan yang beragam bentuknya, dan masing-masing dari kita berharap pergumulan itu dengan segera akan menemukan solusinya. Namun, sebaliknya ada pula yang sudah pasrah menganggap pergumulannya itu tidak akan mungkin lagi ada solusinya, “mau apa lagi, ya sudah nasib”.

Kabar baik tentang kasih Tuhan kepada umatNya tentunya bukan hanya kepada pergumulan umat Israel pada saat itu, ini juga adalah kabar baik yang kekal yang akan tetap menerangi kehidupan umat Tuhan disepanjang zaman. Kabar baik yang akan selalu menghibur dan meneguhkan hati kita dalam menjalani kehidupan ini bahwa Allah adalah Kasih.

Kasih setia Tuhan adalah harta yang paling berharga yang kita punya dalam hidup ini. Kasih yang tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi kasih Tuhan itu nyata dan telah dinyatakanNya. Dia adalah Tuhan yang menyatakan kasihNya dengan turut merasakan penderitaan kita yaitu Yesus Kristus Tuhan dan juruselamat kita.

Kasih setia Tuhan inilah yang menjadi penghiburan dan peneguhkan hati kita dalam menjalani kehidupan. Kasih yang menyerahkan segala sesuatu bagi kita, bahkan diriNya. Dia mengasihi kita bukan dengan kasih yang dari dunia ini, namun kasih yang berasal dari kekekalan, kasih dari sorga. Rasul Paulus menuliskan di Efesus 3:18 supaya kita dapat merasakan dan memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus. Tidak terukur oleh dunia ini kasih Tuhan bagi kita. Pahamilah dan hidupilah kasih Tuhan, kita tidak sedang kehilangan kasih Tuhan karena penderitaan, pergumulan, sakit penyakit, dan kesusahan lainnya.

Jangan kita menyusahkan diri dengan menimbang-nimbang dalam hati apakah Tuhan mengasihi kita atau tidak dengan segala kenyataan yang kita alami, sebab selama kita hidup, kita tetap hidup dalam rancangan kasih Tuhan. Yang harus kita lakukan adalah seruan dari nas ini: “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan”.

Bersegeralah berbenah menyambut kasih Tuhan, biarlah hidupmu layak untuk dilalui oleh kasih Tuhan. Jangan buat rintangan, janganlah hatimu tertutup oleh hidup yang gersang, oleh hiruk ikuk dunia ini, lembah keputus asaan dan juga tinggi hati yang merasa sanggup tanpa kasih Tuhan. Bersiaplah menyambut juruselamatmu, bersemangatlah membuat dekorasi seindah mungkin menyambut keselamatanmu.

Jangan hanya meratap, jangan berpangku tangan, jangan terlena oleh semaraknya dunia ini, jangan tinggikan diri merasa sanggup dan bisa. Sambutlah kasih Tuhan Yesus dengan sukacita, pengharapan dan iman.       

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Advent / Khotbah Minggu / Pergumulan Hidup dengan judul Yesaya 40: 1-8 Sambutlah Kasih Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2019/11/yesaya-40-1-8-sambutlah-kasih-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

1 Komentar untuk " Yesaya 40: 1-8 Sambutlah Kasih Tuhan "

gereja jl denai medan said...

Shalom. Pak Pdt Mohon doa utk sy agar disembuhkan dan dikuatkan rasa kecemasanku dan iman percayaku yg lemah saat ini. Tuhan kiranya memberkati Bpk. Dari sy Pardomuan.