Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, April 5, 2017

Matius 21: 1-11 | Sambut Berkat Keselamatan Tuhan



Bacaan Firman Tuhan: Matius 21: 1-11
"Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Dalam nas ini kita melihat bahwa Yesus akan memasuki Yerusalem untuk mengakhiri pekerjaanNya, puncak dari misi Yesus tidak lama lagi akan tergenapi. Namun kedatangan Yesus ke Yerusalem memiliki makna yang dalam untuk kita selidiki.

Yesus masuk ke Yerusalem adalah gambaran bahwa Yesus akan memasuki kehidupan umat yang sengsara, kepada manusia yang disengsarakan oleh kuasa dosa,kepada kehidupan kita yang penuh dengan pergumulan dan penderitaan.

Kedatangan Yesus ke Yerusalem adalah seperti pahlawan yang akan menahlukkan musuh-musuh kita sampai titik darah penghabisan. Berperang sampai mati untuk hidup kita.
Jika kita mengikuti keterangan dalam nas ini tentang masuknya Yesus ke Yerusalem, kita dapat membagi beberapa adegan untuk menemukan mutiara yang terpendalam dalam nas ini:
1.      Sikap Yesus memasuki Yerusalem
Sikap yang ditunjukkan oleh Yesus untuk memasuki Yerusalem menjadi pelajaran bagi kita untuk meniru sikapNya. Bahwa sebenarnya Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi pada diriNya di Yerusalem. Bahwa Dia akan di tangkap, disiksa, dihina dan disalibkan. Namun demikian rencana Tuhan harus digenapi, dan Yesus tidak gentar menghadapinya, sebab di ujungnya adalah kemenangan.

Itu juga yang diharapkan pada kita sebagai murid Yesus, bahwa kita harus berani menghadapi peperangan dunia ini. Seorang Kristen harus memiliki mental pemenang. Entah apapun yang akan kita hadapi dalam dunia ini, kita harus berkata “semua dapat aku menangkan”. Menghadapi dunia ini, kita harus menjadi laskar Kristus. Jika kita tahu bahwa Tuhan ada bersama kita, jika kita tahu bahwa kita menjalani kehidupan ini adalah panggilan Tuhan, maka apalagi yang kita takutkan? Maka kita hadapi dunia ini dengan mental pemenang, mental pahlawan yang pantang menyerah.

2.      Persiapan Yesus memasuki Yerusalem
Selama perjalanan pelayanan Yesus, belum pernah Dia menggunakan Keledai, tetapi Dia berjalan. Namun dalam nas ini, Tuhan Yesus memerlukan Keledai, supaya genaplah yang tertulis dalam Zakaria 9:9 “Lihat, rajamu datang kepadamu, ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor Keledai, seekor Keledai beban yang muda”. Namun Keledai itu tidak ada pada mereka. 

Maka Yesus menyuruh muridNya untuk membawa seeokor Keledai kepadaNya hanya bermodalkan kata “Tuhan memerlukannya”. Apa yang hendak dikatakan disini, bahwa sesungguhnya jika kita berjalan bersama Tuhan semuanya tersedia. Tidak ada yang perlu kita ragukan jika kita jalani hidup ini bersama dengan Tuhan. Bahwa Tuhan menyediakan yang kita perlukan dalam hidup ini.

3.      Cara Yesus memasuki Yerusalem
Cara Yesus memasuki Yerusalem adalah seperti cara seorang raja memasuki suatu daerah. Namun apa yang dilakukan Yesus sangat jauh berbeda dengan cara seorang raja dunia. Raja dunia ini akan menunggang kuda dan diikuti oleh para pasukan tentaranya. Namun Yesus hanya dengan Keledai beban muda dan hanya diikuti oleh sekumpulan kecil orang. Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa kerajaanKu bukanlah dari dunia ini.

Yang mau dikatakan melalui nas ini, bahwa sesungguhnya cara Tuhan memberikan pertolongan pada umatNya bukanlah dengan cara-cara dunia ini, Dia mempunyai caraNya sendiri untuk menolong kita. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 55: 8 “sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu”.
Maka jika kita memohon pertolongan Tuhan dalam kehidupan ini, kita harus ingat bahwa Tuhan punya cara tersendiri, pertolongan Tuhan tidak selalu sama dengan apa yang kita harapkan, tetapi yang pasti Tuhan pasti akan menolong kita entah bagaimanapun cara yang Tuhan buat. Supaya kita seperti orang Yahudi yang pada akhirnya menolak Yesus karena ternyata apa yang mereka harapkan dari Yesus tidak sama dengan cara yang Tuhan lakukan untuk menolong mereka, hingga akhirnya mereka mengatakan “salibkan Dia”.

4.       Umat yang menyambut kedatangan Yesus
Kita dapat melihat umat yang bersorak menyambut kedatangan Yesus, ada yang menghamparkan pakaiannya dan ada pula yang memotong ranting-ranting pohon. Yang hendak ditekankan disini bahwa apapun yang ada pada kita untuk dapat kita pakai menyambut Tuhan dalam hidup ini. Jangan tunggu sampai esok apa yang dapat kita lakukan hari ini, kita manfaatkan waktu sebaik mungkin, kesempatan yang ada harus kita manfaatkan. Jangan sampai Yesus berlalu dari hadapan kita, padahal kita tidak siap berbuat apa-apa untuk menyambut berkatNya.

Kemudian mereka juga mengatakan “Hosana” untuk menyambut kedatangan Yesus. Hosana yang artinya tolong aku yang lemah ini, yang tidak dapat melepaskan diriku. Maka hosanna adalah doa permohonan kepada Tuhan. Bahwa tidak ada yang dapat meolong kita selain Tuhan. 

Maka disinilah kita menemukan cara kita untuk menyambut kedatangan berkat Tuhan dalam kehidupan kita. Maka kita akan menemukan disini frasa yang mengatakan “berdoa dan bekerja”.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Matius 21: 1-11 | Sambut Berkat Keselamatan Tuhan



Bacaan Firman Tuhan: Matius 21: 1-11
"Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Dalam nas ini kita melihat bahwa Yesus akan memasuki Yerusalem untuk mengakhiri pekerjaanNya, puncak dari misi Yesus tidak lama lagi akan tergenapi. Namun kedatangan Yesus ke Yerusalem memiliki makna yang dalam untuk kita selidiki.

Yesus masuk ke Yerusalem adalah gambaran bahwa Yesus akan memasuki kehidupan umat yang sengsara, kepada manusia yang disengsarakan oleh kuasa dosa,kepada kehidupan kita yang penuh dengan pergumulan dan penderitaan.

Kedatangan Yesus ke Yerusalem adalah seperti pahlawan yang akan menahlukkan musuh-musuh kita sampai titik darah penghabisan. Berperang sampai mati untuk hidup kita.
Jika kita mengikuti keterangan dalam nas ini tentang masuknya Yesus ke Yerusalem, kita dapat membagi beberapa adegan untuk menemukan mutiara yang terpendalam dalam nas ini:
1.      Sikap Yesus memasuki Yerusalem
Sikap yang ditunjukkan oleh Yesus untuk memasuki Yerusalem menjadi pelajaran bagi kita untuk meniru sikapNya. Bahwa sebenarnya Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi pada diriNya di Yerusalem. Bahwa Dia akan di tangkap, disiksa, dihina dan disalibkan. Namun demikian rencana Tuhan harus digenapi, dan Yesus tidak gentar menghadapinya, sebab di ujungnya adalah kemenangan.

Itu juga yang diharapkan pada kita sebagai murid Yesus, bahwa kita harus berani menghadapi peperangan dunia ini. Seorang Kristen harus memiliki mental pemenang. Entah apapun yang akan kita hadapi dalam dunia ini, kita harus berkata “semua dapat aku menangkan”. Menghadapi dunia ini, kita harus menjadi laskar Kristus. Jika kita tahu bahwa Tuhan ada bersama kita, jika kita tahu bahwa kita menjalani kehidupan ini adalah panggilan Tuhan, maka apalagi yang kita takutkan? Maka kita hadapi dunia ini dengan mental pemenang, mental pahlawan yang pantang menyerah.

2.      Persiapan Yesus memasuki Yerusalem
Selama perjalanan pelayanan Yesus, belum pernah Dia menggunakan Keledai, tetapi Dia berjalan. Namun dalam nas ini, Tuhan Yesus memerlukan Keledai, supaya genaplah yang tertulis dalam Zakaria 9:9 “Lihat, rajamu datang kepadamu, ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor Keledai, seekor Keledai beban yang muda”. Namun Keledai itu tidak ada pada mereka. 

Maka Yesus menyuruh muridNya untuk membawa seeokor Keledai kepadaNya hanya bermodalkan kata “Tuhan memerlukannya”. Apa yang hendak dikatakan disini, bahwa sesungguhnya jika kita berjalan bersama Tuhan semuanya tersedia. Tidak ada yang perlu kita ragukan jika kita jalani hidup ini bersama dengan Tuhan. Bahwa Tuhan menyediakan yang kita perlukan dalam hidup ini.

3.      Cara Yesus memasuki Yerusalem
Cara Yesus memasuki Yerusalem adalah seperti cara seorang raja memasuki suatu daerah. Namun apa yang dilakukan Yesus sangat jauh berbeda dengan cara seorang raja dunia. Raja dunia ini akan menunggang kuda dan diikuti oleh para pasukan tentaranya. Namun Yesus hanya dengan Keledai beban muda dan hanya diikuti oleh sekumpulan kecil orang. Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa kerajaanKu bukanlah dari dunia ini.

Yang mau dikatakan melalui nas ini, bahwa sesungguhnya cara Tuhan memberikan pertolongan pada umatNya bukanlah dengan cara-cara dunia ini, Dia mempunyai caraNya sendiri untuk menolong kita. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 55: 8 “sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu”.
Maka jika kita memohon pertolongan Tuhan dalam kehidupan ini, kita harus ingat bahwa Tuhan punya cara tersendiri, pertolongan Tuhan tidak selalu sama dengan apa yang kita harapkan, tetapi yang pasti Tuhan pasti akan menolong kita entah bagaimanapun cara yang Tuhan buat. Supaya kita seperti orang Yahudi yang pada akhirnya menolak Yesus karena ternyata apa yang mereka harapkan dari Yesus tidak sama dengan cara yang Tuhan lakukan untuk menolong mereka, hingga akhirnya mereka mengatakan “salibkan Dia”.

4.       Umat yang menyambut kedatangan Yesus
Kita dapat melihat umat yang bersorak menyambut kedatangan Yesus, ada yang menghamparkan pakaiannya dan ada pula yang memotong ranting-ranting pohon. Yang hendak ditekankan disini bahwa apapun yang ada pada kita untuk dapat kita pakai menyambut Tuhan dalam hidup ini. Jangan tunggu sampai esok apa yang dapat kita lakukan hari ini, kita manfaatkan waktu sebaik mungkin, kesempatan yang ada harus kita manfaatkan. Jangan sampai Yesus berlalu dari hadapan kita, padahal kita tidak siap berbuat apa-apa untuk menyambut berkatNya.

Kemudian mereka juga mengatakan “Hosana” untuk menyambut kedatangan Yesus. Hosana yang artinya tolong aku yang lemah ini, yang tidak dapat melepaskan diriku. Maka hosanna adalah doa permohonan kepada Tuhan. Bahwa tidak ada yang dapat meolong kita selain Tuhan. 

Maka disinilah kita menemukan cara kita untuk menyambut kedatangan berkat Tuhan dalam kehidupan kita. Maka kita akan menemukan disini frasa yang mengatakan “berdoa dan bekerja”.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Passion / Pergumulan Hidup / Perkataan Yesus dengan judul Matius 21: 1-11 | Sambut Berkat Keselamatan Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2017/04/matius-21-1-11-sambut-berkat.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Matius 21: 1-11 | Sambut Berkat Keselamatan Tuhan "