Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Monday, September 19, 2016

Amos 6: 1a+4-7 | Merasa Aman dan Tentram di atas dosa dan harta duniawi



Bacaan Firman Tuhan: Amos 6: 1a + 4-7
“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tentram di gunung Samaria”
Israel yang sedang mengalami kemajuan baik di dalam wilayah kekuasaan, ekonomi yang baik dan juga stabilitas politik aman memperlihatkan pada kita dalam nas ini bagaimana perilaku sebahagiaan orang kaya yang menikmati kekayaannya. Dikatakan:

-          Tempat tidur dari gading
-          Duduk berjuntai di ranjang
-          Makanannya anak-anak domba dan lembu
-          Berpesta dengan nyanyian dan anggur
-          Memakai parfum dari minyak yang paling baik

Namun dalam kemeriahan pesta pora yang mereka pertunjukkan terdapat dosa yang begitu besar. Sindiran yang begitu keras ditujukan pada mereka:
-          Selayaknya mereka bernyanyi sebagaimana Daud bernyanyi untuk memuliakan Allah, tetapi mereka bernyanyi atas kesombongan harta mereka
-          Meminum anggur dari bokor (yang menurut Keluaran 27: 3 dan 38: 3 “bokor” adalah bahagian dari perkakas dalam ibadah)
-          Mereka berurap minyak yang paling baik, sementara minyak yang paling baik diperuntukkan untuk mengurapi manusia maupun benda-benda untuk dikuduskan (Keluaran 30:25-30).

Murka Tuhan atas dosa mereka bukan karena mereka kaya, tetapi karena harta dan pesta pora mereka adalah dari jalan yang tidak benar, yaitu dari hasil ketidakjujuran dan kecurangan dengan mencekik orang lemah dan miskin.

Mereka telah menempuh jalan yang membawa diri mereka pada celaka yaitu murka Tuhan. Perbuatan mereka yang membawa mereka pada celaka adalah sikap mereka yang telah merasa aman dan tentram sebagaimana dikatakan dalam ayat 1.

1.      Merasa aman dan tentram atas kekayaan
Sikap yang diperlihatkan dengan pesta poranya seakan tiada yang kurang suatu apapun, seakan kekayaannya dapat membuatnya bahagia, bahwa hartanya dapat menyelamatkannya. Merasa tidak perlu lagi Tuhan, sebab kekayaannya sudah cukup membuatnya senang dan bahagia, maka jika pun mereka mengikuti ibadah semuanya hanyalah formalitas belaka.

Sikap seperti inilah yang harus kita waspadai dan hindari ketika berhadapan dengan harta kekayaan, merasa aman dan tentram atas harta duniawi. Supaya jangan kita memiliki sikap ketidak pada masa kesusahan kita ingat Tuhan, namun ketika kita telah memiliki harta kita melupakan Tuhan bahkan waktu untuk ibadah pun sudah tidak lagi ada.

Kita harus menyadari bahwa sebanyak apapun harta duniawi yang ada pada kita, dengan sekejap dapat saja lenyap. Kita juga harus mengingat bahwa pada akhirnya semua yang ada di dunia ini akan kita tinggalkan ketika kita sudah mati.

Maka apapun yang ada pada kita, bukan itu sumber kebahagiaan dan keselamatan kita, sebab tidak ada yang lebih berharga selain iman kita kepada Tuhan yang menjadi sumber sukacita dan kehidupan.

2.     Merasa aman dan tentram atas dosa
Ketika kita membiarkan diri dikuasai perbuatan dosa maka jika pembiaran itu terus berlanjut, maka yang terjadi adalah kebiasaan. Dosa menjadi kebiasaan yang menjadi bahagiaan kehidupan kita. Maka akhirnya suara hati yang berguna untuk menekan kita untuk tidak berbuat dosa akan mati, semuanya akan kelihat sama. Tidak lagi ‘jantungan’ untuk berbuat dosa, tidak lagi ragu dan takut berbuat dosa, kalaupun takut bukan karena takut kepada Tuhan, tetapi takut karena di dapati oleh polisi.

Maka kita juga harus mengingat bahwa perbuatan dosa tidak akan pernah membawa kita pada kesenangan. Kalaupun kita mau mencari harta kekayaan, carilah dari berkat Tuhan yang melimpah bukan dari perbuatan dosa.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Amos 6: 1a+4-7 | Merasa Aman dan Tentram di atas dosa dan harta duniawi



Bacaan Firman Tuhan: Amos 6: 1a + 4-7
“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tentram di gunung Samaria”
Israel yang sedang mengalami kemajuan baik di dalam wilayah kekuasaan, ekonomi yang baik dan juga stabilitas politik aman memperlihatkan pada kita dalam nas ini bagaimana perilaku sebahagiaan orang kaya yang menikmati kekayaannya. Dikatakan:

-          Tempat tidur dari gading
-          Duduk berjuntai di ranjang
-          Makanannya anak-anak domba dan lembu
-          Berpesta dengan nyanyian dan anggur
-          Memakai parfum dari minyak yang paling baik

Namun dalam kemeriahan pesta pora yang mereka pertunjukkan terdapat dosa yang begitu besar. Sindiran yang begitu keras ditujukan pada mereka:
-          Selayaknya mereka bernyanyi sebagaimana Daud bernyanyi untuk memuliakan Allah, tetapi mereka bernyanyi atas kesombongan harta mereka
-          Meminum anggur dari bokor (yang menurut Keluaran 27: 3 dan 38: 3 “bokor” adalah bahagian dari perkakas dalam ibadah)
-          Mereka berurap minyak yang paling baik, sementara minyak yang paling baik diperuntukkan untuk mengurapi manusia maupun benda-benda untuk dikuduskan (Keluaran 30:25-30).

Murka Tuhan atas dosa mereka bukan karena mereka kaya, tetapi karena harta dan pesta pora mereka adalah dari jalan yang tidak benar, yaitu dari hasil ketidakjujuran dan kecurangan dengan mencekik orang lemah dan miskin.

Mereka telah menempuh jalan yang membawa diri mereka pada celaka yaitu murka Tuhan. Perbuatan mereka yang membawa mereka pada celaka adalah sikap mereka yang telah merasa aman dan tentram sebagaimana dikatakan dalam ayat 1.

1.      Merasa aman dan tentram atas kekayaan
Sikap yang diperlihatkan dengan pesta poranya seakan tiada yang kurang suatu apapun, seakan kekayaannya dapat membuatnya bahagia, bahwa hartanya dapat menyelamatkannya. Merasa tidak perlu lagi Tuhan, sebab kekayaannya sudah cukup membuatnya senang dan bahagia, maka jika pun mereka mengikuti ibadah semuanya hanyalah formalitas belaka.

Sikap seperti inilah yang harus kita waspadai dan hindari ketika berhadapan dengan harta kekayaan, merasa aman dan tentram atas harta duniawi. Supaya jangan kita memiliki sikap ketidak pada masa kesusahan kita ingat Tuhan, namun ketika kita telah memiliki harta kita melupakan Tuhan bahkan waktu untuk ibadah pun sudah tidak lagi ada.

Kita harus menyadari bahwa sebanyak apapun harta duniawi yang ada pada kita, dengan sekejap dapat saja lenyap. Kita juga harus mengingat bahwa pada akhirnya semua yang ada di dunia ini akan kita tinggalkan ketika kita sudah mati.

Maka apapun yang ada pada kita, bukan itu sumber kebahagiaan dan keselamatan kita, sebab tidak ada yang lebih berharga selain iman kita kepada Tuhan yang menjadi sumber sukacita dan kehidupan.

2.     Merasa aman dan tentram atas dosa
Ketika kita membiarkan diri dikuasai perbuatan dosa maka jika pembiaran itu terus berlanjut, maka yang terjadi adalah kebiasaan. Dosa menjadi kebiasaan yang menjadi bahagiaan kehidupan kita. Maka akhirnya suara hati yang berguna untuk menekan kita untuk tidak berbuat dosa akan mati, semuanya akan kelihat sama. Tidak lagi ‘jantungan’ untuk berbuat dosa, tidak lagi ragu dan takut berbuat dosa, kalaupun takut bukan karena takut kepada Tuhan, tetapi takut karena di dapati oleh polisi.

Maka kita juga harus mengingat bahwa perbuatan dosa tidak akan pernah membawa kita pada kesenangan. Kalaupun kita mau mencari harta kekayaan, carilah dari berkat Tuhan yang melimpah bukan dari perbuatan dosa.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Epistel dengan judul Amos 6: 1a+4-7 | Merasa Aman dan Tentram di atas dosa dan harta duniawi . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/09/amos-6-1a4-7-merasa-aman-dan-tentram-di.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Amos 6: 1a+4-7 | Merasa Aman dan Tentram di atas dosa dan harta duniawi "