Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, June 15, 2016

Yesaya 65: 1-9 | Siapa penyelamatmu?



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 65: 1-9
Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku
Dalam nas ini Tuhan berkata bahwa Dia berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan; Dia berkenan ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencariNya; Dia berkata “ini Aku, ini Aku” kepada orang yang tidak memanggilNya; Dia mengulurkan tanganNya kepada orang yang mengikuti rancangan sendiri. Sehingga dari sini kita dapat memahami bagaimana sesungguhnya kasih Tuhan yang besar kepada manusia.

Dia menyodorkan diriNya untuk kebaikan kita, sekalipun kita tidak meminta kehadiranNya tetapi Tuhan sedia setiap saat untuk kita, bahkan jauh lebih besar kasihNya yang tidak hanya menyodorkan diri tetapi juga Ia memberikan nyawaNya di kayu salib untuk keselamatan kita. Yang hendak dikatakan bahwa kasih Tuhan kepada kita adalah kekal sampai selamanya.

Tetapi justru manusia itu sendiri yang tidak memahami kasih Tuhan dalam hidupnya, terkadang kita yang justru meragukan kuasa dan keberadaanNya dalam kehidupan kita. Demikianlah umat Israel dalam nas ini yang tidak lagi dapat memahami keberadaan Tuhan dalam kehidupannya. Penderitaan yang mereka alami karena dosa semakin mereka kotori lagi. Padahal Tuhan ada untuk mereka.

Seharusnya penderitaan itu dapat berlalu dengan pertobatan, tetapi justru penderitaan itu yang mereka alami justru disikapi dengan perbuatan-perbuatan yang mengecewakan Tuhan. Mereka justu menyembah berhala dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa. 

Disini kita dapat melihat bahwa bukan Tuhan yang tidak mau untuk menyelamatkan, tetapi umatNyalah yang tidak meminta, mencari dan memanggil Tuhan. Justru malah semakin menjauh dari Tuhan.

Jika kita memahami kondisi ini dalam kehidupan kita saat ini, tidak jarang kita mendengar atau mengetahui betapa sesatnya kita ini jika masih ada yang mempercayakan hidupnya pada kuasa-kuasa kegelapan, sementara Tuhan yang menjadikan kita dan yang memberi kehidupan kita abaikan. 

Tuhan siap untuk mendengar keluhan kita, Tuhan siap untuk memberi apa yang kita butuhkan, dan Tuhan juga siap untuk memberi petunjuk hidup kepada kita. Namun mengapa kita masih harus mencari-cari ke tempat dan kepada yang tidak dapat berbuat untuk kita. Justru sikap yang bersekutu dengan kuasa iblis akan membawa kita kepada maut.

Pada Tuhan ada keselamatan bagi yang orang mencariNya dan hukuman juga telah tersedia bagi yang tidak membutuhkan Tuhan lagi dalam hidupnya. Inilah kasih Tuhan yang besar bagi kita, bahwa Ia berkenan untuk mencari, memanggil dan mengampuni kesalahan kita. Jika kita tidak merespon kasih Tuhan yang besar itu, maka sudah dipastikan bahwa jalan yang kita tempuh itu adalah menuju maut, sebab jalan keselamatan hanya ada pada Tuhan. 



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 65: 1-9
Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku
Dalam nas ini Tuhan berkata bahwa Dia berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan; Dia berkenan ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencariNya; Dia berkata “ini Aku, ini Aku” kepada orang yang tidak memanggilNya; Dia mengulurkan tanganNya kepada orang yang mengikuti rancangan sendiri. Sehingga dari sini kita dapat memahami bagaimana sesungguhnya kasih Tuhan yang besar kepada manusia.

Dia menyodorkan diriNya untuk kebaikan kita, sekalipun kita tidak meminta kehadiranNya tetapi Tuhan sedia setiap saat untuk kita, bahkan jauh lebih besar kasihNya yang tidak hanya menyodorkan diri tetapi juga Ia memberikan nyawaNya di kayu salib untuk keselamatan kita. Yang hendak dikatakan bahwa kasih Tuhan kepada kita adalah kekal sampai selamanya.

Tetapi justru manusia itu sendiri yang tidak memahami kasih Tuhan dalam hidupnya, terkadang kita yang justru meragukan kuasa dan keberadaanNya dalam kehidupan kita. Demikianlah umat Israel dalam nas ini yang tidak lagi dapat memahami keberadaan Tuhan dalam kehidupannya. Penderitaan yang mereka alami karena dosa semakin mereka kotori lagi. Padahal Tuhan ada untuk mereka.

Seharusnya penderitaan itu dapat berlalu dengan pertobatan, tetapi justru penderitaan itu yang mereka alami justru disikapi dengan perbuatan-perbuatan yang mengecewakan Tuhan. Mereka justu menyembah berhala dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa. 

Disini kita dapat melihat bahwa bukan Tuhan yang tidak mau untuk menyelamatkan, tetapi umatNyalah yang tidak meminta, mencari dan memanggil Tuhan. Justru malah semakin menjauh dari Tuhan.

Jika kita memahami kondisi ini dalam kehidupan kita saat ini, tidak jarang kita mendengar atau mengetahui betapa sesatnya kita ini jika masih ada yang mempercayakan hidupnya pada kuasa-kuasa kegelapan, sementara Tuhan yang menjadikan kita dan yang memberi kehidupan kita abaikan. 

Tuhan siap untuk mendengar keluhan kita, Tuhan siap untuk memberi apa yang kita butuhkan, dan Tuhan juga siap untuk memberi petunjuk hidup kepada kita. Namun mengapa kita masih harus mencari-cari ke tempat dan kepada yang tidak dapat berbuat untuk kita. Justru sikap yang bersekutu dengan kuasa iblis akan membawa kita kepada maut.

Pada Tuhan ada keselamatan bagi yang orang mencariNya dan hukuman juga telah tersedia bagi yang tidak membutuhkan Tuhan lagi dalam hidupnya. Inilah kasih Tuhan yang besar bagi kita, bahwa Ia berkenan untuk mencari, memanggil dan mengampuni kesalahan kita. Jika kita tidak merespon kasih Tuhan yang besar itu, maka sudah dipastikan bahwa jalan yang kita tempuh itu adalah menuju maut, sebab jalan keselamatan hanya ada pada Tuhan. 

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yesaya 65: 1-9 | Siapa penyelamatmu?



Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 65: 1-9
Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku
Dalam nas ini Tuhan berkata bahwa Dia berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan; Dia berkenan ditemukan oleh orang-orang yang tidak mencariNya; Dia berkata “ini Aku, ini Aku” kepada orang yang tidak memanggilNya; Dia mengulurkan tanganNya kepada orang yang mengikuti rancangan sendiri. Sehingga dari sini kita dapat memahami bagaimana sesungguhnya kasih Tuhan yang besar kepada manusia.

Dia menyodorkan diriNya untuk kebaikan kita, sekalipun kita tidak meminta kehadiranNya tetapi Tuhan sedia setiap saat untuk kita, bahkan jauh lebih besar kasihNya yang tidak hanya menyodorkan diri tetapi juga Ia memberikan nyawaNya di kayu salib untuk keselamatan kita. Yang hendak dikatakan bahwa kasih Tuhan kepada kita adalah kekal sampai selamanya.

Tetapi justru manusia itu sendiri yang tidak memahami kasih Tuhan dalam hidupnya, terkadang kita yang justru meragukan kuasa dan keberadaanNya dalam kehidupan kita. Demikianlah umat Israel dalam nas ini yang tidak lagi dapat memahami keberadaan Tuhan dalam kehidupannya. Penderitaan yang mereka alami karena dosa semakin mereka kotori lagi. Padahal Tuhan ada untuk mereka.

Seharusnya penderitaan itu dapat berlalu dengan pertobatan, tetapi justru penderitaan itu yang mereka alami justru disikapi dengan perbuatan-perbuatan yang mengecewakan Tuhan. Mereka justu menyembah berhala dan mempersembahkan korban kepada dewa-dewa. 

Disini kita dapat melihat bahwa bukan Tuhan yang tidak mau untuk menyelamatkan, tetapi umatNyalah yang tidak meminta, mencari dan memanggil Tuhan. Justru malah semakin menjauh dari Tuhan.

Jika kita memahami kondisi ini dalam kehidupan kita saat ini, tidak jarang kita mendengar atau mengetahui betapa sesatnya kita ini jika masih ada yang mempercayakan hidupnya pada kuasa-kuasa kegelapan, sementara Tuhan yang menjadikan kita dan yang memberi kehidupan kita abaikan. 

Tuhan siap untuk mendengar keluhan kita, Tuhan siap untuk memberi apa yang kita butuhkan, dan Tuhan juga siap untuk memberi petunjuk hidup kepada kita. Namun mengapa kita masih harus mencari-cari ke tempat dan kepada yang tidak dapat berbuat untuk kita. Justru sikap yang bersekutu dengan kuasa iblis akan membawa kita kepada maut.

Pada Tuhan ada keselamatan bagi yang orang mencariNya dan hukuman juga telah tersedia bagi yang tidak membutuhkan Tuhan lagi dalam hidupnya. Inilah kasih Tuhan yang besar bagi kita, bahwa Ia berkenan untuk mencari, memanggil dan mengampuni kesalahan kita. Jika kita tidak merespon kasih Tuhan yang besar itu, maka sudah dipastikan bahwa jalan yang kita tempuh itu adalah menuju maut, sebab jalan keselamatan hanya ada pada Tuhan. 

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Epistel / Keselamatan / Perumpamaan Tuhan Yesus dengan judul Yesaya 65: 1-9 | Siapa penyelamatmu? . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/06/yesaya-65-1-9-siapa-penyelamatmu.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yesaya 65: 1-9 | Siapa penyelamatmu? "