Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, June 7, 2016

2 Samuel 12: 1-16 | Bersyukurlah Sebab Tuhan adalah Kasih



Bacaan Firman Tuhan: 2 Samuel 12: 1-16
“Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati”

Diibaratkan dengan undang-undang dipengadilan maka dapat dikatakan Daud sudah terkena pasal berlapis yakni Zinah, dusta dan pembunuhan berencana. Dosa yang diperbuat oleh Daud dengan sangat lihai dia tutupi justru untuk menaikkan reputasinya yakni dengan memperkenalkan diri sebagai raja yang baik dan bijaksana karena mau menjadikan Betsyeba menjadi istrinya. Padahal dibalik duka betsyeba ada Daud yang telah dikuasai hawa nafsunya membuat pembunuhan berencana dengan menempatkan Uria suami Betsyeba dibarisan depan supaya mati dengan pedang bani Amon.

Daud telah melakukan kejahatan yang terselubung di atas wibawa dan kekuasaannya sebagai raja. Orang lain melihat Daud sebagai raja yang baik hati karena memperdulikan istri Uria yang ditinggal mati, namun Tuhan mengetahui maksud, pikiran dan rencana Daud yang busuk itu.

Tuhan bertindak atas dosa Daud melalui nabi Natan. Bahwa betapa bodohnya perbuatannya itu, semua telah diperoleh Daud (ay.8) harta, kuasa, kekayaan dan bahkan istri-istri. Namun kebaikan Tuhan atas dirinya telah dihianati dengan melakukan apa yang jahat dimata Tuhan.
Jika kita membawa kasus yang diperbuat Daud ini ke ‘meja hijau’ kemungkinan besar Daud akan menerima hukuman mati. Namun kita dapat melihat akhir dari kisah ini bahwa Daud memperlihatkan pertobatan yang tulus dan penuh penyesalan kepada Tuhan.

Analogi yang dipakai oleh Natan untuk menegur dosa Daud memperlihatkan sikap seorang yang menari di atas penderitaan orang lain. Dia telah memiliki segala-galanya, namun ia harus merampas sesuatu yang menjadi tumpuan hidupnya.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Tuhan Yesus hukum yang utama dan yang terutama , “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan juga Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” sama sekali tidak tercermin dalam sikap Daud.

Kasih adalah penyataan diri Tuhan dalam kehidupan ini. Tuhan menyatakan diriNya kepada kita adalah untuk kebaikan manusia, sebagaimana kasih Tuhan yang telah dinyatakanNya di kayu salib. Maka ketika kita melupakan kasih Tuhan dalam kehidupan kita, bagaimana mungkin kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi dan juga mengasihi sesama manusia. Dari sinilah celah masuknya dosa, yaitu ketika kita lupa ataupun tidak menyadari betapa besar kasih Tuhan kepada kita.

Sebagaimana yang dituliskan oleh Paulus dalam 1 Tesalonika 5: 18 “Mengucapsyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Semakin kita tahu untuk mengenal betapa dalamNya kasih Tuhan yang telah dicurahkanNya bagi kita, maka hidup kita akan terkunci oleh keinginan godaan dosa.

Jika kita mengetahui dan mengakui kebaikan Tuhan bagi kita, masakan kita mau untuk melukai hati Tuhan. Jika seorang anak tahu bagaimana kasih orangtuanya yang besar bagi dirinya, masakan ia mau melukai hati orangtuanya. Berlimpah kuasa, kekayaan dan kehormatan diberikan oleh Tuhan bahkan apapun yang ia butuhkan akan Tuhan berikan kepadanya, namun Daud tidak melihat itu semua dan mensyukurinya, maka terbukalah celah untuk tergoda melakukan dosa.

Setelah Daud berdosa, Tuhan menegurnya atas dosa yang telah diperbuat. Kita dapat menyaksikan proses pemulihan atas diri Daud terjadi. Sekali lagi kita akan melihat bagaimana kasih Tuhan atas Daud. Pemulihan atas jiwa yang remuk oleh dosa dilakukan oleh Tuhan ketika Daud menerima teguran dan mau untuk mengakui kesalahannya.

Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari hadapan Tuhan, akibat dosa adalah maut. Namun kasih Tuhan adalah kekal. Selayaknya Daud harus menerima kematian akibat dari dosanya, namun kasih Tuhan menjadi penyembuh baginya ketika ada keterbukaan darinya untuk menyesali dosanya dengan tulus dan penuh dengan kerendahan hati.

Tuhan mengasihi kita dengan segala berkat yang berlimpah dalam kehidupan kita juga kasihNya yang mau untuk memulihkan kita dari dosa yang kita perbuat terhadap Tuhan haruslah kita respon dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati dengan selalu bersyukur atas kebaikan Tuhan dan pengorbananNya untuk keselamatan kita.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

2 Samuel 12: 1-16 | Bersyukurlah Sebab Tuhan adalah Kasih



Bacaan Firman Tuhan: 2 Samuel 12: 1-16
“Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati”

Diibaratkan dengan undang-undang dipengadilan maka dapat dikatakan Daud sudah terkena pasal berlapis yakni Zinah, dusta dan pembunuhan berencana. Dosa yang diperbuat oleh Daud dengan sangat lihai dia tutupi justru untuk menaikkan reputasinya yakni dengan memperkenalkan diri sebagai raja yang baik dan bijaksana karena mau menjadikan Betsyeba menjadi istrinya. Padahal dibalik duka betsyeba ada Daud yang telah dikuasai hawa nafsunya membuat pembunuhan berencana dengan menempatkan Uria suami Betsyeba dibarisan depan supaya mati dengan pedang bani Amon.

Daud telah melakukan kejahatan yang terselubung di atas wibawa dan kekuasaannya sebagai raja. Orang lain melihat Daud sebagai raja yang baik hati karena memperdulikan istri Uria yang ditinggal mati, namun Tuhan mengetahui maksud, pikiran dan rencana Daud yang busuk itu.

Tuhan bertindak atas dosa Daud melalui nabi Natan. Bahwa betapa bodohnya perbuatannya itu, semua telah diperoleh Daud (ay.8) harta, kuasa, kekayaan dan bahkan istri-istri. Namun kebaikan Tuhan atas dirinya telah dihianati dengan melakukan apa yang jahat dimata Tuhan.
Jika kita membawa kasus yang diperbuat Daud ini ke ‘meja hijau’ kemungkinan besar Daud akan menerima hukuman mati. Namun kita dapat melihat akhir dari kisah ini bahwa Daud memperlihatkan pertobatan yang tulus dan penuh penyesalan kepada Tuhan.

Analogi yang dipakai oleh Natan untuk menegur dosa Daud memperlihatkan sikap seorang yang menari di atas penderitaan orang lain. Dia telah memiliki segala-galanya, namun ia harus merampas sesuatu yang menjadi tumpuan hidupnya.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Tuhan Yesus hukum yang utama dan yang terutama , “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan juga Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” sama sekali tidak tercermin dalam sikap Daud.

Kasih adalah penyataan diri Tuhan dalam kehidupan ini. Tuhan menyatakan diriNya kepada kita adalah untuk kebaikan manusia, sebagaimana kasih Tuhan yang telah dinyatakanNya di kayu salib. Maka ketika kita melupakan kasih Tuhan dalam kehidupan kita, bagaimana mungkin kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi dan juga mengasihi sesama manusia. Dari sinilah celah masuknya dosa, yaitu ketika kita lupa ataupun tidak menyadari betapa besar kasih Tuhan kepada kita.

Sebagaimana yang dituliskan oleh Paulus dalam 1 Tesalonika 5: 18 “Mengucapsyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Semakin kita tahu untuk mengenal betapa dalamNya kasih Tuhan yang telah dicurahkanNya bagi kita, maka hidup kita akan terkunci oleh keinginan godaan dosa.

Jika kita mengetahui dan mengakui kebaikan Tuhan bagi kita, masakan kita mau untuk melukai hati Tuhan. Jika seorang anak tahu bagaimana kasih orangtuanya yang besar bagi dirinya, masakan ia mau melukai hati orangtuanya. Berlimpah kuasa, kekayaan dan kehormatan diberikan oleh Tuhan bahkan apapun yang ia butuhkan akan Tuhan berikan kepadanya, namun Daud tidak melihat itu semua dan mensyukurinya, maka terbukalah celah untuk tergoda melakukan dosa.

Setelah Daud berdosa, Tuhan menegurnya atas dosa yang telah diperbuat. Kita dapat menyaksikan proses pemulihan atas diri Daud terjadi. Sekali lagi kita akan melihat bagaimana kasih Tuhan atas Daud. Pemulihan atas jiwa yang remuk oleh dosa dilakukan oleh Tuhan ketika Daud menerima teguran dan mau untuk mengakui kesalahannya.

Tidak ada yang bisa kita sembunyikan dari hadapan Tuhan, akibat dosa adalah maut. Namun kasih Tuhan adalah kekal. Selayaknya Daud harus menerima kematian akibat dari dosanya, namun kasih Tuhan menjadi penyembuh baginya ketika ada keterbukaan darinya untuk menyesali dosanya dengan tulus dan penuh dengan kerendahan hati.

Tuhan mengasihi kita dengan segala berkat yang berlimpah dalam kehidupan kita juga kasihNya yang mau untuk memulihkan kita dari dosa yang kita perbuat terhadap Tuhan haruslah kita respon dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati dengan selalu bersyukur atas kebaikan Tuhan dan pengorbananNya untuk keselamatan kita.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Dosa / Kasih / Keselamatan / Khotbah Minggu dengan judul 2 Samuel 12: 1-16 | Bersyukurlah Sebab Tuhan adalah Kasih . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/06/2-samuel-12-1-16-bersyukurlah-sebab.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " 2 Samuel 12: 1-16 | Bersyukurlah Sebab Tuhan adalah Kasih "