Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Tuesday, March 29, 2016

Yohanes 20: 19-31 | Ya Tuhanku dan Allahku



Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 20: 19-31
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Di suatu tempat yang pintu-pintunya semua terkunci rapat, berkumpullah murid-murid Tuhan Yesus. Dengan penuh rasa takut kepada orang-orang Yahudi, hal ini wajar karena yang disalibkan orang Yahudi adalah Guru mereka, maka bisa saja imbas dari penyaliban itu kemudian adalah para pengikutNya. Tetapi tidaklah itu saja yang ada dalam perasaan mereka, bisa saja ada muncul perasaan bersalah bercampur kesedihan dalam diri mereka. Selama ini mereka selalu bersama-sama dengan Yesus, namun ketika Yesus menderita mereka tidak ada bersama Yesus, justru mereka semua menyelamatkan diri dan meninggalkan Tuhan Yesus dalam penderitaanNya.

Ketika para murid larut dalam rasa takut, bersalah dan bersedih Yesus datang berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu”. Tentu ini seperti ‘petir di siang bolong’, semua perasaan negatif tadi telah berubah menjadi sukacita.

Kehadiran Tuhan dalam hidup manusia adalah membawa sukacita. Apapun situasi yang sedang terjadi “Damai Sejahtera Tuhan” akan membuat kita berada diatas segala yang terjadi. Kita bukan lagi berada di bawah tekanan ketakutan, rasa bersalah dan kesedihan itu, tetapi kita telah diangkat oleh Tuhan untuk mengaturnya dengan kuasa pertolongan Tuhan.
Ketika para murid Yesus telah penuh dengan sukacita, ternyata Tomas tidak beserta mereka ketika itu. Tentu perasaan murid-murid yang telah melihat Yesus tidaklah sama dengan perasaan Tomas. Pernyataannya jelas bahwa dia tidak akan percaya sebelum melihat bekas luka dan paku yang ada pada tubuh Yesus.

Akhirnya, setelah delapan hari ketika Tomas telah bersama dengan murid-murid yang lain Tuhan Yesus menampakkan Diri dan memperlihatkan bekas luka itu kepada Tomas. Hanya kalimat pendek yang bisa diucapkan oleh Tomas: “Ya Tuhanku dan Allahku”. Ini adalah suatu pengakuan Iman yang besar dalam Injil, yang mana kita bisa menemukan salah satu pernyataan tentang pengakuan Iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. 

Tomas percaya karena telah melihat, tetapi Tuhan Yesus menyatakan pada kita saat ini: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”. Itulah kekuatan Iman, sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

Dalam hal iman kepada Tuhan, percaya kepada sesuatu yang tidak dilihat bukanlah sama artinya dengan mempercayai yang tidak masuk diakal, tetapi kita sedang mempercayai kuasa yang mengatasi segala akal dan pikiran. Tuhan Yesus menyatakan berbahagialah kita saat ini yang mempercayaiNya walaupun kita bukan lagi berada pada sejarah ketika Yesus menyatakan diri sebagai manusia.

Walaupun kita bukanlah saksi sejarah bagaimana perbuatan Tuhan di dalam Yesus Kristus nyata dalam dunia ini, tetapi kita orang percaya mendapatkan kuasaNya dan merasakannya hingga saat ini. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Tuhan bekerja dan berkarya hingga saat ini dalam kehidupan manusia. Maka apapun yang boleh terjadi dalam kehidupan kita, iman akan berbuahkan sukacita dalam kehidupan kita, yang memampukan kita berbuat dan berkarya didalam kuasa Tuhan.


Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 20: 19-31
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Di suatu tempat yang pintu-pintunya semua terkunci rapat, berkumpullah murid-murid Tuhan Yesus. Dengan penuh rasa takut kepada orang-orang Yahudi, hal ini wajar karena yang disalibkan orang Yahudi adalah Guru mereka, maka bisa saja imbas dari penyaliban itu kemudian adalah para pengikutNya. Tetapi tidaklah itu saja yang ada dalam perasaan mereka, bisa saja ada muncul perasaan bersalah bercampur kesedihan dalam diri mereka. Selama ini mereka selalu bersama-sama dengan Yesus, namun ketika Yesus menderita mereka tidak ada bersama Yesus, justru mereka semua menyelamatkan diri dan meninggalkan Tuhan Yesus dalam penderitaanNya.

Ketika para murid larut dalam rasa takut, bersalah dan bersedih Yesus datang berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu”. Tentu ini seperti ‘petir di siang bolong’, semua perasaan negatif tadi telah berubah menjadi sukacita.

Kehadiran Tuhan dalam hidup manusia adalah membawa sukacita. Apapun situasi yang sedang terjadi “Damai Sejahtera Tuhan” akan membuat kita berada diatas segala yang terjadi. Kita bukan lagi berada di bawah tekanan ketakutan, rasa bersalah dan kesedihan itu, tetapi kita telah diangkat oleh Tuhan untuk mengaturnya dengan kuasa pertolongan Tuhan.
Ketika para murid Yesus telah penuh dengan sukacita, ternyata Tomas tidak beserta mereka ketika itu. Tentu perasaan murid-murid yang telah melihat Yesus tidaklah sama dengan perasaan Tomas. Pernyataannya jelas bahwa dia tidak akan percaya sebelum melihat bekas luka dan paku yang ada pada tubuh Yesus.

Akhirnya, setelah delapan hari ketika Tomas telah bersama dengan murid-murid yang lain Tuhan Yesus menampakkan Diri dan memperlihatkan bekas luka itu kepada Tomas. Hanya kalimat pendek yang bisa diucapkan oleh Tomas: “Ya Tuhanku dan Allahku”. Ini adalah suatu pengakuan Iman yang besar dalam Injil, yang mana kita bisa menemukan salah satu pernyataan tentang pengakuan Iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. 

Tomas percaya karena telah melihat, tetapi Tuhan Yesus menyatakan pada kita saat ini: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”. Itulah kekuatan Iman, sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

Dalam hal iman kepada Tuhan, percaya kepada sesuatu yang tidak dilihat bukanlah sama artinya dengan mempercayai yang tidak masuk diakal, tetapi kita sedang mempercayai kuasa yang mengatasi segala akal dan pikiran. Tuhan Yesus menyatakan berbahagialah kita saat ini yang mempercayaiNya walaupun kita bukan lagi berada pada sejarah ketika Yesus menyatakan diri sebagai manusia.

Walaupun kita bukanlah saksi sejarah bagaimana perbuatan Tuhan di dalam Yesus Kristus nyata dalam dunia ini, tetapi kita orang percaya mendapatkan kuasaNya dan merasakannya hingga saat ini. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Tuhan bekerja dan berkarya hingga saat ini dalam kehidupan manusia. Maka apapun yang boleh terjadi dalam kehidupan kita, iman akan berbuahkan sukacita dalam kehidupan kita, yang memampukan kita berbuat dan berkarya didalam kuasa Tuhan.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Yohanes 20: 19-31 | Ya Tuhanku dan Allahku



Bacaan Firman Tuhan: Yohanes 20: 19-31
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
Di suatu tempat yang pintu-pintunya semua terkunci rapat, berkumpullah murid-murid Tuhan Yesus. Dengan penuh rasa takut kepada orang-orang Yahudi, hal ini wajar karena yang disalibkan orang Yahudi adalah Guru mereka, maka bisa saja imbas dari penyaliban itu kemudian adalah para pengikutNya. Tetapi tidaklah itu saja yang ada dalam perasaan mereka, bisa saja ada muncul perasaan bersalah bercampur kesedihan dalam diri mereka. Selama ini mereka selalu bersama-sama dengan Yesus, namun ketika Yesus menderita mereka tidak ada bersama Yesus, justru mereka semua menyelamatkan diri dan meninggalkan Tuhan Yesus dalam penderitaanNya.

Ketika para murid larut dalam rasa takut, bersalah dan bersedih Yesus datang berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu”. Tentu ini seperti ‘petir di siang bolong’, semua perasaan negatif tadi telah berubah menjadi sukacita.

Kehadiran Tuhan dalam hidup manusia adalah membawa sukacita. Apapun situasi yang sedang terjadi “Damai Sejahtera Tuhan” akan membuat kita berada diatas segala yang terjadi. Kita bukan lagi berada di bawah tekanan ketakutan, rasa bersalah dan kesedihan itu, tetapi kita telah diangkat oleh Tuhan untuk mengaturnya dengan kuasa pertolongan Tuhan.
Ketika para murid Yesus telah penuh dengan sukacita, ternyata Tomas tidak beserta mereka ketika itu. Tentu perasaan murid-murid yang telah melihat Yesus tidaklah sama dengan perasaan Tomas. Pernyataannya jelas bahwa dia tidak akan percaya sebelum melihat bekas luka dan paku yang ada pada tubuh Yesus.

Akhirnya, setelah delapan hari ketika Tomas telah bersama dengan murid-murid yang lain Tuhan Yesus menampakkan Diri dan memperlihatkan bekas luka itu kepada Tomas. Hanya kalimat pendek yang bisa diucapkan oleh Tomas: “Ya Tuhanku dan Allahku”. Ini adalah suatu pengakuan Iman yang besar dalam Injil, yang mana kita bisa menemukan salah satu pernyataan tentang pengakuan Iman bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah. 

Tomas percaya karena telah melihat, tetapi Tuhan Yesus menyatakan pada kita saat ini: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”. Itulah kekuatan Iman, sebagaimana yang tertulis dalam Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

Dalam hal iman kepada Tuhan, percaya kepada sesuatu yang tidak dilihat bukanlah sama artinya dengan mempercayai yang tidak masuk diakal, tetapi kita sedang mempercayai kuasa yang mengatasi segala akal dan pikiran. Tuhan Yesus menyatakan berbahagialah kita saat ini yang mempercayaiNya walaupun kita bukan lagi berada pada sejarah ketika Yesus menyatakan diri sebagai manusia.

Walaupun kita bukanlah saksi sejarah bagaimana perbuatan Tuhan di dalam Yesus Kristus nyata dalam dunia ini, tetapi kita orang percaya mendapatkan kuasaNya dan merasakannya hingga saat ini. Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Tuhan bekerja dan berkarya hingga saat ini dalam kehidupan manusia. Maka apapun yang boleh terjadi dalam kehidupan kita, iman akan berbuahkan sukacita dalam kehidupan kita, yang memampukan kita berbuat dan berkarya didalam kuasa Tuhan.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Iman dengan judul Yohanes 20: 19-31 | Ya Tuhanku dan Allahku . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/03/yohanes-20-19-31-ya-tuhanku-dan-allahku.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Yohanes 20: 19-31 | Ya Tuhanku dan Allahku "