Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Friday, September 19, 2014

Hidup dan Mati untuk Kemuliaan Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Filipi 1: 21-30
Dalam surat ini kita menemukan suasana batin yang mendalam yang dirasakan oleh Paulus ketika dalam penjara. Paulus melalui suratnya memberikan penguatan dan nasehat kepada jemaat di Filipi bahwa kondisi yang mereka alami - Paulus yang dalam penjara dan jemaat yang hidup dalam penderitaan, bukanlah tanda kebinasaan justru adalah tanda keselamatan (ay. 28-29).
Sehingga apapun yang boleh terjadi tidak akan dapat melemahkan iman kepada Kristus. Menanggapi situasi yang terjadi saat itu, Paulus menyatakan: "Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan".
Beberapa hal yang dapat kita renungkan dari nas ini:
 
1. Hidup yang menghasilkan buah
Paulus menyatakan prinsip yang jelas bahwa "Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matuku" (ay.20). Bahwa hidup kita adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka jika kita hidup adalah menyatakan buah iman kepada Kristus ditengah-tengah kehidupan kita. Jika kita tinggal dalam pokok anggur yang benar, maka kita adalah ranting-ranting yang akan menghasilkan buah yang baik. Pasti kita akan menghasilkan buah yang baik jika kita hidup dalam iman kepada Kristus sumber keselamatan dan sukacita kita. 
Pengalaman rohani bersama Firman Tuhan akan nyata dalam sikap dan tindakan hidup. Apapun yang menjadi rutinitas, rencana-rencana kita semuanya kita lakukan menjadi buah dari iman kita kepada Kristus, sehingga melalui hidup kita nama Tuhan termuliakan.

2. Memuliakan Tuhan dalam penderitaan
Tujuan hidup orang Kristen bukanlah penderitaan, namun jika penderitaan itu datang tidak akan memisahkan kita dari kasih Allah. Selama hidup di dunia ini ada banyak tantangan iman yang harus kita lalui. Paulus menyatakan jika kita harus menderita karena mempertahankan iman itu adalah karunia Tuhan (ay.29), sebab kita tidak cukup hanya percaya, namun juga bagaimana kita mampu untuk mempertahankan kepercayaan kita kepada Kristus. Jika kita tahu mengucap syukur dalam berkat (jasmani dan rohani), maka selayaknya kita mampu juga tetap mengucap syukur dalam penderitaan dan pergumulan hidup. Dalam surat 1 Tesalonika 5: 18 dikatakan “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

Sehingga nasehat Paulus ini mematahkan anggapan orang secara umum bahwa penderitaan suatu kesialan ataupun beranggapan bahwa Tuhan telah jauh dari hidupnya. Jika dalam hidup kita menghadapi pergumulan dan penderitaan dan tetap berpegang teguh pada iman, maka adalah suatu sukacita bagi kita seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus bahwa yang layak mengikut Dia adalah yang sanggup untuk memikul salibnya (Mat. 16:24). Sehingga walaupun dalam pergumulan dan penderitaan kita tetap mampu untuk memuliakan Tuhan.

Bacaan Firman Tuhan: Filipi 1: 21-30
Dalam surat ini kita menemukan suasana batin yang mendalam yang dirasakan oleh Paulus ketika dalam penjara. Paulus melalui suratnya memberikan penguatan dan nasehat kepada jemaat di Filipi bahwa kondisi yang mereka alami - Paulus yang dalam penjara dan jemaat yang hidup dalam penderitaan, bukanlah tanda kebinasaan justru adalah tanda keselamatan (ay. 28-29).
Sehingga apapun yang boleh terjadi tidak akan dapat melemahkan iman kepada Kristus. Menanggapi situasi yang terjadi saat itu, Paulus menyatakan: "Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan".
Beberapa hal yang dapat kita renungkan dari nas ini:
 
1. Hidup yang menghasilkan buah
Paulus menyatakan prinsip yang jelas bahwa "Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matuku" (ay.20). Bahwa hidup kita adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka jika kita hidup adalah menyatakan buah iman kepada Kristus ditengah-tengah kehidupan kita. Jika kita tinggal dalam pokok anggur yang benar, maka kita adalah ranting-ranting yang akan menghasilkan buah yang baik. Pasti kita akan menghasilkan buah yang baik jika kita hidup dalam iman kepada Kristus sumber keselamatan dan sukacita kita. 
Pengalaman rohani bersama Firman Tuhan akan nyata dalam sikap dan tindakan hidup. Apapun yang menjadi rutinitas, rencana-rencana kita semuanya kita lakukan menjadi buah dari iman kita kepada Kristus, sehingga melalui hidup kita nama Tuhan termuliakan.

2. Memuliakan Tuhan dalam penderitaan
Tujuan hidup orang Kristen bukanlah penderitaan, namun jika penderitaan itu datang tidak akan memisahkan kita dari kasih Allah. Selama hidup di dunia ini ada banyak tantangan iman yang harus kita lalui. Paulus menyatakan jika kita harus menderita karena mempertahankan iman itu adalah karunia Tuhan (ay.29), sebab kita tidak cukup hanya percaya, namun juga bagaimana kita mampu untuk mempertahankan kepercayaan kita kepada Kristus. Jika kita tahu mengucap syukur dalam berkat (jasmani dan rohani), maka selayaknya kita mampu juga tetap mengucap syukur dalam penderitaan dan pergumulan hidup. Dalam surat 1 Tesalonika 5: 18 dikatakan “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

Sehingga nasehat Paulus ini mematahkan anggapan orang secara umum bahwa penderitaan suatu kesialan ataupun beranggapan bahwa Tuhan telah jauh dari hidupnya. Jika dalam hidup kita menghadapi pergumulan dan penderitaan dan tetap berpegang teguh pada iman, maka adalah suatu sukacita bagi kita seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus bahwa yang layak mengikut Dia adalah yang sanggup untuk memikul salibnya (Mat. 16:24). Sehingga walaupun dalam pergumulan dan penderitaan kita tetap mampu untuk memuliakan Tuhan.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Hidup dan Mati untuk Kemuliaan Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Filipi 1: 21-30
Dalam surat ini kita menemukan suasana batin yang mendalam yang dirasakan oleh Paulus ketika dalam penjara. Paulus melalui suratnya memberikan penguatan dan nasehat kepada jemaat di Filipi bahwa kondisi yang mereka alami - Paulus yang dalam penjara dan jemaat yang hidup dalam penderitaan, bukanlah tanda kebinasaan justru adalah tanda keselamatan (ay. 28-29).
Sehingga apapun yang boleh terjadi tidak akan dapat melemahkan iman kepada Kristus. Menanggapi situasi yang terjadi saat itu, Paulus menyatakan: "Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan".
Beberapa hal yang dapat kita renungkan dari nas ini:
 
1. Hidup yang menghasilkan buah
Paulus menyatakan prinsip yang jelas bahwa "Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku maupun oleh matuku" (ay.20). Bahwa hidup kita adalah untuk kemuliaan nama Tuhan, maka jika kita hidup adalah menyatakan buah iman kepada Kristus ditengah-tengah kehidupan kita. Jika kita tinggal dalam pokok anggur yang benar, maka kita adalah ranting-ranting yang akan menghasilkan buah yang baik. Pasti kita akan menghasilkan buah yang baik jika kita hidup dalam iman kepada Kristus sumber keselamatan dan sukacita kita. 
Pengalaman rohani bersama Firman Tuhan akan nyata dalam sikap dan tindakan hidup. Apapun yang menjadi rutinitas, rencana-rencana kita semuanya kita lakukan menjadi buah dari iman kita kepada Kristus, sehingga melalui hidup kita nama Tuhan termuliakan.

2. Memuliakan Tuhan dalam penderitaan
Tujuan hidup orang Kristen bukanlah penderitaan, namun jika penderitaan itu datang tidak akan memisahkan kita dari kasih Allah. Selama hidup di dunia ini ada banyak tantangan iman yang harus kita lalui. Paulus menyatakan jika kita harus menderita karena mempertahankan iman itu adalah karunia Tuhan (ay.29), sebab kita tidak cukup hanya percaya, namun juga bagaimana kita mampu untuk mempertahankan kepercayaan kita kepada Kristus. Jika kita tahu mengucap syukur dalam berkat (jasmani dan rohani), maka selayaknya kita mampu juga tetap mengucap syukur dalam penderitaan dan pergumulan hidup. Dalam surat 1 Tesalonika 5: 18 dikatakan “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”.

Sehingga nasehat Paulus ini mematahkan anggapan orang secara umum bahwa penderitaan suatu kesialan ataupun beranggapan bahwa Tuhan telah jauh dari hidupnya. Jika dalam hidup kita menghadapi pergumulan dan penderitaan dan tetap berpegang teguh pada iman, maka adalah suatu sukacita bagi kita seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus bahwa yang layak mengikut Dia adalah yang sanggup untuk memikul salibnya (Mat. 16:24). Sehingga walaupun dalam pergumulan dan penderitaan kita tetap mampu untuk memuliakan Tuhan.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Epistel / Mengikut Yesus / Renungan dengan judul Hidup dan Mati untuk Kemuliaan Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/09/hidup-dan-mati-untuk-kemuliaan-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Hidup dan Mati untuk Kemuliaan Tuhan "