Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, February 13, 2014

Pilihlah Jalan Tuhan (Ulangan 30: 15-20)


Penelitian Bible Society yang diberitakan oleh christiantoday.com menyatakan bahwa anak-anak di Inggris telah gagal mengidentifikasi antara cerita-cerita Alkitab, dongeng, mitos Yunani. Hal ini disampaikan melalui Survey yang dilakukan di Inggris bahwa 54% anak-anak menyatakan bahwa mereka tidak pernah atau kurang dari sekali setahun membaca cerita Alkitab di Rumah ataupun di Sekolah. Demikian pula kepada orangtua yang memiliki anak yang berusia 3-8 tahun bahwa  45%  menyatakan tidak pernah membaca cerita-cerita Alkitab untuk anak mereka.
Survey yang dilakukan setelah beberapa minggu setelah Natal menyebutkan bahwa hampir satu dari tiga anak (29%) tidak dapat mengidentifikasikan peristiwa Kelahiran adalah cerita dari Alkitab dan 35% untuk yang berumur 15 tahun. Begitu juga halnya dengan kisah tentang Orang Samaria yang baik hati (36%); Simson dan Delila (41%); Kisah Daud dan Goliat dan Kisah Yunus (59%). Sebaliknya 1 dari 10 (9%) percaya bahwa kisah Raja Midas dan Icarus (Mitos Yunani) muncul dalam Alkitab

Sementara yang tidak pernah membaca, mendengar ataupun mengetahui kisah-kisah Alkitab: Bahtera Nuh (25%); Adam dan Hawa (38%); Peristiwa penyaliban (43%); Musa membelah Laut Merah (56%); Kisah Penciptaan dan Daniel di Gua Singa (72%); Yesus memberi 5000 orang makan (63%); Daud dan Goliat (57%); Kisah Salomo (85%). Dari survey ini ingin menyatakan bahwa kehidupan anak-anak yang telah jauh dari Alkitab dan orangtua yang tidak lagi memberikan pengenalan akan Alkitab kepada anak-anaknya.

Walaupun kita akan mengatakan bahwa itu di Inggris namun tidak tertutup kemungkinan bahwa itu juga suatu saat terjadi di Indonesia tergantung bagaimana peran orangtua akan pengenalan Firman Tuhan kepada anak-anaknya. 

Musa sebelum kematiannya telah memberikan peringatan kepada umat Israel untuk mengajarkan segala perbuatan Tuhan kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang dan membuatnya menjadi sebuah tanda di tangan, dahi dan menuliskannya pada tiang rumah dan pintu gerbang (Ulangan 6: 7-9). Kitab Ulangan dituliskan untuk mengingatkan kembali segala perbuatan Tuhan kepada umat Israel yang dipadu dengan wejangan dan peringatannya mengenai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan kepada Tuhan.

Kitab Ulangan akan selalu mengingatkan kita untuk tidak pernah melupakan perbuatan Tuhan. Kita tidak akan pernah dapat mencapai tujuan kehidupan yang bahagia tanpa penyertaan Tuhan. Hal ini boleh kita lihat juga pada nas renungan bagi kita minggu ini, bagaimana Musa mengingatkan kembali umat Israel bahwa perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan adalah mutlak menjadi bahagian dari kehidupan umatNya jika ingin mengalami kebahagian melalui berkat Tuhan.

Jika kita kembali melihat survey yang diatas tadi, bagaimana generasi yang baru di Inggris yang sudah mulai tidak lagi mengetahui ataupun tidak mengenal akan Firman Tuhan dan orangtua yang tidak lagi mengajarkan akan Alkitab kepada anak-anaknya mengingatkan kita bagaimana Musa memaparkan wejangannya yang sebenarnya menitikberatkan pada generasi baru yang sudah tidak lagi mengalami bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari tanah Mesir. 

Bagaimana dengan keturunan kita? Apakah kita akan membiarkan keturunan kita nantinya hanya akan menerima kutuk atau akan mempersiapkan mereka agar mendapatkan berkat Tuhan. Apakah kita akan membiarkan keturunan kita tidak akan ambil bagian dalam keselamatan yang telah dilakukan Tuhan Yesus? Di jaman Iptek saat ini banyak perubahan dan hal-hal yang membawa anak-anak kita kepada jalan yang salah yang akan membawa kutuk bagi dirinya. 

Hanya ada dua pilihan yaitu hidup atau binasa. Berkat dan kutuk yang dinyatakan kepada kita tidak harus kita pahami secara harafiah. Kutuk akan menggerogoti kehidupan kita sedikit demi sedikit ketika kita tidak lagi hidup berdasarkan Firman Tuhan, sehingga hari-hari yang kita lalui hanya akan diwarnai oleh keputusasaan, sakit hati, dendam, amarah, kebencian, stress. Namun tidak demikian halnya dengan hidup orang yang selalu mengikuti petunjuk Firman Tuhan, dia akan merasakan setiap saat berkat Tuhan yang melimpah, seberat apapun hidup yang dijalani damai sejahtera Tuhan senantiasa akan menyertainya bahwa tidak ada yang melebihi sukacita yang diberikan oleh Tuhan.

                                                        Nehemia 8: 11
Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!
Mazmur 32: 11
Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar;
                bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!
Yohanes 15: 11
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku 
ada di dalam kamudan sukacitamu menjadi penuh.

Baiklah kita serhkan kehidupan kita dalam kuasa Firman Tuhan agar kita semakin dibentuk menjadi manusia rohani yang tangguh. Rasul Paulus menyatakan manusia rohani yang telah sanggup memakan “makanan keras”, sehingga bagaimanapun situasi dan kondisi yang kita lalui dalam perjalanan hidup ini tidak akan menyurutkan kasih dan sukacita kita. Biarlah Tuhan yang memberikan pertumbuhan dalam hidup kita.
   


Penelitian Bible Society yang diberitakan oleh christiantoday.com menyatakan bahwa anak-anak di Inggris telah gagal mengidentifikasi antara cerita-cerita Alkitab, dongeng, mitos Yunani. Hal ini disampaikan melalui Survey yang dilakukan di Inggris bahwa 54% anak-anak menyatakan bahwa mereka tidak pernah atau kurang dari sekali setahun membaca cerita Alkitab di Rumah ataupun di Sekolah. Demikian pula kepada orangtua yang memiliki anak yang berusia 3-8 tahun bahwa  45%  menyatakan tidak pernah membaca cerita-cerita Alkitab untuk anak mereka.
Survey yang dilakukan setelah beberapa minggu setelah Natal menyebutkan bahwa hampir satu dari tiga anak (29%) tidak dapat mengidentifikasikan peristiwa Kelahiran adalah cerita dari Alkitab dan 35% untuk yang berumur 15 tahun. Begitu juga halnya dengan kisah tentang Orang Samaria yang baik hati (36%); Simson dan Delila (41%); Kisah Daud dan Goliat dan Kisah Yunus (59%). Sebaliknya 1 dari 10 (9%) percaya bahwa kisah Raja Midas dan Icarus (Mitos Yunani) muncul dalam Alkitab

Sementara yang tidak pernah membaca, mendengar ataupun mengetahui kisah-kisah Alkitab: Bahtera Nuh (25%); Adam dan Hawa (38%); Peristiwa penyaliban (43%); Musa membelah Laut Merah (56%); Kisah Penciptaan dan Daniel di Gua Singa (72%); Yesus memberi 5000 orang makan (63%); Daud dan Goliat (57%); Kisah Salomo (85%). Dari survey ini ingin menyatakan bahwa kehidupan anak-anak yang telah jauh dari Alkitab dan orangtua yang tidak lagi memberikan pengenalan akan Alkitab kepada anak-anaknya.

Walaupun kita akan mengatakan bahwa itu di Inggris namun tidak tertutup kemungkinan bahwa itu juga suatu saat terjadi di Indonesia tergantung bagaimana peran orangtua akan pengenalan Firman Tuhan kepada anak-anaknya. 

Musa sebelum kematiannya telah memberikan peringatan kepada umat Israel untuk mengajarkan segala perbuatan Tuhan kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang dan membuatnya menjadi sebuah tanda di tangan, dahi dan menuliskannya pada tiang rumah dan pintu gerbang (Ulangan 6: 7-9). Kitab Ulangan dituliskan untuk mengingatkan kembali segala perbuatan Tuhan kepada umat Israel yang dipadu dengan wejangan dan peringatannya mengenai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan kepada Tuhan.

Kitab Ulangan akan selalu mengingatkan kita untuk tidak pernah melupakan perbuatan Tuhan. Kita tidak akan pernah dapat mencapai tujuan kehidupan yang bahagia tanpa penyertaan Tuhan. Hal ini boleh kita lihat juga pada nas renungan bagi kita minggu ini, bagaimana Musa mengingatkan kembali umat Israel bahwa perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan adalah mutlak menjadi bahagian dari kehidupan umatNya jika ingin mengalami kebahagian melalui berkat Tuhan.

Jika kita kembali melihat survey yang diatas tadi, bagaimana generasi yang baru di Inggris yang sudah mulai tidak lagi mengetahui ataupun tidak mengenal akan Firman Tuhan dan orangtua yang tidak lagi mengajarkan akan Alkitab kepada anak-anaknya mengingatkan kita bagaimana Musa memaparkan wejangannya yang sebenarnya menitikberatkan pada generasi baru yang sudah tidak lagi mengalami bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari tanah Mesir. 

Bagaimana dengan keturunan kita? Apakah kita akan membiarkan keturunan kita nantinya hanya akan menerima kutuk atau akan mempersiapkan mereka agar mendapatkan berkat Tuhan. Apakah kita akan membiarkan keturunan kita tidak akan ambil bagian dalam keselamatan yang telah dilakukan Tuhan Yesus? Di jaman Iptek saat ini banyak perubahan dan hal-hal yang membawa anak-anak kita kepada jalan yang salah yang akan membawa kutuk bagi dirinya. 

Hanya ada dua pilihan yaitu hidup atau binasa. Berkat dan kutuk yang dinyatakan kepada kita tidak harus kita pahami secara harafiah. Kutuk akan menggerogoti kehidupan kita sedikit demi sedikit ketika kita tidak lagi hidup berdasarkan Firman Tuhan, sehingga hari-hari yang kita lalui hanya akan diwarnai oleh keputusasaan, sakit hati, dendam, amarah, kebencian, stress. Namun tidak demikian halnya dengan hidup orang yang selalu mengikuti petunjuk Firman Tuhan, dia akan merasakan setiap saat berkat Tuhan yang melimpah, seberat apapun hidup yang dijalani damai sejahtera Tuhan senantiasa akan menyertainya bahwa tidak ada yang melebihi sukacita yang diberikan oleh Tuhan.

                                                        Nehemia 8: 11
Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!
Mazmur 32: 11
Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar;
                bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!
Yohanes 15: 11
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku 
ada di dalam kamudan sukacitamu menjadi penuh.

Baiklah kita serhkan kehidupan kita dalam kuasa Firman Tuhan agar kita semakin dibentuk menjadi manusia rohani yang tangguh. Rasul Paulus menyatakan manusia rohani yang telah sanggup memakan “makanan keras”, sehingga bagaimanapun situasi dan kondisi yang kita lalui dalam perjalanan hidup ini tidak akan menyurutkan kasih dan sukacita kita. Biarlah Tuhan yang memberikan pertumbuhan dalam hidup kita.
   

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Pilihlah Jalan Tuhan (Ulangan 30: 15-20)


Penelitian Bible Society yang diberitakan oleh christiantoday.com menyatakan bahwa anak-anak di Inggris telah gagal mengidentifikasi antara cerita-cerita Alkitab, dongeng, mitos Yunani. Hal ini disampaikan melalui Survey yang dilakukan di Inggris bahwa 54% anak-anak menyatakan bahwa mereka tidak pernah atau kurang dari sekali setahun membaca cerita Alkitab di Rumah ataupun di Sekolah. Demikian pula kepada orangtua yang memiliki anak yang berusia 3-8 tahun bahwa  45%  menyatakan tidak pernah membaca cerita-cerita Alkitab untuk anak mereka.
Survey yang dilakukan setelah beberapa minggu setelah Natal menyebutkan bahwa hampir satu dari tiga anak (29%) tidak dapat mengidentifikasikan peristiwa Kelahiran adalah cerita dari Alkitab dan 35% untuk yang berumur 15 tahun. Begitu juga halnya dengan kisah tentang Orang Samaria yang baik hati (36%); Simson dan Delila (41%); Kisah Daud dan Goliat dan Kisah Yunus (59%). Sebaliknya 1 dari 10 (9%) percaya bahwa kisah Raja Midas dan Icarus (Mitos Yunani) muncul dalam Alkitab

Sementara yang tidak pernah membaca, mendengar ataupun mengetahui kisah-kisah Alkitab: Bahtera Nuh (25%); Adam dan Hawa (38%); Peristiwa penyaliban (43%); Musa membelah Laut Merah (56%); Kisah Penciptaan dan Daniel di Gua Singa (72%); Yesus memberi 5000 orang makan (63%); Daud dan Goliat (57%); Kisah Salomo (85%). Dari survey ini ingin menyatakan bahwa kehidupan anak-anak yang telah jauh dari Alkitab dan orangtua yang tidak lagi memberikan pengenalan akan Alkitab kepada anak-anaknya.

Walaupun kita akan mengatakan bahwa itu di Inggris namun tidak tertutup kemungkinan bahwa itu juga suatu saat terjadi di Indonesia tergantung bagaimana peran orangtua akan pengenalan Firman Tuhan kepada anak-anaknya. 

Musa sebelum kematiannya telah memberikan peringatan kepada umat Israel untuk mengajarkan segala perbuatan Tuhan kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang dan membuatnya menjadi sebuah tanda di tangan, dahi dan menuliskannya pada tiang rumah dan pintu gerbang (Ulangan 6: 7-9). Kitab Ulangan dituliskan untuk mengingatkan kembali segala perbuatan Tuhan kepada umat Israel yang dipadu dengan wejangan dan peringatannya mengenai berkat yang menyertai ketaatan dan kutuk yang menyertai ketidaktaatan kepada Tuhan.

Kitab Ulangan akan selalu mengingatkan kita untuk tidak pernah melupakan perbuatan Tuhan. Kita tidak akan pernah dapat mencapai tujuan kehidupan yang bahagia tanpa penyertaan Tuhan. Hal ini boleh kita lihat juga pada nas renungan bagi kita minggu ini, bagaimana Musa mengingatkan kembali umat Israel bahwa perintah, ketetapan dan peraturan Tuhan adalah mutlak menjadi bahagian dari kehidupan umatNya jika ingin mengalami kebahagian melalui berkat Tuhan.

Jika kita kembali melihat survey yang diatas tadi, bagaimana generasi yang baru di Inggris yang sudah mulai tidak lagi mengetahui ataupun tidak mengenal akan Firman Tuhan dan orangtua yang tidak lagi mengajarkan akan Alkitab kepada anak-anaknya mengingatkan kita bagaimana Musa memaparkan wejangannya yang sebenarnya menitikberatkan pada generasi baru yang sudah tidak lagi mengalami bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari tanah Mesir. 

Bagaimana dengan keturunan kita? Apakah kita akan membiarkan keturunan kita nantinya hanya akan menerima kutuk atau akan mempersiapkan mereka agar mendapatkan berkat Tuhan. Apakah kita akan membiarkan keturunan kita tidak akan ambil bagian dalam keselamatan yang telah dilakukan Tuhan Yesus? Di jaman Iptek saat ini banyak perubahan dan hal-hal yang membawa anak-anak kita kepada jalan yang salah yang akan membawa kutuk bagi dirinya. 

Hanya ada dua pilihan yaitu hidup atau binasa. Berkat dan kutuk yang dinyatakan kepada kita tidak harus kita pahami secara harafiah. Kutuk akan menggerogoti kehidupan kita sedikit demi sedikit ketika kita tidak lagi hidup berdasarkan Firman Tuhan, sehingga hari-hari yang kita lalui hanya akan diwarnai oleh keputusasaan, sakit hati, dendam, amarah, kebencian, stress. Namun tidak demikian halnya dengan hidup orang yang selalu mengikuti petunjuk Firman Tuhan, dia akan merasakan setiap saat berkat Tuhan yang melimpah, seberat apapun hidup yang dijalani damai sejahtera Tuhan senantiasa akan menyertainya bahwa tidak ada yang melebihi sukacita yang diberikan oleh Tuhan.

                                                        Nehemia 8: 11
Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!
Mazmur 32: 11
Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar;
                bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!
Yohanes 15: 11
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku 
ada di dalam kamudan sukacitamu menjadi penuh.

Baiklah kita serhkan kehidupan kita dalam kuasa Firman Tuhan agar kita semakin dibentuk menjadi manusia rohani yang tangguh. Rasul Paulus menyatakan manusia rohani yang telah sanggup memakan “makanan keras”, sehingga bagaimanapun situasi dan kondisi yang kita lalui dalam perjalanan hidup ini tidak akan menyurutkan kasih dan sukacita kita. Biarlah Tuhan yang memberikan pertumbuhan dalam hidup kita.
   

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Mengikut Yesus dengan judul Pilihlah Jalan Tuhan (Ulangan 30: 15-20) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/02/ulangan-30-15-20-pilihlah-jalan-tuhan.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Pilihlah Jalan Tuhan (Ulangan 30: 15-20) "