Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Thursday, February 6, 2014

Menjadi Garam dan Terang Dunia (Matius 5: 13-20)



Bacaan Firman Tuhan: Matius 5: 13-20
Segala sesuatu pastinya memiliki ciri khas tersendiri dan pastinya ciri hkas yang dimiliki itu akan terkait pada tujuan, peran dan manfaatnya. Jika kita mengambil sebuah contoh misalnya Mobil yang pastinya kita akan mengetahui bagaimana ciri-ciri dari sebuah mobil yaitu dengan mesin, roda dan sebagainya yang mana dari
ciri-ciri dari Mobil ini kita akan mengetahui pastinya kegunaan dari Mobil yaitu sebagai angkutan di darat dan bukan di laut atau di udara. 

Sama halnya dengan Garam dan Terang, bahwa kita mengenal garam akan ciri-ciri dan rasanya yang asin yang akan memberikan manfaat pemberi rasa pada makanan dan juga terang kita mengetahui akan ciri-ciri dari terang yaitu yang akan memantulkan seberkas sinar yang memberikan manfaatnya sesuai dengan ciri-cirinya yaitu sebagai suluh dan penerang dalam kegelapan.

Namun bagaimana jika garam tidak lagi memiliki ciri-cirinya yang memiliki asin dan juga garam yang tidak menunjukkan fungsinya sebagai penerang ketika pelita itu tidak diletakkan sesuai dengan fungsinya yaitu diatas kaki dian agar terangnya bersinar diseluruh ruangan. Maka keberadaan dari segala sesuatu terletak pada ciri-ciri dan perannya.

Demikianlah Tuhan Yesus dengan khotbahnya di bukit yang memberitakan keberadaan pengikutnya itu seperti garam dan terang yang harus memiliki ciri dan peran yang jelas. Tuhan Yesus tidak hanya berkhotbah tetapi Ia telah memperlihatkan ciri-ciri dan peranNya sebagai Juruselamat dunia yang dapat dilihat oleh semua bangsa-bangsa dan menjadi suatu kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia.

Maka kenal Yesus ikuti ajaranNya dan lakukanlah perintahNya maka keselamatan Tuhan akan menyertai hidupmu! Yesus dengan segala kuasaNya telah menghampiri hidup kita, sehingga betapa bodoh dan malangnya jika kita tidak menyambut Tuhan Yesus dengan sukacita dan mengandalkan Tuhan Yesus sebagai keselamatan hidup kita.

Menjadi Garam dan Terang adalah panggilan hidup orang percaya! Artinya orang percaya haruslah memilki peran dan fungsinya sebagai pengikut Kristus yang sejati dengan berpedoman pada ciri-ciri pengikut Kristus yang sejati yaitu orang percaya yang hidup dalam Hukum dan Aturan Tuhan dan menjalankannya dengan penuh kasih kepada Allah dan sesama. Itulah sebabnya Yesus dengan tegas menyatakan bahwa “Aku datang bukan untuk meniadakannya tetapi untuk menggenapinya” (ay. 17). Bahwa Yesus datang adalah untuk menggenapi Hukum dan AturanNya di dalam kasih yang Ia tunjukkan kepada kita. 

Sehingga bagaimana dengan kita saat ini yang menyatakan diri sebagai orang-orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus! Adakah kita telah memiliki ciri-ciri sebagai pengikut Kristus yang sejati? Dan apakah kita telah memiliki peran dan fungsi dalam hidup ini seperti ciri-ciri dari pengikut Kristus? Sebab ada banyak orang Kristen yang masih tetap hanya berdiri pada posisi hidup yang hanya selalu berusaha untuk memiliki ciri-ciri saja tetpi tidak pada tahap fungsi dan peran yaitu hidup kekristenan yang hanya sampai pada sikap pergi ibadah, berdoa dan memberikan persembahan namun tidak menunjukkan peran dan fungsinya sebagai garam dan terang yang sesungguhnya dalam kehidupannya sehari-hari. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyatakan “jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (ay.20). sia-sialah ciri-ciri keagamaan yang selama ini kita lakukan sebab apalah artnya garam tanpa rasa asin! Dan apalah artinya jika terang itu ditempatkan dibawah gantang? Itu adalah kesia-siaan. Marilah kita perbaharui keagamaan kita dengan menunjukkan peran kita kepada keluarga, masyarakat dan dunia. Ada slogan yang menyatakan “Think Globally”, Act Locally” (berfikir global, bertindak lokal). Dengan tidakan sekecil apapun itu jika kita lakukan dengan sprit kepercayaan kepada Tuhan Yesus itulah berita Injil bagi dunia.
Apalah artinya Garam jika tidak memiliki Rasa
Apalah artinya Terang jika tidak digunakan untuk Menyinari
Apalah artinya Iman jika tidak berbuahkan Kasih dan Kebenaran
Apalah artinya Ibadah tanpa Pelayanan Kasih
(Yesaya 58: 1-9a)


Bacaan Firman Tuhan: Matius 5: 13-20
Segala sesuatu pastinya memiliki ciri khas tersendiri dan pastinya ciri hkas yang dimiliki itu akan terkait pada tujuan, peran dan manfaatnya. Jika kita mengambil sebuah contoh misalnya Mobil yang pastinya kita akan mengetahui bagaimana ciri-ciri dari sebuah mobil yaitu dengan mesin, roda dan sebagainya yang mana dari
ciri-ciri dari Mobil ini kita akan mengetahui pastinya kegunaan dari Mobil yaitu sebagai angkutan di darat dan bukan di laut atau di udara. 

Sama halnya dengan Garam dan Terang, bahwa kita mengenal garam akan ciri-ciri dan rasanya yang asin yang akan memberikan manfaat pemberi rasa pada makanan dan juga terang kita mengetahui akan ciri-ciri dari terang yaitu yang akan memantulkan seberkas sinar yang memberikan manfaatnya sesuai dengan ciri-cirinya yaitu sebagai suluh dan penerang dalam kegelapan.

Namun bagaimana jika garam tidak lagi memiliki ciri-cirinya yang memiliki asin dan juga garam yang tidak menunjukkan fungsinya sebagai penerang ketika pelita itu tidak diletakkan sesuai dengan fungsinya yaitu diatas kaki dian agar terangnya bersinar diseluruh ruangan. Maka keberadaan dari segala sesuatu terletak pada ciri-ciri dan perannya.

Demikianlah Tuhan Yesus dengan khotbahnya di bukit yang memberitakan keberadaan pengikutnya itu seperti garam dan terang yang harus memiliki ciri dan peran yang jelas. Tuhan Yesus tidak hanya berkhotbah tetapi Ia telah memperlihatkan ciri-ciri dan peranNya sebagai Juruselamat dunia yang dapat dilihat oleh semua bangsa-bangsa dan menjadi suatu kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia.

Maka kenal Yesus ikuti ajaranNya dan lakukanlah perintahNya maka keselamatan Tuhan akan menyertai hidupmu! Yesus dengan segala kuasaNya telah menghampiri hidup kita, sehingga betapa bodoh dan malangnya jika kita tidak menyambut Tuhan Yesus dengan sukacita dan mengandalkan Tuhan Yesus sebagai keselamatan hidup kita.

Menjadi Garam dan Terang adalah panggilan hidup orang percaya! Artinya orang percaya haruslah memilki peran dan fungsinya sebagai pengikut Kristus yang sejati dengan berpedoman pada ciri-ciri pengikut Kristus yang sejati yaitu orang percaya yang hidup dalam Hukum dan Aturan Tuhan dan menjalankannya dengan penuh kasih kepada Allah dan sesama. Itulah sebabnya Yesus dengan tegas menyatakan bahwa “Aku datang bukan untuk meniadakannya tetapi untuk menggenapinya” (ay. 17). Bahwa Yesus datang adalah untuk menggenapi Hukum dan AturanNya di dalam kasih yang Ia tunjukkan kepada kita. 

Sehingga bagaimana dengan kita saat ini yang menyatakan diri sebagai orang-orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus! Adakah kita telah memiliki ciri-ciri sebagai pengikut Kristus yang sejati? Dan apakah kita telah memiliki peran dan fungsi dalam hidup ini seperti ciri-ciri dari pengikut Kristus? Sebab ada banyak orang Kristen yang masih tetap hanya berdiri pada posisi hidup yang hanya selalu berusaha untuk memiliki ciri-ciri saja tetpi tidak pada tahap fungsi dan peran yaitu hidup kekristenan yang hanya sampai pada sikap pergi ibadah, berdoa dan memberikan persembahan namun tidak menunjukkan peran dan fungsinya sebagai garam dan terang yang sesungguhnya dalam kehidupannya sehari-hari. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyatakan “jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (ay.20). sia-sialah ciri-ciri keagamaan yang selama ini kita lakukan sebab apalah artnya garam tanpa rasa asin! Dan apalah artinya jika terang itu ditempatkan dibawah gantang? Itu adalah kesia-siaan. Marilah kita perbaharui keagamaan kita dengan menunjukkan peran kita kepada keluarga, masyarakat dan dunia. Ada slogan yang menyatakan “Think Globally”, Act Locally” (berfikir global, bertindak lokal). Dengan tidakan sekecil apapun itu jika kita lakukan dengan sprit kepercayaan kepada Tuhan Yesus itulah berita Injil bagi dunia.
Apalah artinya Garam jika tidak memiliki Rasa
Apalah artinya Terang jika tidak digunakan untuk Menyinari
Apalah artinya Iman jika tidak berbuahkan Kasih dan Kebenaran
Apalah artinya Ibadah tanpa Pelayanan Kasih
(Yesaya 58: 1-9a)

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Popular Posts

Menjadi Garam dan Terang Dunia (Matius 5: 13-20)



Bacaan Firman Tuhan: Matius 5: 13-20
Segala sesuatu pastinya memiliki ciri khas tersendiri dan pastinya ciri hkas yang dimiliki itu akan terkait pada tujuan, peran dan manfaatnya. Jika kita mengambil sebuah contoh misalnya Mobil yang pastinya kita akan mengetahui bagaimana ciri-ciri dari sebuah mobil yaitu dengan mesin, roda dan sebagainya yang mana dari
ciri-ciri dari Mobil ini kita akan mengetahui pastinya kegunaan dari Mobil yaitu sebagai angkutan di darat dan bukan di laut atau di udara. 

Sama halnya dengan Garam dan Terang, bahwa kita mengenal garam akan ciri-ciri dan rasanya yang asin yang akan memberikan manfaat pemberi rasa pada makanan dan juga terang kita mengetahui akan ciri-ciri dari terang yaitu yang akan memantulkan seberkas sinar yang memberikan manfaatnya sesuai dengan ciri-cirinya yaitu sebagai suluh dan penerang dalam kegelapan.

Namun bagaimana jika garam tidak lagi memiliki ciri-cirinya yang memiliki asin dan juga garam yang tidak menunjukkan fungsinya sebagai penerang ketika pelita itu tidak diletakkan sesuai dengan fungsinya yaitu diatas kaki dian agar terangnya bersinar diseluruh ruangan. Maka keberadaan dari segala sesuatu terletak pada ciri-ciri dan perannya.

Demikianlah Tuhan Yesus dengan khotbahnya di bukit yang memberitakan keberadaan pengikutnya itu seperti garam dan terang yang harus memiliki ciri dan peran yang jelas. Tuhan Yesus tidak hanya berkhotbah tetapi Ia telah memperlihatkan ciri-ciri dan peranNya sebagai Juruselamat dunia yang dapat dilihat oleh semua bangsa-bangsa dan menjadi suatu kesaksian bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat manusia.

Maka kenal Yesus ikuti ajaranNya dan lakukanlah perintahNya maka keselamatan Tuhan akan menyertai hidupmu! Yesus dengan segala kuasaNya telah menghampiri hidup kita, sehingga betapa bodoh dan malangnya jika kita tidak menyambut Tuhan Yesus dengan sukacita dan mengandalkan Tuhan Yesus sebagai keselamatan hidup kita.

Menjadi Garam dan Terang adalah panggilan hidup orang percaya! Artinya orang percaya haruslah memilki peran dan fungsinya sebagai pengikut Kristus yang sejati dengan berpedoman pada ciri-ciri pengikut Kristus yang sejati yaitu orang percaya yang hidup dalam Hukum dan Aturan Tuhan dan menjalankannya dengan penuh kasih kepada Allah dan sesama. Itulah sebabnya Yesus dengan tegas menyatakan bahwa “Aku datang bukan untuk meniadakannya tetapi untuk menggenapinya” (ay. 17). Bahwa Yesus datang adalah untuk menggenapi Hukum dan AturanNya di dalam kasih yang Ia tunjukkan kepada kita. 

Sehingga bagaimana dengan kita saat ini yang menyatakan diri sebagai orang-orang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus! Adakah kita telah memiliki ciri-ciri sebagai pengikut Kristus yang sejati? Dan apakah kita telah memiliki peran dan fungsi dalam hidup ini seperti ciri-ciri dari pengikut Kristus? Sebab ada banyak orang Kristen yang masih tetap hanya berdiri pada posisi hidup yang hanya selalu berusaha untuk memiliki ciri-ciri saja tetpi tidak pada tahap fungsi dan peran yaitu hidup kekristenan yang hanya sampai pada sikap pergi ibadah, berdoa dan memberikan persembahan namun tidak menunjukkan peran dan fungsinya sebagai garam dan terang yang sesungguhnya dalam kehidupannya sehari-hari. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyatakan “jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (ay.20). sia-sialah ciri-ciri keagamaan yang selama ini kita lakukan sebab apalah artnya garam tanpa rasa asin! Dan apalah artinya jika terang itu ditempatkan dibawah gantang? Itu adalah kesia-siaan. Marilah kita perbaharui keagamaan kita dengan menunjukkan peran kita kepada keluarga, masyarakat dan dunia. Ada slogan yang menyatakan “Think Globally”, Act Locally” (berfikir global, bertindak lokal). Dengan tidakan sekecil apapun itu jika kita lakukan dengan sprit kepercayaan kepada Tuhan Yesus itulah berita Injil bagi dunia.
Apalah artinya Garam jika tidak memiliki Rasa
Apalah artinya Terang jika tidak digunakan untuk Menyinari
Apalah artinya Iman jika tidak berbuahkan Kasih dan Kebenaran
Apalah artinya Ibadah tanpa Pelayanan Kasih
(Yesaya 58: 1-9a)

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Saksi Kristus dengan judul Menjadi Garam dan Terang Dunia (Matius 5: 13-20) . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2014/02/matius-5-13-20-menjadi-garam-dan-terang.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Menjadi Garam dan Terang Dunia (Matius 5: 13-20) "