Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Friday, July 26, 2019

Hakim-hakim 7: 2-9 Kemenangan Bersama Tuhan


Bacaan Firman Tuhan: Hakim-hakim 7: 2-9
Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.  Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana.


Satu kalimat dari bahagian Pembukaan UUD Republik Indonesia Tahun 1945 dikatakan Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kita menghargai pengorbanan dan perjuangan orang-orang yang telah mewujudkan kemerdekaan Indonesia, namun demikian kita mengakui diatas segala pengorbanan dan usaha mereka adalah “rahmat Allah yang Maha Kuasa”. Sehebat apapun perjuangan kita, kemerdekaan tidak akan kita nikmati tanpa campur tangan Tuhan.

Demikian halnya dalam nas ini, firman Tuhan juga hendak mengingatkan kita “jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku”. Kemenangan itu tidak perlu lagi diragukan, hanya tinggal mereka mau tunduk pada arahan Tuhan. Tongkat komando untuk membawa kemenangan itu ada di tangan Tuhan, sehingga Tuhan tidak ingin nantinya umat Israel memegahkan diri atas kemengangan mereka menghadapi bangsa Midian.

1. Jangan tinggi hati - Mengakui karya Tuhan dalam hidup kita  
Tuhan tidak ingin umat israel nantinya mengklaim kemenangan itu adalah hasil usahanya, padahal Tuhanlah yang telah merancangkan kemenangan kepada mereka, sehingga Tuhan menyuruh Gideon untuk menyeleksi 32.000 rakyat yang hendak ikut berperang melawan bangsa Midian.

Haleluya! Ini adalah nyanyian dalam kehidupan kita sepanjang masa, “biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan” - Mazmur 150:6. Apapun yang telah kita capai hinggga saat ini, tetaplah nyanyikan “haleluya – pujilah Tuhan”, jangan pernah kita menganggap  apapun yang ada pada kita karena pikiran, kemampuan dan kekuatan kita, dan tidak ada gunanya kta bermegah atas pencapaian yang telah kita terima, sebagaimana firman Tuhan berkata di 1 Petrus 1: 24 “Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur”

Apakah kita mau berkata bahwa kita itu lebih hebat dan berkuasa dari Tuhan yang menciptakan dan memelihara hidup kita ini? Sehingga kita tidak tahu untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita? ingatlah apa yang Tuhan Yesus katakan: “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”. Orang yang tidak tahu bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam hidupnya tidak ada bedanya dengan orang yang meninggikan diri.  

2. Jangan rendah diri
Gibeon dipakai Tuhan untuk menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Midian. Secara fisik dan mental tidak ada yang bisa diharapkan dari Gibeon, tubuh kecil, muda dan juga penakut. Bagaimana mungkin Tuhan memakai Gibeon untuk menyelamatkan umat Israel, namun tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tuhan hanya berkata kepada Gibeon “Tetapi Akulah yang menyertai engkau”.

Dan Gibeon setia pada setiap yang diperintahkan oleh Tuhan, pasukan orang Midian ada 135.000 orang sementara pasukan Israel hanya 32.000 orang dan Tuhan perintahkan supaya dikurangi hingga menjadi 300 orang, tetapi Gibeon tetap setia atas perintah Tuhan yang walaupun dari segi hitungan logika sulit diterima.

Tuhan tidak membutuhkan orang yang pintar, yang kuat menurut dunia ini, yang Tuhan butuhkan adalah orang yang takut akan Tuhan. Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk berkecil hati dalam hidupnya, sebab Tuhan memakai setiap orang beriman untuk hal-hal yang besar yang direncanakan Allah dalam hidup kita masing-masing.

Tuhan hendak memakai hidup kita untuk memperlihatkan KebesaranNya bukan dengan gedung gereja yang besar dan megah bukan juga dengan perayaan ibadah yang spektakuler, namun ditengah-tengah kehidupan kita setiap saat disitulah Tuhan memanggil kita untuk menyatakan kebesaran dan kemuliaanNya.

Seperti apapun kondisi kehidupan kita, jangan pernah merasa rendah diri, sekalipun dihadapan manusia kita hina, namun dihadapan Tuhan kita begitu berharga, walaupun manusia melihat kita kecil, namun Tuhan menitipkan tanggangjawab yang besar melalui kehidupan kita.

3. Jangan menjadi orang penakut
Tuhan berkata kepada Gibeon bahwa 32.000 orang yang ada bersama-sama dengannya itu sudah terlalu banyak. Maka perlu untuk diseleksi, ujian seleksi pertama: “Siapa yang takut dan gentar biarlah ia pulang”. Hasil seleksi, tinggallah 10.000 orang.

Saya teringat dengan tulisan yang ada di Rindam I/BB yang berkata “Anda ragu-ragu silahkan kembali”. “Jangan Takut!” adalah pesan yang begitu sering kita jumpai pada firman Tuhan, sebab apa yang bisa diharapkan lagi dari kita jika di awal kita sudah takut. Mengapa kita tidak perlu takut? Sebab Tuhan beserta kita, yang menyelamatkan kita bukan diri kita atau orang lain tetapi iman kita kepada Tuhanlah yang menyelamatkan kita.

4. Jangan menyepelekan hal-hal sederhana – tetap waspada
Kemudian Tuhan berkata bahwa 10.000 orang yang tersisa itu juga masih terlalu banyak, maka perlu untuk diseleksi lagi.  Ujiannya sangat sederhana, yaitu mereka disuruh untuk turun minum air, ada yang minum langsung dengan lidahnya ke air dan ada pula yang minum berlutut menggunakan tangan untuk minum. Dan yang terpilih jumlahnya tinggal 300 orang yaitu yang minum dengan tangannya.

Mengapa mereka yang terpilih? Sebab mereka memiliki sikap yang berjaga-jaga dan waspada sekalipun melakukan hal yang sederhana yaitu minum air.

Teringat dengan pesan ‘Bang Napi’ “Kejahatan itu bisa terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan, waspadalah..waspadalah”

Dalam kitab 1 Petrus 5: 8 berkata “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa  yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”  

Ada banyak hal-hal dalam kehidupan kita ini yang kelihatannya sederhana, namun justru disitu si iblis dengan liciknya menantikan saat kita lengah untuk menaklukkan kita. itulah sebabnya di Efesus 6: 10-20 kita diingatkan untuk selalu mengenakan senjata perlengkapan dari Allah supaya tetap waspada bilamana hal-hal yang tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita ini dapat dipakai si iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan, tetapi kita juga dapat memakai apapun yang terjadi untuk memuliakan nama Tuhan. Jaga hati, sikap, ucapan dan perbuatan kita. Kewaspadaan yang dimaksud bahwa kita sudah siap sedia sekalipun hal terburuk terjadi, namun oleh iman yang telah bertumbuh selama ini akan menyelamatkan kita dari tipu daya si iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan.

5. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak  para lawan kita. – Mazmur 108: 14. Tuhan kita Yesus Kristus adalah Komandan/panglima perang bagi kita yang akan memperlengkapi dan yang menyertai kita untuk memenangkan kehidupan ini. 

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Hakim-hakim 7: 2-9 Kemenangan Bersama Tuhan


Bacaan Firman Tuhan: Hakim-hakim 7: 2-9
Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.  Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana.


Satu kalimat dari bahagian Pembukaan UUD Republik Indonesia Tahun 1945 dikatakan Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kita menghargai pengorbanan dan perjuangan orang-orang yang telah mewujudkan kemerdekaan Indonesia, namun demikian kita mengakui diatas segala pengorbanan dan usaha mereka adalah “rahmat Allah yang Maha Kuasa”. Sehebat apapun perjuangan kita, kemerdekaan tidak akan kita nikmati tanpa campur tangan Tuhan.

Demikian halnya dalam nas ini, firman Tuhan juga hendak mengingatkan kita “jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku”. Kemenangan itu tidak perlu lagi diragukan, hanya tinggal mereka mau tunduk pada arahan Tuhan. Tongkat komando untuk membawa kemenangan itu ada di tangan Tuhan, sehingga Tuhan tidak ingin nantinya umat Israel memegahkan diri atas kemengangan mereka menghadapi bangsa Midian.

1. Jangan tinggi hati - Mengakui karya Tuhan dalam hidup kita  
Tuhan tidak ingin umat israel nantinya mengklaim kemenangan itu adalah hasil usahanya, padahal Tuhanlah yang telah merancangkan kemenangan kepada mereka, sehingga Tuhan menyuruh Gideon untuk menyeleksi 32.000 rakyat yang hendak ikut berperang melawan bangsa Midian.

Haleluya! Ini adalah nyanyian dalam kehidupan kita sepanjang masa, “biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan” - Mazmur 150:6. Apapun yang telah kita capai hinggga saat ini, tetaplah nyanyikan “haleluya – pujilah Tuhan”, jangan pernah kita menganggap  apapun yang ada pada kita karena pikiran, kemampuan dan kekuatan kita, dan tidak ada gunanya kta bermegah atas pencapaian yang telah kita terima, sebagaimana firman Tuhan berkata di 1 Petrus 1: 24 “Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur”

Apakah kita mau berkata bahwa kita itu lebih hebat dan berkuasa dari Tuhan yang menciptakan dan memelihara hidup kita ini? Sehingga kita tidak tahu untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam hidup kita? ingatlah apa yang Tuhan Yesus katakan: “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”. Orang yang tidak tahu bersyukur dan memuliakan Tuhan dalam hidupnya tidak ada bedanya dengan orang yang meninggikan diri.  

2. Jangan rendah diri
Gibeon dipakai Tuhan untuk menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Midian. Secara fisik dan mental tidak ada yang bisa diharapkan dari Gibeon, tubuh kecil, muda dan juga penakut. Bagaimana mungkin Tuhan memakai Gibeon untuk menyelamatkan umat Israel, namun tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tuhan hanya berkata kepada Gibeon “Tetapi Akulah yang menyertai engkau”.

Dan Gibeon setia pada setiap yang diperintahkan oleh Tuhan, pasukan orang Midian ada 135.000 orang sementara pasukan Israel hanya 32.000 orang dan Tuhan perintahkan supaya dikurangi hingga menjadi 300 orang, tetapi Gibeon tetap setia atas perintah Tuhan yang walaupun dari segi hitungan logika sulit diterima.

Tuhan tidak membutuhkan orang yang pintar, yang kuat menurut dunia ini, yang Tuhan butuhkan adalah orang yang takut akan Tuhan. Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk berkecil hati dalam hidupnya, sebab Tuhan memakai setiap orang beriman untuk hal-hal yang besar yang direncanakan Allah dalam hidup kita masing-masing.

Tuhan hendak memakai hidup kita untuk memperlihatkan KebesaranNya bukan dengan gedung gereja yang besar dan megah bukan juga dengan perayaan ibadah yang spektakuler, namun ditengah-tengah kehidupan kita setiap saat disitulah Tuhan memanggil kita untuk menyatakan kebesaran dan kemuliaanNya.

Seperti apapun kondisi kehidupan kita, jangan pernah merasa rendah diri, sekalipun dihadapan manusia kita hina, namun dihadapan Tuhan kita begitu berharga, walaupun manusia melihat kita kecil, namun Tuhan menitipkan tanggangjawab yang besar melalui kehidupan kita.

3. Jangan menjadi orang penakut
Tuhan berkata kepada Gibeon bahwa 32.000 orang yang ada bersama-sama dengannya itu sudah terlalu banyak. Maka perlu untuk diseleksi, ujian seleksi pertama: “Siapa yang takut dan gentar biarlah ia pulang”. Hasil seleksi, tinggallah 10.000 orang.

Saya teringat dengan tulisan yang ada di Rindam I/BB yang berkata “Anda ragu-ragu silahkan kembali”. “Jangan Takut!” adalah pesan yang begitu sering kita jumpai pada firman Tuhan, sebab apa yang bisa diharapkan lagi dari kita jika di awal kita sudah takut. Mengapa kita tidak perlu takut? Sebab Tuhan beserta kita, yang menyelamatkan kita bukan diri kita atau orang lain tetapi iman kita kepada Tuhanlah yang menyelamatkan kita.

4. Jangan menyepelekan hal-hal sederhana – tetap waspada
Kemudian Tuhan berkata bahwa 10.000 orang yang tersisa itu juga masih terlalu banyak, maka perlu untuk diseleksi lagi.  Ujiannya sangat sederhana, yaitu mereka disuruh untuk turun minum air, ada yang minum langsung dengan lidahnya ke air dan ada pula yang minum berlutut menggunakan tangan untuk minum. Dan yang terpilih jumlahnya tinggal 300 orang yaitu yang minum dengan tangannya.

Mengapa mereka yang terpilih? Sebab mereka memiliki sikap yang berjaga-jaga dan waspada sekalipun melakukan hal yang sederhana yaitu minum air.

Teringat dengan pesan ‘Bang Napi’ “Kejahatan itu bisa terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan, waspadalah..waspadalah”

Dalam kitab 1 Petrus 5: 8 berkata “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa  yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”  

Ada banyak hal-hal dalam kehidupan kita ini yang kelihatannya sederhana, namun justru disitu si iblis dengan liciknya menantikan saat kita lengah untuk menaklukkan kita. itulah sebabnya di Efesus 6: 10-20 kita diingatkan untuk selalu mengenakan senjata perlengkapan dari Allah supaya tetap waspada bilamana hal-hal yang tidak kita harapkan terjadi dalam hidup kita.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita ini dapat dipakai si iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan, tetapi kita juga dapat memakai apapun yang terjadi untuk memuliakan nama Tuhan. Jaga hati, sikap, ucapan dan perbuatan kita. Kewaspadaan yang dimaksud bahwa kita sudah siap sedia sekalipun hal terburuk terjadi, namun oleh iman yang telah bertumbuh selama ini akan menyelamatkan kita dari tipu daya si iblis untuk menjauhkan kita dari Tuhan.

5. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak  para lawan kita. – Mazmur 108: 14. Tuhan kita Yesus Kristus adalah Komandan/panglima perang bagi kita yang akan memperlengkapi dan yang menyertai kita untuk memenangkan kehidupan ini. 

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Khotbah Minggu / Mengucap Syukur / Penyertaan Tuhan / Pergumulan Hidup dengan judul Hakim-hakim 7: 2-9 Kemenangan Bersama Tuhan . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2019/07/hakim-hakim-7-2-9-kemenangan-bersama.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

9 komentar untuk " Hakim-hakim 7: 2-9 Kemenangan Bersama Tuhan "