Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Wednesday, November 8, 2017

Amos 5: 18-24 | Penyembahan yang mengalir ke setiap tempat



Bacaan Firman Tuhan: Amos 5: 18-24
Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?
"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."


Apa yang dilakukan oleh bangsa Israel tidak ubahnya dengan praktek penyembahan yang dilakukan oleh para penyembah berhala. Bangsa Israel datang kepada Tuhan untuk datangnya Hari Tuhan adalah supaya musuh-musuh mereka di taklukkan, mereka mengadakan hari raya, nyanyian pujian dan juga korban bakaran. Bahwa dengan itu semua mereka menganggap sudah dapat menyenangkan hati Tuhan, dan permintaan mereka pun di kabulkan.

Para penyembah berhala, perbuatan yang benar itu tidak penting, yang penting adalah bagaimana bagus, baik dan banyaknya persembahan yang mereka sampaikan. Hal ini tentu mendatangkan murka yang besar dari Tuhan, sebab ini namanya adalah penghinaan bagi Tuhan karena telah menyamakan Tuhan dengan berhala-berhala yang di sembah oleh orang kafir.

Mereka menganggap bahwa kedatangan Hari Tuhan itu adalah suatu kebahagiaan, ternyata firman Tuhan berkata lain bahwa kedatangan Hari Tuhan itu adalah kebinasaan bagi mereka. Sebab Hari Tuhan akan membawa kebinasaan bagi orang yang tidak hidup dalam kebenaran Tuhan, tetapi Hari Tuhan itu akan menjadi kebahagiaan bagi mereka yang hidup dalam kebenaran Tuhan.

Tidak ada yang mengetahui kapan Hari Tuhan itu akan datang, seperti pencuri di malam hari. Kapan Hari Tuhan itu datang dalam dunia ini dan bagi setiap pribadi, namun Tuhan Yesus dalam perumpamaanNya tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh mengingatkan kita supaya tetap berjaga-jaga. Berbahagialah kita seperti gadis-gadis yang bijaksana itu yang menyediakan perbekalan minyak pelitanya menanti mempelai laki-laki yang tidak tahu kapan waktu datangnya (Matius 25: 1-13).

Mungkin kita sering mendengar kata (kurang lebih seperti ini) “saudara kita ini sudah tenang kembali kepada Tuhan”, ketika ada acara perkabungan orang yang meninggal. Kata itu memberikan dua arti: pertama: memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka, Kedua: bisa timbul pemikiran dari orang yang mendengar, ternyata kalau sudah mati maka kita sudah tenang dan senang, asal sudah menjadi orang Kristen.

Satu sisi, kematian memang adalah suatu kebahagiaan karena kita akan bersama-sama Tuhan, namun di sisi lain kematian adalah suatu kengerian sebagaimana yang dikatakan di ayat 19 “Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tanggannya ke dinding, seekor ular memagut dia”.

Apakah memang benar kematian itu adalah ketenangan dan kebahagiaan? Tergantung apakah dia hidup dalam kebenaran Tuhan.

  • Bukan karena banyakya persembahan yang kita berikan, namun bagaimana ketulusan kita mengakui segala berkat Tuhan
  •  Bukan karena seringnya kita ibadah, tetapi bagaimana kesungguhan kita yang selalu rindu ingin bersekutu dengan Tuhan
  •  Bukan karena keindahan nyanyian kita, tetapi bagaimana kerinduan kita untuk selalu memuji Tuhan
  •  Bukan masalah kita aktif atau tidak dalam pelayanan di gereja, tetapi bagaimanakah kerinduan kita ingin berperan serta memajukan gereja Tuhan.

Dan yang sangat penting dari semua itu adalah bagaimana supaya penyembahan kita kepada Tuhan, persembahan kita pada Tuhan itu mengikut juga pada perilaku dan perbuatan kita di segala situasi dan tempat, tidak hanya di gereja. Sebagaimana Paulus menuliskan “Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (1 Korintus 14:15).  

Dan sebagaimana juga yang dikatakan di ayat 24 “Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir”. Bahwa air itu tidak diam di satu tempat, namun akan tetap mengalir ke semua tempat, hidup menyembah Tuhan, hidup yang benar itu tidak hanya di gereja tetapi juga terus mengalir ke semua tempat.

Jika demikian, maka itulah orang yang berjaga-jaga kapanpun datangnya Hari Tuhan, kita adalah orang yang sudah siap menerima Hari Tuhan menjadi hari yang terang penuh dengan sukacita abadi.

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Amos 5: 18-24 | Penyembahan yang mengalir ke setiap tempat



Bacaan Firman Tuhan: Amos 5: 18-24
Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?
"Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."


Apa yang dilakukan oleh bangsa Israel tidak ubahnya dengan praktek penyembahan yang dilakukan oleh para penyembah berhala. Bangsa Israel datang kepada Tuhan untuk datangnya Hari Tuhan adalah supaya musuh-musuh mereka di taklukkan, mereka mengadakan hari raya, nyanyian pujian dan juga korban bakaran. Bahwa dengan itu semua mereka menganggap sudah dapat menyenangkan hati Tuhan, dan permintaan mereka pun di kabulkan.

Para penyembah berhala, perbuatan yang benar itu tidak penting, yang penting adalah bagaimana bagus, baik dan banyaknya persembahan yang mereka sampaikan. Hal ini tentu mendatangkan murka yang besar dari Tuhan, sebab ini namanya adalah penghinaan bagi Tuhan karena telah menyamakan Tuhan dengan berhala-berhala yang di sembah oleh orang kafir.

Mereka menganggap bahwa kedatangan Hari Tuhan itu adalah suatu kebahagiaan, ternyata firman Tuhan berkata lain bahwa kedatangan Hari Tuhan itu adalah kebinasaan bagi mereka. Sebab Hari Tuhan akan membawa kebinasaan bagi orang yang tidak hidup dalam kebenaran Tuhan, tetapi Hari Tuhan itu akan menjadi kebahagiaan bagi mereka yang hidup dalam kebenaran Tuhan.

Tidak ada yang mengetahui kapan Hari Tuhan itu akan datang, seperti pencuri di malam hari. Kapan Hari Tuhan itu datang dalam dunia ini dan bagi setiap pribadi, namun Tuhan Yesus dalam perumpamaanNya tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh mengingatkan kita supaya tetap berjaga-jaga. Berbahagialah kita seperti gadis-gadis yang bijaksana itu yang menyediakan perbekalan minyak pelitanya menanti mempelai laki-laki yang tidak tahu kapan waktu datangnya (Matius 25: 1-13).

Mungkin kita sering mendengar kata (kurang lebih seperti ini) “saudara kita ini sudah tenang kembali kepada Tuhan”, ketika ada acara perkabungan orang yang meninggal. Kata itu memberikan dua arti: pertama: memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka, Kedua: bisa timbul pemikiran dari orang yang mendengar, ternyata kalau sudah mati maka kita sudah tenang dan senang, asal sudah menjadi orang Kristen.

Satu sisi, kematian memang adalah suatu kebahagiaan karena kita akan bersama-sama Tuhan, namun di sisi lain kematian adalah suatu kengerian sebagaimana yang dikatakan di ayat 19 “Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tanggannya ke dinding, seekor ular memagut dia”.

Apakah memang benar kematian itu adalah ketenangan dan kebahagiaan? Tergantung apakah dia hidup dalam kebenaran Tuhan.

  • Bukan karena banyakya persembahan yang kita berikan, namun bagaimana ketulusan kita mengakui segala berkat Tuhan
  •  Bukan karena seringnya kita ibadah, tetapi bagaimana kesungguhan kita yang selalu rindu ingin bersekutu dengan Tuhan
  •  Bukan karena keindahan nyanyian kita, tetapi bagaimana kerinduan kita untuk selalu memuji Tuhan
  •  Bukan masalah kita aktif atau tidak dalam pelayanan di gereja, tetapi bagaimanakah kerinduan kita ingin berperan serta memajukan gereja Tuhan.

Dan yang sangat penting dari semua itu adalah bagaimana supaya penyembahan kita kepada Tuhan, persembahan kita pada Tuhan itu mengikut juga pada perilaku dan perbuatan kita di segala situasi dan tempat, tidak hanya di gereja. Sebagaimana Paulus menuliskan “Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (1 Korintus 14:15).  

Dan sebagaimana juga yang dikatakan di ayat 24 “Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir”. Bahwa air itu tidak diam di satu tempat, namun akan tetap mengalir ke semua tempat, hidup menyembah Tuhan, hidup yang benar itu tidak hanya di gereja tetapi juga terus mengalir ke semua tempat.

Jika demikian, maka itulah orang yang berjaga-jaga kapanpun datangnya Hari Tuhan, kita adalah orang yang sudah siap menerima Hari Tuhan menjadi hari yang terang penuh dengan sukacita abadi.

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Akhir Zaman / Epistel / Keselamatan dengan judul Amos 5: 18-24 | Penyembahan yang mengalir ke setiap tempat . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2017/11/amos-5-18-24-penyembahan-yang-mengalir.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Pdt. Porisman D.M Lubis -

Belum ada komentar untuk " Amos 5: 18-24 | Penyembahan yang mengalir ke setiap tempat "