Khotbah dan Renungan Kristen

Kumpulan Bahan dan Khotbah Kristen terbaru, Kumpulan renungan kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab, Kumpulan Gambar Tuhan Yesus Kristus

Saturday, December 17, 2016

Roma 1: 1-7 | Aku Milikmu, Yesus Tuhanku



Bacaan Firman Tuhan: Roma 1: 1-7
tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Di dalam salam pembuka surat Paulus kepada jemaat yang ada di Roma, kita akan melihat suatu muatan  yang dalam memaparkan tentang hubungan Tuhan pada kita orang percaya dan terlebih lagi memberi pemahaman tentang Yesus Kristus yang kita percayai dalam hidup kita. 

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus” demikinlah Paulus memperkenalkan dirinya melalui suratnya kepada jemaat di Roma. Penyataan diri sebagai hamba (doulos), makna dari kata “hamba” di pemakaian dalam bahasa Yunani adalah “budak belian” maka ada ketaatan dan kewajiban yang mutlak dilakukan oleh seorang hamba kepada tuannya. Seorang hamba yang bergantung seutuhnya dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada tuannya.

Kemudian Paulus juga mengungkapkan kepada jemaat bahwa “kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus”. Bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus mutlak menjadi “milik Kristus”. Sebab kita telah diselamatkan oleh Allah yang di tebus dengan harga yang mahal, yaitu melalui darahNya.

Sebagai seorang Kristen, kita di ajak untuk menghayati iman yang sesungguhnya bahwa hidup kita mutlak adalah milik Tuhan, sebab Dia yang telah menebus kita dari perhambaan dosa menjadi hamba Kristus. Sehingga status kita adalah hamba milik Kristus. Maka ketika kita menghayati hal ini, sejauhmana kita sebagai seorang Kristen memperlihatkan diri sebagai milik Kristus?

Sebagai hamba milik Kristus, kita memiliki panggilan dan tanggungjawab. Ketaatan dan kepercayaan kita hanya pada Kristus yang telah menebus kita, hidup dan pengabdian kita hanya bagi Dia. kita di panggil dan dijadikan menjadi orang-orang kudus, kita sedang berjalan dan sedang memenuhi panggilan kita menjadi umat yang kudus.

Tuhan juga membekali kita dengan “kasih karunia dan damai sejahtera” yang berasal dari Dia untuk mampu hidup dalam panggilanNya. Hal ini adalah dasar kita berpijak di dunia ini sebagai seorang Kristen. Dimana seorang Kristen itu hidup pada situasi yang tidak bergantung pada dunia tetapi bergantung pada Tuhan. 

Tentang Yesus Kristus, rasul Paulus menegaskan dalam suratnya “bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita”. Dia yang telah menyatakan kuasaNya yang dari sorga dalam dunia ini, Dia yang menyatakan diri di dalam daging dan juga menyatakan diriNya yang berkuasa atas kehidupan. Sehingga melalui kedatanganNya di dalam daging supaya Dia menjadi “Tuan” atas kehidupan kita sebagai “hamba” yang telah di tebusNya dari kuasa dosa.

Dengan memahami secara mendalam ucapan salam Paulus ini, maka dapatlah kita menarik pengertian bahwa Yesus adalah untuk aku (kita) dan aku (kita) adalah untuk Yesus. Apa yang diperbuat oleh Tuhan melalui Yesus Kristus ke dalam dunia semata-mata adalah untuk kebaikan kita. Bahwa kita adalah orang-orang “yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus”.

Yesus Kristus yang berbuat untuk kebaikan kita itu adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan. Yesus Kristus adalah dasar dan pondasi kehidupan yang ditetapkan bagi kita yang menerima panggilanNya sebagai umat kepemilikanNya.

Seperti pengenalan diri yang di nyatakan oleh Paulus, demikian jugalah pengenalan diri yang harus kita nyatakan sebagai orang yang beriman kepada Kristus Yesus, bahwa kita adalah hamba, milik Yesus untuk selalu taat dan percaya kepadaNya. Kita terpanggil dan di selamatkan untuk memperlihatkan pada dunia bahwa kita adalah orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan, orang-orang yang dikuduskan olehNya.     

No comments :

About Metro

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Roma 1: 1-7 | Aku Milikmu, Yesus Tuhanku



Bacaan Firman Tuhan: Roma 1: 1-7
tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

Di dalam salam pembuka surat Paulus kepada jemaat yang ada di Roma, kita akan melihat suatu muatan  yang dalam memaparkan tentang hubungan Tuhan pada kita orang percaya dan terlebih lagi memberi pemahaman tentang Yesus Kristus yang kita percayai dalam hidup kita. 

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus” demikinlah Paulus memperkenalkan dirinya melalui suratnya kepada jemaat di Roma. Penyataan diri sebagai hamba (doulos), makna dari kata “hamba” di pemakaian dalam bahasa Yunani adalah “budak belian” maka ada ketaatan dan kewajiban yang mutlak dilakukan oleh seorang hamba kepada tuannya. Seorang hamba yang bergantung seutuhnya dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada tuannya.

Kemudian Paulus juga mengungkapkan kepada jemaat bahwa “kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus”. Bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus mutlak menjadi “milik Kristus”. Sebab kita telah diselamatkan oleh Allah yang di tebus dengan harga yang mahal, yaitu melalui darahNya.

Sebagai seorang Kristen, kita di ajak untuk menghayati iman yang sesungguhnya bahwa hidup kita mutlak adalah milik Tuhan, sebab Dia yang telah menebus kita dari perhambaan dosa menjadi hamba Kristus. Sehingga status kita adalah hamba milik Kristus. Maka ketika kita menghayati hal ini, sejauhmana kita sebagai seorang Kristen memperlihatkan diri sebagai milik Kristus?

Sebagai hamba milik Kristus, kita memiliki panggilan dan tanggungjawab. Ketaatan dan kepercayaan kita hanya pada Kristus yang telah menebus kita, hidup dan pengabdian kita hanya bagi Dia. kita di panggil dan dijadikan menjadi orang-orang kudus, kita sedang berjalan dan sedang memenuhi panggilan kita menjadi umat yang kudus.

Tuhan juga membekali kita dengan “kasih karunia dan damai sejahtera” yang berasal dari Dia untuk mampu hidup dalam panggilanNya. Hal ini adalah dasar kita berpijak di dunia ini sebagai seorang Kristen. Dimana seorang Kristen itu hidup pada situasi yang tidak bergantung pada dunia tetapi bergantung pada Tuhan. 

Tentang Yesus Kristus, rasul Paulus menegaskan dalam suratnya “bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita”. Dia yang telah menyatakan kuasaNya yang dari sorga dalam dunia ini, Dia yang menyatakan diri di dalam daging dan juga menyatakan diriNya yang berkuasa atas kehidupan. Sehingga melalui kedatanganNya di dalam daging supaya Dia menjadi “Tuan” atas kehidupan kita sebagai “hamba” yang telah di tebusNya dari kuasa dosa.

Dengan memahami secara mendalam ucapan salam Paulus ini, maka dapatlah kita menarik pengertian bahwa Yesus adalah untuk aku (kita) dan aku (kita) adalah untuk Yesus. Apa yang diperbuat oleh Tuhan melalui Yesus Kristus ke dalam dunia semata-mata adalah untuk kebaikan kita. Bahwa kita adalah orang-orang “yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus”.

Yesus Kristus yang berbuat untuk kebaikan kita itu adalah Tuhan yang berkuasa atas kehidupan. Yesus Kristus adalah dasar dan pondasi kehidupan yang ditetapkan bagi kita yang menerima panggilanNya sebagai umat kepemilikanNya.

Seperti pengenalan diri yang di nyatakan oleh Paulus, demikian jugalah pengenalan diri yang harus kita nyatakan sebagai orang yang beriman kepada Kristus Yesus, bahwa kita adalah hamba, milik Yesus untuk selalu taat dan percaya kepadaNya. Kita terpanggil dan di selamatkan untuk memperlihatkan pada dunia bahwa kita adalah orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan, orang-orang yang dikuduskan olehNya.     

Artikel Terkait

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Advent / Khotbah Minggu dengan judul Roma 1: 1-7 | Aku Milikmu, Yesus Tuhanku . Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://sukacitamu.blogspot.com/2016/12/roma-1-1-7-aku-milikmu-yesus-tuhanku.html . Terima kasih!
Ditulis oleh: Porisman Lubis -

Belum ada komentar untuk " Roma 1: 1-7 | Aku Milikmu, Yesus Tuhanku "